PGI (bisa saja) melestarikan perpecahan?

Bagi yang berpendapat bahwa perpecahan adalah hal lumrah, bagaimana tanggapan anda akan pendapat ketua PGI ini?

[i]Nafiri: Saat ini anggota PGI telah mencapai 88 sinode, bagaimana perkembangannya?

Andreas Yewangoe: Itu bukan indikasi bahwa kita satu. Bisa saja malah kita melestarikan perpecahan. Kalau ada tambah anggota, indikator yang malah buruk sebenarnya. Sebab banyak gereja yang sekarang jadi anggota itu bekas pecahan juga. Kalau mereka commited pada keesaan, ikut saja pada induknya. Tidak usah jadi anggota PGI. Kita sekarang sebenarnya melestarikan perpecahan. Sebagai ketua PGI, saya jujur nyatakan itu.[/i]

Buletin Nafiri, Media Informasi, Komunikasi & Edukasi GKY BSD.

Silakan…


katanya berbeda2 ga papa, tapi satu dalam kristus… perbedaan itu barat bhineka tunggal ika…

kalau ditanya tentang doktrin yang berbeda, mereka akan berkata: perbedaan pandangan itu ga masalah… wajar2 saja…

lalu, pertanyaanya: kenapa harus getol memisahkan diri kalau perbedaan pendapat itu ga masalah???

maka kalimat “ga masalah” ini… kontradiktif dengan semangat “Harus berpisah”
jadi, kalau perpisahan itu bukan karena perbedaan pandangan, apa lagi? uang, jemaat? kekuasaan? atau apa?

yah, ketua PGI ini mulai “aktif” kesadarannya… dari kemabukan euphoria anti Gereja abad 15. ingat sekarang sdh abad 21.

jelas perpecahan protestanisme bukanlah kesaksian yang baik tentang Yesus Kristus kepada dunia… malahan memperburuk citra, dan kadang sebagian kecil menorakkan citra Yesus dimata Dunia… hmmm…

[i]Yohanes 17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Yohanes 17:23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.[/i]

semoga wacana ketua PGI ini berkembang ke arah yang baik… tapi saya tidak yakin kalau pendeta berpenghasilan menarik akan rela menggabungkan "milik"nya itu… kalau saya pendeta, saya juga akan merasa berat… saya akan berfikir, yang penting Yesus! :smiley:

Line selanjutnya:

[i]Nafiri: Apa sebab perpecahan yang paling umum?

Andreas Yewangoe: Biasanya asset. Misalnya hak milik gereja yang dicatat atas milik pribadi. Ketika yang bersangkutan sudah tua, aset tidak diserahkan ke gereja malah ke anaknya. Ada juga yang tidak ingin lepaskan jabatan. Misalnya ketua sinode, harusnya selesai malah mengubah AD/ART gereja agar bisa seolah-olah sah dipilih kembali. Kalau karena soal beda doktrin sangat sedikit.[/i]

nah! saya ngga ngasal kan ngomongnya… saya cukup bisa ber empathy kok sama pak pendeta… dan saya rasanya bisa memahami kesulitan mereka… masakan mereka akan dengan lugas berkata masalah asset yang memberatkan mereka bersatu?? ini kan bunuh diri politik namnaya, perpuluhan bisa menyusut, karena jemaat akan menilai sang pendeta matre… maka, mau tak mau, cari dalih ayat dan berbagai argumen apa saja untuk mewajarkan perpecahan… walaupun yah… kalau dikritisi itu sangat kontradiktif dari faktanya… :ashamed0004:

Perkembangan terakhir: Saat ini terdapat 89 sinode gereja (yang terus bertambah) di bawah PGI

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia - PGI (dulu disebut “Dewan Gereja-gereja di Indonesia” - DGI) didirikan pada 25 Mei 1950 di Jakarta sebagai perwujudan dari kerinduan umat Kristen di Indonesia untuk mempersatukan kembali Gereja sebagai Tubuh Kristus yang terpecah-pecah.
Karena itu, PGI menyatakan bahwa tujuan pembentukannya adalah “mewujudkan Gereja Kristen Yang Esa di Indonesia.”

Persekutuan adalah bahasa/istilah Alkitab, yang menyentuh segi eksistensial, internal dan spiritual dari kebersamaan umat Kristiani. Kata “persekutuan” ini lebih mengedepankan keterikatan lahir dan batin antar gereja anggota.

*~~~~~~~*

Sanksi dari Tuhan Yesus Allah sendiri.

Kata TUBUH Kristus yang ESA jangan diartikan organisasi yang esa.

Ketua PGI berbicara tentang sinode. Sinode itu organisasi gereja, didalamnya mengatur segala yang bersifat duniawi. Tetapi tidak semua perpecahan didasari atas kepentingan dunia semata, beberapa juga karena perbedaan visi dan perkembangan arah pelayanan.

Selama kita masih manusia, maka kita juga masih juga dapat berbuat salah, bahkan cara pandang kita sekalipun kita adalah senior pastor atau ketua ini dan itu. Terkadang kejenuhan, kerumitan dan jalan buntu melahirkan pandangan-pandangan yang mengejutkan.

Paus baru-baru ini menyebutkan ia mempercayai TUHAN yang universal bukan TUHAN yang hanya ada di gereja Katholik. Bagi sebagian orang pernyataan itu terlihat aneh, bagi sebagian lagi gerakan sadar bahwa agama itu mengkotak-kotak manusia mulai bangkiit. Gereja yang satu, bukan organisasi gereja tunggal, bukan sinode tunggal, tetapi kesadaran bahwa siapapun jangan kan sinode atau aliran, bahkan beda agama sekalipun, Yesus datang untuk mereka dan membangun hidup mereka didalam KebenaranNya.

no,Paus sama sekali tidak men universalisasi… Paus menggunakan bahasa kompleks guna berkomunikasi dengan Atheis… namun tetap Tegas bicara mengenai IMan Katolik nya…

OK lah, jika agama beda kitab, beda ajaran, beda nabi, beda ajaran… Its OK… nah, sama kitab, sama prinsip, sama2 di tuntun “Roh Kudus” kok bisa beda??? whats wrong??

lalu, perbedaan adalah manusiawi, yang tidak manusiawi itu dalih pembenarannya… naif…

Maaf tentang Paus yang saya maksud itu ini http://internasional.kompas.com/read/2013/10/08/2338024/Paus.Fransiskus.Saya.Percaya.Tuhan.tetapi.Bukan.Tuhan.Katolik

Bagi saya itu ‘keren’… Agama sudah terlalu melenceng mengajarkan ajaran manusia, menetapkan nilai keselamatan versi masing-masing sinode. Kalau tidak diselam belum selamat, kalau tidak berbahasa Roh belum benar-benar selamat, kalau tidak ini dan itu. Yesus datang untuk dunia, dan Ia datang bukan untuk mendirikan agama, apakah itu Katholik atau Kristen ini dan itu. Ia datang agar setiap orang memiliki iman akan FIRMAN Allah.

Lukas 18:18, “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” dan Yesus menjawab dalam ayat-ayat selanjutnya untuk menuruti FIRMAN Allah. Saat ia menyatakan bahwa ia telah menurutinya, Yesus menguji hatinya, apakah ia menaruh iman dalam FIRMAN atau ia mentaati perintah dan larangan karena takut mati. Dan kita semua hafal cerita itu, ia tidak benar-benar menaruh imannya pada FIRMAN Allah.

Tuhan akan menghakimi manusia sampai dalam hatinya, bukan seperti manusia yang hanya melihat dari luarnya, dan berapa banyak orang terpedaya dengan tampilan luar dan mengangkat orang-orang yang kotor dalamnya untuk jabatan keimaman dalam gereja? Kerena mereka hanya mengukur dari adat istiadat dan tradisi. Paus kelihatannya mau melakkan gebrakan rohani.

"I believe in God, not in a Catholic God. There is no Catholic God, there is God and I believe in Jesus Christ, his incarnation,”

memang tidak ada yang namanya Tuhan Katolik.

Tuhan adalah Tuhan.

Dia Tuhan bagi seluruh manusia, alam ciptaan, baik yang kelihatan maupun tidak tampak dan tak peduli pada manusia itu agamanya apa, terlepas dari mereka percaya atau tidak. lalu, ungkapan: and I believe in Jesus Christ, his incarnation,” mengaskan bahwa Iman Kita yang katolik adalah mempercayai Tuhan semesta Allam itu dalam Yesus Kristus.

Paus Fransiskus tidak pernah bersikap lebih lunak terhadap PANDANGAN2 yang salah. Beliau ini memiliki cara yang khas dalam menanggapi ORANG2 yang jatuh dalam pandangan yang salah tersebut.

Dengan kerendahan hatinya, Beliau bisa memberikan bahasa yang sangat2 kompleks demi membangun komunikasi dengan mereka ini. Agar mereka bisa sadar atas kesalahannya.

Namun, beliau tetap tegas dalam hal menegakkan kebenaran. Buktinya sangat jelas dengan ekskomunikasi yang diberikan kepada imam di Australia yang mendukung pernikahan sejenis dan tahbisan perempuan. Jadi, Paus Fransiskus itu liberal?? Omong kosong!

Nurut Katolikers; protestan salahna apa dan dimana ?
Nurut protestan; Katolik salahna apa dan dimana ?

Katolik / protestan sila saling memaparkan:
kelebihan katolik dibanding protestan ?
kelebihan protestan dibanding katolik ?

kalau ada yang perlu dilecehkan dari masing2 kubu… paparkan hal apa aza yang pantas dilecehkan ?

Pembahasan tentang Paus bisa dilanjutkan di topik lain yang sesuai :slight_smile:

Salam

boleh deh jawab panjang 2 untuk adek yang imut ini:

ok

bukan, banyak protestan ikut menganut trinitas… kamu?

apalagi ini, hampir semua mainstream protestan mengimani ini…

bukan juga, selama mereka masih percaya Yesus kristus, mereka tetep dianggap sebagai anggota Gereja, hanyatidak dalam persekutuan penuh. Karena institusi Gereja ya cuma Satu saja, yang didirikan Yesus. Gereja Katolik yang satu. kudus dan apostolik.

tidak, hanya tidak dalam persekutuan penuh… menerima kepala, menolak Tubuh.
trus bukan salahnya, tapi kerugian… karena ajaran Tuhan Yesus itu sifatnya tetap… dijamin dengan suksesi apostolik. bukan kesalahan, tapi kelemahan, dalam protestanisme, tidak ada jaminan apa2… konsepnya beraneka warna… setiap individu bebas ber ekspresi, bebas klaim… dan secara akal sehat sih saya melihat bahwa, gerakan ini sebuah kesalahan… kenapa? alkitabnya sama, rinsipnya sama, dan terpecah belah… juga disamping itu saya melihat ke tidak bonafide tan… hehehe… kalau say aibaratkan itu semacam produk2 turunan yang tidak ada standar SNI nya, alias kualitas tidak terjamin, tanpa kartu garansi.

menyembah bunda itu dosa

ga transubstansi itu kerugian saja… dan itu rugi besar… tapi itu harus dek… karena di protestan walaupun percaya tapi tetep tak akan bisa melaksanakan transubstansi. ini sebuah fakta yang mukjizat…

percaya ga percaya itu hak azazi kok… tapi menurut saya tanpa purgatory sebenernya terjadi paradoks dan in koherensi logis jika kita bicarakan konsespi keselamatan. yakinlah itu! cobalah dalami dengan jujur dan tekun…

ya itu tadi, protestan ini disisi satunya, katanya perbedaan itu ga papa, asal satu dalam kristus, yah semangat yang baik sih (ditingkat retoris dalam rangka pembenaran terhadap fakta)… tapi di tingkat aplikasinya… semangat perpecahan dan buat denom baru malah getol…

wah kalau itu subyektif banget yah… ga ada gunanya…lebih baik kita jujur dan saling mengenal deh…
tapi coba deh kira2 baik yang perpecahan apa yang bersatu rukun siya sekata sebagai sesama anak Tuhan dan apalgi pegang Alkitab yang sama… gimana mau jadi saksi kalau kita sendiri sesama murid TYK ga jelas ajarannya, terecah-pecah…

hah?! ngapain leceh2han???

yang baru lebih baik dari yang lama ya… mestinya gitu… hihihi… siapa yang menguji, siapa yang di uji…

bener itu spirit protestan??? :smiley:

tapi apa bener dalam protestanisme terjadi hal: yang satu menanam yang satu menyiram? setau saya sih, yang satu membajak, yang lain mencabut… mksdnya rebutan jemaat… dan saling tuding tidak alkitabiyah… hehehehe…

makanya sesama protestan jangan menghakimi… karena menghakimi ini adalah pangkalnya perpecahan… karena yang menghakimi bukan hakim, dan sama kedudukannya… jadi yang dihakimi pun bales menghakimi… jadi deh perpecahan… hehehe…

oya, asal jangan malah malu2 ini kristus… kristus dibuat seperti kampanye caleg atau dijual karena manjur dalam praktek2 bimbsalabim ala KKR… tapi jujur ya… Kristus di protestan tampil tidak berwibawa dan tidak elegan… menurut saya… :smiley:

Paus berusia 76 tahun ini menambahkan, dia tak selalu sepakat dengan apa yang selama ini menjadi standar Gereja Katolik.

“Pandangan Vatikan sentris telah mengabaikan dunia di sekitar kita. Saya tak sepakat dengan cara ini, dan saya akan lakukan apa pun untuk mengubahnya,” Paus menegaskan.

Jadi Paus yang sekarang ini tidak setuju dengan sebagian ajaran Paus2 sebelumnya.

The 76-year-old Argentinean pontiff added he does not agree with everything his religion stands for:

“This Vatican-centric view neglects the world around us,” he said. “I do not share this view, and I’ll do everything I can to change it.”

Pope Francis plans to do so by being more involved with the community. He stated his plan: “The Church is or should go back to being a community of God’s people, and priests, pastors and bishops who have the care of souls, are at the service of the people of God.”

Bapa Paus memang bisa saja menolak standar yang biasa diberlakukan dalam hal kehidupannya sebagai Paus, TAPI BUKAN STANDAR GEREJA DALAM HAL IMAN.

Misalnya, beliau bisa menolak menggunakan kendaraan yang biasa dipakai oleh Paus sebelumnya dan memilih yang lebih sederhana seperti yang dilakukannya. Beliau bisa memilih untuk tinggal di tempat yang berbeda dari yang biasa digunakan oleh para pendahulunya.

Beliau bisa saja menolak protokoler yang biasa digunakan oleh para pendahulunya dalam hal audiensi, misalnya.

Ajaran Gereja Katolik itu tidak terputus selama lebih dar 2000 tahun… kalau sampai ada refisi ajaran Gereja, maka secara sistemik Gereja Katolik sudah Tutup alias bubar… :smiley:

oya, saya turuti kata momod… tidak bahas paus disini… maaf mod, just klarifikasi.

Ef 4:3-6
Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

nurut kk, protestan gak memenuhi kriteria yang mana aza ?
lalu apalagi yang nurut kk ada kriteria yang gak dipenuhi protestan ?

oh gitchu… jadi yang menjanjikan kemerdekaan seseorang ialah institusi Gereja Katolik ?
yang menjamin dan menentukan seseorang masuk sorga/tidak ialah ketentuan2 institusi Gereja Katolik ?

sori, maksud wa bukan menghormati/menyembah (latria) sebagai Allah, kok kk…
wa ralat iah kk… tetapi menghormati/menyembah (hyperdulia) sebagai bunda Allah [bunda orang kudus, bunda bukan Allah, yang Allah ialah Tritunggal]

iah kk… mungkin protestan menolak kerana nurut mereka logikana itu “mengorbankan Yesus berulang kali”
juga mungkin kerana protestan beda cama katolik pemahamanna tentang ekaristi… yang bagi katolik “Yesus bertahan dalam diri kita [dalam rupa hosti] selama 15 menit”

wa denger2 argumen protestan:

  • kalu ada purgatory, berarti menolak bahwa Yesus satu2na jalan… sebab ternyata ada jalan lain, yaitu purgatory.

makaci kk atas masukanna…
moga2 protestan gak anggep kritikan kk ini sebagai ‘ejekan’ tetapi justru memotivasi menjadi lebih baik dan sehat,
sebab gunain waktu tuk berbenah diri, introspeksi diri jauh lebih baik daripada gunain waktu itu untuk bales korek kesalahan orang.

:angel:

Jadi yang berwibawa itu Gereja Katholik bro?

Ya, saya sih cuma bisa senyam senyum akan hal ini bro, tapi ya sudahlah, daripada saya nanti dianggap melecehkan umat Katholik. Masih banyak saudara seiman saya yang perlu bimbingan.

Saran saya, jangan rada kepahitan begitu terhadap protestan. Toh itu saudara anda juga, walaupun sedikit berbeda…(apanya ya yang berbeda?)

Salam… ;D

Sebelumnya saya minta maaf kepada semua orang protestant.
Sejujurnya kesalahan yang paling Fatal dari protestant adalah menolak makan daging dan minum darah Yesus.
Makan daging dan minum darah Yesus adalah perjanjian baru yang sudah dimeteraikan oleh Allah.
Dimeteraikan berarti Wajib dan Mutlak harus dilakukan.

Makan daging Yesus dari zaman para rasul sudah menjadi bahan pertengkaran, sehingga banyak dari murid-murid Yesus sendiri yang meninggalkan Yesus. (Yoh.6: 66.)

Mengenai makan daging Yesus, oleh Martin Luther disingkirkan diganti dengan pengertian yang sedikit berbeda.
Dia mengatakan: bahwa roti itu adalah tetap roti, hanya Yesus hadir didalam roti itu.
Munculah John Calvin, dia mengatakan: bahwa roti tetap roti, hanya tergantung orang yang menerima roti tsb, apakah didalam roti itu ada hadir Yesus atau tidak.
Terakhir munculah Zwingli, dia mengatakan bahwa semua itu hanyalah peringatan belaka.

Protestant banyak mengikuti ajaran Zwingli, yaitu hanya merupakan peringatan dan tidak lebih.

Mengenai makan daging dan minum darah Yesus, harap dibaca pelan-pelan dan direnungkan Yoh,6:25-66.
Banyak orang protestant berusaha menghindar kalau diajak membahas ayat tsb., takut topengnya terbuka.