PERTANYAAN BUAT SAUDARAKU YG KATOLIK TTG ROH KUDUS(PNEUMATOLOGI)

Shalom,

Pertama, saya tegaskan dimuka bhw thread yg SY buat ini sifatnya DISKUSI &BAGI2 ILMU bkn DEBAT.OKEH!

Saya mau tanya dan minta informasi tentang Doktrin Roh Kudus dalam Gereja Katolik Roma, karena yg saya dapatkan bhw sepertinya di Gereja Katolik, Roh Kudus selain sebagai Pribadi,tapi Ia juga adalah KASIH itu sendiri.

Dan KASIH yg mengikat antara Bapa dan Anak ini adalah Roh Kudus. Lalu saat kita bersekutu dalam KASIH,sesungguhnya kita bersekutu dalam Roh Kudus.

Saya agak bingung kenapa Roh Kudus itu disamakan dengan Kasih, tolong saudara2 yg Katolik untuk bantu membagi pengertiannya tentang hal ini, tapi MOHON dalam nuansa DISKUSI BUKAN DEBAT…

TRIMS GBU

Shalom Son of Hamas

Mungkin bisa dibantu mengenai apa yang anda maksudkan itu? Soalnya justru menjadi hal baru bagi saya yang penganut Katolik Roma. Bisa saja anda lebih tahu dari saya, bisa juga apa yang anda sebutkan itu berbeda dengan pengertian saya.

Thanks

untuk menjawab pertanyaan bro son of hamas

baca di sini
http://books.google.co.id/books?id=x0IsJyw52IUC&pg=PA243&lpg=PA243&dq=roh+kudus+menurut+katolik+pneumatologi&source=bl&ots=730NaYOjtd&sig=lDaX07VcvgIGvXXGbHFkhDhk8xQ&hl=id&ei=Joe1TN2QHIugngf6s5yADQ&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1&ved=0CBIQ6AEwAA#v=onepage&q=roh%20kudus%20menurut%20katolik%20pneumatologi&f=false

Halaman 260… (dibaca lengkap saja biar jelas )

salam :slight_smile:

@liberty udh sy baca dan saya tambah lagi

http://www.vatican.va/holy_father/john_paul_ii/audiences/alpha/data/aud19851120en.html

The Holy Spirit comes by procession, not by generation - otherwise He would be identified with the Son, for only the relations of origin distinguish the Three Persons one from another. (ST I. 36. 4). He comes by way of will. He is the love of the Father for the Son and of the Son for the Father. Catechism of Council of Trent 1. 9. 7: “The Holy Spirit proceeds from the divine will as it were inflamed with love.” Leo XIII, in Divinum illud (May 9, 1897), He proceeds,“from the mutual love of Father and Son.” His origin is therefore in both Father and Son (cf. Filioque). The Filioque was defined by Lateran IV: DS 800; “The Father is from no one, the Son is from the Father alone, the Holy Spirit is equally from each.” The definition was repeated by Council of Florence in 1439, DS 1300: “We define that this truth of faith is to be believed and received by all Christians, and so all should profess that the Holy Spirit is eternally from the Father and the Son, and has His essence and His subsistent being from the Father and the Son together, [and] proceeds eternally as from one principle and by one spiration.”

Link di atas menjelaskan Roh Kudus adalah Kasih (Caritas/Agape)antara Bapa dan Anak , sama seperti Anak adalah (LOGOS)INTELEK dari Bapa,
bedanya dg Logos(Intelek)kalau yg namany Kasih(Caritas/Agape) memerlukan 2 untuk saling mengisi(Communion).
Kalau sy salah tafsir tolong saudara2 Katolik bantu meluruskan.kalau tidak,

Pertanyaan:
1.Bukankah Kasih itu Buah Roh dan bukannya Roh Kudus itu sendiri?
2.Kalau Roh Kudus itu Kasih…lalu bagaimana hubungan Bapa-Roh Kudus atau Anak-Roh Kudus apakah Kasih dalam Kasih?

Trims GBU

@son of hamas

Ini saya kutipkan dari Katekismus Gereja Katolik.

243 Sebelum Paskah-Nya, Yesus menjanjikan seorang “Penghibur [paraklet] yang lain”: Roh Kudus. Ia sudah bekerja waktu penciptaan Bdk. Kej 1:2. dan telah “bersabda melalui para nabi” (pengakuan iman Nisea-Konstantinopel). Ia akan ada bersama murid-murid-Nya dan dalam mereka Bdk. Yoh 14:17., mengajarkan mereka Bdk. Yoh 14:26. dan “membimbing mereka supaya mengenal seluruh kebenaran” (Yoh 16:13). Dengan demikian Roh Kudus diwahyukan bersama Yesus dan Bapa sebagai satu Pribadi ilahi yang lain.

244 Asal Roh yang abadi menyata dalam perutusan-Nya di dalam waktu. Roh Kudus diutus kepada para Rasul dan Gereja oleh Bapa atas nama Putera dan oleh Putera sendiri, setelah Ia kembali kepada Bapa-Nya Bdk. Yoh 14:26; 15:26; 16:14… Perutusan Pribadi Roh sesudah pemuliaan Yesus Bdk. Yoh 7:39. menyatakan misteri Tritunggal Maha Kudus dalam kepenuhannya.

245 Iman apostolik akan Roh diakui pada tahun 381 oleh konsili ekumene kedua di Konstantinopel: “Kami percaya… akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan, Ia berasal dari Bapa” (DS 150). Dengan demikian Gereja mengakui Bapa sebagai “sumber dan pangkal seluruh ke-Allah-an” (Sin. VI di Toledo 638: DS 490). Namun asal Roh Kudus yang abadi bukan tidak ada hubungannya dengan asal abadi Putera: “Roh Kudus, yang adalah Pribadi ketiga dalam Tritunggal, adalah Allah yang satu dan sama dengan Allah, Bapa dan Putera… dalam satu substansi juga satu kodrat… Meskipun demikian Ia tidak hanya dinamakan Roh Bapa dan tidak hanya Roh Putera, tetapi sekaligus Roh Bapa dan Putera” (Sin. XI di Toledo 675: DS 527). Kredo Gereja mengakui: Ia “disembah dan dimuliakan bersama Bapa dan Putera” (DS 150).

246 Tradisi Latin dari Kredo mengakui, bahwa Roh “berasal dari Bapa dan Putera, [filioque]”. Konsili Firense 1438 menegaskan: “bahwa Roh Kudus… memperoleh kodrat-Nya dan ada-Nya yang berdikari sekaligus dari Bapa dan Putera dan sejak keabadian berasal dari keduanya, yang merupakan satu asal, dalam satu hembusan… Dan karena Bapa sendiri memberikan segala-galanya yang ada pada Bapa kepada Putera tunggal-Nya waktu kelahiran-Nya, kecuali ke-Bapa-an-Nya, maka kenyataan bahwa Roh Kudus berasal dari Putera, diperoleh Putera sendiri sejak kekal dari Bapa, oleh-Nya Ia diperanakkan sejak kekal” (DS 1300-1301).

248 Tradisi timur terutama menyatakan bahwa Bapa adalah sumber pertama bagi Roh. Dengan mengakui Roh sebagai Dia “yang berasal dari Bapa” (Yoh 15:26), tradisi timur mengatakan bahwa Ia berasal dari Bapa melalui Putera Bdk. AG 2… Tradisi barat terutama menekankan persekutuan kodrati antara Bapa dan Putera, dengan mengatakan bahwa Roh berasal dari Bapa dan Putera [filioque). Ia mengatakan itu “secara legitim dan dengan alasan yang pantas”. (Konsili Firenze 1439: DS 1302), karena menurut tata aturan abadi antara Pribadi-pribadi ilahi dalam persekutuan kodrati-Nya, Bapa adalah pangkal pertama bagi Roh, sebagai “pangkal tanpa pangkal” (DS 1331), tetapi juga sebagai Bapa dari Putera yang tunggal bersama-sama dengan Dia “pangkal yang satu” itu, darinya Roh Kudus berasal (Konsili Lyon II. 1274: DS 850). Kalau pandangan-pandangan yang sah dan saling melengkapi ini tidak ditegaskan secara berat sebelah, maka identitas iman akan kenyataan satu misteri yang diakui dalam iman, tidak dirugikan.

@marmut

Jadi penafsiran bahwa Roh Kudus adalah Caritas/Agape (KASIH) apakah salah, karena di link yg saya kasih perbedaan Filiqoue bukan cuma masalah terminologi

Dalam Orthodox
Roh Kudus berasal dari Bapa , namun bisa diartikan dinyatakan PULA melalui Anak.

Dalam Katolik
Roh Kudus berasal dari BAPA dan ANAK, BUKAN HANYA dalam pengertian “PULA melalui Anak”, tetapi dlm arti hubungan Persekutuan Bapa-Anak = Kasih, dan Kasih ini diwujudkan dalam Pribadi Roh Kudus. Sama seperti Logos(Intelek) dari Bapa diwujudkan dalam Yesus. Hanya BEDA antara Kasih dg Intelek, Kasih dasarnya Persekutuan, sedangkan Intelek tidak.

Jadi apakah yg saya tangkap salah tafsir? dan misal tidak salah saya hanya ingin tahu bagaimana membedakan Kasih yg adalah buah roh dg Kasih dlm pengertian Roh Kudus

Lalu bagaimana membedakan hub,Bapa-Anak = Roh Kudus(Kasih) dg hub Anak-Roh Kudus atau Bapa-Roh Kudus? karena kalau pengertian saya Bapa Anak dan Roh Kudus terhubung dalam Kasih, tapi apakah mungkin dalam pengertian Katolik memang Bapa-Anak-Kasih = Bapa-Anak-Roh Kudus ?

Trims

@son

Justru itu makanya saya ngga ngerti pertanyaan yang anda ajukan bro. Karena menurut ajaran resmi Gereja Katolik (Katekismus), Roh kudus adalah seperti tertera di post saya itu.

GBU

@marmut

Sy juga masih gk mengerti makanya sy tanya ke saudara2 yg Katolik he.he.he

coba deh sy kasih link resmi Vatikan tapi bahasa Inggris http://www.vatican.va/holy_father/john_paul_ii/audiences/alpha/data/aud19851120en.html
(Berikut petikan dari link di atas)
The Quicumque Creed proclaims: “The Holy Spirit is not made, nor created, nor begotten, but he proceeds from the Father and the Son.” The “procession” is per modum amoris, as already said. Because of this the Fathers of the Church call the Holy Spirit "Love, Charity, Spiritual Love, Bond of Love, Kiss of Love." All these expressions testify to the way in which the Holy Spirit “proceeds” from the Father and the Son.

http://www.vatican.va/holy_father/john_paul_ii/audiences/alpha/data/aud19901114en.html#f1
(Berikut beberapa petikan penting)
Whence comes the conclusion of the Angelic Doctor: "If in the words love and to love (diligere) one wishes to refer only to the relationship between the lover and the thing loved, these words (in the Trinity) refer to God’s essence, like the other words knowing and understanding. If instead we use these same words to indicate the relationships which exist between what derives from or proceeds from the act and object of love, and the correlative principle, in a way in which Love is equal to Love which proceeds, and to Love (diligere) is equivalent to spirate the proceeding love, then Love is the name of a person…" and is the name of the Holy Spirit himself

St. Augustine did this especially in his work De Trinitate by contributing in a decisive way to the formulation and the spread of this teaching in the West. His reflections developed the concept of the Holy Spirit as the mutual Love and the bond of unity between the Father and the Son in the communion of the Trinity. He wrote: "As we appropriately call the sole Word of God ‘Wisdom,’ even though generally speaking the Holy Spirit and the Father himself are Wisdom, the Spirit also is given Love as a proper name, even though the Father and the Son are Love as well in a general sense"

The Eastern theologians of later times kept to the same line. Among them was the monk Gregory Palamas, Archbishop of Thessalonika (14th century) who writes: “The Spirit of the supreme Word is like a certain kind of love which the Father has for the mysteriously generated Word; and it is that same love that the most beloved Word and Son of the Father has for the one who generated him” [7] . Among more recent authors I am happy to cite Bulgakov: "If God, who is in the most holy Trinity, is love, the Holy Spirit is the Love of the love" [8] .

It is the doctrine of the East and West which Pope Leo XIII gathered from the tradition and synthesized in his encyclical on the Holy Spirit, wherein we read that the Holy Spirit “is divine Goodness and the mutual Love of the Father and the Son”

Kalau ada informasi yang bisa menjelaska kutipan2 di atas , dimohon bantuannya…Trims
GBU

@son

saya coba pelajari dulu ya bro.
Itung itung sekalian nambah ilmu.

Thanks

jadi begini maksudnya … ehhh ngga dehh

he he … saya juga, abis baca tambah binun … :slight_smile:

Kalau dikatakan : [email protected] adalah KASIH…

Kira2 maksudnya sama ngga dengan : Roh Kudus adalah Kasih…

Salam.

ada kolerasinya :afro: :afro: :afro:

Hamas saya coba bantu :

Bahasa Teologi memang tidak mudah .
Apalagi untuk misteri no 1 dalam iman Kristen yaitu Misteri Tritunggal Maha Kudus.
Dalam 1 Allah ada 3 pribadi

  1. Bapa : sang pencipta
  2. Putera: sang penebus
  3. Roh kudus: roh kebenaran, pengudus

namun baik Bapa , Putera dan Roh kudus adalah satu dan disebut Allah.
So baik Bapa , Putera dan ROh kudus adalah Allah, Allah yang satu.

kemudian ada pertanyaan sebutan bapa, putera adalah analogi dari keluarga di dunia .

Nah dalam menjawab itu teolog gereja yang kebetualan juga paus Yohanes paulus II menjawab demikian :
Dalam misterinya yang terdalam Allah adalah keluarga karena di dalamnya ada Bapa, Putera dan hakikat dari keluarga itu sendiri yaitu kasih/cinta dalam hal ini Roh Kudus.

thus dalam bahasa Teologi dan analogi keluarga inilah dikatakan Roh kudus sebagai kasih .

Sama juga dengan bahasa teolog kenamaan kitab suci yaitu rasul Yohanes dimana dikatakan
Allah adalah Kasih dimana ada kasih di situ Allah hadir.

Namun tetap ajaran Tritunggal Maha Kudus dalam katolik tetap mengacu pada ajaran Trinitas yang diajarkan dalam konsili Nicea dan konstatinopel.

salam damai :slight_smile:

@Saudara2 Katolik dlm KRISTUS

Saya membaca beberapa tulisan St.Agustinus dan juga St.Thomas Aquinas yg membahas mengenai ini ( ROH KUDUS adalah Kasih/Caritas)
Ini merupakan sesuatu yg baru bagi saya dan mungkin bisa menjadi masukan dalam pertumbuhan iman saya yg NON-KATOLIK . Namun karena saya bukan Katolik, dan tidak mau terjadi salah pemahaman maknya sy harus tanya kepada yg “empunya” doktrin, yaitu anda2, maybe hal ini juga (kalau gk keberatan) ditanyakan pd Frater atau Romo di paroki kalian sembari nambah2 ilmu&iman.

Yg saya tangkap (kalo tdk salah) rumusannya begini:

Bapa --Anak(Firman/Logos)----ROH KUDUS(Kasih/Agape) = Holy Trinity

oke sya secara bertahap dulu…pertama-tama Kesimpulan saya ini benar atau tidak? Mohon bantuannya kalau saudara2 Katolik bs bantu…Trims

GBU

clausal ‘filioque’ ini menjadi penyebab perpecahan gereja mula2 (gereja timur – aram/syrian vs gereja barat – latin/yunani)

yang satu berprinsip bahwa Roh Kudus itu berasal dari Bapa (sesuai konsili nicea)

yang satunya menambahkan klausal ‘filioque’ (dan juga dari Anak) sebgai tambahan bahwa Roh Kudus juga keluar dari Bapa


melihat diskusi ini, Roh Kudus itu jadinya apa ya?

Kasih (kayak dunamis - power) ataukah sebuah pribadi?

salam

@moe

melihat diskusi ini, ROH KUDUS itu jadinya apa ya?

Kasih (kayak dunamis - power) ataukah sebuah pribadi?

salam

Kelihatannya TS tidak mengarahkan thread ini menjadi diskusi bro. Mungkin bisa kita buat thread untuk membahasnya? Kalau ada member orthodox di FK, tentu menjadi menarik.

Salam

@moe

Maka itu sy mau tanya kepada saudara2 Katolik , kalau lihat link RESMI Vatikan yg sy kasih…terpaksa sy ulangi

Terilhat bahwa Doktrin Filioque ini “sepertinya” begini(sy bkn Katolik,so tlg koreksi dri katolik) :

Anak adalah Logos atau Intelek dari Bapa dan Roh Kudus adalah Kasih bukan hanya dari Bapa tetapi dari Anak. Karena Intelek tidak berdasar atas Communi(Persekutuan), namun Kasih adalah Communion (Persekutuan)antara Bapa dan Anak
http://www.vatican.va/holy_father/john_paul_ii/audiences/alpha/data/aud19901114en.html#f1[/url]
(Berikut beberapa petikan penting)
Whence comes the conclusion of the Angelic Doctor: "If in the words love and to love (diligere) one wishes to refer only to the relationship between the lover and the thing loved, these words (in the Trinity) refer to God’s essence, like the other words knowing and understanding. If instead we use these same words to indicate the relationships which exist between what derives from or proceeds from the act and object of love, and the correlative principle, in a way in which Love is equal to Love which proceeds, and to Love (diligere) is equivalent to spirate the proceeding love, then Love is the name of a person…" and is the name of the Holy Spirit himself

St. Augustine did this especially in his work De Trinitate by contributing in a decisive way to the formulation and the spread of this teaching in the West. His reflections developed the concept of the Holy Spirit as the mutual Love and the bond of unity between the Father and the Son in the communion of the Trinity. He wrote: "As we appropriately call the sole Word of God ‘Wisdom,’ even though generally speaking the Holy Spirit and the Father himself are Wisdom, the Spirit also is given Love as a proper name, even though the Father and the Son are Love as well in a general sense"

Beda dg Orthodox yg mengatakan Roh Kudus datang dari Bapa, karena “Asas Persekutuan Bapa-Anak” inilah makanya Filoque adalah keharusan

Trims

GBU

Hamas dalam katolik ada pedoman pengajaran iman yang kita sebut sebagai katekismus dalam katekismus ini sudah terangkum apa yang mau disampaikan Gereja termasuk dalam hal ini Tritunggal Maha Kudus.
Ajaran ini tidak berubah dari konsili Nicea dan konstatinopel …sudah di copy pastekan oleh Marmut silahkan liat lagi di hal 1.

Apa yang disampaikan Aquinas atau Yoh Paul II tidak pernah merubah apa yang disampaikan dalam Nicea dan yang sama2 kita baca dalam katekismus.

Ini saya kutip ajaran kitab suci yang menjadi dasarnya :

1Yoh 4:16
Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Siapa Allah di situ ?
Karena Allah adalah satu otomatis ketiga pribadi dalam kesatuan itu yang adalah kasih.

salam damai :slight_smile:

@moe

KOREKSI : Orthodoxy Gereja Yunani (Barat)maupun Mesir &Syria(Timur) untuk masalah ini TETAP SAMA Berdasar KONSILI NICEA, karena dlmny tidak ada Filoqoue. Jadi Seluruh Gereja yg mengaku Orthodox entah Barat(Yunani) atau Timur(Syria&Koptik) TIDAK ADA FILIOQUE

Jadi yg berbeda adalah Gereja Barat Latin dg Gereja Orthodox(Barat&Timur)

trus Kasih/Agape itu Pribadi sama saja seperti Firman/Logos adalah Pribadi

@Leonardo

Sori bro…kalo di Konsili Nicea “Filioque” (Roh Kudus berasal dari Bapa DAN Anak)itu tidak ada

Dasar Filioque ini adalah yg dari tadi saya jabarkan: Roh Kudus berasal dari Persekutuan Bapa&Anak.

Kalau tidak kenapa Katolik tidak kembali berpegang pada Konsili Nicea ttg Roh Kudus(tidak ada Filioque)?

GBU