"pertemuan" dg orang2 dikasihi ---nanti--- ? (trace of memories)

Sepertinya (mungkin) tidak ada ayat eksplisit ttg “pertemuan kembali” antar orang2 dikasihi atopun yang pernah dikenal semasa hidup sso di dunia disaat nanti orang ini HidupKekal.

Namun saya ada ketemu 1 ayat (hasil interpretasi saya sendiri) , yang kayaknya “mendukung” bhw si penulis ayat mempercayai adanya “pertemuan” tsb.

Saya tidak sebut dulu ayatnya, karena saya mao tau dulu… :
Apakah Kekristenan tidak mengajarkan (tidak mengijinkan utk berpendapat / melarang) bhw akan ada “pertemuan” disaat HidupKekal nanti ?

Pertanyaan ini timbul setelah sempet baca2 internet, dimana “terselip” konklusi bahwa : tubuh yang dibangkitkan adalah tubuh kemuliaan yang roh/jiwa & "raga"nya completely new… all new, no trace of memories semasa jiwa ini hidup di dunia.

Baik jawabannya adalah : tidak apa apa…
Kekristenan tidak melarang (mengijinkan) sso yg K utk berpendapat yang ijo diatas …

ataupun : YA…
Kekristenan tidak mengijinkan (melarang) sso yg K utk berpendapat yang ijo diatas…

apakah ada ayat2 pendukungnya ? —> dimana ayat tsb bisa di-interpretasikan oleh Kekristenan sebagai jawaban dari dukungan jawaban tsb (entah yg biru atopun yg merah) ?

salam.

======= edit =======
karena fokus topik meluas, saya rubah judul topiknya … :slight_smile:

Kalau nanti tidak mengenal orang-orang yang pernah dikenalnya, bagaimana mungkin ia dapat mengenali Yesus?
Yesus yang tidak pernah dikenalnya saja bisa dikenal :smiley:

Why. 1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.
Seperti itu sih pengertian saya :smiley:

Salam,

Ada ayat yg menjelaskan bahwa di kehidupan kekal nanti org2 yg sdh selamat akan hidup spt malaikat.
Tetap saling mengenal tapi tdk ada lagi keterikatan suami/istri ataupun family, hanya seperti teman.
Matius 22:30 Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.
GBU

klo mnrt saya seh

pada saat kita bangkit kembali kita akan saling mengenal satu sama lain namun

sebagai seorang pemenang dalam KRISTUS YESUS tanpa adany keterikatan hubungan duniawi.:slight_smile:

Jadi… masih ada trace of memories semasa jiwa ini hidup di dunia, ya vbn ? :slight_smile:

Seperti itu sih pengertian saya
Ya... menurut saya juga demikian ... :)

Makasi atas masukan dari vbn.

salam.

halo paul…

tapi kok saya nggak “nemuin” ayat diatas tsb bisa dimengertikan bahwa kehidupan disana nanti itu - penghuni2nya tetap saling mengenal ya ?

apa mungkin ada ayat lain ?

makasi paul atas masukannya.

salam.

Halo (my) Master… :slight_smile:

Ya… saya pun sebenernya berpendapat begitu… namun karena saya bukan K, makanya saya ingin tau apakah ada ayat yg kira2 bisa mendukungnya ?

makasi master atas masukannya.

:slight_smile:
salam.

Mengenai trace of memories, artikel berikut bisa membantu
http://xploremyfaith.com/?p=1387

Intinya, masih ada memori mengenai:

  • perbuatan yang kita lakukan
  • kesempatan yang kita lewatkan
  • janji-janji yang terpenuhi

Salam

Blog yang menarik !.. makasih pak atas link-nya …:slight_smile:

Intinya, masih ada memori mengenai: - perbuatan yang kita lakukan - kesempatan yang kita lewatkan - janji-janji yang terpenuhi
Ulasan blog tsb IMO masuk akal buat saya ..... Karena Blog tidak meng-include-kan : - perbuatan yang [b]orang lain lakukan[/b] thdp kita.:)

makasih sekali lagi Oom.

salam.

Tidak ada ayat pendukung utk itu. Kecuali pengembangan dari apa yang ada di Mat 22:25-30

22:25 Tetapi di antara kami ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, tetapi kemudian mati. Dan karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya.
22:26 Demikian juga yang kedua dan yang ketiga sampai dengan yang ketujuh.
22:27 Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itu pun mati.
22:28 Siapakah di antara ketujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab mereka semua telah beristerikan dia."
22:29 Yesus menjawab mereka: "Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!
22:30 Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.

Jawaban Yesus di ayat 30 tersebut kurang lebih adalah sbb:

Farisi & Saduki ===> : “Siapakah di antara ketujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab mereka semua telah beristerikan dia”?

Yesus ====> “None of them

Tidak satu pun dari tujuh Laki-laki itu yang akan menjadi suami si Perempuan tsb.

Berarti:

  • Si Perempuan itu tidak memiliki suami di Surga kelak; Ketujuh laki-laki itu juga tidak beristri.

Otomatis:

  • Anak-anak (jika ada) yang pernah terlahir dari Perempuan + 7 Laki-laki tersebut pun menjadi tidak ber-ayah dan tidak ber-ibu.
    ====

Tapi apakah masing-masing akan saling mengenal??? Itu masalah lain.

Jika saya dan sdr. Odading kelak akan dibangkitkan… saya akan mengenal Sdr. Odading… tapi bukan karena pernah ‘bertemu’ sebelumnya di FK ini.

Demikian halnya saya dengan orang-orang dekat saya (anak, isteri, ortu, etc). Saya aka mengenal mereka tapi bukan sebagai anak, isteri, ortu saya ketika masih hidup di bumi; tapi sebagai anak-anak Tuhan.

Sebab, saya di surga kelak adalah “TIDAK BERISTRI”
sebab isteri saya di Surga kelak adalah “TIDAK BERSUAMI”
Anak-anak saya di Surga kelak adalah “TIDAK BER-IBU dan BER-BAPA”.

Semua manusia saat kebangkitan badan adalah new-born, sebagai anak-anak Tuhan.

Luke 20:36

Neither can they die any more: for they are equal unto the angels; and are the children of God, being the children of the resurrection.

Oleh karenanya, semua manusia di kehidupan abadi adalah Perawan dan Perjaka dan akan tetap demikian selamanya.

Karena: in the resurrection they neither marry (LAKI-LAKI), nor are given in marriage [PEREMPUAN], but are as the angels of God in heaven

Pertanyaan ini timbul berdasarkan hasil diskusi saya dgn temen Kristen di : https://forumkristen.com/index.php?topic=42549.0 ---> dimana "terselip" konklusi bahwa : tubuh yang dibangkitkan adalah tubuh kemuliaan yang roh/jiwa & "raga"nya completely new.... all new, no trace of memories semasa jiwa ini hidup di dunia.

Jika teman dimaksud disini adalah Saya, Granits… maka sekedar klarifikasi: "Saya belum mematoknya sebagai “konklusi”, melainkan “cenderung memahaminya demikian”

AFAIR, konklusi saya: “Saya tidak tahu

Salam,

Iya dong bro… karena yang pokok dari ‘kebangkitan’ itu –sebenarnya– adalah bukan tubuh jasmani manusia-nya melainkan “jiwa” kemanusiaannya.
Dan “jiwa kemanusiaannya” itu sendiri adalah terdiri dari perasaan, pikiran, angan-angan, dan sebagainya. Semuanya itu akan dibungkus dengan tubuh yang baru, yang akan dikenakan-Nya kepada mereka yang dibenarkan-Nya.

Yak. 5:20 ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.
1Ptr. 1:9 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.

Salam,

Hi7…saya ingin main main dengan anda untuk membuktikan saya benar atau bohong <kadang2 saya jg boong hi7)

Silahkan anda baca baca Al-kitab dalam perjanjian Lama…sedikit petunjuk

coba baca daniel…mazmur…amsal…samuel…hakimhakim…argh banyak lah lp dimana tepatnya berada:P

kebanyakan main di PB neh si bro…:stuck_out_tongue:

sekali kali main ke PL :stuck_out_tongue:

Lho kehidupan spt malaikat itu malah sangat tdk terbatas utk saling mengenal kan?
IMO malaikat yg jumlahnya kira2 sejumlah manusia itu saling mengenal, tdk spt manusia yg sangat terbatas dlm mengenal satu sama lain :slight_smile:
GBU

Iya yaahh… kayaknya tentu semua memang saling kenal …IMO — lewat “telepati” (mind) bukan lewat penampilan muka…:slight_smile:

Makanya kalo makin tinggi hidup spiritual sso di bumi, —setelah mati dan bangkit— makin canggih dia bisa meng"ada"kan apa saja yang ada di mind-nya saat pake tubuh roh. Misal kalo mind-nya mao ketemu si anu, fokus sedikit maka dalam “sekejap” dia bisa ketemu si anu… kalo mind-nya rindu ama gugguk kesayangan, fokus sedikit maka tiba tiba lagi becanda deh dengan si molly… :slight_smile:

asik yaa…

salam.

Iyaa… saya sebenernya juga nggak sedang berpikir adanya relasi-duniawi : suami-istri-anak-adik-kakak-paman-om-tante dlsb kok… :slight_smile:

Demikian halnya saya dengan orang-orang dekat saya (anak, isteri, ortu, etc). Saya aka mengenal mereka tapi [b]bukan sebagai anak, isteri, ortu[/b] saya ketika masih hidup di bumi; tapi sebagai anak-anak Tuhan.
menurut granits, apa pendapat granits ttg "trace of memories" ?
Sebab, saya di surga kelak adalah "TIDAK BERISTRI" sebab isteri saya di Surga kelak adalah "TIDAK BERSUAMI" Anak-anak saya di Surga kelak adalah "TIDAK BER-IBU dan BER-BAPA".
Ya... saya sependapat dgn quote diatas.... namun, IMO - karena "trace of memories", maka menurut saya ---pengenalan tsb--- "nyadar" bahwa itu adalah "bekas" istri yang dicintainya di bumi... :)
Semua manusia saat kebangkitan badan adalah [b]new-born[/b], sebagai [b]anak-anak Tuhan[/b].
Apakah "[b]anak-anak Tuhan[/b]" ini mempunyai tingkatan-tingkatan ? ataukah semua setara ?

Adakah perbedaan “tingkatan” (not literally) misal, antara Abraham dgn sso Kristen biasa jaman sekarang dgn masing2 tubuh kemuliaannya ?

Neither can they die any more: for they are equal unto the angels; and are the children of God, being the children of the resurrection. Begimana menjabarkan yg ijo ?

Oleh karenanya, semua manusia di kehidupan abadi adalah [i]Perawan[/i] dan [i]Perjaka[/i] dan akan tetap demikian selamanya.
malaikat itu ada yg perempuan ada yang laki nggak ya ? kok kalo nongol di bumi selalu sebagai laki2 deh ya kayaknya di ayat ? :char11:
Jika teman dimaksud disini adalah Saya, [b]Granits[/b].... maka sekedar klarifikasi: "Saya belum mematoknya sebagai "[b]konklusi[/b]", melainkan "cenderung memahaminya demikian"
Kalo gitu... supaya nggak terjadi kesalah-pahaman.... tak cabut deh pernyataan yg ada di awal thread menyangkut hal ini .... :char11:

btw… apakah perempuan ber-suamikan 7 orang, apa emang bisa lolos sensor utk masuk di kategori “hidup kekal” ?? :char11:

salam.

Iya master,

ayat yang sempet saya baca saat bikin thread ada di 2 Samuel :(23) Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku."

—> yang merah karena “memori”, yang coklat karena belon sempet ber"memori" ria … :char11: :smiley: :tongue:

salam.

I Kor 13:8-13

[i]13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

13:9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.

13:10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.

13:11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.

13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.[/i]

Pengenalan/pengetahuan kita akan Allah dan penghuni surga lainnya bukanlah karena ‘pengetahuan’ kita sebelumnya ketika di dunia akan Allah dan orang-orang tersebut.

Melainkan karena direct intuition yang adalah merupakan rahmat.

Kemampuan kita utk face to face dengan sang Khalik kelak pun adalah karena kita sudah disempurnakan dengan rahmat yang namanya light of glory (lumen gloriae) ==> Konsili Vienna 1311

====

Adakah perbedaan "tingkatan" (not literally) misal, antara Abraham dgn sso Kristen biasa jaman sekarang dgn masing2 tubuh kemuliaannya ?

Ada dua kategori kekudusan di Surga: 1) Essential beatitude dan 2) Accidental beatitude.

Ada perbedaan degree pada accidental beatitude… sesuai dengan tingkat akhlak si orang ybs semasa hidupnya.===> Konsili Florence

Bunda Maria adalah yang paling bahagia di surga (pada accidental beatitude); kemudian diikuti para Martir, Rasul, dan Nabi;

untuk lebih jelasnya, coba ini: http://www.newadvent.org/cathen/07170a.htm

[English saya begitu terbata-bata… saya takut jika penjelasan saya malah gak sesuai]

[i]Neither can they die any more: for [b]they are equal unto the angels[/b]; and are[b] the children of God[/b], being the children of the resurrection[/i]. Begimana menjabarkan yg ijo ? malaikat itu ada yg perempuan ada yang laki nggak ya ? kok kalo nongol di bumi selalu sebagai laki2 deh ya kayaknya di ayat ? :char11:

P dan V adalah daging. Malaikat tak berdaging, jadi gak mungkin berkelamin.

Equal dalam segala hal kecuali dalam hal ‘kedagingan’.

Coba googling bible commentary yg berikut: Haydocks, Navarre, Lapide, Thomas Aquinas-catena aurea.

Semuanya Katolik punya.

btw.... apakah perempuan ber-suamikan 7 orang, apa emang bisa lolos sensor utk masuk di kategori "hidup kekal" ?? :char11:

Kenapa nggak?

Toh dia tidak bersuamikan ke-7 nya sekaligus. Tapi bergiliran satu per satu karena kematian.

Memilik isteri/suami sampai 1000 orang pun gak masalah, sepanjang bukan karena diceraikan oleh manusia, melainkan karena kematian.

====

Salam,

Kalo saya bermain pada kata “sempurna”, IMO - bisa mempunyai kemungkinan 2 arti :

  1. semua baru&sempurna tanpa landasan “sebelumnya” tidak sempurna
  2. tidak-sempurna disempurnakan menjadi sempurna.

Saya cenderung memilih no.2.
Entah dimana ayatnya (maap ya… saya emang gak pinter hafal ayat, cuma inget sekitar kalimat2nya aja) … kalo gak salah kira kira begini : “gak ada lagi sedih, gak ada lagi aer mata, dlsb”.

[b]Pengenalan/pengetahuan kita akan Allah dan penghuni surga lainnya [b]bukanlah karena 'pengetahuan' kita sebelumnya ketika di dunia akan Allah dan orang-orang tersebut[/b].
Jadi.... saat mereka2 yang HidupKekal ini ngeliat Yesus, mereka gak nyadar bahwa [b]diri mereka[/b] saat hidup didunia itu diselamatkan karena Yesus ?

Bagi mereka saat ketemu Yesus itu, yaa… cuma ngeliat Dia sebagai sosok asing yang Mulia saja ? ataupun …

Melainkan karena [i][b]direct intuition[/b][/i] yang adalah merupakan rahmat.
ataupun... dgn rahmat, ya mereka sekedar tau bahwa : [i]"oooh.... itu yang namanya Yesus, yang jadi penyelamat dunia - penebus dosa"[/i] ---> dimana bahkan kalimat ini sendiri tidak dimengerti sama sekali bagi yg mengucapkannya.... karena mereka tidak tau ([b]secara esensi[/b]) : apa itu dosa, apa itu dunia, apa itu penyelamat/penebus..., apalagi [i][u]siapa Yesus [/u] secara hubungan/pengalaman pribadi 'bersama' Yesus semasa hidupnya[/i] :)
karena kita sudah [b]disempurnakan [/b]dengan rahmat yang namanya [i][b]light of glory (lumen gloriae)[/b][/i] ==> Konsili Vienna 1311
Nah.... jadi, disempurnakan ? (no. 2) ataukah totally NEW-sempurna ? (no. 1) :)

Jadi maksud saya disini… ada “kesadaran” pada mind jiwajiwa hidup kekal ini, akan yang tadinya gak sempurna sekarang disempurnakan menjadi sempurna —> sehingga bagi saya, “satu satunya” jalan utk aplikasi yang ijo adalah : “memori” saat masih hidup di dunia…:slight_smile:

bersambung

granits, disini saya bukan lagi “menentang” pengertian keKristenan… namun saya cuma kasih pendapat ttg pengertian saya pada hal ini … :).

IMO :
kehidupan manusia di bumi — bukan sekedar iklan numpang lewat (pesan sponsor) yang tidak ada hubungan/kaitannya dgn film yang kita lagi tonton.

Yang biru (menurut saya) berkaitan dgn waktu kehidupan nanti.

Apabila pada saat coklat Allah memberikan kesempurnaan-BARU (ibarat saat penciptaan Adam) maka menurut saya yg biru jadi bisa kayak iklan saja…, tidak ada esensi, tidak ada pula keterkaitan atao palingan cuma sekedar dipake utk nge-judge ? … :slight_smile:

Dengan demikian : (menurut saya loh :))

Pengenalan/pengetahuan kita akan Allah dan penghuni surga lainnya [s]bukanlah[/s] adalah karena 'pengetahuan' kita sebelumnya ketika di dunia akan Allah dan orang-orang tersebut.
:char11:
Ada dua kategori kekudusan di Surga: 1) [i]Essential beatitude[/i] dan 2) [i]Accidental beatitude[/i].

Ada perbedaan degree pada accidental beatitude… sesuai dengan tingkat akhlak si orang ybs semasa hidupnya.===> Konsili Florence

Bunda Maria adalah yang paling bahagia di surga (pada accidental beatitude); kemudian diikuti para Martir, Rasul, dan Nabi;

untuk lebih jelasnya, coba ini: http://www.newadvent.org/cathen/07170a.htm

Menarik… nanti akan saya cek linknya… makasih granits atas link-nya … :slight_smile:

P dan V adalah daging. Malaikat tak berdaging, jadi gak mungkin berkelamin. Equal dalam segala hal kecuali dalam hal 'kedagingan'.
Nah... kalo malaikat gak berdaging .... bagaimana ya dgn tubuh-keMulia-an yg bisa dipegang kayak saat Yesus bangkit tsb ? ada P or V nya gak ya ? hahaha ... (gak usah dijawab ah kalo yang ini, kaco jadinya... ;D).
Coba googling bible commentary yg berikut: [i]Haydocks, Navarre, Lapide, Thomas Aquinas-catena aurea[/i].
Ya,,, nanti akan segera saya coba google... thanks.
Memilik isteri/suami sampai 1000 orang pun gak masalah, sepanjang bukan karena diceraikan oleh manusia, melainkan karena [b]kematian[/b].
Kalo kematiannya karena dibunuh ama istri/suami sendiri ? hahaha ... ;D (OOT).

makasi granits atas masukan2nya.

salam.

Bagaimana dengan ayat 8, ‘PENGETAHUAN AKAN LENYAP’?

Entah dimana ayatnya (maap ya... saya emang gak pinter hafal ayat, cuma inget sekitar kalimat2nya aja) ... kalo gak salah kira kira begini : "gak ada [b]lagi [/b]sedih, gak ada [b]lagi [/b]aer mata, dlsb".
Bayangkan seorang ibu, yang masih memiliki 'memori' akan anak yang dia lahirkan dan sangat dicintainya... dan menyadari bahwa ternyata anak-nya tersebut tidak berada diantara mereka, para kudus di surga.... Apa gerangan yang akan dia rasakan dengan adanya memori akan hal tersebut? SEDIH... so pasti. But hey.... di surga gak ada sedih dan air mata lho :)
Jadi.... saat mereka2 yang HidupKekal ini ngeliat YESUS, mereka gak nyadar bahwa [b]diri mereka[/b] saat hidup didunia itu diselamatkan karena YESUS ?
Mereka justru semakin sadar....
Bagi mereka saat ketemu YESUS itu, yaa... cuma ngeliat Dia sebagai sosok asing yang Mulia saja ? ataupun ... ataupun... dgn rahmat, ya mereka sekedar tau bahwa : [i]"oooh.... itu yang namanya YESUS, yang jadi penyelamat dunia - penebus dosa"[/i] ---> dimana bahkan kalimat ini sendiri tidak dimengerti sama sekali bagi yg mengucapkannya.... karena mereka tidak tau ([b]secara esensi[/b]) : apa itu dosa, apa itu dunia, apa itu penyelamat/penebus..., apalagi [i][u]siapa YESUS [/u] secara hubungan/pengalaman pribadi 'bersama' YESUS semasa hidupnya[/i] :)
Mari kita lihat contohnya kepada Manusia pertama; Adam dan Hawa Apakah pengenalan dan kesadaran mereka akan Allah adalah berdasarkan pengalaman???

Atau para malaikat yang diciptakan Allah… apakah mereka baru sadar siapa itu Allah setelah sekian lama dulu mengalami bersama-sama dengan Allah?

Nah.... jadi, disempurnakan ? (no. 2) ataukah totally NEW-sempurna ? (no. 1) :)
Disempurnakan.... berarti totally new sempurna dan final.

Ibaratnya instalasi… itu adalah Clean Install dan final. Bukan upgrade 98— upgrade ME—Upgrade XP…dst.

Oleh karenanya yang meninggal ketika masih bayi, akan memiliki pengetahuan/pegenalan yang sama dengan, say, kakaknya yang meninggal setelah berstatus Guru Besar di Harvard.

Jika trace memory yang menjadi dasar ‘pengenalan’ disini, maka si bayi takkan mengenal ortunya; sementara si Professor akan sangat mengenalnya.==> saya tidak yakin adanya ketimpangan yg seperti ini di Surga.

Jadi maksud saya disini.... ada "kesadaran" pada mind jiwajiwa hidup kekal ini, akan [i]yang tadinya gak sempurna[/i] sekarang disempurnakan menjadi [i]sempurna[/i] ---> sehingga [b]bagi saya[/b], "satu satunya" jalan utk aplikasi yang ijo adalah : "memori" saat masih hidup di dunia...:)

bersambung

Pengetahuan akan lenyap, tak berjejak. Digantikan pengetahuan yang sempurna.
Anak yang baru berumur 1 minggu ketika mati===> akan memiliki pengetahuan yang sama dengan yang dimiliki Einstein [Jika Eistein ada di Surga]

===

Salam