PERSETUBUHAN ADALAH BUAH DOSA

Tidak masalah. Anda tertawa mungkin karena geli dengan ilustrasi saya Di luar yg bisa kita bayangkan bersama. Sesuatu yg melampaui apa yg sudah berlangsung selama ini. Tambahan lagi apa yg saya jelaskan itu bukan doktrin Katolik.

Ya kita tidak sependapat akan 1 hal. Saya menyatakan bahwa ada bentuk persetubuhan yg lain sama sekali dengan yg terjadi sekarang, setelah dosa hadir di dunia. Dan anda katakan karena Firman Allah ttg beranak cucu itu sebelum dosa masuk, berarti persetubuhan seperti sekarang ini (setelah dosa) adalah kehendak Allah.

Sementara saya menjelaskan bahwa yg menjadi kehendak Allah adalah manusia tetap dalam kemuliaannya. Kemuliaan yg telah Ia terima sejak Ia diciptakan. Dan kemulian ini menjadi redup dan hilang seketika saat dosa masuk. Dan ketika dosa masuk dia telah meruntuhkan semua sistim dunia. Termasuk di dalamnya hewan mengenal daging sebagai santapan, padahal kalau mengacu pada Kitab Perjanjian lama bahkan dikatakan Singa makan jerami dan rumput, silahkan cari ayatnya.

Ada yg berubah setelah hadirnya dosa di dunia. Dosa telah merusak semuanya. Segalanya berubah setelah manusia jatuh ke dalam dosa. Keguncangan hadir dalam diri manusia. Iblis telah merusak manusia sebab manusia telah diciptakan tanpa dosa dosa telah memerosotkannya ke prokreasi yang awalnya kudus ke tingkat naluri binatang.

Sejak sebelum dosa, segalanya dalam ciptaan diatur oleh dan didasarkan pada cinta, bahwa bertambah banyaknya anak-anak akan merupakan suatu cinta yang kudus, murni, berkuasa dan sempurna.

Ketika Allah memberikannya sebagai perintah pertama-Nya kepada manusia: ‘Beranakcuculah dan bertambah banyaklah.’ Cinta, seperti sebagaimana sekarang, prokreasi anak-anak yang sekarang, masih belum ada pada waktu itu. Tidak ada kebencian ataupun dahaga menjijikkan akan sensualias. Laki-laki mencintai perempuan dan perempuan mencintai laki-laki, secara alamiah, bukan alamiah seturut alam sebagaimana kita memahaminya, atau tepatnya, seperti kita para laki-laki memahaminya, melainkan seturut kodrat anak-anak Allah: adikodrati.

Prokreasi yang seandainya terjadi sebelum adanya dosa antara Adam dan Hawa adalah bagai dua orang yang bersaudara, sebab dilahirkan dari satu Bapa, meskipun demikian adalah suami dan istri, yang mencintai dan saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang tak berdosa (bukan hawa nafsu hewani ) dari pasangan kembar dalam satu buaian;

Laki-laki merasakan cinta seorang bapa kepada istrinya ‘tulang dari tulangnya dan daging dari dagingnya’, betapa berharga seorang anak bagi bapanya;

Perempuan mengalami sukacita menjadi seorang anak perempuan, yang dilindungi oleh cinta yang sangat tinggi tingkatnya, sebab dia merasakan bahwa dia memiliki dalam dirinya sesuatu dari laki-laki mengagumkan yang mencintainya, dengan semangat ketakberdosaan dan bak malaikat, di padang-padang indah di Taman Eden! Ada kekudusan dalam cinta kedua insan tersebut.

Saya juga meyakini Adam dan Hawa saling mencintai sebelum jatuh dalam dosa yaitu cinta antara laki-laki dan perempuan tanpa adanya nafsu seksual.

Cinta mereka ini merupakan cinta suami istri/ pria dan wanita sejati karena cinta ini hanya bertujuan membahagiakan pasangannya bukan menuntut sesuatu dari pasangannya.

Kualitas cinta seperti ini biasanya tidak terdapat pada orang yang berpacaran, orang muda yang baru menikah tetapi biasanya ditemukan pada pasangan yang sudah lama menikah, sudah lanjut usia dimasa seksualitas bukan hal yang penting lagi. Jadi nafsu seksual mereka jauh lebih kecil dari perasaan cinta bahkan nol.

Tetapi harap diingat bahwa bila Adam dan Hawa tidak memakan buah terlarang berarti tidak ada nafsu seksual sekaligus tidak ada reproduksi,

Walaupun nafsu seksual ini ada kaitannya dengan dosa asal tetapi dibenarkan oleh Yesus, para rasul dan gereja untuk pasangan yang telah disahkan oleh tali pernikahan sebagai sebuah sakramen pernikahan.

Reproduksi tetap ada dalam level yang lebih adikodrati dan rohani. Tidak digerakan oleh nafsu kedagingan.

Ya! Spt reproduksi sel
Tak perlu ada kehendak
Cukup insting primitif, kali, ya!

Salam Damai!

Kalau bisa dibuat ilustrasinya akan lebih baik. Karena yg saya bagikan ini adalah sesuatu yg diluar batas pemahaman kita, karena kita sudah terlanjur memahami sebagaimana yg kita ketahui selama ini. Saya hanya menyatakan suatu keyakinan saya bahwa Persetubuhan yg kita pahami sekaran ini adalah BUAH DOSA. Dan karenanya ada suatu bentuk prokreasi yg lain sama sekali dari yg kita kenal sekarang yg seharusnya ada, yg TIDAK BISA KITA BAYANGKAN seperti apa.

Di injil setiap membahas sesuatu terkait perkawinan Yesus selalu menekankan bahwa hal yg ada sejak semula itu sulit dimengerti. Karena keadaan yg kita alami sekarang ini terjadi oleh karena dosa.

Beberapa kalimat dari Firman Yesus menekankan: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. …

Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."

Begini aja clue nya…

TUHAN kita juga dikandung oleh Bunda Maria. Namun bukan oleh suatu persetubuhan, tetapi oleh karena ROH KUDUS. Jika kita bisa menerima kebenaran iman ini, seharusnya kita pun tidak perlu mendebat tafsir saya akan persetubuhan sbg buah dosa. Karena Bunda Maria adalah perawan dan juga ia mengandung tanpa persetubuhan maka Bunda Maria pun tidak merasakan sakit bersalin. Jika semua menolak bahwa persetubuhan ini adalah buah dosa maka seharusnya wanita lahir tanpa merasa sakit.

Persetubuhan yg terjadi sekarang ini bukanlah suatu ekspresi dari cinta yg kudus. Bukan ekspresi dari kepenuhan cinta yg 100% kudus melainkan campuran antara 50% kudus dan 50% hawa nafsu kedagingan. Atau bisa 30% kudus 70% hawa nafsu kedagingan. Persetubuhan tidak akan pernah sampai kepada makna yg sesungguhnya dari tulang dari tulangku dan daging dari dagingku tetapi bergeser kepada penggunaan masing2 pihak sebagai sarana menuntaskan hasrat hewani.

Sebab dalam pengertian saya Setan telah menawarkan kepada adam dan hawa suatu kenikmatan dunia-kenikmatan daging-suatu hawa nafsu hewani, yg tidak sesuai dengan kodrat sebagaimana yg diinginkan Allah terjadi kepada manusia. Allah inginkan suatu cinta yg kudus cinta yang sangat tinggi tingkatnya, dengan semangat ketakberdosaan dan bak malaikat. Ada kekudusan dalam cinta kedua insan tersebut.

Lanjut dibawah…

Penjelasan lebih lengkap ada di sini: https://forumkristen.com/index.php?topic=54083.msg1057176#msg1057176

Lengkapnya: Mat.19:10-12
[i]Murid-murid itu berkata kepada-Nya:
“Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin.”

Akan tetapi Ia berkata kepada mereka:
"Tidak semua org dpt mengerti perkataan itu,
hanya mereka yang dikaruniai saja. (ada macam2 karunia)

(1) Ada org yg tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan
(2) ada org yg dijadikan demikian oleh orang lain, dan
(3) ada org yg membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga.
Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."[/i]

CLAY mesti sudah mengerti arti “tetapi”
“Perkataan itu” adalah perkataan murid-Nya.
Murid-Nya tak mengerti mengapa Yesus tdk kawin

Tapi perkataan Yesus, “Bagusan tdk kawin”, jika 1-2-3
Bukan, “Jangan kawin sebab persetubuhan = buah dosa”
Sebab di awal Yesus berkata “hrs menjadi satu daging” dgn istri

Gitu, kayaknya pengertianku, CLAY!

“Tidakkah kamu baca,
bw Ia yg menciptakan manusia sejak semula
menjadikan mereka laki2 dan perempuan?” (Ay.4)

Mula2 sedanging, lalu dijadikan dua
Lalu diberkati utk menjadi sedaging lagi
Itu angel memang utk kita bisa mengerti

Salam Damai!

Bro terus terang, terkadang pikiran seperti itu juga muncul di kepala saya secara ga sadar…Tetapi Bro…semuanya telah terjadi, ada DAS SEIN adapula DAS SOLLEN…mereka yang menikah…sudah ada konsekwensi (suami kerja keras, istri melahirkan, khan ada di Alkitab)…biarkanlah apa yang mereka yakini khan mereka juga yang menjalaninya, dan apa yang kita yakini (1 Korintus 7 : 7), semuanya berjalan berbarengan dengan sewajarnya…semuanya ada konsekwensinya masing"…Biar gimanapun, kita semua toh tetap satu bersaudara di dalam Kristus…

Salam Damai Bro Clay…
Tuhan memberkati…

Kurasa bukan hanya persetubuhan adalah BUAH DOSA
Tapi semua perilaku yg sekarang ini adalah BUAH DOSA
Termasuk berdoa = BUAH DOSA, Adam tak berdoa di Eden

Jika hanya persetubuhan buah dosa, yg impoten jadi paten
Fungfsi biji dikebiri, yg selingkuh bisa dua-tiga lingkuh
Aya aya wae, CLAY, teh! Nguliknya yg boten2 bae.

Salam Damai!

Menjawab gugatan mereka yg menuding menyia-nyiakan fungsi alat reproduksi. Ingatlah bahwa ada banyak nabi dan rasul, juga Yesus yg tidak kawin. Mereka bukannya menyia-nyiakan fungsi alat reproduksi yg mereka miliki.

MK: Apakah senapannya tak perlu di arahkan, dibidik hingga fokus sebelum tembak?
Kurasa akan banyak ilustrasi menembak telur itu, Bro CLAY, dan kelabakan kita
Jika ilustrtasinya spt serbuk sari apa salahnya spt reproduksi sel dgn membelah

CL: Namun jika memang kelamin harus digunakan untuk kawin atau persetubuhan maka
pertanyaannya mengapa banyak nabi rasul dan juga Yesus sendiri tidak kawin?

MK: Para petapa pun pasangan lansia tidak harus menggunakan senjata itu

Demikian juga kata Yesus, bagusan tidak kawin jika sebab 1-2-3 (di atas)

CL: Apakah mereka menyia-nyiakan alat reprodkusi yg mereka miliki? Tentu tidak!
MK: Ya, tentu! Sebab senjata itu sudah binen, ada saat-nya digunakan, kencing misalnya

CL: Maka kembali seperti yg Yesus katakan tentang KETERIKATAN DAGING.
Mereka menyangkal dunia dan segala sensasi daging agar ikut cemar
demi mempertahankan kemurnian daging.
MK: Kurang jelas, CLAY!
“Menyangkal dunia agar ikut cemar”

Salam Damai!

@CLAY

Yg ingin kitatau juga ini:
Kurasa bukan hanya persetubuhan adalah BUAH DOSA
Tapi semua perilaku yg sekarang ini adalah BUAH DOSA
Pun BERDOA ADALAH BUAH DOSA, konsekwensinya begitu

Salam Damai!

@CLAY

Jadi
Bila tidak kawin menghindari buah dosa
Maka tidak berdoa menjadi sama saja
Kosekwensi logisnya menjadi begitu

Salam Canda!

Dgn konsekwen
Kurasa topik ini pun
Sedang dinikmati CLAY

Salam Damai!

Alkitab Hari Ini - 11 September 2018
Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku
bukan petinju yg sembarangan saja memukul. - 1 Korintus 9:26

@CLAY
Pls replay pukulan-pukulan-mu
Spy tidak selalu “prit” memukul kelamin

Salam Damai!

“… namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu!” (Kejadian 3:16)

Sebelum Adam dan Hawa berdosa, mereka bebas dari perasaan-perasaan duniawi seperti takut, juga berahi. Kedua kata ini dikenakan kepada manusia setelah mereka berbuat dosa yg artinya sebelum mereka berdosa mereka tidak mengenal kedua hal tsb dan tidak tahu apa itu takut dan tidak dapat mengerti suatu sensasi dari berahi. Sehingga bagi saya (pemahaman saya) Berahi adalah penajisan persatuan dengan istri, penajisan sebab merupakan suatu kejahatan yang disahkan karena adalah kepuasan sensual timbal balik. Berahilah yg menjadi unsur pendorong persetubuhan manusia, bukan lagi keinginan pemberiaan diri yg kudus dan total antara ke dua insan. Karena itu persetubuhan yg didorong oleh birahi terjadi seperti yg kita kenal sekarang ini. Apa yg saya katakan ini melampaui apa yg bisa kita bayangkan, karena saya berbicara ttg sesuatu yg tidak pernah kita kenal sebelumnya. Tetapi ada dalam benak saya, sesuatu persetubuhan yg sama sekali lain dari yg kita kenal sekarang. Dan saya yakini persetubuhan yg kita kenal sekarang ini adalah BUAH IBLIS. Inilah NIKMAT DUNIA yang membuat manusia meninggalkan Allah. Inilah NIKMAT DUNIA yang oleh nya perang besar pun bisa tercipta. Dalam seribu kasus kejahatan yang berbeda, ada setidaknya sembilan ratus yang berakar pada NIKMAT DUNIA atau nafsu untuk memiliki seorang perempuan.

Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan (Lukas 20:34) Yesus sering membuat suatu dikotomi antara orang dunia ini dan dunia lain. Manusia Roh dan manusia duniawi dalam setiap khotbah. Dan salah satu ayat lainnya

"…tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. (Luk 20:35)

Mungkin mereka baru hanya mengenal kata sedaging:
Sebab itu seorang laki2 akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan
bersatu dgn isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging [Kej 2:24].

Sehingga bagi saya (pemahaman saya) Berahi adalah penajisan persatuan dengan istri, penajisan
sebab merupakan suatu kejahatan yang disahkan karena adalah kepuasan sensual timbal balik.
Apa itu spt Allah yg menguliti hewan ciptaan-Nya, utk menutupi kemaluan mereka?
Atau spt nafsu makan juga merupakan kejahatan yg disyahkan demi kepuasan tubuh?
Kurasa hrs spt yg diajarkan Yesus, makanan itu (makanan tubuh, jiwa, roh) hanya secukupnya

Berahilah yg menjadi unsur pendorong persetubuhan manusia, bukan lagi keinginan pemberiaan diri yg kudus dan total antara ke dua insan. Karena itu persetubuhan yg didorong oleh birahi terjadi seperti yg kita kenal sekarang ini. Apa yg saya katakan ini melampaui apa yg bisa kita bayangkan, karena saya berbicara ttg sesuatu yg tidak pernah kita kenal sebelumnya. Tetapi ada dalam benak saya, sesuatu persetubuhan yg sama sekali lain dari yg kita kenal sekarang.
Dlm benak-ku:
Jangan kawin karena cinta, tapi kawinlah dgn cinta
Sebab kawin karena cinta ialah cinta yg masuk akal, yg bernafsu

Dan saya yakini persetubuhan yg kita kenal sekarang ini adalah BUAH IBLIS.
Apa ada alternatif keyakinanmu selain persetubuhan utk beranakcucu memenuhi bumi
Dan apa alternatif keyakinanmu yg lain selain persetubuhan utk menjadikan satu daging?
Sebelum mereka berdosa ke-dua hal itu telah diperintahkan Allah pd [Kej.1:28 dan 2:24]

Inilah NIKMAT DUNIA yang membuat manusia meninggalkan Allah.
Hanya pemuja syahwat yg menjadikan wanita itu utk nikmat jiwa
Hanya penikmat kuat yg menjadikan makanan itu nikmat tubuh
Hanya ingin sakti berkuasa menjadikan bertapa itu nikmat roh
Itulah nikmat2 duniawi, keinginan2 semu yg melupakan Allah

Inilah NIKMAT DUNIA yang oleh nya perang besar pun bisa tercipta. Dalam seribu kasus kejahatan yang berbeda, ada setidaknya sembilan ratus yang berakar pada NIKMAT DUNIA atau nafsu untuk memiliki seorang perempuan.
Bukan hanya perempuan, tapi juga makanan dan penguasaan
Istilah sekarang: harta, tahta dan wanita yg membuat perang
Melupakan Allah yg memberikan makanan, kuasa dan wanita

Salam Damai!

Kalau Firdaus bukan didunia ini ada dimana,apakah Allah waktu menciptakan Firdaus bukan sedang berada didunia ?

CLAY kerap sekali salah omong
Lebih baik CLAY omong: “Ketika bumi ini masih firdaus …”
Dr pd omong: “Adam dan Hawa saat berada di dunia yg lain …”

Salam Damai!

Kayak seperti pemikiran dari agama sebelah, Adam dan Hawa memang berada di tempat lain (mungkin surga) sebelum diturunkan ke bumi karena memakan buah baik dan jahat.

Kalau di Kristen,menurutku seharusnya Adam dan Hawa ada di bumi, makanya Tuhan menjaga Taman Eden dengan Kerub agar tak dimasuki oleh Adam dan Hawa lagi setelah mereka diusir dari Taman Eden.

Salam Santai.