Please Doakan Saya dan Anak Saya

Syalom semua…
Saya mau sharing kepedihan hati saya pada malam hari ini…
Ceritanya agak panjang, mohon maaf kalau jadi membosankan membacanya.

Dulu ketika saya umur 17 tahun dulu, hamil di luar nikah…
Lalu ternyata laki-laki yang menghamili saya pun sudah beranak istri (mengaku perjaka).
Tapi meski dalam kondisi tanpa suami, saya memutuskan untuk tidak menggugurkan anak itu.
Saya melahirkannya dengan selamat, kedua orang tua saya pun menerima kondisi saya dan juga menerima anak saya dalam keluarga.

Waktu berjalan…hingga pada akhirnya saya bertemu dengan suami saya.
Dari awal berkenalan saya sudah berterus terang kepada suami bahwa saya sudah memiliki anak.
Pada saat itu dia dengan tegas bilang bahwa tidak berkeberatan akan status saya dan tidak keberatan untuk menerima anak saya, ikut merawat dan membesarkannya.

Selama tahun-tahun pertama tidak ada masalah. Tapi mulai terlihat begitu anak kedua saya lahir.
Sikap suami mulai berubah, dia mulai sering kasar dan memukuli anak pertama saya.
Kami sering bertengkar tentang hal ini. Saya pergi ke gereja… berdoa… tapi suami tidak pernah berubah…

Anak saya yang pertama, Mike, selalu saja jadi bahan cercaan suami saya.
Sering dipanggil dengan sebutan kasar, monyet atau babi.
Sering dipukul untuk hal-hal yang sepele misalnya telat menjawab kalau dipanggil, makan tidak pakai sendok, main kotor, dan hal-hal yang sebenarnya sepele.

Saya berusahaaaaa untuk mencegah selalu terjadi penganiayaan, akhirnya kondisi rumah pun selalu tidak pernah damai. Ada saja salahnya anak itu di mata suami saya. Makin lama makin dibedakan pula dengan anak saya yang kedua, Robert.

Robert bisa dengan gampang meminta mainan, baju, tapi Mike, kalau bukan saya yang membelikan, dia gak akan pernah dibelikan apa-apa. Pernah suatu hari, mungkin karena kepingin sekali. Mike mencuri uang untuk beli mainan… Ketahuan dan digampar habis-habisan sampai mukanya matang biru… (Saya tidak ada di rumah waktu itu), umur Mike baru 10 tahun pada saat kejadian itu.

Mike dulu sering berdoa… bersama-sama saya dan Robert…
Minta suami dilembutkan hatinya…
Saya berusaha sebisa mungkin menghindarkan Mike dari suami saya.
Saya sekolahkan di tempat yang jauh sehingga pagi-pagi sekali harus sudah berangkat… Tidak perlu bertemu suami saya di pagi hari.
Sekolah Mike juga sampai jam 5 sore baru pulang, dan begitu suami pulang, Mike sudah masuk kamar, tidur.

Sabtu Minggu Mike libur, saya carikan kegiatan supaya dia tidak perlu di rumah lama.
Mike dulu rajin ke gereja. Suka main musik. Dia juga sering berdoa.
Tapi karena suami tidak pernah berubah, akhirnya saya pun melihat di usia 14 tahun Mike mulai berubah.

Dia tidak lagi penurut, pendiam seperti dulu.
Dia mulai sering seperti menantang suami saya.
Sengaja pulang malam hari (yang amat dilarang oleh suami, kalau ketahuan Mike akan dilempar pakai sepatu)
Sengaja melakukan hal-hal yang dilarang suami saya.

Mike tidak pernah berdoa lagi, saya tanya kenapa…
Dia bilang, percuma. Papa enggak pernah berubah mau didoain kayak apa. Kalau memang udah benci sama aku sih yah benci aja, mau didoain sampai nungging juga engga akan bisa berubah, Ma.

Sampai satu hari, Mike sengaja pulang jam 11 malam.
Malam itu dia dihajar habis-habisan di depan rumah.
Saya berusaha melerai tapi tidak bisa.

Besoknya Mike kabur dari rumah.
Sampai hari ini Mike menggelandang di jalanan.
Dia tidak mau pulang.
Suami saya pun melarang mencari.
Sepertinya memang hal ini sudah ditunggu suami saya sejak lama.

Suami saya mengancam saya, akan membunuh anak itu kalau berani pulang ke rumah
Mike juga mengancam suami saya, akan membunuh dia kalau berani menghajar dia lagi

Tanpa sepengetahuan suami, saya tetap berusaha berhubungan dengan Mike.
Saya titipkan dia pada saudara… Maksud saya bukan ingin membuang dia… tapi ingin mengamankan dia dari situasi yang gak kondusif…

Hanya dua bulan tinggal dengan saudara, Mike kabur lagi. Saudara yang saya titipkan pun mengeluh. Mike tidak pernah sekolah. Mike suka main ke tempat pelacuran. Mike kena sakit kelamin.

Saya ingin menekadkan diri untuk menyuruh Mike pulang kembali ke rumah, meskipun itu berarti akan terjadi perang besar-besaran… Tapi… Justru Mike yang tidak mau.

Malah dia pun sekarang melawan saya, mengatakan sekian lama tidak pernah mau membela dia.
Selalu membela suami, tidak pernah mau memberitahu dia siapa ayah kandungnya

Semua yang dia katakan tidak benar… Tapi dia melihat dengan cara yang salah…
Saya tidak pernah memberitahu siapa ayah kandungnya, karena saya pernah berusaha menghubungi ayah kandungnya beberapa tahun lalu… Hanya untuk persiapan kalau suatu waktu Mike ingin tahu, supaya ayah kandungnya mau menemui dia… Tapi jawaban ayah kandungnya hanya, “Saya tidak mau tau”

Sekarang ini, Mike menggelandang kesana kesini.
Mabuk2an. Umurnya 15 tahun.
Kadang datang ke rumah kalau suami tidak ada, bau minuman.
Saya ajak bicara baik-baik selalu menolak.
Kalau di rumah hanya sebentar, mondar mandir, bercanda-canda sebentar dengan adiknya terus belum sempat saya ajak bicara, sudah pergi lagi.

Sedih sekali hati saya ini memikirkan dia…
Tiap malam saya tidak bisa tidur, selalu ingat sama dia…
Sementara saya dan Robert tidur tenang di rumah… Dia entah tidur di mana…
Dia tidak pernah sekolah lagi…
Kalau saya kasih uang, dia belikan minuman
Saya stop kasih uang, dia mengambil uang

Saya tidak bisa dan tidak akan pernah bisa melarang dia datang ke rumah.
Tapi makin lama kelakuannya mulai membuat takut penghuni rumah yang lain terutama pembantu
Saya juga khawatir suami saya lama-lama tahu kalau Mike sering mondar-mandir.
Entah apa yang akan terjadi…

Kalau ada yang kasih saran, coba bicarakan baik-baik dengan suami…
Jawabannya: TIDAK BISA

Saya sampai berpikir… apakah saya sebaiknya bercerai saja dengan suami dan berusaha menolong Mike?
Tapi saya pun sedang hamil anak ketiga.

Di luar perlakuannya terhadap Mike, suami saya seorang suami dan bapak yang baik (untuk anak kandungnya)
Sejak dulu, pertengkaran kita selalu karena masalah Mike.
Berantem di rumah karena masalah Mike.

Saya sekarang sudah tidak tahu lagi harus bagaimana…
Rasanya menulis thread ini pun sudah tidak beraturan karena pusing dan bingung…

Mohon maaf kalau ceritanya kurang dapat dimengerti…

Mohon dukungan doa dari semua untuk permasalahan saya, anak saya… dan agar suami saya dilembutkan hatinya…

Thanks

Salam damai sejahtera dalam Kristus Yesus untuk kamu.

Ayah anak itu ditetapkan menjadi hamba Allah.

Yang pasti Mike di masa remajanya ditetapkan dalam sepuluh perintah menurut hukum Taurat; hidup dan matinya di bawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat.

Dia masih memiliki kesempatan menjadi anak Allah.
Maksudnya masih memiliki kesempatan untuk dapat memiliki kuasa atas manusia.

Kalian berdua masih memiliki kewajiban atas dirinya, itu jika kalian mengerti takut akan Allah.
Haruskan dia tinggal bersama kalian. Mike boleh tinggal di luar tetapi harus ada minimal satu orang yang bertanggung jawab memberitahu dia tentang sepuluh perintah menurut hukum Taurat dan memiliki tempat tinggal.

Nyawanya bukan terletak ditangan kalian berdua, tetapi dalam hukum Allah.
Kalian berdua menjadi orang pertama yang wajib untuk memberitahu dia tentang sepuluh perintah menurut hukum Taurat.

wah…berat sekali ya bu masalahnya…ternyata masalah yang saya hadapi ga ada apa-apanya ya dibanding masalah ibu…memang menikah saat status kita sudah punya anak sangat sulit…harusnya pada awalnya ibu benar" bertanya apa suami ibu nantinya akan tetap bisa menerima anak ibu jika sudah menikah & punya anak…memang mungkin saat akan menikah jawabannya pasti IYA tapi apa saat itu ibu berdoa sama Tuhan untuk minta Tuhan tetap menjaga hati suami ibu agar suami ibu benar" tidak merubah ketetapan hatinya yang tetap bisa menerima ibu & anak ibu???
benar - benar masalah sulit ya bu…PERCERAIAN bukan jalan keluar bu…kalau ibu bercerai bagaimana dengan anak - anak ibu yang lain???apa ibu mau anak ibu yang lain menjadi seperti Mike nantinya???ga kan???CERAI bukan jalan keluar…tetep berdoa minta supaya suami ibu dilembutkan hatinya…mungkin selama ini ibu sudah berdoa untuk suami ibu tetapi kalau belum ada perubahan JANGAN PERNAH BERHENTI DOAKAN! Doakan juga Mike supaya kembali ke jalan Tuhan…minta Tuhan selalu menuntun & menjaga dia…Tuhan ga pernah tidur bu…Dia tahu apa yang kita alami & rasakan…jadi tetap berdoa & serahkan semua sama Tuhan tapi ibu juga jangan lupa usaha untuk tetap mencoba bicara dengan suami ibu…jangan pernah lepas komunikasi dengan Mike!

Gbu

Saya hanya bisa mendoakan Bu…

Hati dan doa saya untuk anak ibu…

Children Learn What They Live By Dorothy Law Nolte, Ph.D.

If children live with criticism, they learn to condemn.
If children live with hostility, they learn to fight.
If children live with fear, they learn to be apprehensive.
If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.
If children live with ridicule, they learn to feel shy.
If children live with jealousy, they learn to feel envy.
If children live with shame, they learn to feel guilty.
If children live with encouragement, they learn confidence.
If children live with tolerance, they learn patience.
If children live with praise, they learn appreciation.
If children live with acceptance, they learn to love.
If children live with approval, they learn to like themselves.
If children live with recognition, they learn it is good to have a goal.
If children live with sharing, they learn generosity.
If children live with honesty, they learn truthfulness.
If children live with fairness, they learn justice.
If children live with kindness and consideration, they learn respect.
If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those about them.
If children live with friendliness, they learn the world is a nice place in which to live.

Copyright © 1972 by Dorothy Law Nolte

ANAK BELAJAR DARI KEHIDUPAN

Jika anak dibesarkan dengan celaan
Ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan
Ia belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan cemooh
Ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan hinaan
Ia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi
Ia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan dengan dorongan
Ia bekajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan pujian
Ia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan
Ia belajar keadilan

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman
Ia belajar menaruh kepercayaan

Jika anak Dibesarkan dengan dukungan
Ia belajar menyenangi diri sendiri

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan
Ia belajar menanamkan cinta dalam kehidupan.

Kutipan dari Dorothy L Nolte

Semoga Tuhan menjaga Mike dimana pun dan dalam keadaan apapun dia saat ini…


Buat ibu, saran saya minta pertolongan dari pendeta, keluarga, sekolah dan teman2x dekat ibu, teman dekat Mike atau organisasi sosial lainnya… Semua yg bisa ibu pikirkan, telp atau datangi satu persatu … minta tolong.
Dan berdoa supaya Tuhan membukakan jalan dlm usaha ibu mencari pertolongan buat Mike…

Semoga ibu menemukan jalan keluar,
Tuhan memberkati