Pohon cemara identik dengan natal ???

Hallo saya mau tanya neh ada ga yang tahu kenapa sejarahnya kenapa pohon cemara sering dipakai sebagai simbolis hari natal padahal setahu saya didaerah palestina ga ada pohon cemara ya?? GBU

ane juga ga tau sih . tapi setau ane ini pohon cemara di pakai di negara 4 musim , dimana dec adalah musim dingin, dan banyak pohon daunnya ga ada, dan hanya pohon cemara yang hijau , menandakan adanya kehidupan

mungkin gitu kali kira kira ,
dan iblis memang berhasil soal natal , sekarang natal itu tentang sinterklas, pohon cemara, kado ,liburan ,bukan tentang Kristus

Pohon natal atau pohon cemara sebetulnya bukan suatu keharusan dalam merayakan Natal.

filosofi pohon natal (cemara) yang daunnya tetap tumbuh hijau meski dilanda salju, dan pucuknya yang menjulang menuju ke langit, menjadi simbol rohani umat Kristiani.

kita sebagai anak Tuhan mengingkan hidup kita seperti pohon cemara, yang selalu memberikan kesaksian indah bagi orang lain, atau “evergreen”.

sejarah pohon natal dari dua orang yang cukup berpengaruh…

  Martin Luther, biarawan asal Jerman yang juga tokoh reformis Kristen.

Martin Luther ketika sedang berjalan-jalan di hutan pada suatu malam, terkesan dengan keindahan gemerlap jutaan bintang di angkasa yang sinarnya menembus cabang-cabang pohon cemara di hutan.

Dia lalu menebang sebuah pohon cemara kecil dan membawanya pulang pada keluarganya di rumah.

Di rumah ia menambahkan lilin kecil di pada cabang-cabang pohon tersebut agar terlihat indah dan gemerlap.

  Santo Bonafacius yang memimpin beberapa gereja di Jerman dan Perancis melakukan perjalanan keagamaan. 

Di sebuah Desa, dia bertemu dengan sekelompok orang yang akan mempersembahkan seorang anak kepada Dewa Thor di sebuah pohon oak.

St. Bonaficius kemudian berupaya menghentikan perbuatan jahat mereka, dan secara ajaib St. Bonifacius merobohkan pohon oak tersebut dengan pukulan tangannya.

Setelah kejadian yang menakjubkan tersebut, di tempat pohon oak yang roboh itu tumbuhlah sebuah pohon cemara kecil. Pohon cemara itu kemudian diambil sebagai simbol perayaan Natal.

kata seorang FKers…itulah pembonsaian :char12:
sedihnya melihat “pergeseran makna” mengenai natal :’(

Sori mau mastiin, penjelasan sdr serendipity itu bener2 sejarahnya? krn saya sering ditanya org. tq

iya sis gabriele…

Ehem, jangan lupa misa natal.

masalahnya kita jangan melihat pohon natal sebagai suatu keharusan…

ingat aja itu sebagai pelengkap tambahan… yah ada sukur… gak ada juga sukur…

yang kita nilai sisi positifnya aja… jadi kita gak usah berpikir negatif,sampe berpikir itu sebagai pembonsaian

ehem juga deh…
bro maverick, maksud saya quote punya sprintcis itu bukan untuk tujuan memojokan atau menyalahkan bro…
pas baca postingan bro sprintcis, trus saya ingat pendapat seorang FKers
kebetulan saya lupa ada di topik mana (nanti deh saya coba carikan)
trus kebetulan juga yang bersangkutan lama ngga login
semoga bro ngga salah paham
Tuhan memberkati

@chrisma

haha… gak kok, cuma iseng nambahin :stuck_out_tongue:

Helloooo …, apa kabar semuanya.
Saya senang menggunakan istilah “pembonsaian” terhadap pergeseran nilai-nilai iman Kristen. Jadi …

kalau situasinya seperti ini:

saya sebut bahwa iblis berhasil membonsaikan nilai kelahiran Kristus.

kalau situasinya seperti berikut ini:

dan tetap memperhatikan nilai dan makna kelahiran Kristus, it’s ok lah …

GBUs

have fun, jgn terjerat dgn hal-hal yg ga mutlak dalam keimanan. semua hanya menciptakan suasana suka cita. cari esensi dr Yesus, renungkan dgn rendah hati dan minta Roh Kudus utk menuntun akal pikiran kita

menurut saya yah bro…

wah… teringat masa kecil dulu…
ketika natal tiba, yang di benak saya adalah

  1. Libur panjang
  2. Salju
  3. Cemara bergemilangan
  4. Film kartun donal bebek :ashamed0004:
    dan ke-empat hal tersebut membuat saya sangat gembira, mungkin ada faktor2 lain… tapi ga perlu di sebutkan semua, nanti jadi curhat… hahaha…

akan tetapi sekarang saat dewasa… saya berpikir, alangkah indah nya kebaktian Natal… ramai2, dan berkumpul…
suasana haru pun campur aduk… bahkan saya tidak mementingkan tahun baru, salju atau libur panjang…
dan saya menikmati suasana natal yang di meriahkan oleh pohon2 natal, lampu kelap kelip… dll…

bro… ada di katakan…
Roma 12:1 “jangan lah serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu”

dan saya baru baca post ayat alkitab tanggal 15 kemarin…
1Kor 13:11 di katakan “Ketika aku kanak-kanak, aku berkata seperti kanak-kanak, aku berasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan kanak-kanak itu”

saat kita anak2, semua di antara kita pasti melewati yang namanya masa anak2…
dan apabila kita sudah dewasa dan masih berpikir seperti anak2… kata anak gaul masa kecil kurang bahagia…
dan bro, kedewasaan itu tidak di ukur dari umur :smiley:

jadi pembonsaian di sini menurut saya tidak ada…
karena anak2 minum susu, dan orang dewasa makan nasi…
begitu kerja Firman di sampaikan…

Gbu…

Would you cek this out

http://www.lasttrumpetministries.org/tracts/tract3.html

Bila memang demikian asal mulanya, maka tidak heran kebiasaan yang mengikutinya juga adalah kebiasaan kepercayaan yang lama.

Regards,
Hans188

Pohon Natal, waupun di luar kristen mempermasalhkannya… namun dalam hatiku, pohon natal/cemara tidak akan pernah layu atau mering di musim apapun… begitu juga dgn iman Kristen… tidak akan mudah goyah dgn isu secuil saja…
Pohon cemara jika telah di tebang… hijau daunnya masih akan nampak selama Sebulan… :afro:

Hari Natal, itu dari kata natalis, artinya lahir.
Pohon cemara simbol bagi pohon kehidupan.
Warna pohon hijau simbol bagi kedamaian dari sang Kristus.
Warna pohon putih seperti salju simbol bagi kekudusan.
Selamat hari Natal.
Oppp…hati2 lo, banyak juga netter Protestan sini yg antiNatal, katanya itu perayaan pagan, hahaha…

Diambil positifnya saja…

Yosua 4:4-7
Lalu Yosua memanggil kedua belas orang yang ditetapkannya dari orang Israel itu, seorang dari tiap-tiap suku, dan Yosua berkata kepada mereka:“Menyeberanglah di depan tabut TUHAN, Allahmu, ke tengah-tengah sungai Yordan, dan angkatlah masing-masing sebuah batu ke atas bahumu, menurut bilangan suku orang Israel, supaya ini menjadi tanda di tengah-tengah kamu. Jika anak-anakmu bertanya di kemudian hari: Apakah artinya batu-batu ini bagi kamu? maka haruslah kamu katakan kepada mereka: Bahwa air sungai Yordan terputus di depan tabut perjanjian TUHAN; ketika tabut itu menyeberangi sungai Yordan, air sungai Yordan itu terputus. Sebab itu batu-batu ini akan menjadi tanda peringatan bagi orang Israel untuk selama-lamanya.”

Anggaplah pohon natal sebagai batu peringatan, atau pohon peringatan. Dimana saat kita melihat pohon terang berkerlapkerlip, kita mengingat bahwa Terang Dunia itu telah datang kedunia membawa damai sejahtera dan kasih karunia kepada dunia. Kado dibawah pohon natal adalah simbol dari pengharapan yang akan terwujud, seperti pengharapan bangsa Israel akan datangnya Mesias. Juga pengharpaan kita akan terwujud karena Kristus sudah datang kedunia ini.

Ajarkan maknanya ke anak-anak dan biarlah mereka merasakan hangatnya natal dan cerianya tahun baru, dimana kita memulai lembaran kehidupan baru saat Mesias itu datang, kita hidup dalam jaman kemurahanNya dan dimana segala yang baik akan dilimpahkan bagi kita.

Natal dan pernak-perniknya jadikan itu positif, dengan demikian kita adalah pemenang. Jika kita mental pecundang, kita akan menganggap natal itu kafir dan pohon natal itu sihir.

Tahukah anda barang-barang yang dipakai untuk membangun Bait Allah pada jaman Salomo itu adalah barang-barang rampasan perang Daud, juga termasuk barang-barang jarahan dari kuil-kuil berhala? (2 Sam 8:11-12). Hanya yang hidup saja yang wajib ditumpas, tetapi jarahan dikhususkan bagi Tuhan. Natal dan pohon natal adalah jarahan kita dari dunia dongeng…

Sebentar lagi hari natal.