Persembahan yg diberi nama

Di gereja saudara, apakah setiap persembahan harus diberi nama?

Apakah hal seperti ini sudah menjadi hal yg umum?

Haruskah jemaat mengontrol persembahan yg mereka berikan?

Bagaimanakah menurut iman Kristen?

Salam kenal bro, mengenai persembahan sebaiknya kita melakukan sesuai yang di ajarkan Yesus :

6:1 “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
6:2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
6:4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

Nah buat apa kita menulis nama kita saat memberi persembahan, apakah untuk bermegah diri, apapun alasannya sangat tidak sesuai ajaran Kristus.

Soal pengontrol seharus ada penatua penatua terpilih yang di tugaskan mengontrol keuangan jemaat, adalah salah kalau pendeta saja yang menguasai keuangan jemaat , karena tidak ada ajaran demikian.

salah satu ayat rujukan:
6:1 Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.
6:2 Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: “Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.
6:3 Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu,
6:4 dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.”
6:5 Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.
6:6 Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itu pun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.

1:5 Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu,

mengapa persembahan amplop di beri nama ?

kita memberi persembahan, tujuannya kan untuk pelayanan grj bukan ? misalnya buat bayar listrik, PBB, biaya pembuatan catatan kotbah , dll dll masih banyak lagi

nah dalam beberapa kasus ternyata, persembahan yg kita beri, bisa di ambil oleh oknum jahil. Maaf ada loh yg spt itu di grj…

jadi dengan penulisan nama, di tempatku biasanya kita mendapat surat balasan dari grj pusat, kalau persembahan kita memang sudah sampai. jadi … dipastikan persembahan kita telah sampai pada tujuan, yaitu pelayanan grj.

jadi penulisan nama, tidak perlu di besarkan, karena sebenarnya tujuannya baik.

@bro natvanlee salam kenal juga,

@ bro bejobejo,

Jadi kalo bro tdk mendapat surat balasan dr gereja pusat anda, apa yg akan anda lakukan? Menanyakan persembahan anda? Bila ternyata persembahan anda hilang, ada oknum jahil?, mungkin sukacita anda akan hilang.

Ini yg saya maksud ‘mengontrol persembahan kita’ bahwa persembahan kita sampe tujuan.
Bukankah saat setelah kita memberikan persembahan, uang itu sudah ada dalam wewenang Tuhan? Mau uang itu sampe tujuan apa tidak itu urusan Tuhan.

Saat memberi bukankah Tuhan melihat hati bukan fisik uangnya?
Yg menjadi kerisauan saya, dengan amplop yg bernama itu pemberian kita bisa2 malah jadi sia2.

[quote author=ANG_KEK link=topic=45165.msg748417#msg748417 date=1346172047]
Di gereja saudara, apakah setiap persembahan harus diberi nama?

[i][i][i]Ada yg tulis nama, ada yg tidak…tidak jadi masalah

Apakah hal seperti ini sudah menjadi hal yg umum?

sdh menjadi hal yg umum bagi sebagian denominasi mungkin.[/i][/i][/i]

Haruskah jemaat mengontrol persembahan yg mereka berikan?

[i]Nah yg ini, sgt tidak setuju bro…jemaat atau katakanlah kita yg sudah memberi persembahan, tidak harus mengontrol persembahan yg sudah diberikan. Ketika kita memberikan persembahan, sebaiknya kita memiliki sikap hati memberi utk Tuhan, jadi klo kita memberi utk Tuhan mungkinkah kita mengontrolnya ? yg ada juga Tuhan yg harus kontrol cara kita memakai uang , karna semuanya berasal dari Dia. Bagian kita memberi persembahan dengan kasih,tulus,murni…masalah uang perginya kemana, itu urusan hamba Tuhan yg sudah di beri wewenang utk mengaturnya, dan perlu kita tahu bahwa ketika kita benar dalam memberi persembahan, berkat yang kita terima bukan dari yang mengurus keuangan gereja, tapi dr Tuhan.

Mungkin ilustrasi sederhana dari seseorang yg menabur benih, benih itu harus dibiarkan, terkubur dan seolah-mati seketika. Tapi pada waktunya dia akan tumbuh dan menghasilkan buah. Seandainya benih yg baru di tabur itu dibongkar, kemudian ditanam demikian setiap hari dilakukan hanya karna si pemilik pengen tau bgmn proses pertumbuhannya, saya yakin benih itu pasti mati. Demikian dgn persembahan kita, tidak perlu di tanya2,diselidiki , diinvestigasi bahkan dicurigai, sekali lg itu hanya akan membuat benih kita mati dan kita tidak menuai apa2. Hanya berikan dengan tulus, selanjutnya biar Tuhan yg membuat dia bertumbuh dan berbuah.[/i]

Barangkali maksud anda “persembahan persepuluhan” yang diamplopi tiap bulannya yah? Kalau itu yang dimaksud ya mau diberi nama atau tidak bukan soal. Adapun pemberian nama hanya untuk kepentingan administrasi, melatih kedisiplinan diri dan keteraturan saja, sebab niat saja terus “disebodoin” juga kurang baik tetapi dengan niat (memberi persembahan persepuluhan ke perbendaharaan gereja) diikuti kedisiplinan dan keteraturan tentu membawa kesenangan buat Tuhan dan menjadi berkat bagi kita.

Salam

Tidak masalah persembahan dalam amplop diberi nama atau tidak. yang penting persembahan itu kita persiapkan benar-benar sebelum menyerahkannya ke greja ( jadi disiapkan dulu …misalnya ketika masih di rumah - bukannya baru membuka dompet ketika sudah ada di greja ) . mengamini dar doa Bp Pendeta Sumardiyono ( GKJW Waru - Jatim) makna persembahan : adalah wujud pengakuan kita bahwa berkat tersebut kita peroleh dari Tuhan dan komitment kita sebagai warga persekutuan gereja yang harus ikut serta di dalam kegiatan operasional gereja- sehingg pekerjaan Tuhan di dunia bisa berjalan dengan baik. Di seluruh GKJW sudah ada sistim keuangan yang bagus…penghitungan persembahan dilakukan oleh majelis-majelis ketika ibadah baru selesai( biasanya dilakukan rame-rame ).setelah dihitung semua, dimasukkan amplop, ditanda tangani minimal dua orang majelis dan disegel. kemudian baru bendahara gereja mencatatkandu dalam pembukuan keuangan. Rekening di bank bukan atas nama pendeta , tetapi dua orang bendahara, sehingga pengambilan uang hanya bisa dilakukan oleh tanda tangan dua orang. untuk pemeriksaan keuangan ada Komisi pemeriksaan bendahara jemaat (semacam internal audit ). Pembukuan keuangan dilaukan dengan mengacu kepada sistim standard akuntansi Idonesia. jadi justru keuangan gereja harus dikelola lebih profesional karena dana yang ada merupakan persembahan.

tidak menjadi risau kok. tenang aja. hehehe

sebenarnya berguna untuk membuang orang orang jahil dalam grj.

pernah terjadi, ada yang mengambil uang persembahan/perpuluhan dari jemaat.
laporan pun masuk ke grj pusat

akhirnya orangnya di copot dari wewenangnya… jadi grj harus bersih dari pencuri model begini


saya rasa fungsi kontrol itu tidak dilarang Tuhan.
justru diam, pasrah dan tidak mau tahu ada pencuri didalam grj, itu yang tidak bijak.

sip, ini yg bener

boleh tulus seperti merpati
tapi jangan sampai di bodohi oleh oknum pencuri di grj.

Mau pake nama atau enggak gpp …

Kalau mau ikut pantau apakah masuk ke kas gereja, tapi tidak mau orang lain tahu, pakai saja kode/nama singkatan/nomor unik yang cuma anda sendiri yang tahu dan bisa lihat di papan pengumuman apakah tercatat atau tidak.

Karena kalau tulisnya NN (NoName) nanti banyak yang sama :smiley:

sangat bagus sekali ayat tersebut, tapi menurut saya dalam hal memberi persembahan tidaklah menjadi suatu ketentuan yang selalu harus alkitabiah, tergantung motivasi kita aja dan damai sejahteranya kita, tanpa ada maksud supaya dilihat orang besarnya persembahan tsb, saya setiap kali memberi persembahan persepuluhanpun saya biasa pake nama dan alamat, begitu juga teman-teman yang lain, tetapi jika itu merupakan persembahan yang lainnya selain persepuluhan saya biasa tulis “NN” aja.

nah yg ini saya setuju, jika memang digereja kita biasanya ada no Kartu Keluarga Jemaat ya pake nomernya aja, jadi nomer unik, sehingga kita tahu emang benar2 persembahan kita masuk kas. Gbu

saya juga setuju dengan model yg begini, orang lain tidak tahu persembahan jemaat yg lain. jadi sesuai Firman dalam Matius

6:1 “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
6:2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
6:4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

nah, yg jadi pertanyaan, kalo kita masih mau mengecek apakah persembahan kita sampai di kas gereja apa tidak, berearti hati kita masih terikat dengan persembahan yg kit berikan. bukankah batasnya adalah saat dimana kita berikan persembahan itu, stop. selanjutnya bukan perkara kita lagi?

Ya kan kita berhikmat juga, walau tulus seperti merpati, tapi harus cerdik seperti ular juga kan :smiley:

Kalau memang gak ada masalah ya gak usah di cek lagi, karena sudah yakin …

tapi sudah tau ada oknum bendahara/tukang itung persembahan yang nakal, tapi dibiarkan kan terus menerus kan gak bijaksana juga.

kalau kita sudah tahu ada oknum yg nakal, kan bisa kita tegor empat mata saja, ato dgn beberapa saksi, bukankah itu lebih baik, daripada kita kasih nama amplop persembahan kita tapi dibalik itu agar bisa “menjerat” si oknum nakal.

Luk 17:3 Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.

Belom tentu jemaat berani seperti itu bro :smiley:

Kalau memang niat-nya nakal ya sebenrnya kan selain persepuluhan oknum bisa ngembat dari kolekte :ashamed0004:

wkwkwk … tapi intinya mau nulis nama/kode/nomor atau kosongpun gak masalah bro …

penulisan nama adalah salah satu bentuk pengawasan saja … tidak harus ditujukan untuk menjebak bro

klo sdr sudah beribadah di tempat ibadah dan sdr percaya kepada Gembala Sidang yang menjadi pemimpin umat, yang memberikan “makanan rohani” kepada anda, sehingga iman anda bertumbuh, apakah artinya dengan materi yang diberikan??
apakah perlu kontrol ?
kontrol adalah karena tidak percaya ??

sedemikian rendahkah kamu menilai gembala kamu demikian, hanya karena mammon ??

karena setiap organisasi gereja tentunya punya aturan aturan, apalagi mengenai keuangan.

Bro jannet,
Persembahan bagi saya bukan untuk gembala gereja, tapi untuk Tuhan, walaupun secara prakteknya ya digunakan utk kegiatan pelayanan gereja, utk pak gembala dst.

Saya sendiri menganut paham tidak memberi nama dalam amplop persembahan saya.

Saya hy mencermati gejala umum di gereja2 sekarang ini , yi, amplop persembahan yg di beri nama, apakah ini selaras dgn Firman Tuhan?

bagaimana caranya kamu menyampaikan persembahan ( uang / amplop ) untuk Tuhan ??

berapa gereja sudah anda cermati ?
berapa kota sudah anda datangi ?