Persiapkan anak-anak mandiri & berkualitas prima

Rencana mempersiapkan anak perempuan dan anak laki-laki mapan dan mandiri untuk jangka waktu 15-20 ke depan.

Menurut pembaca, adakah usul rencana apa saja yg benar, baik dan indah serta bermanfaat?

setiap anak berbeda. karakter, kepribadian, kelebihannya berbeda.

persiapan yang secara general :
-kenalkan Tuhan sejak awal.
ini mutlak buat saya.

-siapkan nilai2 dan karakternya
mencuri itu salah. memukul orang itu tidak benar. bekerja keras itu baik. mengakui kesalahan itu berani. memberi itu tidak salah.
hal2 sederhana seperti ini yang semestinya ditanamkan orang tua sejak awal karena itu yang akan dibawa si anak sampai dia besar.

-ajarkan anak untuk memiliki prinsip
ada beberapa hal yang seharusnya sama sekali tidak boleh ditoleransi. bullying, mencuri, berbohong (saya tidak percaya white lies)… kalau anak tidak punya prinsip dia akan mudah ikut2an. untung kalau ikut2an hal yang baik, lha kalau yang buruk???

-siap bertoleransi dengan si anak
orang tua tidak selalu benar. tentu orang tua pasti mau yang terbaik untuk anaknya. tetapi belum tentu anaknya sendiri merasa bahwa itulah yang terbaik.
contoh : orang tua mau anaknya jadi dokter. anaknya suka politik, tapi orang tua tidak mau tau. padahal anaknya lebih jago berdebat daripada belajar tentang penyakit. akhirnya kemampuan si anak malah terbuang

-menabung!
salah satu yang menjadi kebanggaan saya adalah orang tua yang siap mengurangi kenyamanan sendiri untuk anak2nya. mereka sebisa mungkin memastikan bahwa saya dan saudara saya harus lulus kuliah minimal s1. sejak kecil keluarga kami memang tidak begitu mewah, tetapi dengan kesetiaan yang luar biasa dari kebiasaan orang tua menabung, kami berdua lulus kuliah s1 di luar negeri dari orang tua yang tidak sarjana!

-jauhkan anak dari gadget sejak awal
penelitian yang saya baca kemarin ini, salah satu sumber anak mengenal pornografi adalah dari teknologi. dengan laptop, komputer, tablet, smartphone anak bisa mencari APA SAJA yang mereka ingin tau. kalau anak sudah terlibat dalam pornografi, efek jangka panjangnya si anak akan sulit mengendalikan diri secara emosi maupun fisik karena ada bagian otak yang terpengaruh dan rusak.

-terima anak anda apa adanya
jangan membanding2kan anak anda dengan orang lain terlebih saudaranya. akan ada bad blood yang sulit dihilangkan. jangan menjauhkan anak biarpun dia melakukan kesalahan, disiplin itu memang penting tapi jangan sampai dia merasa harus menjauhkan diri terlepas dari apapun yang mereka lakukan. ini akan membuat pribadi si anak terbuka kepada orang tua, jadi banyak tindakan preventif yang bisa diambil.

-biarkan anak memilih
orang tua tidak bisa selama2nya menentukan pilihan anaknya, akan tetapi jika anak tidak dibiasakan memilih dari awal, sampai dewasa dia akan tetap sulit memilih jalan hidupnya sendiri. yang akan hidup dengan pilihan itu adalah si anak, bukan orang tuanya.

baru itu yang terpikir… ada lagi?

Gagasan Keujanan baik dan sangat berguna.

Mengamati dan berangan-angan ke depan untuk 15-20 tahun ke depan:

[ol]- Setiap bangun pagi dan sebelum tidur malam: BERDOA: ucapan syukur sudah bangun/akan tidur, kegiatan sepanjang hari, kebutuhan utama, setiap hari mohon hikmat dan kepandaian (Amsal 1:7, 9:10, Yakobus 1:5-8, 5:16, Yoh 14:13-14, 15:7-8, 16:23-24, 1 Yoh 5:13-15, Mat 21:22, Fil 4:6-8, Mat 18:19-20, Ul 6:4-9). Doakan setiap hari kebutuhan utama seperti tempat tinggal bila belum punya rumah sendiri.

  • Ada pujian & Firman Tuhan untuk anggota keluarga (sesuai tekad keluarga) seperti Altar Keluarga/doa bersama. Pujian yang dimaksud di sini punya makna ganda: memuji Tuhan atas kebaikan-Nya, menaikkan puji-pujian/menyanyikan lagu untuk kemuliaan Tuhan Yesus. Juga termasuk memuji kebaikan/keberhasilan anak dan anggota keluarga. Memberikan pujian secara tulus. Dede (bila anak kedua… ketiga)/sebut namanya pintar karena melakukan … (yang sudah dilakukan). Caranya bagus dan Tuhan Yesus pasti senang termasuk Papa, Mama, dan Cici (kakak). Hindari kata-kata: jelek, jahat, bodoh, to***, be**, dan semua kata-kata/kalimat TIDAK MEMBANGUN. Kata-kata tersebut masuk pada kelompok kata-kata KUTUKAN. Kebiasaan masyarakat di dunia Barat/Eropa menyebut hal yang untuk membesarkan/beri semangat hati: good. Istilah good ini sangat mudah diucapkan oleh mereka.
  • Disiplin masalah rohani: ibadah rutin (sekolah minggu) setiap Minggu tanpa alasan kecuali sakit/halangan yang tidak dapat dihindari. Termasuk doa, Firman, Puji-pujian, dan pelayanan Gerejawi.
  • Disiplin mengerjakan pekerjaan sekolah: mewarnai, menulis, pekerjaan ketrampilan sekolah/pekerjaan tangan. Usahakan orang tua tidak membantu untuk mengerjakannya namun mengarahkan sebagai mentor. Hindari mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh anak-anak BATITA/BALITA. Kesahan awal ini berakhibat sangat FATAL. Biarkan anak BALITA/BATITA mengerjakannya sendiri sekalipun kelihatannya kurang/tdak rapi/hasilnya kurang maksimal - tidak masalah. Yang paling diutamakan menanamkan NILAI kerja sendiri, usaha sendiri, kemudian dapat hasil berupa nilai/pujian dari pihak luar (guru/orang tua) setelah mereka menyelesaikan tugas dan kewajibannya. Inilah namannya NILAI tanggung jawab. Usaha-Hasil. Mau mendapatkan HASIL/HADIAH harus berusaha/mengerjakannya sendiri dengan sebaik mungkin.
  • Persiapkan anak BALITA/BATITA belajar bahasa Inggris dan musik klasik (piano). Secara khusus untuk anak perempuan dipersiapkan belajar musik klasik (piano klasik) dan jangan memberikan kesempatan belajar keyboard untuk usia 3-10 tahun. Bila seorang anak sudah belajar piano klasik 5-6 tahun, disertai latihan setiap hari secara rutin paling sedikit 20 menit untuk 3 tahun pertama, 40-75 menit untuk tahun 4-6 DIJAMIN penguasaan musik klasik PASTI baik dan benar. Perlu mendapat perhatian: pilih sekolah musik yang punya kualifikasi BAGUS seperti gurunya paling sedikit pernah belajar di sekolah musik klasik seperti Sekolah Musik Manggarai/Pemegang Sertifikat Sekolah Musik yang diakui Royal/lulus ujian Royal.
    Bila seorang anak perempuan dipersiapkan belajar piano klasik (berdasarkan not balok) mulai usia 4-19 tahun, berarti ia belajar sekitar 15-16 tahun. Waktu lulus SMU/SMA/SMK atau tahun pertama masuk kuliah di Perguruan Tinggi anak itu sudah sampai pada tingkat (grade) 8 atau bila sering latihan sudah mencapai Diploma/PK 1 atau PK 2. Di sinilah hasil persiapannya itu sudah dapat mencari uang dengan ketrampilan yang dimiliki. Guru piano klasik punya penghasilan di atas rata-rata penghasilan karayawan biasa. Guru piano ini sulit disaingi karena ketrampilannya harus dipersiapkan harus lebih dari 15 tahun.[/ol]

Gagasan ini gagasan untuk mempersiapan seorang anak perempuan MANDIRI tanpa bergantung masalah keuangan pada pihak lain.

Ada A M I N… semua yang membaca tulisan ini.

Segala kemuliaan dikembalikan kepada Dia yang memberikan hikmat, kepandaian, dan berkat berkelimpahan.

Nantikan posting berikutnya versi JadiForumkuSaja…