Perumpamaan Pokok Anggur

lha kalo Konsep OSAS itu kebenaran subjektif atau memang bener-bener objektif?

Jadi apa arti keseluruhan dari perumpamaan ini?

Berkaitan dengan blog elu:
Darimana saya bisa yakin kalau diri saya sudah berusaha untuk sempurna?
Jadi bagaimana saya bisa tahu kalau diri saya sekarang ini diperkenan oleh Allah?

Elu jangan cuma koar-koar strawman terus mewek mewek Hen.
Kalau elu bilang ada suatu tuntutan dari Allah terhadap diri kita (dalam hal ini adalah berusaha untuk sempurna), maka harus ada suatu ukuran supaya kita bisa yakin kalau saya sudah memenuhi tuntutan Allah itu.

Itu pertanyaan logis dari kesimpulan di blog elu. Jangan cuma mewek-mewek trus bislang saya nuduh gak jelas.

Kalau saya, Dang, keyakinan keselamatan itu bukan liat diri saya.
Tapi liat karya Kristus. Saya yakin selamat karena Kristus telah menyelamatkan saya. Meskipun diri saya dosanya besar, setengah besar atau kecil, ataupun saya percaya Kristus banget, agak percaya, rada ragu-ragu, tetep aja bukan tergantung diri saya. Tapi karena Kristus sudah menyelamatkan.

Kalau gitu nurut elu, subyektif atau obyektif?

nurut kamu gimana?
kebenaran OSAS itu subjektif atau kebenaran objektif?

Saya gak lagi ngomongin kebenaran OSAS. Saya sedang membandingkan tafsiran Henhen dan tafsiran saya tentang keselamatan. Tafsiran Henhen subyektif karena penilaiannya bergantung pada diri sendiri. Sedangkan saya obyektif karena bukan bergantung pada diri manusianya.

kalau dari proses interpretasinya,
apakah tafsiran versi ALEPH itu SUBJEKTIF terhadap Kemampuan Penafsirannya mas Aleph gak sih?
ataukah apakah tafsiran versi ALEPH itu SUBJEKTIF terhadap preferensi tafsir Aleph pribadi (misal keyakinan versi aleph)?

ataukah Tafsiran versi Aleph itu OBJEKTIF karena mas aleph sudah bisa memverifikasi semua hasil tafsiran itu dengan alatukur yang measurable dan tervalidasi?

Larinya ke situ mlulu. Lu gak ada bahan lain emangnya Dang?

Ini mungkin bahan lain yg bagus utk dipikir
Dr pd menyalah benarkan pikiran org, tul-tak
Apa indikator, bw kita sedang on the right track

Salam Damai!

lha gimana…

elo bilang objektif…

alkitab bilang “ujilah segala sesuatu”…

gw kan cuma diperintah alkitab untuk menguji post elo “ini objektif”

maka gw tanya… gimana kamu sampai pada kesimpulan “Objective”
→ gimana verifikasi “object” nya itu?
→ alat ukurnya apa? parameternya apa?
→ validasinya gimana? standardnya brp?

ini perintah alkitab lho… :smiley:

Kl mau obyektif, maka kita kudu melihat proses nyata perkebunan anggur. Tuhan gak mungkin mengajar jauh-jauh dari proses riil kan.
Proses nyata perkebunan anggur mperlihatkan:

  1. Ranting yg berbuah dibersihkan agar lebih banyak berbuah
  2. Ranting muda diangkat supaya kena sinar matahari shg bisa berbuah
  3. Ranting tua yg tidak berbuah dipotong

Semuanya ada.

Maksudku,
Kita sedang berusaha menjadi sempurna
Apa2 saja yg hrs kita kerjakan se-hari2-nya
Apa saja indikatornya, bw kerja itu on the track

Hasil kerja nyata bisa dicarikan alat ukurnya
Semua kerja itu bisa di-list dan di-sortir
Seturut prioritas kita yg bisa beda

Salam Damai!

buat sebagian orang yang obyektif itu gak pernah dilakukan pemotongan

mungkin metode baru dalam menanam anggur ;D

Betul,
ini adalah proses perkebunan anggur.
Kemudian secara obyektif kita liat perumpamaan yang diceritakan Tuhan Yesus. Adakah Yesus menceritakan tentang ranting tua yang dipotong?

Yang ada adalah ranting yang kering, yaitu penggambaran tentang orang tidak tinggal di dalam Dia.
Fokus perumpamaan ini adalah pada Yesus sebagai pokok anggur dan Bapa, sebagai pengusahanya.
Yesus dan Bapalah yang berperan supaya kita bisa berbuah.
Jangan malah jumawa mengira diri kitalah yang berperan menghasilkan buah, sehingga seolah-olah ‘menantang’ Allah untuk memotong bila kita tidak menghasilkan buah.

bukankah kamu yang jumawa, karena membatasi Allah untuk tidak boleh memotong ranting tua?
padahal kamu juga percaya bahwa Allah berhak dan bisa bertindak suka-suka Allah.

kok diballik balik sih mas?
pusing pala berbi lhooo…

Yudas Iskariot.

Mengapa pada saat itu Tuhan Yesus tiba-tiba bicara tentang pemotongan? Karena perumpamaan ini mengandung konteks spesifik.

Dalam konteks spesifik perumpamaan tersebut, fruitless branch mngacu secara khusus pada Yudas. Yudas sudah diberi kesempatan bersama-sama Tuhan sekian lama tetapi tidak berbuah. Sudah tiba saatnya bagi Yudas untuk dibuang ke luar.
Pada saat perumpamaan ini disampaikan, Yudas sudah pergi. Tuhan Yesus menyuruh dia pergi. Yudas lalu kerasukan Iblis dan mengkhianati Tuhan.
Ke-11 rasul yang lain tetap di sana mendengarkan Tuhan. Tuhan lalu menyampaikan pemotongan ini sehingga kelak mereka mengingat bahwa fruitless branch yang dibuang ke luar adalah Yudas Iskariot.

Kepada para rasul yang lainnya, Tuhan mengatakan bahwa mereka akan diangkat lalu dibersihkan agar berbuah lebih banyak.

Yudas Iskariot kriterianya sama dg ke-11 rasul lain,
12 orang sama-sama dipilih Tuhan scr langsung sesudah Ia berdoa semalam-malaman,
12 orang sama-sama disebut Rasul,
12 orang sama-sama diberi kuasa Roh Kudus,
12 orang sama-sama melakukan mujizat dalam kuasa Roh Kudus,
12 orang sama-sama 3,5 tahun menyertai Kristus,
12 orang sama-sama mendengar firman dariNya,
12 orang sama-sama diberi tau rahasia Kerajaan Allah.

Ke-12 orang ini krn sama-sama dipanggil dan dipilih langsung serta diberi kuasa Roh Kudus,
Yudas Iskariot namun tidak berbuah, maka ia dipotong dan dibuang ke luar.

Ini sisi obyektifnya krn kita melihat bukti nyata yg terjadi dari 12 orang tsb.


Tp dari sisi iman, saya akan scr subyektif mengatakan bhw semua orang yg membaca tulisan ini adalah orang-orang yg pasti berbuah. Beberapa mgkn akan dikerat tp pd akhirnya semua akan berbuah banyak krn Tuhan Yesus bersama kita. Tidak mungkin kita tidak berbuah krn kita dalam Kristus.

Hanya saat saya ketemu ada orang yg mengaku ke saya bhw dia beriman kpd Kristus, bener-bener yakin dia lahir baru dalam Tuhan, yg pernah melakukan mujizat dalam nama Tuhan Yesus, yg berafiliasi ke gereja, namun hidupnya scr nyata tidak berbuah, hidup seenaknya, meyakini asal dalam Tuhan pasti selamat apapun perbuatan nyatanya,

Saya dg obyektif akan bilang ke dia:
Kamu itu ngga beriman.

Tp kl dia bilang:
Saya bener-bener beriman dan lahir baru kok.

Maka saya bilang:
Krn kamu yakin kamu beriman, maka kalo kamu ngga bertobat kamu akan dipotong.

Cuma kpd dia aja, kl sama sisa jemaat yg laen kita kasih mreka iman.

kok tumben si Aleph cuekin yang ini

tar dia komen disini brikutnya :

Yudas hidup dalam PL
PL gak OSAS, PB OSAS

coba liat aja prediksi saya bener gak ya (itu kl dia mau lanjutin) ;D

Makanya saya nanya, Siip.
Menurut anda, yang ‘dipotong’ ini cuma untuk Yudas atau untuk kita sekarang ini juga?
Kalau memang ada ancaman ‘dipotong’, bagaimana kongkretnya kita bisa tahu kalau kita ini tidak berbuah dan akan dipotong Tuhan?

Tp dari sisi [b]iman[/b], saya akan scr subyektif mengatakan bhw semua orang yg membaca tulisan ini adalah orang-orang yg pasti berbuah. Beberapa mgkn akan dikerat tp pd akhirnya semua akan berbuah banyak krn Tuhan Yesus bersama kita. Tidak mungkin kita tidak berbuah krn kita dalam Kristus.

Hanya saat saya ketemu ada orang yg mengaku ke saya bhw dia beriman kpd Kristus, bener-bener yakin dia lahir baru dalam Tuhan, yg pernah melakukan mujizat dalam nama Tuhan Yesus, yg berafiliasi ke gereja, namun hidupnya scr nyata tidak berbuah, hidup seenaknya, meyakini asal dalam Tuhan pasti selamat apapun perbuatan nyatanya,

Saya dg obyektif akan bilang ke dia:
Kamu itu ngga beriman.

Tp kl dia bilang:
Saya bener-bener beriman dan lahir baru kok.

Maka saya bilang:
Krn kamu yakin kamu beriman, maka kalo kamu ngga bertobat kamu akan dipotong.

Cuma kpd dia aja, kl sama sisa jemaat yg laen kita kasih mreka iman.


Kita sama-sama percaya, orang yang di dalam Yesus (beriman) akan berbuah.
Secara logis, kalau orang mengerti berita injil, yaitu sadar dirinya begitu berdosa, tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, lalu percaya ada Tuhan yang mengasihi dia sehingga rela mati menyelamatkan dirinya, secara logis orang itu akan hidup dengan penuh ucapan syukur dan mau mengasihi Tuhan.

Tapi kemudian kita ketemu orang yang mengaku bhw dia beriman kpd Kristus, bener-bener yakin dia lahir baru dalam Tuhan, yg pernah melakukan mujizat dalam nama Tuhan Yesus, yg berafiliasi ke gereja, namun hidupnya scr nyata tidak berbuah, hidup seenaknya, meyakini asal dalam Tuhan pasti selamat apapun perbuatan nyatanya.

Saya meskipun bukan berlatar belakang psikologi, akan mencoba mengerti dia, kenapa demikian?
Apakah dia sebenarnya tidak mengerti injil?
Atau mengerti tapi tidak percaya?
Atau sudah percaya tapi ada sesuatu yang membuatnya bertindak berlawanan dengan apa yang dipercayainya?
Bisakah kita membantu?

Kalau kita mengatakan ‘kalo kamu ngga bertobat kamu akan dipotong’, bukankah ini malah pernyataan yang membingungkan? Seolah-olah Tuhan menyelamatkan/membuang kita karena perbuatan (buah) kita?

Memang kelihatannya memberikan ‘ancaman’ itu adalah cara yang mudah untuk mengubah tindakan seseorang. Tapi saya lebih percaya dengan cara kasih karunia untuk mengubah tindakan orang itu dari dalam.

Pd satu pokok anggur hanya dirawat tiga cabang utama
Cabang diberi penopang agar tidak condong ke samping
Kurasa ranting tua beda pengeriannya dgn ranting kering
Ranting beda juga pengertiannya dgn cabang pokok anggur
Cabang utama umumnya tak pernah dipotong mis. tinggal 2

Salam Damai

Saya coba nimbrung :

  1. Yang dipermasalahkan disini BUKAN jumlah buah, tapi TIDAK BERBUAH sama sekali.
  2. Kalau buah menggambarkan hasil karya Kristus dalam diri orang percaya dalam bentuk perbuatan baik orang percaya itu, berarti TIDAK dipermasalahkan berapa banyak jumlah perbuatan baiknya. Mau 1 buah atau 10 buah atau 1000 buah atau 1juta buah, TIDAK akan dipotong.
  3. Nah sekarang yang TIDAK berbuah pasti dipotong.
  4. Proses berbuah bukan upaya ranting itu sendiri, dia tinggal menancap pada pokok dan pasti berbuah.
  5. Oleh karena itu, permasalahannya ada pada tidak menancapnya dia pada pokok.
  6. Kata “tinggal” yang dipakai adalah “remain” dalam bahasa Inggrisnya berarti sudah pernah tertancap lebih dulu dan terus tetap menancap.
  7. Dalam perumpaan ini proses menancap rupanya adalah PILIHAN BEBAS dari si ranting, makanya dibilang agar tinggal (remain).
  8. Jadi berarti ranting dapat pernah tertancap pada pokok dan kemudian membuat dirinya lepas (dalam kehendak bebasnya).
  9. Dengan demikian, orang percaya dapat melepaskan dirinya dari pokok (Yesus).
  10. Selama dia masih menancap, dia pasti berbuah, seberapapun sedikit buahnya, mau SATU pun tetap tidk dipotong.
  11. Permasalahannya sama sekali bukan pada dipotong dan dibakar. Proses pemotongan terjadi karena memang ranting sudah mati.

Salam

Bukannya itu wewenang gereja elo, bray?

Bukankahkah gereja-gereja protestan dan denom-nya (termasuk gereja gue) meyakini bahwa mereka memiliki Kunci-Kunci Kerajaan Sorga?

Dan dengan “klaim” sebagai pemegang Kunci-Kunci Kerajaan Sorga, bukankah gereja-gereja tersebut memiliki kewenangan menetapkan apakah jemaatnya ternyata tidak berbuah dan akan dipotong Tuhan?

Gue ambil kasus Yudas Iskariot sebagai analoginya. Bukankah rasul Petrus, yang notabene adalah pemegang Kunci-Kunci Kerajaan Sorga, yang kemudian menyatakan tentang Yudas Iskariot kepada sekitar 120 orang di Yerusalem paska kenaikan Yesus Kristus?