Pernikahan

Salam FK,

Saya butuh masukan dari sesepuh Protestan maupun Chatolic di sini.
Langsung saja ya…

Saya beragama Catholic Roma dan pacar saya Protestant (GKI)
Kita pacaran sudah 7 tahun dan punya usaha bareng.
Status pacar saya saat ini adalah suami orang lain (tapi, sekarang sedang dalam proses hukum cerai) dan punya anak 1.
Sejak awal pacaran, saya sudah tahu kalo cowo saya masi suami orang, tapi sudah pisah rumah maupun ranjang sama istrinya (sebelum saya pacaran sama dia, kondisinya sudah begitu).
Keluarga kami sudah sama-sama tahu kondisi kita masing-masing.
Dan memang dari keluarga saya awalnya sangat menentang keras, tapi sekarang sudah kasih restu.

Singkatnya,
Cowo saya jelas dan pasti tidak bisa bercerai secara agama dengan istrinya (mereka menikah di GKI), tapi secara hukum sudah tidak ada masalah (kedua-duanya memang sudah memutusakan bercerai).
Sekarang kami mau menikah. Dan jujur, pemahaman agama saya masih sangat minim walaupun saya sudah babtis dan ke gereja tiap minggu.
Apakah saya dan cowo saya bisa menikah secara Katolik/ Kristen?
Apakah ada Gereja yang mau memberkati pernikahan kami? (karena saya ingin pernikahan kami direstui oleh Bapa)
Orang tua saya Buddhist, dan mereka tahu peraturan pernikahan Katolik maupun Kristen ketat.
Jadi mereka menyuruh kami menikah di Vihara.
Tapi, jujur saya keberatan. Bukan karena saya benci Buddhist, tapi karena saya 100% ingin pernikahan di Gereja (saya menjadi Kristen Katolik dengan susah payah, dan saya tidak mau meninggalkan Yesus).

Mohon pendapat para senior di sini ya.
Sebelum dan sesudahnya, saya ucapkan terima kasih.

tetap masih bisa menikah… pengalaman teman saya saja akhirnya bisa bercerai (keduanya katolik) walaupun prosesnya memakan waktu sangat lama… tahunan… mungkin sekitar 7 tahun… dan bisa menikah lagi dengan pilihan hatinya dan sekarang sudah bahagia dikaruniai anak… untuk masalah anda mungkin bisa menikah dipimpin pastur juga??? ^^

untuk masalah pemberkatan buddhist… saya tidak akan berkomentar… sebab pasti banyak yang menentangnya… ^^ namun ada 1 intinya… jika anda memiliki hati yang tulus dan teguh untuk menghabiskan sisa umur anda dengan pasangan anda… mengarungi segala pengalaman hidup… dan menjadikan TUHAN sebagi pemimpin rumah tangga anda… sebenarnya TUHAN sudah terlebih dahulu merestui dan memberkati kalian… sebab TUHAN MAHA TAHU…dan TUHAN melihat hati kalian… itu saja kuncinya… sisanya terserah anda… sebab segala kehendak hati… hanya diri sendiri yang tahu…

Semoga bermanfaat…
TUHAN YESUS memberkati…

Sebelumnya terima kasih udah dijawab.

Cowo saya kan sudah menikah secara Kristen Protestan (GKI)
Dan cowo saya sudah dipanggil pendetanya (bersama istrinya), sang pendeta bilang bahwa mereka tidak boleh bercerai.
Jadi otomatis, secara agama cowo saya tidak diakui perceraiannya (sekalipun secara hukum, diakui)

Jadi, apakah saya tetap bisa menikah secara Katolik ataupun Kristen?
Karena setahu saya pernikahan gereja akan diselidiki oleh Pastur atau Pendeta. Iya ga sih?

Apakah kalau saya menikah secara Protestan, agama Katolik saya tidak diakui oleh Gereja lagi?
Dan kalau cowo saya nikah secara Katolik, dia sudah tidak diakui di Protestan lagi?

Saya tidak mau memaksa cowo saya pindah ke Katolik, begitu pula sebaliknya.
Kami sudah bertoleransi cukup baik.
Misal hari minggu pertama, kita ke Gereja Katolik, hari minggu ke II kita ke GKI.
Intinya kita udah sepakat : yang penting dua-duanya ngikut Yesus Kristus.

Salam.

Ane coba menanggapi ya :

  1. Untuk masalah pernikahan, pada dasarnya ane menentang perceraian pasangan yg telah menikah di bawah janji dalam nama Yesus Kristus. Jadi untuk poin ini, ga perlu dibahas lagi.

  2. Menikah secara protestan tidak berarti ke-katolik-an mbaksis mejadi tidak diakui demikan pula sebaliknya. Jika dianalisa, ini sebenarnya ada hubungannya dengan poin no. 1.

  3. Untuk masalah (agama) siapa ikut (agama) siapa, kalo menurut budaya di indonesia, biasanya agama istri akan mengikuti suami. Cuma di jaman modern ini, alternatif lain bisa saja terjadi, seperti agama suami mengikuti istri atau masing-masing dengan agamanya sendiri.

Pilihan ada di tangan masing2 karna Tuhan kasih kehendak bebas. Namun jika ditarik ke Firman Tuhan jelas namanya perceraian tdk boleh dalam katolik- kristen. Doa lg sist noni, tanya kehendak Tuhan. Apa gak lebih baik cari pasangan yg murni single, kalo duda atau janda yg pasangannya masih hidup sangat riskan kecuali yg cerai mati. Sebenarnya untuk urusan nikah dalam kristen-katolik batasan uda jelas dan tegas, apa yang sudah dipersatukan Tuhan tidak dapat dipisahkan kecuali maut bagi semua pasangan yg uda nikah. Jd dipertimbangkan lg matang2.

Lebih tepatnya bukan mempertimbangkan lg sist, tapi langsung “cut” hub sist noni dg duda tsb. Minta dan doakan pasangan lajang, seiman dan saling membangun dalam Kristus. Masih banyak stok2 lajang lainnya di bumi ini bagi tiap2 org yg berharap sungguh pd NYA. Dan biarkan teman duda sist, kembali ke istrinya meski proses berliku †αρĭ ga ada yg mustahil bisa bersatu kembali karna bagaimanapun itu adalah pasangannya yg sah yg uda nikahin. Kalo uda tahu Firman mending taat aja dan dengar2an sama titah Tuhan biar dapat berkat sempurna dalam rumah tangga sist kelak. Jbu :slight_smile:

Wah ini masalah pelik sekali, sy hanya bisa berharap ada yang merasa terbebani untuk mendoakan pergumulan saudari dalam masalah ini. Terus terang hal ini sangat sulit dilewati sambil mengharapkan restu dari Bapa, klo mau bertindak dengan keinginan pribadi mungkin tidak begitu sulit.

Para pendoa safaat yg pernah menghadapi masalah ini pasti juga akan bilang berat. Namun keputusan ada di tangan saudari.

Klo dah niat harus ada restu Bapa, saran sy bawa pergumulan ini dlm doa sampai mendapatkan jawaban baru bertindak.

Maaf klo tdk dapat membantu lbh banyak lagi.

Bagi yang uda tau Firman jadilah pelaku Firman agar nama Tuhan Yesus dipermuliakan. Jbu.

Sejak kapan GKI ga boleh cerai?
setau saya GKI itu memberikan sikap teologis dan etis mengenai cerai
asalkan keduanya,teologis dan etis, harus berjalan berbarengan
ga bisa dilihat dari 1 sisi saja

secara teologis GKI mengakui bahwa prinsip iman Kristen mengenai pernikahan adalah pernikahan itu monogami, setia dan indisolubilitas (tak terceraikan)
secara etis juga perlu dilihat misalkan sudah terjadi KDRT lah, berantem tiap hari lah, pokoknya rumahku nerakaku lah

intinya perceraian sebisa mungkin tidak dilakukan oleh pasangan suami istri namun kalau ada kasus2 tertentu pengecualian bisa saja terjadi (dianggap jalan terakhir)

namun karena setiap kasus perceraian dianggap unik sehingga perlu dilhat satu2, pertanyaan saya adalah
kenapa pacar TS cerai dengan istrinya?
apa alasan dibelakang perceraian itu sehingga pendeta GKI sampai bilang ga boleh cerai?
apakah karena (maaf) pacar anda selingkuh sama anda sehingga ia menceraikan istrinya?

Ttg perceraian dgn alasan zinah, itu dilatarblkngin, dr jaman Perjanjian Lama wkt bangsa israel, mmpertanyakn hal itu kpd Musa, krn ada yg kedapatan brzinah diantara umat Israel,.
Nah kl jaman dulu org Israel/ Yahudi kalau ada kedapatan berzina hrs dirajam dgn batu smpai org itu mati, jd itu yg mlatarblkngi di Perjanjian Baru, knp boleh cerai kalau ia kedapatan zinah…

Jd artinya dijaman sekarang anak Tuhan, baik dr jaman dl smpai masa kini tdk diprogramkn ada prceraian apalg diijinkn TIDAK…
Firman Tuhan blg, hny maut yg memisahkn artinya: kl pasanganny sudah brpulang dipanggil Tuhan itulah yg memisahkn mreka didunia ini…
Tuhan blg tidak boleh brcerai, y tdk boleh tdk ada tawar mnawar… Idealnya y TAAT sj

Ada 3 case ya:

  1. Seorang menikah dg duda atau janda yg cerai hidup, namun tidak tahu Firman menikah, diampunin. Karna tidak tahu Firman.
  2. Bagi org yg sudah tahu Firman dan dewasa rohani, tdk berlaku hal ini. Itu hati nuraninya pasti akan bunyi, karna perceraian memang tdk pernah Tuhan izinkan. Dan sudah pasti tipe ini akan taat Firman Tuhan, ga berani langgar. Yang punya Roh Kudus dan roh yang takut akan Tuhan ga akan pernah bangkang tapi taat.
  3. Tipe uda tau Firman tapi pembangkang, tdk mau turut Firman Tuhan lebih mengedepankan ego. Tidak dengar2an, dan ini terjadi kpd bangsa Israel yg suka bangkang, tegar tengkuk, bersungut2 akhirnya masuk tanah kanaan di persulit oleh Tuhan dan hanya 2 org yg lolos Yosua dan Kaleb. Bila ada yg akhirnya terjadi perceraian, diiizinkan karna tegar tengkuk. Tapi sesungguhnya Tuhan tdk berkenan.

Pacar saya bukan mau menceraikan istrinya karena pacaran sama saya.

saya kenal dia waktu kerja di kantor yang sama dan di bagian yang sama.
jadi, cerita dia dan istrinya sudah pisah ranjang/ rumah sudah terjadi sebelum saya bekerja di sana.
kebetulan saya tahu cerita itu bukan dari mulut pacar saya.
tapi dari sesama teman kerja.

permasalah dia dan istrinya mungkin sedikit complicated.
tapi, sampe detik ini, jujur, saya tidak pernah menyalahkan istrinya.
dan sudah berulang-ulang kali saya meminta dia kembali ke istrinya.
berulang-ulang kali juga dia ga mau.
kalau dibuat garis besarnya, istrinya dari awal memang sudah tidak mencintai cowo saya.
dia hanya ketakutan tidak menikah dan tidak akan punya anak pada akhirnya.
dikarenakan umur dia waktu itu sudah menginjak 30an.
saya tahu semua ini dari SMS istrinya ke cowo saya, dan cerita keluarga cowo saya.
sebenarnya ceritanya lebih dari itu. Tapi, secara garis besar begitulah.

kalau dari pihak saya,
saya ini karena keseringan pacaran sama cowo2 agak ga bener (dari selingkuhin saya sampe mukulin saya),
saya memandang bahwa cowo saya ini jauuuhhh lebih baik dibanding mereka.
istilah romantisnya : saya benar-benar dihargai untuk menjadi diri saya sendiri.
makanya saya yakin waktu buka usaha bareng dia (di mana usaha kami ini berjalan dengan baik)

yang saya takutkan, hubungan kami ini ga dapat restu Yang Di Atas.
dikarenakan kondisi perceraian.
Saya belum berani ngomong sama Pastur, karena takut sama jawabannya.
tapi, saya inginnya menikah di Gereja… jadi, pusing ndiri.

Ba de wei, thanks a lot yang udah mampir ke sini dan kasi saran.

Sista uda baca quote yg saya share, so jgn ambil risiko. Harusnya sejak awal kalo uda tahu duda cerai hidup langsung “cut” dan jangan kasih peluang kalo ujung2nya malah jd begini. Dan sist kan uda tahu Firman dan masih gadis, jd taat aja sama Firman Tuhan. Dan lebih baik sist doakan agar co itu balikan lg sama istrinya. Taat aja sist sama ama kata Tuhan, nanti Tuhan kasih gantinya yg lebih baik dr itu. Jgn kuatir.

hmmm… yang saya tahu sihh jika sudah disahkan oleh negara perceraiannya… berarti sudah sahh… ^^

jujur saja agak susah ya kasusnya
permasalahannya adalah anda berpacaran dengan suami orang (ya memang sudah pisah ranjang, namun statusnya tetap suami orang)

gereja pacar anda melihat kasus perceraian satu demi satu
mereka menganggap setiap pernikahan dan perceraian itu unik, sehingga perlu kejelasan sejelas2nya
tentu saja sebelum mereka bilang boleh cerai itu ada prosesnya
sehingga ada baiknya anda ngomong ke pastur atau pendeta apalagi kalau nanti menikah anda mau di gereja kan?ada baiknya pendeta/pasturnya tau mengenai anda sehingga clear semuanya
coba ngomonglah ke pendetanya, jelaskan semuanya sejelas mungkin, bawa pacar anda
nanti apa kata pendetanya bolehlah dibuat sebagai pertimbangan

Kesimpulannya: taat aja sama Firman Tuhan, selesai perkara. Toh sist noni pan belum nikah ini, biar batin sist tdk bergolak. Batin bergolak menandakan ada yg tdk beres, berarti ada peperangan batin and itu tandanya hati nurani sist sedang berbicara dan itu “alarm dari Roh Kudus” untuk case sist. Karna sebenarnya sist uda tahu jawabannya apa, tapi sist masih coba memaksakan menjalankan yg sebenarnya di batin sist uda tahu itu tdk benar. Masih coba tawar menawar dg Tuhan padahal batin sist sendiri tdk damai sejahtera. Jd taat saja sist and tinggalkan pria tsb.

Dan dalam kapasitas tertentu jika bukan seorang pendoa “menganggap batin bergolak adalah kejadian alami kehidupan”. Tapi itu tanda, sign: 1. Damai sejahtera yang diambil atau tercuri. 2. Memang ada hal yang tidak beres.
Dan bila semakin terlatih lg dalam area doa, akan punya karunia “membedakan roh” and tdk akan sembarangan mengambil kesimpulan akan apa yang dirasa, tapi diteliti dulu sesuai tdk apa yang Tuhan mau. Jika sudah jelas, harus Taat itu jika mau naik kelas rohani sesuai track Tuhan. Iya diatas iya, tdk diatas tdk, di luar dr pd itu adalah pekerjaan si jahat.

Coba deh tanya org2 yang sering ada masuk di arena pertempuran rohani, semua pasti taat ama apa yang Bapa mau. Contoh: kalo dibilang jgn mencuri ya jangan mencuri. Kalo dibilang jgn cerai ya jangan cerai. Kalo tdk begitu, bisa kena konsekwensi, ibarat katanya nih Tuhan bisa berkata " Saya kan sudah kasih tahu kamu kenapa kamu tdk dengar2an, ya trima saja konsekwensinya". Ya bagaimana Tuhan mau bantu, kalo ada anak2Nya bangkang itukan sama saja menyakiti hati Tuhan. Bagi kami para pendoa tdk boleh ada di wilayah abu2, †αρĭ harus tegas and jelas semuanya di dalam Kristus. Ini tambahan sharing aja buat sista, agar terpacu berdoa the next and tdk ragu2 lg dalam ambil keputusan yang sesuai kehendak Bapa.

Dan buat semua janganlah sakiti hati Tuhan, kalo memang benar kita sayang sama Tuhan, ya buat hati Tuhan senang biar Tuhan tdk sedih. Jbu.

Sis PoppyPurity, buka donk topik bagaimana belajar taat dengan Firman Tuhan, Rhema, “suara”. Dan apa yg akan terjadi akibat tidak taat, Dan apakah hati Bapa selalu sakit bila melihat anak-Nya nakal/ga taat.

Maaf ya jadi oot gitu.

@Sis PoppyPurity

Iya sis… saya juga selalu berpikir “seharusnya dari awal ga usah jadian”.

tapi, dalam masalah cinta, kadang pikiran sama perbuatan bertolak belakang :’(

jujur, saya pun ngerasa berdosa… karena mau dilihat gimana pun saya dan dia terlibat dalam perselingkuhan.
dan sekarang pun saya sangat ketakutan kalau hubungan kami b2 tidak mendapat restu dari Bapa…

dan thanks bgt atas sarannya sis :slight_smile: GBU

iya… intinya harus beranikan diri tanya sama Pastur/ Pendeta… apapun jawabannya…
itu yang sampe detik ini saya ga berani… karena saya tahu saya salah…

Thanks kk atas sarannya :slight_smile: GBU

:scorpius:ªƙªsίђ sist, saya tampung dulu request sist. Jika bahannya uda cukup, saya share di renungan sbg bahan perenungan hehehe

walaupun salah jadi bisa dikoreksi ke depannya
semakin cepat anda jujur semakin dapat diperaiki ke dapannya