pilih Jalan Tuhan/jalan Dunia?lebih milih mana ? jujur sbagai anak Tuhan Yesus

boleh tahu tidak ya,kenapa hal yang tidak nyaman,hal yang tidak enak,hal yang menyedihkan dan melukai, sampai hal rumit dan beban berat yang sedih,terasa terikat dan sesak,diizinkan oleh Tuhan Yesus?

sudah beban kehidupan cukup berat,ditambah beban lainnya,sampai ke beban mental dan hati belum fisik lemah,dan lainnya?

ini yang aku tangkap pesan Tuhan Yesus saat aku baca FT, dan pesan dari teman-teman,dan dari hal yg lain.

permintaan Dia benar benar berat bagiku: kalau aku masuk rencana Dia,berarti siap melewati badai yang jauh lebih mengerikan dan menggetarkan,harus siap fisik,mental,jiwa,roh dan segenap diri.
Tuhan Yesus cuma pesan lewat FT yang aku baca,

  • pilih mana jalan Tuhan atau jalan dunia?

jalan Tuhan tidak dijamin jalannya itu nyaman dan lancar tapi ujungnya terbaik sedangkan kalau jalan keinginan sendiri/dunia ini terasa lebih nyaman dan lebih mudah dikontrol walau banyak sulitnya juga tapi tetap di posisi nyaman.

  • Aku yang membuatmu dan juga lidah manusia,orang bisu atau tuli dan orang melihat atau buta dan syukurilah semuanya,Aku yang menenunmu dikandungan ibumu.dan kamu baik dimataKu,tidak ada yang salah.

aku: aku tahu Tuhan,Engkau yang membuatku,tapi aku tidak tahan dengan ejekan/hinaan mulut manusia yang begitu tajam sekali,lidah yang terbuat dari api neraka, kenapa mereka tega dan terus senang ,termasuk anak Tuhan juga yang suka beri julukan ke aku dari belakang( dirinya dengan temannya ) ,bahkan dulu juga guru agama,dan semua itu aku sudah maafin Tuhan,sekarang orang lain yang seperi ini,sepertinya tidak pernah selesai.

  • jadilah pelaku Firman dan jangan menipu diri sendiri, aku tahu Firman Tuhan pesannya apa,tapi aku sering bertentangan karena lebih fokus ke diri sendiri dibanding ke Tuhan Yesus itu sendiri + jangan kamu saling mendustai karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya.

aku: sadar kalau jalan Tuhan dan FirmanNya itu kebenaran ,tidak diragukan,tahu dan mengerti, tapi karena fokus ke perasaan sendiri jadi lebih menuruti perasaan dan sering lupa Firman Tuhan,jadi sering melanggar.

  • kasihilah orang yang menyakiti,orang yang jahat kepadamu, untuk apa mengasihi orang yang mengasihimu,karena orang berdosa juga demikian. apakah upahmu jika tidak demikian? jangan membalas dengan jahat,tapi yang baik,kasihi mereka,terimalah mereka dan ampuni mereka.
    doakan mereka dan berkati mereka,itu permintaan Tuhan Yesus lagi.

aku: susahnya bukan main,cuma sebentar mengasihi dan mengampuni,karena tidak tahan oleh ulah mereka,jatuh lagi dalam kebencian dan dendam karena perkataan kutuk mereka yang menusuk dari belakang.

  • jika kamu mengasihi Aku ,kamu menuruti Firmanku dan bila kamu membenci sesamamu ,kamu tidak mengasihi Aku,bagaimana mungkin kamu mengasihi Aku yang tidak kamu lihat,sedangkan kamu membenci saudaramu, dan ampunilah,jika tidak mengampuni Aku juga tidak.

aku: tiap x harus ampuni orang ,dan harus mengasihi, dalam 1 hari bsia berapa x aku harus ampuni orang terus2an,dan terus mengasihi,padahal hati sedih dan perih juga sakit oleh ulah mereka.

  • memilih jadi orang berguna atau sebaliknya, karena kenikmatan,kesengsaraan,kehidupan dan juga kematian bermanfaat untuk memuliakan Kristus. Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

  • Bersyukurlah selalu padaKu dalam segala hal,itu yang Aku kehendaki.

aku: harus bersyukur diatas penderitaan? gimana mungkin Tuhan?? aku yang sesak ini harus bersyukur? lalu gimana caranya bersyukur diatas penderitaanku sendiri?

Bro Ardi,

Hidup di dunia ini memang tidak nyaman, karena semua bersifat sementara saja, ibarat kita masuk ruang ujian, tidak nyaman, tetapi bukan di ruang ujian itu tempat kita berada selamanya. Karena kita bisa lulus atau bisa gagal dan mengulang lagi tahun depan.

Tetapi, apakah sungguh tidak nyaman? Ataukah kita cuma manja dan ingin semua kemudahan tanpa menghadapi kesulitan?

Sejak awal, Jesus tidak pernah menjanjikan segala kenikmatan hidup di dunia kalau kita ikut Dia.
Bahkan dalam salah satu ayatNya, Dia berkata akan mengirim kita ke tengah serigala.

Tetapi, jika kita baca kisah kisah Jesus, para rasul, dan para martir saat Kekristenan masih baru, sepertinya kehidupan kita masih jauh lebih menyenangkan. Kita bisa ke gereja dengan nyaman, gereja malahan pakai AC. Beribadah dengan aman dan nyaman.
Sementara saat itu, umat Kristen harus sembunyi sembunyi, beribadah di goa yang gelap, was-was dan takut tertangkap. Dan kalau tertangkap sebagai Kristen, mereka akan di umpankan ke binatang buas di Colloseum.

Jesus sendiri, dengan segala kebaikanNya, dengan segala perbuatanNya yang melulu hanya untuk menolong manusia, justru hidu miskin, dihina orang, dikejar kejar, ditangkap, disiksa, dibunuh dengan cara paling kejam. Petrus di salibkan terbalik, Paulus dipenggal, ada yang ditusuk tombak, dst. Apa salah mereka semua?

Kembali saya ibaratkan dengan ujian. Semakin tinggi nilai yang ingin dicapai, semakin keras kita harus belajar, semakin bayak waktu yang dibutuhkan untuk berlatih, dan keseriusan untuk mengulang ulang pelajaran. Kalau kita cuma ingin mendapat nilai ala kadarnya, mungkin cukup belajar santai saja.

Jadi, jangan terlalu pesimis, kita sudah mendapat keringanan ujian, sebagian besar ujian kita sudah diselesaikan oleh Jesus, tugas kita hanya memakai kuk yang ringan dan nyaman, dan berjalan bersama Jesus dalam ujian ini untuk mencapai garis akhir. Dimana hadiah kelulusan sudah menanti.

Syalom

Untuk lebih memahami semuanya itu, kita ini diibaratkan domba di tengah serigala

Orang Kristen = domba
Bukan domba = bukan Kristen

Domba itu hewan tanpa senjata perlindungan diri
Bayangkan kalau hewan tersebut ditempatkan di tengah2 serigala
Nah itulah Kristen
Domba ga bisa balas balik, kalau dombanya nanduk balik itu namanya kambing
Mau dicakar serigala kayak gimana juga bisanya pasrah
Namun sadarilah kita punya Gembala Agung
Dialah yang akan melindungi kita dari serangan serigala
Karena itu domba-dombaKu mendengar suaraKu dan Aku mendengarkan mereka
Domba yang tak mau mendengar suara gembalanya maka akan terpisah dari kawanan
Karena domba tersebut tidak mau digembalakan oleh gembalanya
Selanjutnya silahkan diprediksi sendiri apa yang terjadi jika ada domba tanpa gembala di tengah serigala

  1. Komitmen itu memang susah.
    Ha ha (aku aja semua komitmen hancur).

  2. Jalan dunia memang lebih enak dan sedap. Kaga stress lihat diri masih berdosa, ga harus sabar, memaafkan org lain dan diri sendiri.

Ga usah perang rohani. Ngigetin diri itu ga boleh. Baca apa aja bisa (baca gosip/apapun).

Ya paling ke penjara, klo lbh berani (mau neraka aja), ya bunuh diri (well, sorry aku jg lagi stress sama diri sendiri).

  1. Hidup sama Tuhan bisa dibilang ga enak banget. Ketika semua bergosip, kita ga boleh.
    Ketika semua berbohong, kita ga boleh.
    Ketika org mau balas dendam, kita harus maafin.
    Dll. (Dgr org kristen yg denger dosa adalah hal manusia rasanya kesal juga. Baca org menghina org lain meski ga kenal, itu pun menyebalkan dan ga boleh ikut2an).

Well, Tuhan Yesus pencipta manusia saja dibilang prince of demon. Apalagi umat-Nya.

aku juga jutaan kali mau nyerah jadi kristen kok (well, you know lah).
Tapi Tuhan amazingly saat ngobrol waktu itu bilang life is a choice.
anda mau ikut Tuhan / ga teserah anda.
ikut Tuhan -Surga (dan mungkin hal lain)
Ikut setan - neraka.
dan klo ga ikut Tuhan, mau sekaya, secakep, sepopoluler, dll apapun. Rasa kosong dlm hati pasti tetap ada (aku lihat kesaksian2 oeg terkenal, kaya, dll)

  1. Jadi kristen bisa dibilang untung juga selain kenal Tuhan yg asli.
    untung: nabi dan rasul jg berdosa.
    untung Tuhan tau ga ada manusia yg baik selain Tuhan.
    untung Tuhan disalib pas kita masih pendosa.
    untung doa org kristen ‘°Tuhan aku pendosa, aku perlu juru selamat’.
    Untung ga usah berusaha sendiri tapi surrender.

Ga kaya agama lain (Muhamad/Budha yg kayanya dianggap org terbaik sama agama mereka).
Ga usaha sendiri (masuk surga berbuat baik lbh banyak dari jahat)

untung Tuhan kita hidup, bisa jangkau anak-Nya lewat berbagai cara. Ngajar pelan2.

untung Tuhan Yesus diangkat tinggi 2 kaya ular jaman OT. Fokus ke Tuhan.

jadi ya anda pilih saja, anda mau apa.
hidup itu pilihan.
klo pilih Tuhan, Dia sdh bilang dunia bakal semakin jahat. Kasih akan hilang.
Dia bilang kita haru presevere.
Dia tunjukin lewat hidup-Nya.
Dia kasih perumpamaan biji2 ditanah subur/jelek.
dsb.

(Ttg yg aku tulis di fb. Maaf aku cuma penasaran cara mereka makan, cara ngobrol tatap muka gmn, dll. Ga bermaksud ngehina)

  • tadi cek anti-bully di Indo. Ga ketemu. Sayang Indo kurang peduli. Klo luar negri ada (aku tau wesley buat social support org terisolasi).

  • barangkali bro brc+henhen ahli bully. Atau apa. Barangkali bisa lbh bantu (sorry selama ini ga bisa bantu dan malah ngeluh. Ingat anda bilang tetap sama Tuhan)

Seharusnya tidak demikian (lihat yang saya bold)

Yakobus 1:14
Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

Beban berat setiap orang sebenarnya lahir dari keinginan-keinginan yang bergejolak dalam daging kita. Seorang ibu yang biasanya memakai dan membeli barang-barang mewah, bermerek super mahal, suatu saat bisnis suaminya mengalami masa sulit dan keuangan mendadak sesak. Akhirnya ia tidak lagi dapat membeli barang kelas atas lagi, dan saat tasnya rusak, ia ingin membeli tas baru tidak dapat lagi membeli tas super mewah tersebut, dananya mungkin cukup hanya membeli tas bermerek Guest sekelasnya. Bagi ibu itu adalah pergumulan berat, untuk membelinya apalagi untuk memakainya. Mungkin bagi anda dapat simple mengatakan sombong banget ibu itu, tetapi bagi mereka yang hidup dalam lingkungan jetset di metropolitan hal itu bisa jadi pergumulan yang membuat dirinya sedih, menangis bahkan sampai menyalahkan TUHAN.

Itu adalah cerita yang kontras, kita dapat menilai cepat benar dan salah, dan memahami dengan mudah apa itu cobaan dan pergumulan hidup. Jika hari ini kita hanya bisa makan nasi pecel 7000-an dan biasanya makan KFC 45ribuan harusnya tidak masalah. Jika bayar listrik berat, turunkan kwhnya atau pakai yang token bisa dikontrol pemakaiannya. Jika anak tidak bisa disekolahkan di sekolah internasional plus-plus-plus, ya sekolahkan di sekolah umum biasa. Semua masalah dan pergumulan hanyalah masalah keinginan diri sendiri saja, bukan hal yang mengancam jiwa anda.

Ibrani 12:4-6
Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah. Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”

Kita dididik agar tidak menjadi serupa dengan dunia ini, keinginan, hasrat dan cita-cita kita tidak sama dengan orang berdosa yang akan binasa, yang tidak melihat jauh kedepan kepada kehidupan kekal yang keberadaannya nyata. Karena itu bagi beberapa orang TUHAN memberikan kesesakan, agar mereka memahami bahwa dunia ini fana, dan mungkin ada juga yang dihajarnya dengan berbagai duka agar ia belajar mengikuti hukum-hukumNya.

Matius 4:8-9
Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”

Iblis akan selalu menggoda, dan terus menggoda kita agar direaksi oleh daging kita sehingga kita akhirnya masuk dalam pencobaan yang kita adakan sendiri. Saat itu Iblis akan menunggu kita kecewa, marah dan meninggalkan Kristus, dan pada saat itu Iblis akan bekerja diantara mantan orang beriman walau mungkin masih berstatus kristen dan rajin berkunjung ke gedung gereja bersama keluarga.

Agar kita tidak binasa oleh tipu daya iblis, maka TUHAN akan mendidik kita, mengajari kita untuk lepas dari dunia ini, lepas dari keinginannya dan dari kemuliaan yang didapat dari harta benda didunia ini. Bukankah kita menginingkan semua itu dengan harapan kita dapat bahagia? Kita dihormati, disegani, ikut menikmati apa yang mereka nikmati, berbicara dengan bahasa yang mereka pakai dan menjadi serupa dengan dunia ini. Anda tidak akan menemukan bahagia, sebab semua itu adalah semu. Yesus mengatkaan itu seperti sumur Yakub, yang sesaat saja senang dan seketika itu juga haus lagi. Bahkan Amsal 23:29-35, menggambarkan kondisi orang yang dimabuk dunia ini dengan jelas dan mudah dipahami. “Siapa mengaduh? Siapa mengeluh? Siapa bertengkar? Siapa berkeluh kesah? Siapa mendapat cidera tanpa sebab? Siapa merah matanya? Yakni mereka…”

Tetapi jika anda benar-benar ingin bahagia, berikut yang dinasihati TUHAN.

Yeremia 7:23
Hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!

ya,sangat tidak nyaman secara mental, karena mereka tidak mengerti apa yang aku rasakan. tapi aku sendiri melihat klo ikut Tuhan,membuat diri jadi tahan banting , artinya dibanting orang kita harus sabar,sabarnya itu luar biasa,harus terus ampuni…orang salah ampuni…dan terus mengasihi, sedangkan mereka semakin tertawa lebar diatas penderitaanku secara mental. habis itu tokoku dijelekin, produknya jelek, jangan beli disitu, dengarnya suka jadi makin benci sama yang sewa, terus tiap orang yang belanja jgua jadi suka ketawa lihat aku,padahal kalau tidak tahu,tidak ketawain aku.

jangan dibandingkan dengan tokoh Alkitab/orang kristen zaman dulu, karena semua orang punya kesulitannya masing masing. ibadah dikejar musuh memang pasti deg degan ,tapi kalau taat sama Tuhan dalam iman ,tentu Surga siap menanti, nikmatnya sesudah itu. aku tahu di tokoh Alkitab itu tidak mudah melewati masa masanya itu. dan aku juga bersyukur hidup ibadah nyaman ,tapi kalau didalam ibadaha nyaman itu ada orang yang siap membully itu juga jadi parasit di gereja,yang merugikan anak Tuhan/Tubuh Kristus yang lain.

rasanya sakit,penuh luka cabik,dan harus mengeluarkan darah ,tapi tidak bisa membalas.
pernah gak kamu ,ditampar orang secara fisik ke muka ,terus kita diam saja, gak bales? ini harga diri kita sebenarnya jatuh,didepan orang, tapi kita kalau taat sama Tuhan,dan menjadi seperti Kristus, harus sabar dan ampuni dan terus mengasihi.
gimana kalau kamu diposisi itu? orang orang pada diam dan tertawa dengan sinis, si blo on digampar sama si wanita ini namanya. orang semakin meremehkan.
dulu gw pernah di kelas diperlakukan seperti ini, teman teman pada lihatin, dan gw cuma nunduk kepala,rasa keingin itu mau bales tamparan dia, tapi gw menahan diri. gw sebagai cowo ditampar cewe,tanpa sebab jelas udah gitu tukang katain gw lagi dengan julukan,tapi kadang kadang suka manggil nama gw juga.
(kalau waktu itu bisa ditangkis ,gw tangkis tangannya,sayang gw gak siap dan gak tahu itu orang mau gampar)

Tuhan dipukuli,diapain tidak bales ,bisa tidak kalian juga tidak bales,bahkan kehormatan kalian sebagai cowok harus jatuh??? jangan bilang kalau kalian bisa padahal di hati berat dan menolak keras.

komitmen itumemang sulit sekali, kita sudah janji tidak akan seperti ini lagi,tapi ketika ujian itu menurut kita sudah kelewat batas, rasanya kita mau berontak menurut apa yang kita anggap benar. sehingga cara kita suka jatuh dalam kesalahan/dosa.

itu tandanya Tuhan mengasihimu bro, kita masih di tegur,dll. aku jgua sama ketika aku mau menyerah,ada ayat FT yang menguatkan aku,dan langsung sentuh ke hati nurani, jadi aku kembali bertobat dan perbaiki diri lagi.
dosaku ini jatuh bangun terus, naik turun terus iramanya.

keinginan kita ditekan habis, oleh aturan Tuhan ,dan kalau mau ikut Tuhan tidak boleh setengah,kalau setengah jujur jiwaku sengsara dan menangis,karena rasanya jadi hancur. tapi kalau sungguh ikut Tuhan ,kita belajar taat terus ,bisa sampai keluarin air mata didalam kamar sendirian,jadi cuma Tuhan Yesus dan kita yang tahu saat kita sedih,orang dalam rumah tidak ada yang tahu.

betul pergumulan itu selalu ada bro, dan ada yang dari keinginan sendiri,ada yang dari pengaruh lingkungan, ada yang dari kejadian tak terduga, semua ini tidak bisa dikontrol,dikontrol lewat cara yang gimana.

kalau cara Tuhan ,harus ikut prosedurNya Dia, tapi kita harus sabarnya luar biasa,pengampun dan pengasih.
hidup di metropolitan memang begitu bro, aku ada sodara di kota metro itu ,dan sangat glamour juga angkuh,tidak begitu mau bicara denganku,sering kali menghindar ,jadi aku males sendiri ketemu sodara gituan.

siapa bilang tidak mengancam? bukti ada orang di bully di cyberbully di luar negri ,oleh teman-temannya yang pembully,akhirnya bunuh diri, dan itu sudah banyak orang yang hancur hatinya ketika pergumulan itu tidak tertahankan, sudah berapa nyawa yang hilang , apa hal ini tidak buat Tuhan sedih? Tuhan pasti sangat sedih, karena korban bully ditekan sampai sesak nafas. jujur, pembully ini sangat tega,tidak ada belas kasihan,seperti iblis ,lebihnya lagi anak Tuhan yagn di gereja ikut-ikutan juga.

Tuhan Yesus juga pernah tegur aku di Ibrani 12:4-6 ,berarti akan ada badai lagi yang sampai harus mencucurkan darah. aku senang ketika Tuhan menghibur,menghajarku ketika bandel/tidak menurut dan itu tidak main main,kalau Tuhan mendidik anak Tuhan. maka ituaku perlu ketemu/cari orang komunitas gereja yang benar benar seperti jemaat dulu, dan bisa jaga perasaan orang,hidup benar didalam takut akan Tuhan Yesus.
(jadi kalau mau katain orang,mikir lagi, ah ini dosa,gw gak boleh begini, gw ga mau dia terluka oleh sikap dan kata gw, enak kalau anak Tuhan yang mengerti seperti ini ,klo gw menyakiti dia/mengutuk dia dengan julukan,berarti gw juga menyakiti hati Tuhan yang menciptakannya)

Jujur,menjadi serupa dengan Kristus tidak mudah,itu perlu kedisiplin diri,komitmen dan memegang didikan Tuhan.
betul bro,iblis benar benar mau hancurkan semua orang dengan semua kelemahan masing masing… ini sangat berbahaya. tolong kami semua Tuhan Yesus,Amin.

Bisa bro, itu kan hanya pilihan saja
Mau ikut Firman Tuhan atau tidak

Emang bro, kalau gampang ya semua orang udah jadi Kristen tanpa perlu cape2 kita injilin
Yesus pun jelas ngomong, barangsiapa mau mengikut Dia, harus pikul salib

Justru kalo ada orang Kristen yang mengaku hidupnya damai2 saja, ga pernah berubah, ga pernah ngeluh kayak kamu ini bro, jangan2 lagi gak pikul salib, salibnya entah dimana

saya juga punya pengalaman bro, bukan secara fisik lebih ke arah hinaan untuk 2 orang yang saya sayangi
saya tidak bisa membalas, karena jika saya membalas akan menyakitkan hati ke 2 orang ini
rasanya seperti makan buah simalakama, dimakan ayah mati, tidak dimakan ibu mati
saya melawan, 2 orang ini sedih (pernah kejadian hampir berkelahi)
saya tidak melawan hati saya sakit medengarnya (saya tidak tega menyampaikan kata2 itu kepada mereka)
saya dl berdoa berteriak dalam hati
saking kesalnya dl sy komplen kepada Tuhan, kenapa Tuhan mengajarkan kasih
lebih gampang, gigi bayar gigi, mata bayar mata
kenapa ada 10 perintah Tuhan, kalau orang lain boleh seenaknya melanggar
kenapa orang boleh kejam, tapi Tuhan ajarkan saya pipimu ditampar berikan pipi sebelahnya
Tapi akhirnya saya tetap berterimakasih pada Tuhan, karena dia memberi saya istri yang bisa menenangkan saya, dan anak yang mengingatkan saya akan tanggung jawab saya akan mereka, yang pada malam hari suka saya pandangi, mengingatkan saya selalu, Tuhan tetap sayang pada kita.

ya ikut Tuhan dan FirmanNya, tapi jujur gw sering jatuh bangun ,kadang di posisi anak Tuhan yang baik,kadang melanggar,karena tidak tahan ulah orang jahat. skrg gw jadi pemalu dan menutup diri ,gw merasa agak suram masa depan gw kalau begini terus. mau maju tapi harus sakit ,dan sabarnya harus jadi orang saleh.

Jujur, berat bro,mikul salib Tuhan, waktu itu memang gw minta dalam doa, menyangkal diri,memikul salib dan mengikutMu.
sekarnag dikasih tantangan gw jatuh terus bangkit lagi,jatuh bangkit lagi…belum lulus.

apa Kristus waktu berkata biarlah cawan ini berlalu dari padaKu, ← ini termasuk mengeluh? sebagai manusia?
terus dilanjut lagi tapi jadilah sesuai kehendakMu.

Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Yesus sebagai manusia saja bisa merasa tertekan dan minta berlalu?(mengungkapkan perasaanNya yang tertekan dan sedih,menderita) termasuk keluh kesah Tuhan atau bagaimana?

kalau ada orang kristen ga pernah ngeluh berarti lebih dari Tuhan?apa mungkin orang di dunia ini ada yang tidak mengeluh? dan apa mungkin di Tokoh Alkitab ada yang tidak mengeluh? ayub saja dicobain mengeluh juga.

iya bro, banyak orang kristen juga yang tidak mau mengakui keluh kesahnya karena dianggap lemah,dan malu atau gengsi ,banyak juga orang tipe begini.
ada kristen muka dua,ada kristen matre, ada kristen pilih orang ,macam-macam kristen contoh buruk, termasuk gw juga kristen jatuh bangun.

Tak ada masalah dengan jatuh bangun, sekelas orang yang diakui oleh Tuhan sebagai orang yang berkenan kepada Tuhan seperti Daud pun jatuh bangun, yang penting bukan seberapa dalamnya kita jatuh, tapi seberapa ingin kita bertobat, dan dalam hal ini Tuhan tahu hati kita, tak bisa dicobai

Doa Yesus di taman Getsemani, bisa jadi orang mengartikannya sebagai keluhan, namun saya pribadi mengartikannya sebagai permintaan

Tak ada salahnya juga dengan keluhan, selama keluhan itu tidak menguasai diri kita, ujungnya tetap Firman Tuhan yang dijalankan, semua tokoh alkitab pernah tidak taat dan pernah mengeluh, dan bahkan apa yang mereka lakukan mungkin lebih buruk dari yang kita lakukan, kamu toh blon pernah bunuh suami orang demi ambil istrinya kan? Belum pernah menyangkal Yesus toh? Sampai 3x? Semua kuncinya terletak pada pertobatan dan tidak mengulanginya lagi

aku juga ada diposisi itu, diam kena, bales kena, doa tetap kena juga,jadi serba salah ,dan cuekin kena juga, tidak dicuekin kena juga,didiamin makin kurang ajar,dilawan makin ngotot, ditegur tidak terima semakin parah,didoain nunggu jawaban Tuhan sudah tidak sabar, ingin ada sesuatu terjadi,tapi tidak kunjung datang,menunggu waktuNya Tuhan.

enaknya anda dapat istri terus bisa bantu anda,dan punya anak yang bisa bantu ingatin, kalau saya tidak ada yang support,keluarga cuma suka nutupin dan cuekin aja,trus minta pandangan kakak juga tidak bisa beri pandangan positif yang menguatkan saya,akhirnya saya ngadu ke Tuhan,disuruh terima mereka apa adanya,kasihi mereka,ampuni,doain,berkati saya tahu Tuhan itu benar, tapi sangat sulit jalaninnya.
Tuhan suruh yang balas baik semua kepada orang orang yang jahat,yang nyakiti saya,sedangkan saya harus berbalik mengasihi mereka semua dengan kasih Tuhan. saya coba semua,tapi semakin lama semakin berat,rasanya sesak di dada,terus berdoa lagi lega lagi…terus sesak lagi…tidak selesai selesai,akhirnya saya jatuh lagi kedalam dosa kebencian,dendam, dan mengutuk balik mereka dari belakang + menyumpahi , tapi saya suka nyesal juga ketika sudah sadar kembali ,telah melakukan hal yang keji dimata Tuhan.

saya sampai protes ke Tuhan dan bilang kenapa tidak selesai? kenapa mereka suka sekali mengejek orang,merendahkan, bahkan selalu mau cari gara-gara dan berseteru dengan saya? sedangkan saya tidak berbuat salah apa-apa sama mereka ,tidak menyakit dan tidak menjelek2an mereka , tapi sebaliknya saya yang tertolak dan dimusuhi dan sering diperlakukan tidak baik,diremehkan? padahal saya sama manusia seperti mereka juga ,sesamanya, tapi kenapa saya diperlakukan beda ?

saya harus diam tidak boleh balas,sedangkan mereka semakin gila dan tidak sopan. karena jiwa saya tertekan jadi saya berontak dan mulai melawan apa yang mereka lakukan yang jahat,tapi saya melawan dengan cara yang benar bukan yang jahat lagi. seperti teguran yang baik, ditegur baik baik balik ngotot dan lebih galak, saya juga sabar ada batasnya,kalau batas saya habis ,saya bisa melawan bahkan harus bentrok fisik, bisa diladeni oleh saya.

keluhan / permintaan ini dua konteks yang berbeda? yang mana yang benar menurut Alkitab?

bagus maunya keluhan tidak menguasai,tidak mudah juga saat proses berlangsung. jadi harus terus melepaskan pengampunan dan karena capek,jadi suka ingin beritahu ke orang tersebut,bahwa jangan seperti ini tidak enak,tapi takut di cap tidak gaul,di cap mudah tersinggung,di cap ini orang tidak disukain kalau begini jadi semakin diganggu/disengaja.

apakah pertobatan yang diulang dan dosa yang terkadang dikuasai oleh daging sehingga jadi mengulangi lagi dosa yang sama? apa ini tidak permainkan Tuhan berulang kali ya? jadi kalau mau tobat itu sungguh sungguh dan tidak ulangi, tapi dimana saat kita lemah ,ini kembali jatuh kembali.

Menurut saya permintaan

Kalau saya prinsipnya tegur sekali saja, kalau tak mau ya tinggalkan saja
Jangan malu dan lelah untuk memberitakan Firman Tuhan, nanti Tuhan juga tak mau mengakui kita dihadapan Bapa

Tuhan yang mengetahui hati, dan Dia tak bisa dicobai/dipermainkan

bagi penyewa :udah ditegur , tapi makin besar kepala,makin parah , hasilnya tambah parah,karena jadi tahu tidak suka digitukan.
bagi guru agama sekolah: ditegurnya sesudah lama lulus sekolah ,di sms, sudah itu aku bilang aku sakit hati karena perkataan anda waktu di pesta manggil dengan julukan,malunya minta ampun didepan keluarga,saudara,orang lain itu langsung nusuk ke hati dan julukan bapak guru agama itu ke saya ,disekolah dan aku bilang sudah maafin bapak,sesudah itu guru agama itu waktu ketemu aku di gereja ,sudah ditidak berani panggil julukan lagi. waktu di sms juga jadi panggil nama sekolah,dan itu aku senang (namaku yang dipanggil),senangnya bukan main.
bagi pedagang yg dulu pernah ditegur, dia manggil nama didepan tapi dibelakang jelekin saya dan manggil julukan,suka gosip, jadi nama saya dijatuhin,jadi orang orang suka ikut percaya ,nama saya jadi julukan. ini sangat menyakitkan hati, dan dosa kutuk ini masih berlanjut karena kata kata mereka, istrinya juga suka julukin saya,termasuk anaknya, saya selalu nahan perasaan ,mau negur gimana juga tegurnya, udah tahu tidak suka digituin tapi masih aja sengaja.

kalau Tobat sama Tuhan saya pribadi tidak setengah-setengah,tapi penuh.