Pernikahan Ini ...

Dear all of my brothers and sisters in Christ, biasanya, saya paling malu mau post masalah saya. Baik di forum maupun dengan orang terdekat saya. Tapi kali ini, saya sudah tidak tahan lagi. Saya, happily (sometime) married with a perfect fine young man (sometime). Semua hal itu sudah tidak lagi seperti yg saya rasakan sebelumnya. Sekarang semuanya hambar. Suami saya, seorang yang suka lupa dengan kata2 nya sendiri sesudah dia mengumpat (pada saya). Kasar dan tidak benar … apa yg dia katakan & umpat adalah tidak benar semua. Seringkali dia minta maaf setelah itu. Tapi saya sudah kebal dengan kata2 maaf. Saya cuman bisa menangis sedih tanpa mengharapkan dia berkata manis lagi pada saya. Yang saya sesalkan, saya ini oragnya selalu berhati2 dalam mengambil keputusan. Tapi dalam hal ini, memillih pasangan hidup. Saya benar2 sudah salah. Harus apakah saya sekarang?

Shalom sdr Cherry.
Kami sangat bersimpati dengan pergumulan yg saudara alami saat ini.
Tapi secara pribadi saya belum bisa memberikan saran karena saya sendiri belum berkeluarga.
Mungkin temen2 yg lain yg punya pengalaman bisa membantu.
Tapi saya akan dukung dalam doa, semoga Tuhan Yesus berikan hikmat bagi suami anda, dan memberi kekuatan bagi anda menghadapi pergumulan yg anda hadapi.
Jangan pernah katakan anda telah salahmemilih, tapi berusahalah meminta pertolongan Tuhan Yesus dalam menghadapi persoalan ini.

terimakasih, GBU!

betul itu yang di bilang dari sodara manusia…:smiley:

Dear cherry,

Klo melihat masalahmu spertinya suami mu belum bertobat ya?
Saya gk bisa kasi saran banyak krn saya jg blom mnikah sih tpi yg pasti cara yg slalu ampuh adalah dgn berdoa
Saya yakin doa yang sungguh2, besar kuasanya
Walopun kita gk bisa tau pasti kapan Tuhan akan mengubahkan suami cherry, tpi tetap yakin & percaya pasti Tuhan gk akan meninggalkan anak2Nya yg sedang punya masalah
Tetap kuat en sabar ya
GBU

emangnya MENIKAH itu gampang???
butuh banyak pertimbangan baik sebelum maupun saat menjadi istri & IRT.

kalo sudah terlanjur ya bagaimana lagi, yang jelas kan TIDAK BOLEH BERCERAI
good luck buat sdri. Cherry
tetap berjuang…

@cherry,

setiap rumah tangga ada permasalahannya masing2 dan utamakan Tuhan di atas segalanya… berdoa. hanya Tuhan yang bisa ubahkan sifat suami anda.

tetap sabar ya, karena sabar tidak ada batasnya…
tetap berpengharapan ya, karena harapan adalah sauh yang kuat dan aman bagi kita… (Ibrani 6:19)

GBU

Sebelumnya saya minta maaf, karena mungkin tidak pantas bagi saya yang boleh dibilang masih muda, belum pernah satu kali pun pacaran, apalagi menikah, ikut me-reply topik ini. Tapi rasanya ada yang bergolak di hati saya untuk menuliskan ini. Semoga tulisan ini bisa membantu Anda.

Saya rasa saya tidak perlu lagi menyarankan agar Anda berdoa, karena memang SUDAH SEHARUSNYA Anda berdoa. Yang saya harap bisa lakukan adalah mengubah pola pikir Anda supaya Anda bisa bertahan dan bagaimana menjalani hidup Anda supaya menuju ke arah yang lebih baik.

Apa alasan UTAMA Anda / orang Kristen menikah?
Jika Anda menjawab (dan ini yang dijawab oleh hampir semua orang) karena CINTA, maka pola pikir Anda salah besar. Kenapa? Cinta manusia tidak ada yang abadi, tidak seperti cinta Allah Tuhan kita. Apalagi karena harta yang amat sangat tidak kekal.

Coba ubah pola pikir Anda: Ya, cinta [b]HARUS[/b] ada, tapi bukan itu [b]alasan utama[/b] orang Kristen menikah. Orang kristen menikah karena orang kristen adalah SAKSI Kristus di dunia.

Menikah, saksi untuk apa? Saksi untuk menyatakan bahwa, “ini, lho, sebagaimana Kristus dan Bapa adalah SATU, demikianlah pernikahan kami adalah SATU, tidak terceraikan.”

“Ini, lho, seperti Kristus sebagai kepala dan gereja/jemaat sebagai tubuh yang tidak bisa dipisahkan, demikianlah pernikahan orang Kristen yang tidak terceraikan.”

“Ini, lho, sebagaimana Kristus sebagai kepala yang mengasihi jemaat-Nya hingga rela berkorban dan sebagaimana jemaat menghormati Kristus sebagai Tuhan dan Raja di atas segala Raja, demikianlah hubungan suami sebagai kepala rumah tangga dan isteri sebagai anggotanya.”

Lakukan kewajiban & jangan menuntut
“Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan” (Ef 5:22)
“Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya” (Ef 5:25)

Apa kewajiban suami menurut “undang-undang” Kerajaan Allah? Kasihilah isterimu. Jadi, ya, lakukanlah itu, tidak usah menuntut sang isteri untuk tunduk kepadamu.

Apa kewajiban isteri menurut “undang-undang” Kerajaan Allah? Tunduklah kepada suamimu. Jadi, ya, lakukanlah itu, tidak usah menuntut sang suami untuk mengasihimu.

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu ditambahkan kepadamu.” (Mat 6: 33)

… ummm…, sebenernya saya agak ngeri menulis ini, mengingat efek “pedang bermata dua” dari firman Allah, tapi, yah, kiranya “pedang bermata dua” itu menjaga saya ketika saya menjalani pernikahan.

Tengkyu. Jesus loph U.

suami lo emang harus diberi pelajaran

supaya nggak mengulangi segala kekasarannya lagi.

semoga Tuhan menghajarnya demi kebaikan karakternya.

Menikah adalah pilihanan terpenting kedua dalam hidup ini…

tetap tunduk pada dia karena Kristus… jangan mengungguli dia…

kamu akan bisa bertahan karena Tuhan yang memulai maka dia yang akan terus memelihara…

berserah kepada Dia…

Halo Cherry terimakasih untuk posting kamu yang “berani” mengungkapkan keluh kesah kamu. Well,yang namanya Iblis pasti ga akan berhenti bekerja. Permasalahan seperti ini adalah bumbu-bumbu penyedap dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Yang saat ini harus kamu lakukan adlaah jangan tawar hati, tetapi teruslah sebut nama suami kamu dalam doa agar kiranya Tuhan berbelas kasihan “menyentuh” dan “menangkap” suami kamu. Coba bayangkan kalau kamu seperti memelas terus-menerus,mengumpat,bahkan menuangkan kekesalan dengan cara yang salah. Permasalahan ini bukan selesai melainkan akan semakin menjadi keruh. Kamu tidak harus diam melulu kok. Yang penting semangat dan jangan tawar hati. Coba kalian luangkan lebih banyak lagi waktu untuk bersama. Tumbuhkan chemistry “keluarga yang cinta Tuhan” dalam komunitas kalian. Anyway semoga kalian sukses.God bless all the way