Pernikahan yang masih ada hubungan darah Menurut ALKITAB?

bagaimana tanggapan saudara seiman ketika di hadapkan pada masalah :

  1. apakah boleh menikah dgn angota kluarga yang masih trgologn sepupu?
  2. apakah akan menyalahi aturan menurut Alkitabiah?

Ishak - Ribka : sepupuan

Cuma untuk kondisi saat ini, yg perlu diperhatikan adalah kemungkinan munculnya gen2 resesif pada keturunan pasangan suami-istri yang masih tergolong dekat dlm kekerabatannya.

:slight_smile:

INCEST:

Perkawinan sedarah atau ‘incest’ barangkali hanya terjadi pada generasi yang pertama atau kedua saja. Kita tahu bahwa Adam dan Hawa mempunyai lagi anak-anak laki-laki dan perempuan selain Kain, Habel, dan Set. Jika hanya ada satu keluarga asli, maka pernikahan mula-mula haruslah antara saudara lelaki dan saudara perempuan. Pernikahan demikian pada mulanya tidak berbahaya. Waktu jaman Adam dan Hawa, Incest tidak dilarang karena waktu Tuhan menciptakan manusia, Tuhan menciptakan manusia dalam keadaan baik, sehat, sempurna.

Incest berbahaya sebab mewarisi sel keturunan yang berubah yang menghasilkan anak-anak yang cacat, sakit, atau dungu, dan tentunya akan dinyatakan dalam diri anak-anak kalau orang tuanya sama-sama mewariskan sel-sel tersebut. Sudah pasti Adam dan Hawa datang dari tangan Allah yang sudah menciptakan mereka tidak mempunyai sel-sel demikian. Itu sebabnya pernikahan antara saudara lelaki dan perempuan atau kemenakan lelaki dan perempuan dari generasi pertama dan kedua sesudah Adam dan Hawa tidak berbahaya.

Pada zaman Nuh, diperkirakan incest tidak terjadi lagi karena umat manusia sudah banyak. Setelah Air Bah pun, manusia yang ada sudah terdiri atas tiga keluarga, Sem, Ham, dan Yafet, beserta isteri mereka masing-masing. Keturunan Sem tentu saja boleh menikah dengan keturunan Ham atau Yafet.

Incest’ secara resmi baru dilarang di era Musa pada khususnya dan Perjanjian Lama pada umumnya, yang sering dikatakan sebagai ‘incest’ (Ibrani: ‘ZAMAH’) adalah hubungan jasmani antara ayah dan anak perempuan, anak dengan gundik ayahnya, mertua dengan menantu, seorang laki-laki dengan saudara kandungnya yang perempuan (kakak atau adik), dengan adik ipar, dengan mertua perempuan, dengan adik dari istri sendiri, banyak contoh-contoh di dalam Alkitab misalnya Imamat 20:21.

* Imamat 18:6
LAI TB, Siapapun di antaramu janganlah menghampiri seorang kerabatnya yang terdekat untuk menyingkapkan auratnya; Akulah TUHAN.
KJV, None of you shall approach to any that is near of kin to him, to uncover their nakedness: I am the LORD.
Hebrew,
אִישׁ אִישׁ אֶל־כָּל־שְׁאֵר בְּשָׂרֹו לֹא תִקְרְבוּ לְגַלֹּות עֶרְוָה אֲנִי יְהוָה׃ ס
Translit, 'ISY 'ISY ‘EL-KAL-SYE’ER BESARO LO’ TIQREVU LEGALOT 'ERVAH 'ANI YEHOVAH (dibaca: 'Adonay)

Terjemahan dari LAI mungkin kurang memuaskan yaitu “kerabatnya yang terdekat”. Frasa 'EL-KAL-SYE’ER BESARO harfiah “atas seluruh daging dari dagingnya” yaitu pertalian darah dan pertalian keturunan.
Incest dalam pengertian masyarakat kita biasanya, hubungan keluarga, sepupu ada dalam lingkup ‘blood relation’.

Ungkapan “daging” dalam bahasa Ibrani biasanya menggunakan kata " בָּשָׂר - BASAR" dengan padanan kata ‘σάρξ - sarx’ Yunani.
Kata " שְׁאֵר - SYE’ER" yang diterjemahkan LAI dengan “daging” dapat kita temukan di Mazmur 73:26, 78:20, 27; Amsal 5:11 ("tubuh), 11:17 (“badan”); Mikha 3:2-3, selebihnya diterjemahkan dengan “kerabat” namun secara konseptual bermakna darah-daging. Online Bible Hebrew Lexicon mendefinisikan kata ini dengan ‘flesh relation’, ‘blood relation’.

Ayah dan anak perempuan memiliki hubungan “daging”, hubungan “darah” biasanya dihubungkan dengan wanita. Selanjutnya dapat dikaji Imamat 18:1-20:27. Bagian ini membicarakan tentang dosa-dosa terhadap hukum kesusilaan.

Ayat-ayat yang mencatat Larangan kawin sedarah/ saudara dekat dll:

* Imamat 18:7-17
18:7 Janganlah kausingkapkan aurat isteri ayahmu, karena ia hak ayahmu; dia ibumu, jadi janganlah singkapkan auratnya.
18:8 Janganlah kausingkapkan aurat seorang isteri ayahmu, karena ia hak ayahmu.
18:9 Mengenai aurat saudaramu perempuan, anak ayahmu atau anak ibumu, baik yang lahir di rumah ayahmu maupun yang lahir di luar, janganlah kausingkapkan auratnya.
18:10 Mengenai aurat anak perempuan dari anakmu laki-laki atau anakmu perempuan, janganlah kausingkapkan auratnya, karena dengan begitu engkau menodai keturunanmu.
18:11 Mengenai aurat anak perempuan dari seorang isteri ayahmu, yang lahir pada ayahmu sendiri, janganlah kausingkapkan auratnya, karena ia saudaramu perempuan.
18:12 Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ayahmu, karena ia kerabat ayahmu.
18:13 Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ibumu, karena ia kerabat ibumu.
18:14 Janganlah kausingkapkan aurat isteri saudara laki-laki ayahmu, janganlah kauhampiri isterinya, karena ia isteri saudara ayahmu.
18:15 Janganlah kausingkapkan aurat menantumu perempuan, karena ia isteri anakmu laki-laki, maka janganlah kausingkapkan auratnya.
18:16 Janganlah kausingkapkan aurat isteri saudaramu laki-laki, karena itu hak saudaramu laki-laki.
18:17 Janganlah kausingkapkan aurat seorang perempuan dan anaknya perempuan. Janganlah kauambil anak perempuan dari anaknya laki-laki atau dari anaknya perempuan untuk menyingkapkan auratnya, karena mereka adalah kerabatmu; itulah perbuatan mesum.

* Imamat 20:11-21
20:11 Bila seorang laki-laki tidur dengan seorang isteri ayahnya, jadi ia melanggar hak ayahnya, pastilah keduanya dihukum mati, dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.
20:12 Bila seorang laki-laki tidur dengan menantunya perempuan, pastilah keduanya dihukum mati; mereka telah melakukan suatu perbuatan keji, maka darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.
20:13 Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.
20:14 Bila seorang laki-laki mengambil seorang perempuan dan ibunya, itu suatu perbuatan mesum; ia dan kedua perempuan itu harus dibakar, supaya jangan ada perbuatan mesum di tengah-tengah kamu.
20:15 Bila seorang laki-laki berkelamin dengan seekor binatang, pastilah ia dihukum mati, dan binatang itu pun harus kamu bunuh juga.
20:16 Bila seorang perempuan menghampiri binatang apa pun untuk berkelamin, haruslah kaubunuh perempuan dan binatang itu; mereka pasti dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.
20:17 Bila seorang laki-laki mengambil saudaranya perempuan, anak ayahnya atau anak ibunya, dan mereka bersetubuh, maka itu suatu perbuatan sumbang, dan mereka harus dilenyapkan di depan orang-orang sebangsanya; orang itu telah menyingkapkan aurat saudaranya perempuan, maka ia harus menanggung kesalahannya sendiri.
20:18 Bila seorang laki-laki tidur dengan seorang perempuan yang bercemar kain, jadi ia menyingkapkan aurat perempuan itu dan membuka tutup lelerannya sedang perempuan itu pun membiarkan tutup leleran darahnya itu disingkapkan, keduanya harus dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya.
20:19 Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ibumu atau saudara perempuan ayahmu, karena aurat seorang kerabatnya sendirilah yang dibuka, dan mereka harus menanggung kesalahannya sendiri.
20:20 Bila seorang laki-laki tidur dengan isteri saudara ayahnya, jadi ia melanggar hak saudara ayahnya, mereka mendatangkan dosa kepada dirinya, dan mereka akan mati dengan tidak beranak.
20:21 Bila seorang laki-laki mengambil isteri saudaranya, itu suatu kecemaran, karena ia melanggar hak saudaranya laki-laki, dan mereka akan tidak beranak.

* Ulangan 22:30
22:30 Seorang laki-laki janganlah mengambil isteri ayahnya dan jangan menyingkapkan punca kain ayahnya.

Perkawinan sedarah yang mula-mula pasti dilakukan antar sedarah. Kalau tidak mereka mau kawin sama siapa?. Disamping itu pula manusia mula-mula diperkirakan masih memiliki gen sempurna warisan Adam. Karena manusia yang dibentuk sendiri oleh Allah hanya Adam dan Hawa, selanjutnya Allah memberikan Firmannya dalam Kejadian 1:28b “beranak-cuculah”.

Mengapa kemudian ada ketetapan bahwa Incest itu dilarang?

Tentu ada alasan morally dan alasan yang dapat dibuktikan dengan “science”. Mungkin ini salah satu penyebabnya: Akibat manusia jatuh dalam dosa, sakit penyakit pun mulai ada, termasuk sakit penyakit yang berasal dari recessive genes. Karena kemungkinan pertemuan Gen antara unsur lemah ketemu unsur lemah atau unsur dominan-ketemu dominan, pertemuan atara faktor resesif kemungkinan ketemunya lebih tinggi, karena satu garis yang bisa menyebabkan cacat pada anak yang diturunkannya, sumbing, cebol, idiot, lumpuh, dll. Jadi, jauh sebelum ilmu pengetahuan Tentang recessive genes ini diketahui manusia, Tuhan sudah terlebih dahulu melarang perkawinan antara saudara sedarah (incest) untuk menghindari hal tsb.

Incest dalam Perjanjian Baru dipandang sebagai percabulan. Rasul Paulus menegur Jemaat di Korintus tentang adanya incest/ percabulan itu :

* 1 Korintus 5:1
Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya.

Blessings,
BP
September 7, 2011

K moe : trima kasih pencerahannya…

sarapan pagi : semua info yang kk berikan sangat bermanfaat dan mempunyai dasar yang kuat…trima kasih semua infonya…

infonya bagus banget… menarik…!!

Thanks for this information…

Ya kalo saya pribadi, saya akan memilih wanita yang jauh kerabatnya dengan saya…
perbaikan genetika bro…

sarapan pagi: bs minta sarannya???
jika 1 marga tapi itu marga besarnya, contoh : saragi ( parna ) itu kan banyak yg masuk ke marga saragi, kita ibaratkan simbolon dengan panjaitan kan masih 1 marga sama2 saragi, itu kan 1 marga dari buyut mereka, trus apakah meraka tidak bisa hidup bersama selamanya???
apakah mereka termasuk menikahi saudaranya sendiri???
tolong sarannya ya.

wah kalo itu berkaitan dengan hukum adat :slight_smile:

siapa juga yg mau mempunyai musuh, gw kan cuman minta sarannya, bukan marah.

setahu saya yah

disaat zaman MUSA >< TUHAN dengan segala kehebatan-NYA melarang pernikahan sedarah karena SUDAH tahu akan

hal hal yg diakibatkan oleh pernikahan sedarah pada zaman kedepannya.

Jd ada istilah klo TUHAN-mu sudah bilang jangan ><PASTILAH BUAT KEBAIKAN-mu hi7

klo yg mau ngelawan >< yah wes silahkan ora opo opo tp klo kenapa22 tanggung sendiri hi7 :slight_smile:

Wah Tuhan kita luar biasa, selalu memberikan yang terbaik

lalu Kain kawin sama siapa ??

GBU

Masih misteri komandan …
tapi klo spekulasi dan tafsiran diluar (katanya seh saudaranya perempuan)
Dimana dalam hukum Yahudi tidak pernah dalam silsilah keluarga (anak perempuan) disebutkan(mgkn)

Emangnya BARU TAHU,ya Bro ?! :coolsmiley: :mad0261:

Alkitab tdk melarang, namun saat ini larangan itu lbh karena masalah genetika
Utk org2 yg msh satu keluarga, biasanay memiliki kelemahan genetika yg sama
kalau itu digabung maka akan melahirkan anak2 yg kurang sehat/kemungkinan ada kekurangannya.
jadi sebaiknya dihindari perkawinan antar keluarga spt dgn sdr sepupu