Persekutuan para Kudus

Rom 8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Rom 8:38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
Rom 8:39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Ayat Alkitab dari surat Rasul Paulus diatas seringkali sengaja diabaikan atau bahkan ditafsirkan secara menyimpang oleh banyak sekali musuh kebenaran. Ayat-ayat tersebut digunakan tidak lebih sebagai dekorasi atau pemanis atau sekedar pemberi semangat bagi mereka yang sedang merasa “ditinggal” oleh Tuhan atau “jauh” dari Tuhan, atau sedang memasuki “padang gurun kehidupan” atau sedang mengalami “kekeringan rohani”.

Secara umum, memang sudah menjadi sifat alami manusia untuk mencari sumber air bagi kehausannya. Namun seringkali ada banyak manusia lain yang memonopoli sumber air tersebut dan membatasi atau memodifikasi air yang seharusnya menyegarkan jiwa untuk kepentingannya sendiri. Semoga Allah, sumber Air Kehidupan itu, memberi ampun kepada jiwa-jiwa malang yang suka mengambil manfaat dari sesamanya yang membutuhkan.

Dalam ayat 38 diatas, Paulus sedang berbagi kepada Gereja di Roma mengenai kesulitan yang ia peroleh selama memberitakan Injil.

[i]2Co 1:8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami.
2Co 1:9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.

2Co 4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
2Co 4:8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
2Co 4:9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.
2Co 4:10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.
2Co 4:11 Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.
2Co 4:12 Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu.
2Co 4:13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.
2Co 4:14 Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.
2Co 4:15 Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah. [/i]

Gereja Tuhan adalah Gereja yang berbagi, tidak hanya selama hidup diatas bumi ini, namun juga setelahnya. Kebenaran ini telah dipegang oleh Gereja semenjak Ia lahir di hari Pentakosta, dan terus hingga detik ini tanpa berubah.

Semenjak peristiwa Transfigurasi Kristus diatas gunung (Matius 17:1-13), telah dinyatakan bahwa Musa dan Elia bertemu dan bercakap-cakap dengan Kristus. Musa membawa perlambang Hukum Taurat dan mereka semua yang telah mati sebelum Kristus. Elia membawa perlambang para Nabi dan - karena Elia tidak mengalami kematian - SEMUA umat yang hidup dalam Kristus. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa Hukum Taurat dan para Nabi, yang hidup dan yang mati, SEMUANYA bersaksi bagi Yesus sebagai Mesias, yaitu pemenuhan keseluruhan Perjanjian Lama.

Kehadiran Musa dan Elia dalam peristiwa tersebut mewujudkan apa yang disebut sebagai Persekutuan para Kudus dalam realitas kekristenan. Rasul Paulus menyebutkan dalam suratnya kepada umat Ibrani,

Ibr 12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Gagasan mengenai Persekutuan para Kudus ini sangat mungkin bukanlah merupakan ide yang asing bagi orang Yahudi. Fakta bahwa Paulus menuliskannya BAGI orang Yahudi atau Ibrani yang percaya kepada Kristus menunjukkan bahwa gagasan tersebut BUKAN BERASAL dari penyembahan berhala kaum pagan seperti yang terus dihembus-hembuskan para musuh kebenaran. Terlebih lagi, gagasan ini juga bukan sekedar berasal dari kepala Paulus, namun terlebih dari FAKTA KEKRISTENAN Transfigurasi Kristus diatas gunung.

Mereka yang berusaha menyangkal adanya Persekutuan para Kudus ini berkilah bahwa Musa dan Elia bisa dipanggil oleh Yesus lantaran Ia adalah Tuhan. Oleh karenanya sah-sah saja dong jika Yesus memanggil dan berkomunikasi dengan mereka. Secara Ia itu Tuhan sendiri, getu lohh. Jika diamati lebih dalam, argumen ini mirip dengan yang dilontarkan pada saat Kristus dicobai di padang gurun. Ada suara yang mengatakan “Ubahlah batu ini jadi roti. Engkau ini kan Tuhan?”; “Melompatlah dari atap Bait Allah ini, nanti kan ada malaikat yang menjagamu sehingga kamu tidak terluka. Engkau ini kan Tuhan?”
Jadi alasan bahwa Yesus adalah Tuhan dipakai sebagai pembenaran bahwa Ia bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa atau tidak boleh dilakukan manusia selain diri-Nya. Tentu saja alasan ini akhirnya menjadi seperti pasir yang dipakai sebagai dasar untuk membangun rumah.

Ayat-ayat ini seringkali diajukan untuk menohok mereka yang berusaha bersekutu dengan para Kudus dalam Gereja.

[i]Imamat 20:6 Orang yang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah dengan bertanya kepada mereka, Aku sendiri akan menentang orang itu dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya.

Ulangan 18:11 seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati.
18:12 Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu.

I Tawarikh 10:13 Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada Firman Tuhan, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah,[/i]

Ketika seorang Kristen berdoa seperti ini,

“St …, Bunda Allah suci dan semua orang kudus, yang telah berkenan kepada Allah dalam hidupmu, berdoalah kepada Kristus Tuhanku semoga aku bisa hidup hari ini dalam damai, kasih, dan kerendahan hati.”

Apakah tuduhan dari musuh-musuh kebenaran yang menggunakan kitab Imamat, Ulangan, dan Tawarikh diatas dapat dikenakan kepadanya? Apakah dengan berdoa seperti diatas, orang kristen tersebut sudah:

  1. berpaling kepada roh peramal?
  2. bertanya kepada roh peramal?
  3. meminta petunjuk kepada orang mati?
  4. meminta petunjuk dari arwah?

Jika ternyata jawabannya adalah TIDAK, maka pihak-pihak yang suka sekali menuduh bahwa ada orang Kristen yang suka berhubungan dengan arwah dan melakukan perzinahan rohani akan cocok dengan amsal ini,

Amsal 14:5 Saksi yang setia tidak berbohong, tetapi siapa menyembur-nyemburkan kebohongan, adalah saksi dusta.

Namun jika jawabannya adalah YA, maka akan ada masalah besar disini, yaitu bahwa Allah TIDAK “melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya” malahan menjadikannya umat dengan jumlah lebih dari 1,5 milyar diatas bumi ini.

Dalam banyak kasus orang yang sudah mati menampakkan diri kembali, musuh-musuh kebenaran menekankan bahwa orang mati yang menampakkan diri kembali adalah roh-roh jahat yang menyamar. Dalam banyak hal diluar kekristenan, kejadian tersebut memang berasal dari roh jahat. Namun TIDAK SEMUA penampakan tersebut berasal dari roh jahat karena bagi orang Kristen, mereka yang sudah mati secara raga TIDAKLAH MATI namun hidup dan memang masih bisa berkomunikasi dengan dunia manusia. Contoh yang jelas adalah tentang Petrus yang dikira sebagai malaikatnya, padahal ia masih hidup.

Kis 12:12 Dan setelah berpikir sebentar, pergilah ia ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak orang berkumpul dan berdoa.
Kis 12:13 Dan ketika ia mengetuk pintu gerbang, datanglah seorang hamba perempuan bernama Rode untuk mengetahui siapa yang mengetuk itu.
Kis 12:14 Ia terus mengenal suara Petrus, tetapi karena girangnya ia tidak membuka pintu gerbang itu dan segera masuk ke dalam untuk memberitahukan, bahwa Petrus ada di depan pintu gerbang.
Kis 12:15 Kata mereka kepada perempuan itu: “Engkau mengigau.” Akan tetapi ia tetap mengatakan, bahwa benar-benar demikian. Kata mereka: “Itu malaikatnya.

Disini bisa diketahui bahwa malaikat bisa menjadi penyambung lidah antara yang sudah sempurna dengan yang masih di dunia.

Dalam tradisi Kristen purba, ada doa yang disampaikan kepada para malaikat sebagai bentuk persekutuan para Kudus,

“bagi malaikat damai sejahtera, penjaga dan penuntun yang setia dari jiwa dan tubuh kami.”

Karena para malaikat juga kudus, dan nantinya orang percaya akan hidup seperti malaikat,

[i]Kis 6:15 Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.

Luk 20:35 tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.
Luk 20:36 Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. [/i]

dengan demikian tidaklah salah jika menaikkan doa kepada malaikat dan memohon kepada malaikat seperti halnya memohon kepada para Kudus.

Apakah nantinya mereka tidak akan kena jerat pasal di Kolose?

Kol 2:18 Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi,

Tentu saja tidak. Disini Paulus TIDAK PERNAH menyatakan bahwa pengalaman mistis adalah HAL YANG SALAH dan SESAT. Yang salah adalah ORANG YANG BERPURA-PURA mendapat atau melakukan itu semua, kemudian MEMBESARKAN DIRINYA sendiri. Paulus sendiri sudah banyak mengalami pengalaman mistis, salah satunya seperti yang ia bagikan kepada jemaat di Korintus,

[i]2Kor 12:4 ia (maksudnya, Paulus sendiri) tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.

1Co 13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. [/i]

Bukankah Rasul Paulus juga menuliskan … bahwa Allah itu Esa maka Perantara Manusia itu ESA (hanya SATU) yaitu Yesus Kristus !
Hanya ayat Ibrani psl 1 ini yg mungkin agak menolong pendapat anda diatas … 14 Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?
Mirip sosok yg HANYA membantu bukan sebagai Sosok yg punya KUASA seperti halnya Perantara yg Esa itu yg berkata …“semua kuasa baik di Bumi maupun di Achirat telah diberikan kepada-Ku” … jadi pandai2 dan Bijaklah menempatkan sosok2 yg melayani itu jangan sampai DISAMAKAN dengan Yang memiliki Kuasa itu ,

3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
4 jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.
6 Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.

kamu bener kalu ttulis ~~>
Rom 8:39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. [/i]

kalu ttulis ~~>
Rom 8:39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita

yang jadi titik pentingna ialah kasih Allah.
mereka kaga dapat dipisahkan dari kasih Allah, dibumi sampe afterlife.
gw kaga dapat dipisahkan dari kasih Allah, dibumi sampe afterlife.

tapi mereka ama gw terpisah… lu di alam sono, gw masih dialam sini.

beda kasusna ame Tuhan,
mereka dialam sono didalam Tuhan and sebaliknya.
gw dialam sini didalam Tuhan and sebaliknya.
jadi Tuhan saja yang selalu ada, bukan mereka.

ketahui apaan?
menaikkan doa dan memohon kepada malaikat seperti halnya memohon kepada para Kudus tidaklah salah apaan?

udeh diingetin musa, stefanus noh ~~> don’t make an excuse.

7:40 Kepada Harun mereka berkata: Buatlah untuk kami beberapa allah yang akan berjalan di depan kami, sebab Musa ini yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir–kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.
7:41 Lalu pada waktu itu mereka membuat sebuah anak lembu dan mempersembahkan persembahan kepada berhala itu dan mereka bersukacita tentang apa yang dibuat sendiri oleh mereka.
–(mempersembahkan karangan bunga, patung diminyaki, diciumi, liat patung pikirannya tertuju ke santo2, maria… termasuk kaga menurut lu ? kalu lu make an excuse lu bilang liat patung maria pikiran lu kaga tertuju ama maria, gw mao liat lu kasi karangan bunga, minyakin sandal jepit, ciumin sandal jepit… pasti ogah kan?)–

7:42 Maka berpalinglah Allah dari mereka dan membiarkan mereka beribadah kepada bala tentara langit, seperti yang tertulis dalam kitab nabi-nabi: Apakah kamu mempersembahkan kepada-Ku korban sembelihan dan persembahan selama empat puluh tahun di padang gurun itu, hai kaum Israel?
–(noh malaikat yang lu mohon2, menaikkan doa… bala tentara langit noh)–

7:43 Tidak pernah, malahan kamu mengusung kemah Molokh dan bintang dewa Refan, patung-patung yang kamu buat itu untuk disembah. Maka Aku akan membawa kamu ke dalam pembuangan, sampai di seberang sana Babel.

7:44 Kemah Kesaksian ada pada nenek moyang kita di padang gurun, seperti yang diperintahkan Allah kepada Musa untuk membuatnya menurut contoh yang telah dilihatnya.
–(noh, beda kasus… satu contoh udeh cukup, kaga bisa mengelak)–

Sudah ada thread tersendiri untuk hal ini,

Silakan dilanjutkan disana.

Jadi setelah kamu mati kelak,anda maunya diperlakukan sebagai bos? Tidak lagi mau melayani? Ataukah tugas pelayanan itu cuman untuk dunia saja, tidak untuk akherat?

Jadi anda suatu saat kelak ingin disembah seperti Kristus?

Saya pribadi tidak ingin disembah. Kalo bisa jadi kacung saja di Sorga. Kalo pengen jadi raja di sorga syaratnya harus jadi kacung dulu. Tapi sekalipun saya memenuhi syarat untuk disembah kelak, saya pengen tetep jadi rajanya kacung saja. Susah memang kalo dah bermental kacung. Tapi jelas jauh lebih mending jadi kacung di sorga untuk melayani Kristus daripada jadi kacung ditempat gak jelas…

Mat 23:11 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.

Jadi kasih yang sama itu merangkul baik yang di bumi maupun di sorga bukan?

Tapi Kasih Allah-nya sama tidak?

Jadi menurut anda, apa artinya “yang telah menjadi sempurna”?

Heb 12:23 dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna,

Bisa dilanjut disini,

Orang kudus bukan berhala dan tidak menjadi sentral dalam liturgi.

Malah lebih mungkin tafsiran Alkitab jadi berhala daripada orang kudus jadi berhala.

1Kor 8:4 Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: “tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.”

Jika hubungannya dengan Molokh dan Refan, tentunya yang dimaksud Stefanus adalah juga yang dipahami Paulus, yaitu

Ef 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Maksudnya apa ya dengan ayat ini? Apa bisa diperjelas?

Terimakasih.

Halleluyah. Berarti hal Persekutuan para Kudus ini sudah dapat diterima semua pihak akhirnya.
:slight_smile:

Persekutuan para kudus hanya antara orang kudus yang masih hidup bukan dengan arwah manusia yang sudah mati karena itu sangat dilarang Tuhan untuk berhubungan dengannya.

Yesus sendiri berbicara dengan arwah Musa.

Transfigurasi bukan sebagai pelajaran untuk memanggil arwah sebab itu merupakan inisiatif Allah sekali untuk selamanya seperti patung ular tembaga yang akhirnya disalahgunakan utk pernyembahan berhala.

Jadi jangan juga menyalahgunakan makna transfigurasi untuk memanggil arwah orang mati karena itu hanya kesia siaan belaka dan anti Alkitab yang menyatakan :

Ayub 7:9 “orang yang telah turun ke dalam dunia orang mati tidak akan datang kembali”.

Aturan PL sudah digenapi oleh Kristus. Lazarus datang kembali dari dunia orang mati, Kristus sendiri bangkit dari mati.Tidak ada penyembahan berhala dalam persekutuan para Kudus karena tidak ada seorang kudus pun yang disembah, termasuk Bunda Maria.

Hukum Tuhan berlaku selamanya tidak pernah dibatalkan oleh Yesus,demikian juga tidak ada satupun contohnya oleh Yesus dan para rasul berdoa kepada arwah orang yang sudah mati.

apakah itu arwah musa ?

Jika demikian anda juga harus berpuasa dan disunat kalau tidak mau dilenyapkan.

Sudah tahu tapi pura-pura tidak tahu.

Pelajari dulu yang benar Hukum Taurat baru anda mampu memahami apa yang sudah digenapkan dan apa yang masih berlaku terus.

Kalau semua Hukum Taurat dihapuskan patut anda menyembah berhala bebas saja sekarang ya ?

Berarti patut juga anda tidak bersunat dan berpuasa ya?

Saya tetap mentaati hukum moral yang pernah diwahyukan oleh Tuhan karena itu tetap selamanya.