Pesan berantai

Kemaren saya menerima sms spt ini – dan saya fwd ke yang lain – dan ada yg mereplay serta bertanya : saya jg menerima sms serupa dr yg lain, apa benar begitu beritanya (real di lapangan)?


[i]Pesan dari Dr. Tio Ratueda:

Mohon doakan gereja GPDI Pangukan Sleman - Jogja (Gembala Pdt. Nico L). Gereja dilarang keras beribadah kebaktian lagi, kemaren Pdt. Nico dipaksatanda tangan dibawah ancaman oleh sekitar 200 orang laskar2 FPI. Kalo nggak mau akan distop dia akan mengalami seperti di Temanggung. Tanggal 20 februari jam 9 pagi disuruh menghadap Bupati Sleman. Kami mohon anda untuk berdoa bagi Pdt. Nico L gembala Pangukan Sleman Jogja. Tolong Forward kepada teman2 seiman. JBU[/i]


Ada yang bisa clarify?

Salam

hasil searching hanya ini :
http://www.google.co.id/search?sourceid=chrome&ie=UTF-8&q=GPDI+Pangukan+Sleman

belum ada di situs berita, mungkin sengaja tidak dipublikasikan
karena mengandung isu sara

bro moe…
karena beritanya belum jelas saya sarankan

  1. Tetap waspada.
  2. Jangan terpancing isu, sebab bisa jadi itu adalah sebuah teror (tong kosong saja )
  3. Tetap jaga Kekudusan. :afro:

:slight_smile:

gw belom dapet om, mungkin kalo om moe kenal sama pdt ybs bisa langsung nanya aja om ke orangnya

heran yah… ck ck ck…

[b]Lagi, Gereja di Segel Paksa[/b]

Lagi dan lagi. Mengapa lagi? Karena kejadian ini bukan merupakan kejadian yang pertama. Sebuah Gereja di Kabupaten Sleman disegel. Penyegelan itu didasari oleh surat pernyataan dari Pendeta yang memimpin gereja tersebut. Tampaknya sah. Faktanya?

Aktivitas jemaat gereja GPdI setempat sudah dimulai sejak tahun 1990. Pada tahun 1995, setelah melengkapi seluruh persyaratan, termasuk tanda tangan dari masyarakat sekitar, bangunan gereja dapat dibangun. Sejak tahun 1995 jemaat setempat beraktivitas secara damai tanpa mendapatkan halangan apapun dari warga sekitar.

Kerjasama dengan warga sekitar berjalan dengan baik. Bahkan, sebagian dari tanah milik gereja dengan sertifikat atas nama pdt. Nico, diperuntukkan bagi bangunan tempat menyimpan keranda milik kampung. Dalam kehidupan bermasyarakat, Pdt. Nico berupaya untuk berkontribusi secara sosial yakni ikut membiayai pendidikan 11 orang anak yang tidak mampu. 5 orang di antaranya adalah anak-anak muslim. Semua anak muslim yang pendidikannya dibiayai oleh pdt Nico ini masih tetap muslim dan tidak pernah mendapatkan pengajaran kristen sama sekali karena motivasinya memang untuk membantu pendidikan.

Pada Desember 2010, gereja tersebut direnovasi dan sudah selesai. Sejak renovasi bangunan gereja inilah, mulai muncul hal-hal yang dapat disebut sebagai masalah. Puncak persoalan terjadi pada hari rabu malam tgl 16 Februari 2011. Sekelompok masa yang terdiri dari anak-anak dan ibu-ibu, dipimpin oleh seorang ustadz setempat mendatangi kediaman Pdt. Nico. Maksud kedatangan mereka adalah memaksa jemaat GPdI untuk segera menutup gereja dan menghentikan segala aktivitasnya. Jika permintaan ini tidak dituruti, mereka mengancam akan merusak gereja.

Akhirnya pada tanggal 17 feb 2011, Pdt Nico dipanggil oleh DPRD Sleman, dalam hal ini Komisi D, untuk berdialog. Apa yang terjadi dalam dialog ini? Pihak gereja hanya boleh diwakili oleh Pdt Nico. Sebaliknya, massa yang menentang keberadaan gereja tersebut berjumlah banyak. Akibatnya, satu orang berdialog [baca: debat] dengan sekelompok massa. Pertemuan dialog tersebut pun tidak bisa disebut sebagai dialog karena ketua komisi D DPRD Sleman yang memimpin pertemuan tidak kuasa mengendalikan jalannya dialog. Seluruh pembicaraan didominasi oleh ustadz T yang mendatangkan massa.

Seperti yang sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir, ending dialog itu selalu sama. Pt Nico dipaksa untuk menandatangani pernyataan menutup seluruh aktivitas gereja. Karena berada dalam tekanan, di mana DPRD juga menyatakan demi keselamatan, maka pdt Nico terpaksa menandatangani pernyataan yang dipaksanakan itu. Dengan demikian terhitung sejak hari Jumat 18 Februari 2011, seluruh aktivitas gereja dihentikan, bangunan gereja disegel, papan namanya diturunkan. Penyegelan ini tampaknya syah karena ada surat pernyataan yang ditandatangani oleh Pendeta Nico, selaku pemimpin Gereja. Namun, pernyataan itu ditandatangani tidak dalam suasana bebas. Sang pendeta berada dalam situasi terancam. Uniknya, anggota DPRD pun tidak bisa berbuat banyak ketika berhadapan dengan kasus tersebut.

Adapun alasan penutupan gereja yang disampaikan oleh massa tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Bangunan gereja tidak memiliki ijin
  2. Pdt Nico dianggap mengganggu keberadaan rumah keranda (bandosa)
  3. Talud yang dibangun oleh gereja dianggap menyebabkan banjir. (Talud ini dbangun dalam koordinasi dengan Kepala Dusun setempat)
  4. Pdt Nico telah membiayai pendidikan anak-anak muslim dan dianggap sebagai upaya kristenisasi.

Ketika bantuan dari pihak lain dianggap sebagai upaya melemahkan agama dan sarana untuk menarik orang kepada si pemberi bantuan, apakah tidak lebih baik jaka ada hukum yang jelas mengaturnya. Misalnya haram menerima bantuan dari orang yang beragama lain. Kekhawatiran-kekhawatiran ini tidak akan terjadi ketika pendasaran iman semakin kuat. Bukankah Allah dapat bekerja melalui orang lain, yang adalah juga ciptaan-Nya?

Pelangi yang berwarna-warni itu kian memudar warnanya. Penciptanyakah yang telah memudarkan warna pelangi itu? Atau orang-orang melihat pelangi itu yang ingin mengubah warna pelangi menjadi warna tunggal di negeri ini?

sumber :
http://regional.kompasiana.com/2011/02/23/lagi-gereja-di-segel-paksa/

SEKALIAN ITU KORBAN2 GEMPA, MERAPI DAN TSUNAMI JANGAN DI TERIMA…

ITU UPAYA KRISTENISASI ?

ini di beri bantuan malah nuduh yang engga2…

kalo segel2, bakar2, rusak2 gereja semangat !!

kalo indonesia kena musibah, mingkem semua !!

mikir napa yah… andai ada nalar sehat pada mereka…

panas juga ya om rudinech…? :smiley:

hmm,sya rasa tidak ada salahnya mendoakan walu kemungkinan benar beritanya kecil,yg penting kita berjaga2 dan berdoa.

@liberty

ya gemes aja denger nya yah…

rasa nya, pengen lihat nanti di hukum sama Tuhan gimana…
ta sukur2 in tar… hahaha…

itu sumbernya saya ambil dari kompasiana, sebaiknya ada sumber lain biar lebih jelas…

ya kl cari koran gitu ga mungkin ada kek nya…
melu2 soale…

yg beginian yah di kecil2 in berita nya…
yg tulis berita pun kayanya bakal di ancam2… hahaha

Itu sah ya suratnya? Lagipula memangnya tandatangan pemimpin gereja ngaruh ya? :o

knapa pdt Nico tanda tangan pernyataan menutup gereja, mengapa tidak membiarkan mereka merusak, bahkan mengahancurkannaya agar lebih jelas siapakah yang cinta damai itu. saya mengingatkan untuk semua pemimpin dan jemaat " Jangan mau dipaksa tetapi jangan juga melawan dengan kekerasan "

d grja deket rumahq jg banyak…tempatku kan sarang teroris…

kita aja yang ekspos
biar anak buah arab ini makin ketahuan bobroknya

cu3tz^^
ati2 ya,

Betul stp selesai ibadah … ada doa khusus untuk gereja di bawah penggembalaan Pak Niko

Aduhhh semakin bnyk aja nih gereja yang dicari-cari kesalahannya (seperti Daniel dulu). Walaupun izin dan surat-surat tsb lengkap dan memiliki kekuatan hukum, kenapa pihak DPRD tdk berkutik? yahh semuanya itu termasuk peristiwa-peristiwa yg terjadi akhir-akhir ini u menggenapi apa yg ada tertulis dlm alkitab…menjelang akhir zaman.

hehe… syukur kl begitu, jadi semakin terbukti kebenaran Injil…
kl salah di salahkan itu wajar… tp kl bener dicari2 salahnya, hehe…^^?

berdoa aja bwt jemaat di sleman agar ttp teguh…