Pertumbuhan Masjid lebih rendah daripada Gereja

Maaf, mungkin ini berita sudah beberapa bulan lalu, tapi saya tertarik karena kemarin dulu di sebuah TV nasional ada seorang pengamat muslim mengungkapkan angka2 pertumbuhan rumah ibadah di Indonesia dari berbagai agama dan menurutnya pertumbuhan gereja lebih pesat daripada mesjid. Data tersebut lantas dijadikan argumen bahwa bangsa Indonesia, khususnya umat Islam yang mayoritas, sangat toleran. Data tersebut juga pernah diungkapkan Menteri Agama beberapa bulan lalu.

Menteri Agama: Pertumbuhan Masjid di Indonesia Paling Rendah
Angkanya cukup jauh dibandingkan pertumbuhan tempat ibadah agama lain.
Jum’at, 23 Agustus 2013, 09:02 Aries Setiawan, Erik Hamzah (Bekasi)

VIVAnews - Menteri Agama Suryadharma Ali mengungkapkan, pertumbuhan masjid di Indonesia dalam 20 tahun terakhir, paling rendah dibandingkan tempat ibadah agama lain.

Hal itu dikatakan Suryadharma saat memberikan sambutan dalam pembukaan Munas III Front Pembela Islam di Asrama Haji Bekasi, Kamis malam 22 Agustus 2013. Kata Suryadharma, pertumbuhan masjid dalam 20 tahun ini hanya sebesar 64 persen.

“Angka itu cukup jauh dibandingkan gereja Katolik yang mencapai 133 persen, gereja Protestan 153 persen, rumah ibadah Hindu 350 persen dan tempat ibadah umat Buddha wihara 450 persen,” kata Suryadharma Ali.

Rendahnya pertumbuhan masjid, katanya, lebih disebabkan faktor kemiskinan. Maka tidak aneh banyak ditemui pengumpulan dana pembangunan masjid masih dilakukan dengan cara turun ke jalan.

“Kalau ngecrek, baru bisa dapat dana bangun dalam 4 hingga 6 tahun. Sehingga kalau selesai dan diresmikan struktur bangunannya sudah rapuh,” katanya.

Namun sayang, Suryadharma mengaku kementeriannya tidak punya dana yang banyak untuk membantu pertumbuhan masjid maupun tempat ibadah umat agama lain di Indonesia.
“Kementerian tidak mempunyai kemampuan (dana) untuk membangun rumah ibadah, baik itu masjid, gereja ataupun wihara,” ucapnya.
Perangi Kemiskinan
Karena itu, Suryadharma berharap agar arah perjuangan FPI juga dilakukan untuk mengentaskan segala permasalahan di kalangan umat Islam. Termasuk memerangi kemiskinan dan kebodohan di kalangan muslim. Bukan hanya berjihad pada satu medan saja.

“Banyak cara untuk menang. Omong kosong mau menang perang tapi mengabaikan pendidikan, mengabaikan ekonomi dan mengabaikan politik,” katanya.

“Mari ragamkan perjuangan, saya setuju FPI dan pemerintah berbagi tugas. Ada kepentingan lain yang tidak boleh diabaikan, pendidikan kita masih tertinggal,” lanjutnya. (ren)

Kalau dihitung persen, jelas saja pertumbuhan masjid jadi lebih lambat.
Misalnya, dalam satu kurun waktu, dari 100 jadi 110. Itu bertambah 10%.
Sementara dalam waktu yang sama, gereja dari 10 jadi 16, itu bertambah 60%.

Bagaimana pula dengan musholla? Seharusnya dihitung juga, karena lebih cepat bertambah daripada masjid.

Salam

Di sekolah, kampus, perkantoran, mal, dan rest area di jalan tol sering dibangun bukan sekedar mushola tetapi masjid. Tidak jarang dengan bangunan megah. Apakah pembangunan masjid di lokasi-lokasi tersebut menempuh prosedur perijinan mendirikan rumah ibadah seperti kalau membangun gereja, pura atau vihara? Saya kira tidak, karena bangunan tersebut dianggap fasilitas dari tempat-tempat tersebut.

Data kemenag tentang pertumbuhan rumah ibadah tersebut sering dijadikan argumen oleh sebagian muslim bahwa gereja sudah kebanyakan, karena itu pembangunannya harus dibatasi. Yang menarik adalah yang sering dikoar-koarkan adalah “Indonesia kebanyakan gereja”, padahal dari data tersebut pertumbuhan rumah ibadah Hindu 350 persen dan tempat ibadah umat Buddha wihara 450 persen, jauh lebih tinggi daripada gereja Katolik (133%) atau gereja Protestan (153%). Kenapa pertumbuhan rumah ibadah Hindu yang 2x lebih pesat, atau vihara yang 3x lebih pesat daripada gereja jarang sekali diributkan?

Karena ada “kepentingan” dalam menyajikan data statistik, yaitu untuk memojokkan pihak tertentu :smiley:

Salam

Semoga pertumbuhan gereja di Indonesia bukan cuma ttg bangunan namun lebih karena semakin banyak yg bertobat

Lha banyak yg gak pake IMB, terus surau dan mushola gak di etung !!
.
Cermin kualitas tetangga sebelah, berharap dapat pahala dari fitnah dan dusta. he…he…

“Rendahnya pertumbuhan masjid, katanya, lebih disebabkan faktor kemiskinan. Maka tidak aneh banyak ditemui pengumpulan dana pembangunan masjid masih dilakukan dengan cara turun ke jalan.”

Urutan pertumbuhan rumah ibadah dari yang tertinggi adalah vihara, pura, gereja, dan masjid. Kalau alasan pertumbuhan masjid yang rendah adalah kemiskinan, maka yang paling kaya adalah umat Budha lalu umat Hindu, baru umat Kristen.

Tiap2 kelurahan aja udah ada masjid koq, memangnya mau nambah brp lagi?
Pernyataan itu dikeluarkan hanya untuk menunjukkan “betapa tolerannya” umat Muslim seperti Muhammad terhadap umat agama yang lain. “Jadi jgn ributkan soal GKI Jasmin, lurah Susan, ataupun kata2 Bang Rhoma tentang jangan biarkan umat Kristen menjadi pemimpin, kita udah sangat toleran lho, kalian minoritas jangan ngelunjak yah!” mungkin maksudnya gitu…

Atau jika kita berpikir positif, mungkin maksud Pak Suryadharma Ali dalam Munas FPI itu agar orang2 FPI ga lagi berjihad di jalan kekerasan seperti sweeping2an, tapi supaya fokus di pendidikan dan membangun masjid mungkin ya?

Kalau orang yang pikirannya sehat memang begitu, karena masjid kurang maka saya akan bangun masjid. Tetapi yang pikirannya rusak dan hatinya penuh kedengkian akan berkata, gereja sudah kebanyakan, jangan tambah lagi atau kami hancurkan!

So, apa nih tindak lanjut kita dari obrolan ini ? Apakah hanya sebatas kegelisahan dalam hati atao… demo besar-besaran misalnya gituw ? :azn:

Apakah ini bisa diartikan bahwa pertumbuhan umat kristen sudah masuk ‘siaga1’?

Kenapa diungkap dimunas fpi?, kenapa ga munasnya nu, muhammadiyah atau lembaga pemerintah?, ada apa ini? Yg ngomong mentri lho!

WASPADALAH!!! WASPADALAH!!! WASPADALAH!!!

Masalah pertumbuhan gereja yang menurut sebagian muslim kebanyakan sering dijadikan salah satu alasan untuk menolak pendirian gereja. Jadi mereka mungkin berkata, hai Kristen, gereja kan sudah banyak, sesuai dengan persentase kalian harusnya gak sebanyak ini. Masih mau bikin gereja lagi?

Saran saya bagaimana kalau orang-orang Kristen di suatu wilayah yang mayoritas muslim bersatu lalu mendirikan gedung gereja bersama yang bisa dipakai bergantian, atau mungkin memiliki lahan bersama dan di atasnya dibangun gereja masing2.

Klw di kompleks militer sudah sering begitu, misalnya di daerah Bandung ada di dalam kompleks militer dibangun sarana ibadah Kristen, kalau Sabtu dipakai gereja Advent, hari Minggu berbagi antara Katolik, GKP, dan gereja Pantekosta.

Klo dari media sosial, misalnya bikin voting/dukungan/penolakan dll, kira2 gimana responnya?, klo sdh pernah ada, hasilnya bgm?, dishare ya…

saya rasa pertumbuhan jemaat(utamanya secara kualitatif) lebih penting daripada pertumbuhan jumlah gedung gereja.amanat agung Tuhan Yesus adalah untuk menjangkau jiwa,bukan untuk membangun gedung gereja sebanyak-banyaknya.

[email protected]

Kenape si mentri agame kite sampe bicaranye berisi demikian…?? , tidak lain dan tidak bukan karena si mentri tsb sudah faham serta sadar sesadarnya bahwe kebanyakan anggota fpi itu isinya adalah terdiri dari orang orang yang pendidikannya kurang ( sangat kurang malah, namun fanatik abis terhadap agamanye ) dan mudah sekal diisi dengan doktrin-doktrin mengenai hal-hal yang sifatnya berlawannan dng faham agama yang diyakininya…Apalagi masalah issue pendirian gereja…?? wAAHH…MEREKA MEMaNG GETOL DIAJARI UNTUK ANTI TERHADAP pendirian gereja…apalagi orang kristen… Jadi intrik politiknya adalah bahwa Surya darma ali memakai wadah fpi sebagai speeker /loud speeker sebagai perwakilan komunitas keagamaan mayoritas untuk melawan suara dunia terhadap issue intoleransi beragama di negeri kita tercinta ini…Karena dia bekerja di bawah payung pemerintah NKRI

yang penting itu kualitas bukan kuantitas

trz jadinya gmna nh ?