PerSEpuluhan dari pekerjaan yang berkaitan dengan rokok

Sesuai anjuran momod, saya bikin thread tersendiri.

Saya lagi kepikir,

  1. Bagaimana kalo seorang yang punya pabrik rokok lantas berjemaat di suatu gereja, kemudian secara teratur memberikan perpuluhannya di gereja tersebut?
  2. Bagaimana dengan perpuluhan pemilik toko kelontong yang jualan rokok harga grosir? Jadi dalam hal ini pemberi perpuluhan adalah pemilik toko, bukan pabrik rokok, yang menjual rokok untuk dijual kembali.
  3. Bagaimana dengan perpuluhan dari pekerja di pabrik rokok yang tugasnya bisa bermacam-macam, mulai dari ‘nglinthingi’ , ‘ngepaki’, memasukkan rokok dalam kotak rokok, pengepakan, sampai pegawai gudang rokok?

Apakah masih akan ditolak karena rokok itu ‘haram’?

Silakan…

Perpuluhan termasuk dalam aturan Taurat
Taurat sudah dibatalkan yesus (efesus 2:15)
Yang masih menjalankan perpuluhan tidak menghargai karya yesus
dan mereka yang hidup dari pekejan hukum taurat dibawah kutuk
mereka lepas dari kristus karenanya berada diluar kasih karunia
tapi itu pilihan bebas
mau terus dibawah taurat Monggo

GBU

Perpuluhan itu ada sebelum taurat, yang intinya adalah menghormati Tuhan dan sebagai pernyataan bahwa apa yang kita dapatkan ini semua dari Tuhan.

BTW,
“Jangan membunuh” adalah perintah Taurat yang sudah dibatalkan Yesus, kalau nurut logika anda bila masih mengikuti untuk tidak membunuh berarti tidak menghargai karya Yesus. Hiii, syerem…Sudah berapa orang yang anda bunuh?

Pertanyaan itu ditujukan pada denom/golongan yang “mengharamkan” rokok dan memberlakukan persepuluhan. Jadi jawaban Anda kurang tepat sasaran.
Setahu saya, denom/golongan yang “mengharamkan” rokok dan memberlakukan persepuluhan adalah sebagian kalangan karismatik. Mungkin juga ada yang lain.

Salam

Mohon ijin mas Kahlil, dengan segala hormat sama juga bro Roderick sebagai TS :)… Gimana kalau thread ini di gabung sama thread sis Hannah di Hati Nurani VS Pekerjaan - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com karena pada reply ke tiga contoh kasus bro Repento nampaknya sama dengan pertanyaan TS… Terimakasih.

Salam

Saya sih terserah moderator saja. Tapi sepertinya thread ini lebih fokus ke rokok, sedang thread sis Hannah lebih luas ke hal lainnya ya?

Rasanya Tuhan Yesus dengan SANGAT JELAS mengajarkan SAAT melihat Orang2 yg memberi Persembahan di bait Allah di Masa Actif-Nya didunia … ada Contoh 2 orang yg memberikan Persembahannya , yg satu janda yg Miskin dan satunya lagi Orang Parisi/ Imam Bait Allah (tolong diperiksa) … yg mana Tuhan Yesus acungin Jempol :afro: dalam hal Persembahan ke 2 orang tsb ? Dan Mengapa ?
Disitu kita diajarkan untuk TIDAK MELIHAT kepada “dari mana uang itu berasal” melainkan melihat HATI si Pemberi Persembahan… yg Satu, si janda Miskin, memberikan dari SELURUH HARTANYA yg SEDIKIT dan cuma ITU SAJA sedangkan si Kaya memberikan sebagian kecil dari Hartanya yg Banyak itu !

nanya doang

Jadi maksud momod trit ini cuma boleh ditanggapi oleh denom Karismatic ???

Tuhan yesus memberkati

Han

Tidak. Tetapi informasi jawaban yang dikehendaki TS hanya dimiliki oleh golongan yang gerejanya memberlakukan persepuluhan dan “mengharamkan” rokok.
Tentang batal-tidaknya hukum Taurat adalah diskusi yang lain lagi.

Salam

Ruang lingkup topik Hati Nurani vs Pekerjaan lebih luas. Kalau digabung dengan topik ini, takutnya diskusi jadi tidak fokus.

Salam

kl gw bilang sih, rokok itu bukan masalah haram atau tidak haram.

melainkan, rokok memang terbukti membahayakan kesehatan, dan itu berarti sebaiknya di hindari.
bukan berarti, kalau merokok, lantas masuk neraka. Ya tidak lah. tetapi merokok, konsekuensi di kemudian hari adalah, berbagai penyakit degeneratif, termasuk kanker paru2, dan kanker lainnya, karena dalam rokok, katanya (pernah baca di internet) terdapat puluhan zat beracun didalamnya.

ibaratnya, kl orang merekok rokok isep, tidak ada bedanya dengan menghisap asap knalpot mobil. Btw, disini ada yang mau merokok asap knalpot langsung dari cerobong knalpot mobil tiap hari … ?

so jadi bukan soal haram/halal

Pemberitahuan utk TS spy tau
uang yg dibawa utk persembahan itu gak akan ditanya darimana loe dpt uangnya?
apakah loe dpt nyuri, korupsi, nipu, jual diri dll? (diseleksi kayak milih ketua KPK gitu :))
Jadi mau dpt nyuri, korupsi, nipu dll itu tanggung jawab yg bawanya sendiri
mudah2an TS nya lagi gak lemot, jadi cepet ngertinya

Apa iya si penerima persepuluhan tidak perlu tahu darimana asal uang yang disumbangkan ke gereja?
Tidak perlu tahu atau tidak mau tahu?

:azn:

tapi klo gerejanya nerima ‘uang kotor’ ada kemungkinan institusi gerejanya juga bakal ikut keseret(kesannya ikut menikmati hasil kejahatan orang)??yg namanya reputasi itu sekalinya rusak akan sulit membangunnya kembali.

apakah selama ini ada gereja yg mencari tahu uang asal pesembahan?
uangnya kan tdk dosa, bentuk & nilainya sama saja, yg dosa itu pelakunya

gereja yg bijak akan mengembalikan ‘uang kotor’ kepada pemberinya tanpa kurang satu sen pun.

anda pernah tahu atau pernah berindak spt itu? dimana?
bukankah itu suatu pelanggaran HAM?

Koq jadi bawa bawa HAM, bro?

BTW, pernah dengar istilah ‘penadah’ atau ‘tukang tadah’ ?
Mereka termasuk yang kenal pasal jika pencurinya tertangkap, bro.

Kalau gereja, masa mau dianggap tukang tadah? Ini kita bicara KALAU si gereja penerima TAHU dari mana uang itu ya.

Beneran ni anda dosen? Ngajar di mana bro?
Semoga murid murid anda cerdas cerdas ya.

Salam damai aja lah

sejak kapan mengembalikan uang milik orang lain adalah pelanggaran HAM ??

wah jadi gak nyambung, udhlah OOT