PGI tidak Terlibat dalam Pernyataan Menolak Pasangan Capres Tertentu

PGI – Jakarta. Mencermati perkembangan politik Indonesia menjelang pemilihan Presiden 9 Juli 2014, di mana bermunculan pernyataan dukungan politik terhadap pasangan Calon Presiden/calon Wakil Presiden tertentu, dengan ini PGI menyatakan poin penjelasan sebagai berikut:

PGI, sebagai lembaga keumatan yang mengayomi umat Kristiani dari beragam kepentingan dan golongan, tidak ada dalam posisi mendukung atau menolak calon tertentu, baik dalam Pilkada, Pileg maupun Pilpres. Sejauh ini PGI tidak ada memasuki ranah politik praktis. Selama ini, PGI hanya mendorong umat untuk menjadi pemilih cerdas dengan mengedepankan nurani masing-masing.
Betul PGI ikut dalam Gerakan Kebhinekaan untuk Pemilu Berkualitas (GKPB), yang berjuang untuk memperjuangkan Pemilu Berkualitas yang bebas dari muatan SARA dan penyebaran kebencian dalam berkampanye.
Terkait dengan pernyataan GKPB tentang penolakan PS sebagai Capres, sejak awal PGI menyebutkan ketidakikutsertaan PGI dalam pernyataan tersebut karena sudah memasuki ranah politik praktis. Dalam setiap pernyataannya, GKPB selalu mencantumkan nama-nama lembaga yang turut serta dalam pernyataan tersebut. Khusus mengenai penolakan PS, PGI tidak terlibat di dalamnya, dan itu sebabnya nama PGI tidak dicantumkan dalam pernyataan tersebut.
Demikian poin penjelasan PGI untuk menjadi perhatian bersama. Kami mendoakan pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden berjalan lancar dan damai serta adil. Pemilu Legislatif dan pemilu Presiden adalah wujud kedaulatan rakyat. Tuhan Yesus memberkati.

Biro Penelitian dan Komunikasi PGI

Pdt. Henrek Lokra

Awalnya ada berita begini di salah satu situs:

Persekutuan Gereja Tolak Pencapresan Prabowo

April 30, 2014
intelijen – Persekutuan Gereja Gereja Indonesia (PGI) tercatat sebagai salah satu organisasi yang menolak pencalonan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai calon presiden pada Pilpres 2014.

PGI tergabung dalam afiliasi Gerakan Kebhinekaan untuk Pemilu Berkualitas (GKPB), bersama dengan sejumlah elemen masyarakat lainnya. Seperti dikutip celotehpemilu, GKPB telah mengeluarkan pernyataan sikap menolak pencapresan Prabowo di kantor lembaga kajian demokrasi dan hak asasi, Demos (29/04).

Dalam pernyataan sikap itu, GKPB mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak memilih Prabowo Subianto dalam Pilpres 2014.

GKPB menilai, pokok-pokok perjuangan Partai Gerindra di bidang agama dan bidang HAM yang tertuang dalam Manifesto Gerindra, bertentangan dengan UUD 1945 dan sistem demokrasi Indonesia.

Point yang dipermasalahkan GKPB adalah adanya frase yang dinilai akan menjuruskan pemaksaan terhadap tafsir agama yang tunggal. Frase itu adalah: “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama/kepercayaan. Namun, pemerintah/negara wajib mengatur kebebasan di dalam menjalankan agama atau kepercayaan. Negara juga dituntut untuk menjamin kemurnian ajaran agama yang diakui oleh negara dari segala bentuk penistaan dan penyelewengan dari ajaran agama.”

Selain PGI, tercatat organisasi kemasyarakatan lain yang tergabung dalam GKPB. Antara lain, Jaringan Masyarakat Sipil untuk Perdamaian (JMSP) Aceh, Aliansi Dame Timor NTT, Our Indonesia Yogyakarta, Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI), LBH Jakarta, The Indonesian Legal Resources Center (ILRC), Abdurrahman Wahid Center Universitas Indonesia, Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk), Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Komnas Perempuan, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam), AMAN Indonesia, Human Rights Working Group (HRWG) dan lainnya.

http://www.intelijen.co.id/persekutuan-gereja-tolak-pencapresan-prabowo/

Lhoh, koq mereka main tuduh seperti itu?
Apa menurut mereka Kristen itu semacam organisasi Muhamadiyah atau NU?
Kalau perseorangan, secara pribadi banyak yang menolak Prabowo karena statusya sebagai pelanggar HAM.
Tetapi secara organisasi keagamaan KWI dan PGI tidak terlibat.

Tetapi mungkin karena mereka mulai kalap karena kalah sebelum bertarung.

Saya tidak tahu apa motivasi pihak yang menyebut PGI menolak Prabowo. Apakah itu kampanye negatif terhadap Prabowo, supaya orang Kristen jangan memilih dia, atau sebaliknya untuk mendiskreditkan PGI sebagai lembaga keagamaan yang tidak netral?

Saya curiga justru yag bold

Melihat perilaku Prabowo dimasa lalu, belakangan ini dan perilaku anakbuahnya.

Bisa jadi begitu. Intinya mau mengatakan, Prabowo itu dibenci Kristen, karena itu yang muslim pilihlah dia.

Ini bukan situs yang bisa dipercaya begitu saja.

Salam

Makanya saya tidak membagikan isi situs tersebut di awal thread ini. Yang saya bagikan adalah pernyataan PGI dari situs resminya.

Walaupun bukan situs yang dapat dipercaya, banyak orang, termasuk beberapa teman saya yang bukan Kristen, termakan dengan isi berita situs tersebut. Banyak yang membagikannya melalui media sosial.

Awalnya berasal dari berita di situs ini

GKPB Tolak Prabowo Sebagai Presiden
GKPB (Gerakan Kebhinekaan untuk Pemilu Berkualitas)
Posted on 29 April 2014 by liynu in Serba Serbi Pemilu

Celoteh Pemilu, Jakarta – Sekelompok aktivis dan elemen masyarakat yang terafiliasi dalam Gerakan Kebhinekaan untuk Pemilu Berkualitas (GKPB) menolak pencapresan Prabowo Subianto. Selain menolak, mereka juga akan mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak memilih Ketua Dewan Pembina Gerindra tersebut.

Sikap ini pun akan disampaikan siang ini (29/4/2014) di kantor Demos, sebuah lembaga kajian demokrasi dan hak asasi, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Ada beberapa elemen yang tergabung dalam GKBP ini. Diantaranya Jaringan Masyarakat Sipil untuk Perdamaian (JMSP) Aceh, Aliansi Dame Timor NTT, Our Indonesia Yogyakarta, Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI), Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), LBH Jakarta, The Indonesian Legal Resources Center (ILRC), Abdurrahman Wahid Center Universitas Indonesia, Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk), Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Komnas Perempuan, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam), AMAN Indonesia, Human Rights Working Group (HRWG) dan lain-lain.

Sementara itu, berdasarkan keterangan pada redaksi, penolakan ini karena melihat pokok-pokok perjuangan Partai Gerindra di bidang agama dan bidang HAM yang tertuang dalam Manifesto Gerindra. Mereka menilai Manisfesto ini bertentangan dengan UUD 1945 dan sistem demokrasi Indonesia.

Di bidang agama, Manifesto Gerindra memang sudah menuai kontroversi sejak awal. Dituliskan, dalam Manifesto itu, “Setiap orang berhak atas kebebasan beragama dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama/kepercayaan. Namun, pemerintah/negara wajib mengatur kebebasan di dalam menjalankan agama atau kepercayaan. Negara juga dituntut untuk menjamin kemurnian ajaran agama yang diakui oleh negara dari segala bentuk penistaan dan penyelewengan dari ajaran agama.”

Tulisan yang ditebalkan itulah yang menjadi persoalan. Frase itu dinilai mau menjurus pemaksaan terhadap tafsir agama yang tunggal. Dan persoalan ini, di Indonesia, selama ini, juga dinilai sebagai pintu masuk untuk menyesatkan orang dan bahkan melakukan aksi kekerasan atas nama agama.

Sementara dalam bidang HAM, Manifesto Gerindra dinilai oleh aktivis HAM sebagai pokok-pokok pikiran yang salah dan keliru. Mereka menilai Gerindra mengabaikan persoalan HAM di Indonesia. Atas dasar inilah GKPB tolak Prabowo sebagai Presiden. (Ade)

http://celotehpemilu.com/gkpb-tolak-prabowo-sebagai-presiden/

PGI memang tergabung dalam GKPB. Bergabungnya PGI ke dalam GKPB tidak serta merta menjadikan PGI ikut serta dalam “penolakan” terhadap Prabowo, dan itu sudah dibantah di situs resmi PGI. Akan tetapi berita ini dipelintir oleh intelijen.co.id seolah-olah PGI ikut menolak Prabowo.

Ya, betul. Kebanyakan orang belum tahu bahwa tidak semua website berisi berita benar-benar memenuhi syarat jurnalisme.

Salam

Thanks Deraya untuk sharingnya.

Memang seharusnya kita tidak terjebak dalam hal yang seperti ini. Makanya dari dulu saya kurang setuju adanya PDS. Bukan tidak mendukung saudara seiman, tapi khawatir berkembang menjadi sesuatu yang kurang baik dan merugikan kekristenan itu sendiri.

Sebenarnya tidak ada yang salah dari parpol Kristen.
Cuma sebaiknya jangan pendeta/imam yang terlibat langsung.

Kakek saya sendiri adalah pengurus Parkindo pada awal kemerdekaan hingga pemilu 1955. Saya pribadi bukannya tidak setuju dengan adanya partai politik berbasis massa Kristen, tetapi untuk kemajuan perpolitikan di Indonesia saya mengharapkan adanya dua partai utama yang menguasai parlemen, sehingga sistem kepartaian di Indonesia bisa lebih sederhana. Kalau partai berbasis massa Kristen sudah pasti akan menjadi partai kecil. Secara statistik saja penganut Kristen Protestan dan Katolik hanya sekitar 10%. Kalau ada partai berbasis massa Kristen, tentunya sangat sulit meraihsuara di atas 10%, dapat 5% saja sudah sangat bagus.

Nah secara hitung hitungan saya sependapat.
Dan seperti juga Parkindo dan Partai Katolik yang sudah berfusi ke PDI kemudian PDI-P, maka kalau kita memang mau mendukung parpol Kristen, ya dukungnya ke PDI-P.

He he he he.

Saya pribadi setuju orang Kristen berpolitik, namun saya kurang setuju ada partai Kristen karena dikhawatirkan akan terjadi Friksi yang tidak menguntungkan kita. Harus diingat Kristen + Katolik itu agama minoritas. Sering kali politik mengambil issue2 yang agak sensitif dan kita di bentrokan dengan mayoritas rakyat Indonesia.

Jadi, jikalau kita sebagai orang Kristen+Katolik ingin berpolitik, pilihan paling logis (menurut saya) bergabung dengan Partai Nasionalis yang punya track record dan visi yang bagus.

Saya salut orang seperti Bapak Basuki T. Purnama, buat saya apa yang dikerjakan sudah dalam koridor yang benar. Kita perlu banyak orang yang seperti itu.

Ada member FK yang berminat terjun? Nanti kita dukung di Pileg :afro:

Jiaaaah, pileg masih 5 tahun lagi, bro.
Dukung avatar saya saja ya, sama juga koq berarti mendukung parpol Kristen.

:smiley:

Di Amerika Serikat yang mayoritas Kristen juga tidak pernah ada partai Kristen yang mempunyai suara signifikan. Memang pernah sekali dua kali muncul partai-partai Kristen, namun sepertinya tidak ikut pemilu dan hilang begitu saja.

Umumnya Partai Republik dipilih oleh orang Kristen yang lebih religius (rajin ke gereja, imut misa, dsb) baik yang Protestan Injili, Katolik, Ortodoks, tetapi kaum Mormon juga cenderung ke Republik. Sebaliknya yang kurang religius atau mereka yang lebih liberal cenderung memilih Partai Demokrat. Obama, misalnya, kader Partai Demokrat yang menjadi anggota United Church of God, gereja yang dianggap beraliran liberal.

Isu keagamaan yang sering menjadi polemik di Amerika, di antaranya masalah homoseksual dan aborsi. Partai Republik cenderung menentang sedangkan Demokrat cenderung menyetujui. Karena itu banyak yang mengasosiasikan kaum Kristen konservatif sebagai Republikan dan Kristen liberal sebagai Demokrat. Namun sebenarnya tidak selalu demikian. Ada kaum konservatif yang menjadi anggota Demokrat, seperti Billy Graham. Di lain pihak, Mitt Romney, capres Republik tahun 2012, adalah seorang Mormon, yang dianggap bukan Kristen oleh Kristen “lainnya”.

Yep, namanya politik memang seperti itu. Demi suara, kadang kadang yang tadinya tidak pernah peduli pada agama, bisa tiba tiba rajin beribadah, dipertontonkan pula ke masyarakat.

Karena agama memang menjadi dagangan yang laris (dimanapun) untuk menggiring masyarakat, untuk ati ataupun mendukung suatu golongan/partai.

Karenanya, jejak panjang seseorang sangat perlu diamati, bukan dari track record sebulan dua bulan, tetapi jauh ke belakang.

Syalom

Ini ada berita lama, tetapi saya bagikan di sini karena sepertinya kurang diketahui umum bila adik Prabowo ada yang Kristen, bahkan termasuk salah satu penyokong dana kampanye Gerindra.

Adik Prabowo Jadi Pembina Kristen Gerindra

TEMPO.CO, Jakarta - Partai Gerakan Indonesia Raya hari ini melantik kepengurusan baru organisasi sayap partai, Kristen Indonesia Raya. Dalam susunan kepengurusan baru hingga 2016 ini, Hashim Djojohadikusumo yang merupakan adik Prabowo Subianto ditunjuk sebagai anggota Dewan Pembina. “Kepengurusan ini disetujui dan disahkan oleh Prabowo,” kata Sekretaris Jenderal Gerindra, Ahmad Muzani, Sabtu, 1 Desember 2012.

Menjelang pemilihan presiden 2014, Hashim memang terlihat lebih aktif di partai. Beberapa waktu lalu, Hashim juga rajin menggelar pertemuan di Amerika Serikat untuk menggalang dukungan pencapresan Prabowo. Bahkan, pengusaha tambang ini telah mendirikan sebuah lembaga penelitian politik, bekerja sama dengan lembaga penelitian di Amerika.

Selain melantik Hashim, Prabowo yang didampingi Ketua Umum Gerindra, Suhardi, juga melantik pengurus Dewan Pembina, Dewan Penasihat, dan Dewan Pimpinan Pusat. Di jajaran Dewan Pembina juga ada nama Mayjen TNI (Purn) Glenny Kauripan, Brigjen TNI (Purn) Abraham Octavianus Atururi, Martin Hutabarat, dan Pius Lustrilanang. Sedangkan Ketua Umum Kira dijabat Murphy Hutagalung.

Menurut Muzani, dalam program kerjanya, Kira yang punya kepengurusan di 33 provinsi, bertekad mensukseskan Gerindra dalam meraup suara pada pemilu 2014. Bahkan, Kira juga menargetkan untuk memenangkan Prabowo Subianto sebagai capres pada 2014. Gerindra juga melantik pengurus Kira di calon Provinsi ke-34, Kalimantan Utara.

http://www.tempo.co/read/news/2012/12/02/078445400/Adik-Prabowo-Jadi-Pembina-Kristen-Gerindra-


Saya jadi bertanya2, kira2 apa yang dirasakan oleh Pak Hashim ini ketika semua elit partai memainkan issue agama? Tak terkecuali kubu prabowo dan sekutunya. Dan bukankah PKS salah satu partai pendukung tim prabowo secara terang-terangan akan memperjuangkan syariat Islam?