Pikirin liar atau pikiran....

Bro & Sis,
Ternyata bisa menjadi sangat memusingkan juga ya, klo sdh ngomong/membaca urusan tentang pengajaran (doktrin) agama meskipun masih dalam kalangan sendiri.

Ini pula yang saya alami sehingga akhirnya timbul pemikiran yang agak liar dan ujung2 timbul pertanyaan seperti dibawah ini.

--------------------------------------------------- Ajaran untuk mengampuni
(Bagian dari Doa Bapa Kami)
ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami:”

(Pengajaran Yesus Kristus)
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

(Memasuki Puncak pelayanan Kasih Yesus Kristus)
"Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."

Apakah Bapa sudah mengampuni? IYA. Kita semua sudah mendapatkan pengampunan dosa dari Bapa dan melalui penebusan dari darah Yesus Kristus. (Dari saat kita percaya, kini dan yg akan datang semua dosa kita mendapatkan penebusan)
Itulah yang diajarkan didalam gereja.

Pertanyaan:

  1. Apakah untuk mengampuni, Bapa membutuhkan kita untuk percaya dan menerima DIA ?
    (Apakah untuk mengampuni orang yg bersalah terhadap kita, kita butuh mereka percaya dan menerima kita ?)
    Pilihan Ya atau Tidak

  2. Bila kita tidak mau percaya dan menerima, Apakah Bapa akan selalu menyimpan kesalahan kita ?
    (Bila org yg bersalah terhadap kita tidak mau percaya dan menerima, apakah kita tetap simpan kesalahan org tsb ?)
    Pilih Ya atau Tidak

  3. Bila kita tetap tdk percaya dan menerima, Apakah Bapa akan menunggu kita dan setelah ketemu menghukum kita ?
    (Bila org yg bersalah terhadap kita tidak mau percaya dan menerima, Apakah kita akan menunggu org tsb dan setelah ketemu maka kita gebukin buat bales dendam ?)
    Pilihan Ya atau Tidak

4…Nanti saja

Bila jawaban no. 1,2,3 = Tidak
Artinya PERCAYA bukan merupakan syarat untuk mendapatkan Pengampunan-Penebusan.

Bila no. 1 = Ya (Artinya PENGAMPUNAN tidak bersifat GRATIS)
Bila no. 2 = Ya (Artinya banyak calon yg berbahaya)
Bila no. 3 = Ya (Artinya banyak calon yg di********)

Kira-kira dengan utak atik jawaban diatas doktrin ajaran mana saja yg masuk dalam kriteria sesuai jawaban?

Sekali lagi ini merupakan pikirin agak liar, yang sangat mungkin lahir dengan melihat kenyataan yg ada saat ini bila bicara doktin. Bila ada yg salah mohon dibenarkan.

Namun yg jelas tidak ada maksud negatif sama sekali seputar pertanyaan diatas, juga tidak berarti tidak pantas/layak untuk dipikirkan.

Salam

Wah judulnya jadi salah satu huruf :ashamed0002:

Mestinya "Pikiran Liar atau pikiran…

Mohon maaf dan salam

analoginya, saat anda berada dirumah orang lain (orang asing, yang sudah termasyur bahwa orang ini orang baik) dan rencana nya anda harus menginap dirumah orang asing tersebut, yaitu orang yang mungkin baru beberapa hari anda kenal, apakah ia, ia mempercayai anda untuk memberi anda tinggal dan menginap dirumahnya tersebut?
tentu jawabnya: Ia, bahwa orang tersebut telah menerima dan mempercayai anda, untuk bisa tinggal dan menginap dirumahnya…

sama sperti Yesus, mengampuni mereka yang tidak percaya kepada Yesus…

pilihannya: “tidak”

sama sperti orang asing yang saya sebut diatas, pabila anda mengajukan diri namun sang tuan tiba2 saja menolak anda, bukankah dia akan selalu berpikir dan memikirkan , apakah benar keputusan yang ia telah buat terhadap anda?

didalam Kristus, anda bisa memaafkan orang lain, tanpa harus memaksa orang lain percaya atau menerima anda…

pilihannya tidak

sama sperti Adam dan Hawa, pada waktu itu mereka berada ditempat, dimana Mereka bisa bertemu langsung dengan Bapa. MEREKA LANGSUNG DIHUKUM AKAN KESALAHAN YANG MEREKA BUAT…
akan tiba saatnya Manusia kembali kepada Bapa, tidak sperti saat ini.

tidak demikian dengan kita, Bahwa mereka akan mendapat upah yang sepadan dengan perlakuan mereka…

tidak

saya pribadi tidak perduli dengan denominasi, saya sendiri menganggap manusia HARI INI IA BERSIKUKUH DENGAN HATI DAN KONDISI PEMIKIRAN YANG SEKARANG, ESOK HARI MUNGKIN IA BERUBAH, HARI INI MANUSIA MEMEGANG KEBENARAN INI, ESOK HARI IA AKAN MEMPERBAIKI DIRI MENUJU YANG SEMPURNA

Anda yang bila IYA, gereja bilang TIDAK, jika anda tidak memilik iman dan pertobat.

Jadi yang diajarkan gereja saat seorang itu percaya maka pengampunan itu diberikan. Anda sudah menuliskan sendiri yang saya garis merah. Ada syarat-syarat kita menerima pengampunan dariNya. Manusia meniru dengan istilah Grasi, yang diberikan setiap 17 Agustus, di negara kita. Tetapi untuk mendapat grasi juga ada syarat-syaratnya.

Penting diketahui bagaimana caranya kita diampuni. Bahwa Allah itu adil dan benar, Ia tidak berlaku curang dan semena-mena, bahkan dalam berbuat kebaikan kepada kita. Kalau bicara semena-mena dan tidak adil, selalu konotasinya perbuatan jahat dan tidak mengenakan, tetapi sebaliknya juga, kemurahan dan kebaiakan juga harus mengandung nilai keadilan dan kebenaran. Itulah sifat Allah. Dosa ada kerana pelanggaran atas sabdaNya, hukumannya juga sudah ditetapkan yaitu kematian kekal atau kebinasaan dalam neraka (dijauhkan dari hadiran Allah). Tetapi karena kasihNya besar kepada kita, maka Ia memberi jalan dengan menurunkan hukum tentang penghapusan dosa dan kesalahan (Taurat). Dimana sebuah dosa dapat diampuni dan hukumannya dapat dialihkan kepada sosok yang tidak bersalah atau berdosa untuk menanggung dosa dan kesalahan tersebut. Dengan korban domba yang tidak becacat cela, dengan meletakan tangan kita diatas kepala domba tersebut dan imam menyembelihnya sebagai kurban pelampiasan hukuman Allah atas dosa dan kesalahan. Semua itu adalah bayangan, wujudnya adalah Yesus, Anak Allah yang datang sebagai manusia yang tidak berdosa, yang menanggung dosa seisi dunia, didalam tubuhnya dan setiap orang yang meletakan imannya diatasNya, maka dosa dan kesalahannya ditanggung olehNya. Demikian kita menerima pengampunan dan lolos dari hukuman Allah.

Pertanyaan: 1. Apakah untuk mengampuni, Bapa membutuhkan kita untuk [b]percaya dan menerima DIA ?[/b] (Apakah untuk mengampuni orang yg bersalah terhadap kita, kita butuh mereka percaya dan menerima kita ?) Pilihan Ya atau Tidak
Baca penjelasan singkat saya diatas maka sudah dapat menjawabnya sendiri. Ya untuk diampuni kita harus menggenapi hukum Taurat, dengan meletakan tangan kita diatas domba sembelihan. Dimana dombanya adalah Anak Domba Allah, yaitu Kristus, dan meletakan tangan diatas kepala domba adalah iman kita kepadaNya.

Mengampuni orang bersalah, tidak sama seperti Allah mengampuni kita. Tetapi kita mengucap syukur atas kemurahan Tuhan dengan cara membalas kepada sesama kita kemurahan yang telah kita terima. Bacalah Matius 18:23-35, sebab petanyaan anda di jawab Yesus sendiri disana, tepat seperti yang anda tanyakan. Kalau malas buka Alkitab bisa klik disini http://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=Mat%2018:23-35&mode=text

2. Bila kita tidak mau [b]percaya[/b] dan menerima, Apakah Bapa akan selalu menyimpan kesalahan kita ? (Bila org yg bersalah terhadap kita tidak mau percaya dan menerima, apakah kita tetap simpan kesalahan org tsb ?) Pilih Ya atau Tidak
Ya
3. Bila kita tetap tdk [b]percaya[/b] dan menerima, Apakah Bapa akan menunggu kita dan setelah ketemu menghukum kita ? (Bila org yg bersalah terhadap kita tidak mau percaya dan menerima, Apakah kita akan menunggu org tsb dan setelah ketemu maka kita gebukin buat bales dendam ?) Pilihan Ya atau Tidak
Ya

4…Nanti saja

Bila no. 1 = Ya (Artinya PENGAMPUNAN tidak bersifat GRATIS)
Bila no. 2 = Ya (Artinya banyak calon yg berbahaya)
Bila no. 3 = Ya (Artinya banyak calon yg di********)

Kira-kira dengan utak atik jawaban diatas doktrin ajaran mana saja yg masuk dalam kriteria sesuai jawaban?
--------------------------------------------

Itu doktrin gereja, dan doktrin satunya yang anda sebut liar, bukan doktrin gereja tetapi doktrin oknum atau sekte pencari keuntungan dari keluguan umat Kristen.

Terima kasih buat jawaban yang sudah masuk.
Wah berhubung jawabanya dipotong-potong saya jd bingung bgmn reply/quate. Mohon dimaafkan jd sy jwb dgn copas.

Bro tamaz bilang :
saya pribadi tidak perduli dengan denominasi, saya sendiri menganggap manusia HARI INI IA BERSIKUKUH DENGAN HATI DAN KONDISI PEMIKIRAN YANG SEKARANG, ESOK HARI MUNGKIN IA BERUBAH, HARI INI MANUSIA MEMEGANG KEBENARAN INI, ESOK HARI IA AKAN MEMPERBAIKI DIRI MENUJU YANG SEMPURNA

Untuk jawaban bro Tamaz, dan juga saya rasakan sendiri bhw jawaban tsb mewakili sangat-sangat byk org yg tdk duduk dlm kuliah, seminari, mendalami dgn didikan khusus. Kira-kira dgn kondisi demikian apakah pengenalan kita akan Yesus Kristus menjadi tidak jelas, bingung menjawab saat ditanya org lain?

Sedangkan untuk jawaban bro Krispus bisa dikatakan mewakili org kristen yg menduduki bangku sekolahan/pedalaman khusus.
Timbul pula.pertanyaan : Apakah dgn doktrin yg salah/benar

  1. Mampu mengaburkan inti ajaran dlm Alkitab?
  2. Mampu mempertahankan diri bila berhadapan dgn yg bersebrangan sama dokrin yg lain atau yg tanpa pendidikan khusus?

Bro Krispus mengapa menghindari pemakaian kata percaya dan diganti dgn iman? Seingat saya bila tdk salah bro Sarapan Pagi pernah bilang percaya=iman (maaf bro SP bila saya salah)

Link sabda yg bro Krispus berikan barangkali sama maknanya dengn ayat ini: " Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman."

Dan yang liar adalah pemikiran saya. :ashamed0002:

Salam

pikiran liar perlu didisiplin,
gak nyambung ya, :smiley:

Terima kasih bro [email protected] buat masukannya

Salam

2 Korintus 3:6
Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.

Alkitab adalah sebuah buku yang berisi teks-teks terjemahan yang didalamnya berisi carita, nasihat, nubuat, perumpamaan, silsilah dan sebagainya. Kitab itu dibaca oleh banyak orang, baik oleh orang Yahudi sendiri, oleh orang Kristen, orang Islam, Hindu, Budha dan bahkan Atheis, tetapi tidak semua orang menerima hal yang sama. Karena dipakainya tulisan manusia oleh Allah telah menjadikan buku tersebut sebagai buku yang termeterai, dan hanya Roh Allah saja yang dapat membuat seorang mengerti dan memiliki iman, pengharapan dan kasih.

Memang banyak denominasi, banyak sinode gereja, yang artinya juga banyak doktrin (pengajaran) yang ada disekitar kita tentang Kristus dan Allah. Saat kita mencoba berfikir netral dan menarik benang merah diantara semua doktrin tersebut, ternyata walau kelihatannya berbeda masing-masing memiliki persamaan yang unik, yang walau dalam pernyataan yang berbeda tetapi intinya adalah sama. Karena itulah kita dapat bersatu, walau masing-masing bertumbuh dalam doktrin yang terlihat berbeda. Bagi saya pribadi, saya menganalogikan seperti pohon, dimana akar dan bantangnya adalah sama, perbedaan terjadi pada carang-carangnya. Selama carang itu bagian dari pohon yang sama maka perbedaan bukan suatu yang patut dibesarkan. Tetapi jika sudah akar atau batangnya sudah berbeda, itu artinya pohon itu bukan bibit yang ditaburkan oleh Yesus.

Paulus beranalogi tentang tubuh, yang memiliki banyak anggota tubuh, ada mata, telinga, hidung, tangan dan sebagainya. Demikian masing-masing pengajaran berdiri sesuai fungsinya. Mata mengajarkan anak-anaknya bagaimana melihat dengan benar, hidung mengajarkan anak buahnya bagaimana menghirup udara dan memberi peringatan jika ada bau tidak sedap, tangan juga memfokuskan kepada pengajaran tentang bagaimana tangan itu berfungsi. Jadi jika mata bertemu tangan, apakah mata akan mengajarkan tangan untuk melihat? Semua dikerjakan oleh Roh yang sama yang bekerja diantara kita sehingga kita memiliki iman, pengharapan dan kasih yang sama didalam Kristus.

Bro Krispus mengapa menghindari pemakaian kata percaya dan diganti dgn iman? Seingat saya bila tdk salah bro Sarapan Pagi pernah bilang percaya=iman (maaf bro SP bila saya salah)

Link sabda yg bro Krispus berikan barangkali sama maknanya dengn ayat ini: " Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman."

Dan yang liar adalah pemikiran saya. :ashamed0002:

Salam

Belas kasihan memang akan menang dari penghukuman, tetapi tidak dengan semena-mena, atau suka-suka sendiri, sebab dari itu maka kita mendengar Kabar Baik bahwa Anak Allah telah menyerahkan diriNya sebagai pengganti penghukuman yang harus kita terima, Ia yang tidak layak dihukum, memberikan diriNya untuk dihukum selayaknya kita yang harus menerima hukuman. Itulah kemenangan kasih. Tidak ada kasih tanpa berkorban untuk yang kita kasihi.

Jangan pernah menyamakan Allah dengan orang fasik, yang berbuat jahat semena-menan sesuka hatinya dan juga berbuat baik dan memaafkan kesalahan orang juga semena-mena sesuka hatinya sendiri. Allah itu adil, benar dan setia, Ia tidak pernah berbuat semena-mena baik dalam berbuat jahat maupun dalam berbuat baik.

Wah ternyata dari sekian banyak member FK masih bisa menemukan sosok bro Krispus yg rendah hati dgn pemahaman yang membuat hati jadi riang. Salut buat bro Krispus :afro:

Salam

tidak… mereka menerima/tolak km bukan urusanmu , bagianmuadalah melepaskan pengampunanuntuk org yg sakitimu , cukup dengan hati dan mulut mengatakan : Aku melepaskan pengampunan untuk… A,b c…

jangan lupa juga km minta ampun…kpd Tuhan . krn bisa jadi km juga yg salah … sehingga org tersebut menyakiti hatimu :smiley:

2. Bila kita tidak mau [b]percaya[/b] dan menerima, Apakah Bapa akan selalu menyimpan kesalahan kita ? (Bila org yg bersalah terhadap kita tidak mau percaya dan menerima, apakah kita tetap simpan kesalahan org tsb ?) Pilih Ya atau Tidak
tidak.. sesudah km lepaskan pengampunan .. dan minta pengampuan dosa /kesalahanmu juga diampuni
3. Bila kita tetap tdk [b]percaya[/b] dan menerima, Apakah Bapa akan menunggu kita dan setelah ketemu menghukum kita ? (Bila org yg bersalah terhadap kita tidak mau percaya dan menerima, Apakah kita akan menunggu org tsb dan setelah ketemu maka kita gebukin buat bales dendam ?) Pilihan Ya atau Tidak

klo km sdh lakukan bagianmu … minta ampun dan lepaskan pengampunan … maka urusan orang yg sakitimu bukan urusanmu… dia mau terima atau tidak itu bukan urusanmu

urusan mu: tetap mengasihi dia , mendoakan spy akar kepaitan dlcabut dr hidupnya dan akar paitmu thd dia juga dicabut

Terima kasih buat jawaban dan masukan dari bro/sis Esther1.
Membaca jawabannya buat hati saya tidak tegang. :afro:

Dari masukan yang ada, bisa dikatakan ada yang menjawab lebih menekankan dari sisi manusia dan sisi Tuhan. Dan anggaplah bagaikan Koin dgn 2 sisi tetapi tetap dalam tubuh Kristus Yesus.

Terus bagaimana kita bisa mengharmonisasikan dua sisi ini dalam 1 Tubuh…? Ok, katakanlah bahwa semua manusia butuh pengampunan dari Allah karena Allah berfirman “Tak seorangpun yang benar, tak seorangpun yang mencari DIA” (bisa ada amin bisa juga tidak.)

Intro : Semua yg lahir dari keluarga Adam(1) telah berdosa, agar supaya dapat pengampunan dan merdeka maka perlu masuk dalam keluarga Adam ke-2 (Yesus Kristus). Untuk menjadi keluarga Yesus Kristus maka ada firman :
5.Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.”
Dgn kata lain apa yang dilahirkan manusia adalah anak manusia, apa yang dilahirkan Allah adalah anak Allah.

Pertanyaan yg paling mendasar berubah menjadi begini:

  1. Apakah anak manusia bisa, mampu percaya, bertobat, beriman sehingga MENGERAKAN belas kasihan Allah supaya kita bisa lahir menjadi anak-anak Allah?

  2. Kelahiran baru yang terjadi dalam Kerajaan Allah semua adalah atas kehendaknya.

Mari kita renungkan, pikirkan bersama.

Tuhan Yesus memberkati dan salam.

oke saya mengerti jawaban kamu ini sebab pikiran kamu liar juga, kenapa saya sebut liar? karena memang kamu itu sedang ingin menyelesaikan pikiran liar kamu atau malah ingin menjustifikasi manusia sesuai ingin kamu…

mungkin saya mewakilkan manusia yang tidak duduk dibangku kuliahan teologia, sehingga para gembel dan miskin tidak berduit seolah saya layakkan untuk mendengar berita baik… dengan gaya bahasa saya yang saya utarakan tidak disulit2kan, agar sesiapapun bisa mengerti…

dimananya yang menjadi tidak jelas pengenalan Kristus yang kamu sebut diatas?

memangnya kamu sudah cukup jelas, mendapat pengenalan yang jelas akan Kristus? berbagilah, agar saya juga dapat menjelaskan perbedaan yang kamu miliki dan yang saya miliki… hingga menghasilkan kesimpulan kamu bahwa pengenalan Kristus dariku menjadi tidak Jelas…

Wah ternyata bro Tamaz salah mengerti maksud saya, mungkin cara penyampaian salah yg tidak benar sehingga bro jadi salah paham. Ya kalau cara penyampaian saya salah mohon dimaafkan.

Maksud saya ialah saya juga termasuk salah satu yang berada dalam posisi tidak mendapatkan pendidikan khusus sama seperti bro Tamaz tdk peduli dgn denominasi maka itu saya tanya: Kira-kira dgn kondisi demikian apakah pengenalan kita akan Yesus Kristus menjadi tidak jelas, bingung menjawab saat ditanya org lain?

Semoga dengan pernyataan saya ini sudah bisa mnjelaskan kesalahpahaman diantara kita.

Salam

Bahasa anda berlikuk-likuk. Mungkin juga menggambarkan bagaimana cara berfikir anda (yang kamu sebut sendiri liar).

Kalau saya tidak salah menangkap pertanyaan baru anda adalah tentang “apakah seorang itu perlu berusaha untuk mendapat perhatian dan belas kasihan TUHAN atau semata-mata semua atas kehendak TUHAN saja?” menghindari bahasa klise “kita diselamatkan karena anugrah bukan karena perbuatan kita”.

Sementara anda menerima pengajaran bahwa bertobat itu karena pekerjaan ROH KUDUS dan percaya itu adalah anugrah. Lalu dimana unsur manusianya untuk memilih jika ada hak pilih (meminjam istilah pileg) jalan hidupnya sendiri untuk menerima Yesus atau menolakNya.

2 Tawarikh 16:9
Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.

Diluar pengetahuan kita, Allah itu bekerja sampai hari ini untuk mencari diantara umat manusia yang benar-benar hatinya mencari kebenaran, keadilan, kesetiaan untuk menerima Kabar Baik sehingga mereka juga diselamatkan. Bpk. Kornelius dalam Kisah Para Rasul adalah salah satu gambaran Allah mencari orang yang bersungguh hati mencariNya. Dan Tuhan terus mencari sampai jumlah orang-orang yang diselamatkan itu lengkap, maka kesudahan jaman tiba. Kita adalah hamba-hambaNya, yang melakukan tugas yang diperintahkan kepada kita.

Roma 11:25
Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.

Ada jumlah orang yang diselamatkan yang hanya diketahui oleh Allah didalam KemahatahuanNya. Selama jumlah itu belum genap, maka Injil terus diberitakan keseluruh dunia untuk mendapatkan mereka-mereka yang bersungguh-sungguh mencariNya. Sida-sida dari Ethopia, menerima Kabar Baik, sebab Allah tahu isi hatinya, dan Filipus ditugaskan untuk datang menghampiri. Tetapi disisi lain, banyak orang berbondong-bondong menjadi orang Kristen, sama seperti yang ditulis dalam Yohanes 2:23, “Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya.” tetapi dalam ayat 24-25 dikatakan demikian, “Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.”

Matius 22:14 “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

Banyak orang yang kelihatannya bertobat, tetapi tidak ada buah-buah pertobatan. Bertobat itu artinya berbalik, sedangkan kebanyakan mereka masuk kategori “mengurangi intensitas” bukan “berbalik”. Berbalik itu perubahan radikal, dari orang yang berbuat dosa menjadi orang yang membenci dosa, dari orang yang memuji kelicikan, menjadi orang yang merendahkan kelicikan, dari orang yang cabul, menjadi orang yang kudus. Tetapi semua orang diterima didalam gereja dan dilayani sama. Kita mungkin tidak tahu, tetapi Allah dapat membedakannya, juga dirinya sendiri.

Jika seorang ingin mendapat belas kasihan TUHAN, maka carilah dia selama Ia berkenan ditemui, carilah dengan segenap hati, jiwa dan raga. Maka genaplah Firman Tuhan, “Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”