PGI Jadikan Mei Sebagai Bulan Oikumene

Melalui laman websitenya, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) secara khusus menjadikan bulan Mei ini sebagai bulan Oikumene. Bulan Ouikumene ini dijadikan sebagai komitmen bersama kembali untuk seluruh gereja membuat sebuah kegerakan yang dirasa masih sangat minim.

Melalui tema “Ketika Kristus Meruntuhkan Tembok Pemisah (Ef. 2:14-22)” ini PGI menyerukan agar gereja-gereja dan umat Kristen di Indonesia tidak lagi membangun tembok-tembok untuk mengurung diri dan sikap eksklusivisme yang menganggap diri sebagai umat pilihan Allah. Gereja dan umat Kristen dipanggil oleh Allah untuk keluar dari tempatnya (kedudukannya) dan masuk ke dalam dunia untuk menjadi garam dan terang dunia.

Untuk dapat meruntuhkan tembok-tembok pemisah yang masih ada di negara kita tersebut, misalnya tembok yang dibangun antara yang kaya dan miskin, kaum elite dan kaum awam, kelompok satu dan kelompok lain, PGI mengajak agar kita terlebih dahulu perlu meruntuhkan tembok pemisah yang masih ada di dalam gereja itu sendiri, baik secara kelembagaan atau sebagai sebuah komunitas (umat).

Harapan lain dari PGI juga adalah agar gereja-gereja dan umat Kristen di Indonesia tidak lagi mempersoalkan denominasi masing-masing, tetapi bagaimana menyelaraskan dan mensinergiskan segala bentuk perbedaan menjadi kekuatan yang saling menopang dan saling melengkapi. Sehingga melalui keberagaman, kemajemukan, atau pluralitas tercipta kesempurnaan. Kegerakan dan kegiatan konstruktif yang kongkrit harus segera dilakukan seluruh umat Kristen di Indonesia untuk ikut menjaga bangsa dari keterpurukan akibat adanya perpecahan.

Source : pgi.or.id/DPT