Pertanyaan seputar Lot dan Sodom/Gomora

Semuanya tentu tahu cerita tentang Lot yang diselamatkan dari pemusnahan kota Sodom dan Gomora di Kejadian 19. Ada beberapa hal yang saya tidak mengerti. Mungkin beberapa pernah dibahas di thread lain, tapi susah sekali untuk mencari satu persatu. Maka dari itu, bahas yuk di sini :slight_smile:

Pertanyaan #1
19:1 Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah,
Kenapa Lot bisa tahu kalau mereka itu malaikat? Apakah Lot adalah orang yang dekat dengan Tuhan sehingga koneksi antara Lot dengan malaikat tersebut ataukah Lot memang peka? Kalau Lot adalah orang yang dekat dengan Tuhan (dan juga takut akan Tuhan), sudah pasti Tuhan akan memberi tahu Lot langsung bahwa dia harus kabur dari kota tersebut. Namun yang terjadi adalah Tuhan mengatakan niatnya tersebut kepada Abraham dan akhirnya terjadi negosiasi. Andaikata Abraham tidak nego dengan Tuhan saat itu, apakah mungkin Lot tidak selamat atau tidak mendapat God’s favor?

Pertanyaan #2
19:8 Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku."
Ayat ini memang sangat mengejutkan. Apa ya yang ada dipikiran Lot? Kenapa ia sampai setega itu menyerahkan kedua putrinya untuk dipakai orang sekota dan lebih memilih menyelamatkan kedua malaikat tersebut? Apalagi kedua putrinya itu sudah ada calon suami. Mungkin kedua putrinya tidak mendengar perkataan bapaknya itu, tapi andaikata terdengar oleh putrinya dan calon suami mereka, apa di kata mereka coba? =__=

Pertanyaan #3
19:16 Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana.
Pertanyaan yg ini rada mirip dengan no1. Dikatakan “Tuhan hendak mengasihani dia” dalam terjemahan ESV “Lord being merciful to him”. Yang ada dalam pikiran saya: Apakah Tuhan sebelumnya tidak memikirkan Lot sama sekali?

Pertanyaan #4
Ayat 30-38 diceritakan bagaimana kedua putri Lot membuat Lot mabuk dan tidur dengan Lot. Yang menjadi pertanyaan saya, apa yang ada dipikiran kedua putrinya hingga memutuskan untuk berbuat seperti itu? Apakah ini ada hubungannya dengan kultur orang dijaman itu (customary way)? Tertulis bahwa mereka berdua merasa tidak ada lagi laki-laki di dunia ini yang dapat menghampiri mereka. Bukankah itu aneh, masakan tidak ada laki-laki yang berani menjamah mereka? Kenapa? Bukankah mereka berdua bisa datang juga ke Abraham dan minta bantuan? Mungkinkan keluarga Lot adalah keluarga yang tidak takut akan Tuhan karena mereka juga tinggalnya dulu di kota Sodom. Berarti putri-putri Lot sama bejatnya dengan orang-orang Sodom?

Pertanyaan #1 19:1 Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah, Kenapa Lot bisa tahu kalau mereka itu malaikat? Apakah Lot adalah orang yang dekat dengan Tuhan sehingga koneksi antara Lot dengan malaikat tersebut ataukah Lot memang peka? Kalau Lot adalah orang yang dekat dengan Tuhan (dan juga takut akan Tuhan), sudah pasti Tuhan akan memberi tahu Lot langsung bahwa dia harus kabur dari kota tersebut. Namun yang terjadi adalah Tuhan mengatakan niatnya tersebut kepada Abraham dan akhirnya terjadi negosiasi. Andaikata Abraham tidak nego dengan Tuhan saat itu, apakah mungkin Lot tidak selamat atau tidak mendapat God's favor?

Pintu Gerbang merupakan (lambang) tempat pengadilan, dan diperkirakan Lot emnjadi salah satu hakim yang bertugas saat itu, atau ada juga pendapat bahwa Lot hanya melihat-lihat saja.

Gill comment

and he bowed himself with his face toward the ground; not in a religious way, as paying worship to angels, for as yet he did not know them to be such, and if he had, would not have given them divine adoration; but in a civil way, as was the custom of the eastern countries to bow very low in their civil respects to men, especially to great personages; and such Lot took these to be by their goodly looks and by their dress, as appears by his salutation of them in Ge 19:2.
Lot greeted the two visitors, as was his responsibility as gatekeeper. (He bowed to the ground, which was not an uncommon form of greeting from an inferior to a superior, in this case, from a public servant to strangers whose social status was unknown.)
http://hoperemains.webs.com/sodomandgomorrah.htm
Pertanyaan #2 19:8 Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku." Ayat ini memang sangat mengejutkan. Apa ya yang ada dipikiran Lot? Kenapa ia sampai setega itu menyerahkan kedua putrinya untuk dipakai orang sekota dan lebih memilih menyelamatkan kedua malaikat tersebut? Apalagi kedua putrinya itu sudah ada calon suami. Mungkin kedua putrinya tidak mendengar perkataan bapaknya itu, tapi andaikata terdengar oleh putrinya dan calon suami mereka, apa di kata mereka coba? =__=

Dalam budaya Yahudi saat itu, tamu atau siapapun yang berada dalam lingkungan rumah seorang tuan rumah, maka ia/mereka adalah menjadi tanggung jawab 100% pihak tuan rumah, baik makanan - penghidupan - bahkan nyawa.

Keselamatan tamu menjadi prioritas utama bagi tuan rumah.

Kisah yang sama juga pernah terjadi, yaitu kisah yang menjadi alasan 11 suku lainnya bermaksud memusnahkan suku Benyamin (Hakim2 19)

It was simply the law of hospitality. This law was unwritten at the time, but was universal throughout the area. It simply stated that if a stranger came to your home or city, you were to treat them as if they were part of your family. You were responsible to lodge, feed and protect them, even at the cost of your own life
http://hoperemains.webs.com/sodomandgomorrah.htm
Pertanyaan #3 19:16 Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. Pertanyaan yg ini rada mirip dengan no1. Dikatakan "Tuhan hendak mengasihani dia" dalam terjemahan ESV "Lord being merciful to him". Yang ada dalam pikiran saya: Apakah Tuhan sebelumnya tidak memikirkan Lot sama sekali?
Tentunya sudah dipikirkan, sebab justru kedatangan para malaikat inilah untuk menyelamatkan Lot dan kluarganya, sebab untuk penghukuman, Tuhan bisa bertindak tanpa mendatangi lokasi ini, namun untuk menyelamatkan Lot dan kluarga, mereka perlu mendatanginya.

Kalimat diatas adalah bentuk kesabaran, sebab Lot dan kluarganya lambat dalam bergerak, sedangkan penghukuman tidka bisa ditunda-tunda lagi, namun demikian Tuhan tetap mengasihani supaya mrk tidak kena dampak penghukuman ini.

Kej 19:22 Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana

agak oot sih tapi di yunani kuno…menyambut tamu pun adalah ibadah…seakan akan zeus sendiri…yang sedang menyamar…
apa ada hubungannya ya???

Salam damai sejahtera

Pertanyaan no.1
Tentu saja jawabannya kuasa yang ada pada kedua malaikat itu lebih besar dari yang dimiliki Lot, dan karena Lot seorang yang mengasihi Allah, maka ketika menyadari hal itu ia segera bersujud; ia bersujud karena isterinya tidak bersamanya waktu itu; karena ia tidak mewakili kedua kasih terutama; hanya salah-satu, itulah sebabnya ia bersujud.

Iya, keselamatan Lot adalah bagian dari kuasa Abraham atas sesama manusia; kuasa manusia atas manusia; itulah sebabnya Allah berunding dengannya tentang masalah kejahatan kota Sodom dan Gomora.

Pertanyaan no.2
Lot bukan termasuk orang yang memandang pernikahan adalah untuk mengawinkan dua kasih terutama; melainkan untuk memperoleh keturunan.
Dan Lot mengetahui bahwa penduduk Sodom adalah yang memandang pernikahan adalah untuk memperoleh kuasa melalui hubungan badan.
Dengan memberikan anaknya kepada penduduk kota itu, berarti Lot bermaksud berbagi kuasa dengan orang Sodom; dengan kuasa yang dimilikinya, asalkan orang Sodom tidak mengganggu kedua tamunya.

Dengan menyambut malaikat itu Lot memperoleh keselamatan.
Dan memang yang terutama adalah Abraham yang meminta Allah supaya menyelamatkan Lot dan keluarganya; karena Abraham menerima hidup di dalam dua kasih terutama, itulah sebabnya ia bisa ditemui oleh Allah; tidak demikian dengan Lot; tetapi karena Lot masih menerima hidup di dalam sepuluh perintah menurut hukum Taurat maka ia masih dapat mengenal kuasa yang ada pada kedua malaikat tersebut.

Pertanyaan no.4
Anak Lot tentu saja memandang pernikahan adalah untuk memperoleh keturunan; itulah sebabnya mereka mengutamakan memperoleh keturunan di atas segalanya.

Keduanya tidak dapat terhubung dengan luar pegunungan karena ayahnya takut diketahui oleh penduduk Zoar, bahwa kota Sodom dihancurkan karena cara mereka memandang pernikahan adalah untuk memperoleh kuasa melalui hubungan badan; Sodom dan Zoar memiliki kesamaan dalam memandang pernikahan.

Mungkin Abraham telah memberitahu Lot akan rencana Tuhan :angel:

Banyak yg memperdebatkan ayat2 ini, dan sebagian ada yg mengatakan kalau yg menghancurkan Sodom n Gomora bknlah malaikat tuhan, melainkan mahluk yg dtg dr luar angkasa/alien…