Pohon Kehidupan

Menjadi masalah yang menarik dan hal ini belum bisa saya jawab sampai sekarang selama penyelidikan Alkitab dalam Kej 3:22 :

Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”
Pertanyaan :

  1. Mengapa ketika Adam dan Hawa makan buah dari pohon kehidupan itu mereka ‘menjadi salah satu dari Kita’ tahu tentang yang baik dan yang jahat?
  2. kalimat ''Jangan sampai ia mengulurkan tannyanya dan mengambil pula (berarti ambil untuk kedua kali/selanjutnya) dan memakannya sehingga ia hidup untuk selama-lamanya ?

Terima kasih, Tuhan memberkati ([email protected])

Kejadian 3:22 merupakanperkataan dari Allah yang Esa yang disampaikan di dalam Sidang Ilahi yaitu di depan Bala Tentara Sorgawi (para Malaikat), karena Malaikat juga dapat mengetahui hal-hal yang baik dan yang jahat (bandingkan 2 Samuel 14:17).

* Kejadian 3:22
LAI TB, Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.
KJV, And the LORD God said, Behold, the man is become as one of us, to know good and evil: and now, lest he put forth his hand, and take also of the tree of life, and eat, and live for ever:
Hebrew,
וַיֹּאמֶר יְהוָה אֱלֹהִים הֵן הָאָדָם הָיָה כְּאַחַד מִמֶּנּוּ לָדַעַת טֹוב וָרָע וְעַתָּה פֶּן־יִשְׁלַח יָדֹו וְלָקַח גַּם מֵעֵץ הַחַיִּים וְאָכַל וָחַי לְעֹלָם׃
Translit interlinear, VAYO’MER {dan Dia berkata} YEHOVAH {dibaca: 'Adonay (TUHAN)} ‘ELOHÎM {Allah} HÊN {lihat} HA’ADÂM {manusia} HAYAH {dia telah menjadi} KE’AKHAD {seperti satu} MIMENU {dari kita} LADA’AT {yang mengetahui} TOV {baik} VARA’ {dan jahat} VE’ATAH {dan sekarang} PEN {agar tidak}-YISYLAKH {ia mengulurkan}YADO {tangannya} VELAQAKH {dan dia mengambil} GAM {pula} ME’ETS {dari pohon} HAKHAYÎM {kehidupan itu} VE’AKHAL {dan dia memakannya} VAKHAY {dan dia akan hidup} LE’OLAM {selama-lamanya}

Menjadi seperti salah satu dari Kita lebih tepat ditulis Menjadi seperti satu dari Kita menyatakan bahwa kini, antara Allah yang Esa juga para malaikat dan manusia, sama-sama mengetahui hal yang baik dan yang jahat; Bahwa manusia menjadi seperti para malaikat-malaikat yang tahu baik dan jahat.

Baik Tuhan dan Malaikat tahu tentang yang baik dan yang jahat:

* 2 Samuel 14:17
LAI TB, Juga hambamu ini berpikir: perkataan tuanku raja tentulah akan menenangkan hati, sebab seperti malaikat Allah, demikianlah tuanku raja, yang dapat membeda-bedakan apa yang baik dan jahat. Dan TUHAN, Allahmu, kiranya menyertai tuanku.
KJV, Then thine handmaid said, The word of my lord the king shall now be comfortable: for as an angel of God, so is my lord the king to discern good and bad: therefore the LORD thy God will be with thee.
Hebrew,
וַתֹּאמֶר שִׁפְחָתְךָ יִהְיֶה־נָּא דְּבַר־אֲדֹנִי הַמֶּלֶךְ לִמְנוּחָה כִּי כְּמַלְאַךְ הָאֱלֹהִים כֵּן אֲדֹנִי הַמֶּלֶךְ לִשְׁמֹעַ הַטֹּוב וְהָרָע וַיהוָה אֱלֹהֶיךָ יְהִי עִמָּךְ׃ ף
Translit interlinear, VATO’MER SYIFKHÂTKHA YIHYEH-NA’ DEVAR-'ADONI HAMELEKH LIMNÛKHAH KI KEMAL’AKH {seperti malaikat} HA’ELOHIM {Allah} KEN 'ADONI HAMELEKH LISYMOA’ {yang mengetahui} HATOV {yang baik} VEHARA’ (dan yang jahat) VAYHOVAH 'ELOHEYKHA YEHÎ 'IMAKH

Pada Kejadian 3:22, setelah manusia memakan buah itu, “Adam (manusia) juga tahu tentang yang baik dan yang jahat” (sebagaimana pengetahuan ini juga dimiliki oleh Allah dan para malaikat) Dari sinilah pengertian “menjadi salah satu dari Kita”.
Dan setelah memakan buah pengetahuan baik dan jahat yang merupakan pelanggaran perintah Allah, Adam menyadari bahwa dirinya telanjang dan merasa malu.

Bagian akhir Kejadian 3:22 menulis “maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya,” adalah wujud perhatian dan kasih Allah agar jangan sampai manusia itu dalam keadaan berdosa dia akan hidup selama-lamanya (tidak terkena kematian jasmani).

Apabila memakan buah kehidupan juga dilakukan manusia saat itu, maka penebusan terhadap dosa yang telah Adam lakukan tidak akan bisa dilaksanakan, karena ia akan hidup selama-lamanya dalam keadaan berdosanya sebagaimana Iblis. Maka, manusia dihalau agar tidak memakan buah dari Pohon Kehidupan agar dia dapat mengalami kematian jasmani dan akan dapat penebusan kepadanya melalui kematian jasmani sang penebus (Sang Mesias). Didalam kematian Sang Penebus, manusia dapat diantar kepada kehidupan yang kekal.

Manusia memang menjadi seperti Allah dan seperti malaikat yang mengetahui baik dan jahat, dalam arti bahwa ia sekarang menentukan apa yang terbaik bagi dirinya. tetapi, ia mengambil keputusan-keputusan itu selaku ciptaan, tanpa kebijaksanaan dan pandangan Sang Pencipta. Siapakah yang mengetahui apa yang paling baik bagi ciptaan? yang menciptakan ataukah ciptaan itu sendiri? Manusia telah menentukan keputusannya sendiri, akan tetapi keputusannya itu tanpa keluasan dan kedalaman kebijaksanaan Allah. Konsekwensi paling langsung dari dosa mula-mula manusia ini adalah kesadaran bahwa mereka telanjang, yang ingin mereka atasi dengan membuat cawat dari daun pohon ara (ayat 7). Kita segera melihat bahwa usaha mereka sia-sia.
Dalam percakapan berikut antara TUHAN dengan Adam, kita lihat bahwa ia bukannya menjawab pertanyaan Allah dimanakah engkau?, melainkan malah menjelaskan mengapa ia bersembunyi, ‘karena aku telanjang’. Alasan itu tepat kendati tidak benar. Ia tidak telanjang, ia sudah berpakaian dengan daun pohon ara. tetapi, dalam kaitan dengan TUHAN, ia telanjang. Hubungannya dengan TIHAN telah terganggu dan akan terus menerus demikian. Manusia tidak dapat memulihkan kesalahan dan rasa malunya sendiri, dan tidak bisa memperbaiki hubungannya dengan TUHAN. Hanya TUHAN sendirilah yang dapat menghapus rasa malu dan rasa salah manusia. Hal ini disampaikan secara simbolis pada ayat 21, ketika TUHAN membuat pakaian untuk mereka dari kulit binatang (berarti disini ada darah yang tercurah). Pembuatan pakaian untuk manusia ini berarti “menutupi” kesalahan dan rasa malu mereka.
Perhatian TUHAN kepada manusia tidak terhenti karena dosa. Ia tetap memelihara manusia. Atas prakarsa TUHAN, hubungan yang rusak oleh dosa diperbaiki.

Pada ayat 22 diatas, disinggung mengenai pohon kehidupan. Karena dosa, manusia tertutup kemungkinan untuk mendekati pohon itu, dan manusia diusir dari Taman Eden. Manusia tidak mampu menguasai hak istimewa ilahi untuk tidak bisa mati. Hal ini ditunjukkan dengan adanya malaikat-malaikat penjaga yang berdiri dengan pedang api yang menyala-nyala dan menyambar-nyambar.

Semoga jelas.

Blessings,
BP

mau tanya om, berarti memang dulu ada buah pohon kehidupan dong? ada di bumi ya?
apakah pohon kehidupan itu sudah dihancurkan atau dipindahkan ke dalam Sorga?
untuk apa ya buah pohon kehidupan ada?
apakah semua mahluk TUHAN saat itu harus makan buah kehidupan itu untuk bisa kekal?
dan apakah justru TUHAN juga memakan buah kehidupan itu untuk bisa kekal?
dan apakah mungkin saat itu iblis juga memakan buah kehidupan itu, sehingga dia kekal, dan menyombongkan diri untuk menjadi sama seperti ALLAH dan memberontak?
maaf jika pertanyaan saya tampak bodoh, maksud saya hanya ingin bertanya kok. :slight_smile:

Kejadian
2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”
3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.
3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat

Bro,
1.Manusia tahu tt yg baik yg jahat itu setelah makan buah pengetahuan tt yg baik dan jahat (Kej.2:17), bukan makan buah pohon kehidupan.
sebelumnya manusia hanya tahu tt yg baik saja, shg bertelanjangpun mereka tdk malu.
barulah setelah makan buah pengetahuan itu mereka tahu yg baik dan jahat shg mereka tahu mereka telanjang.
Sifat tahu tt yg baik & jahat itu adalah sifat yg dimiliki Allah, setelah berdosa manusia tahu hal itu.
Oleh sebab itu dikatakan Allah bahwa manusia telah menjadi “seperti salah satu dari kita”
2. Allah mencegah manusia yg telah berdosa itu utk makan buah pohon kehidupan agar tdk hidup kekal dlm keadaan berdosa.
GBU

Ikutan ya.

Benar.

apakah pohon kehidupan itu sudah [b]dihancurkan[/b] atau [b]dipindahkan[/b] ke dalam Sorga?

Yang pasti pohon itu sudah tidak ada. Apakah lenyapnya dengan cara dihancurkan atau dipindahkan, kita tidak tahu. Tetapi saya percaya kemungkinan pohon itu musnah ketika Air Bah.

untuk apa ya buah pohon kehidupan ada?

Untuk memberi kehidupan yang lebih lama. Mungkin semacam ‘charger’ kehidupan. Yang namanya materi, pasti ada limit. Maka pohon kehidupan ini kelihatannya berfungsi menambah limit kehidupan manusia.

apakah semua mahluk TUHAN saat itu harus makan buah kehidupan itu untuk bisa kekal?

Tentu ini khusus hanya untuk manusia di bumi.

dan apakah justru TUHAN juga memakan buah kehidupan itu untuk bisa kekal?

Tentu saja tidak. Sebab jika kekekalan Tuhan berasal dari pohon kehidupan, itu berarti pohon kehidupan harus ada lebih awal dari Tuhan. Maka siapa pencipta pohon kehidupan itu? (padahal jelas dikatakan Tuhan-lah yang menciptakan pohon kehidupan (Kej 2:9)).

dan apakah mungkin saat itu iblis juga memakan buah kehidupan itu, sehingga dia kekal, dan menyombongkan diri untuk menjadi sama seperti ALLAH dan memberontak?

Tidak. Sebab jika iblis sudah memakannya, maka Allah jauh-jauh hari sudah menjaganya. Iblis (yang awalnya adalah malaikat baik) adalah mahluk roh, oleh karena itu ia kekal tanpa harus memakan buah pohon kehidupan.

Betul dulu pohon kehidupan itu ada dibumi,
ini bisa terlihat dari batas2 sungai yg ada di Tmn Eden waktu itu,
sekarang masih ada antara lain Efrat dan Tigris

Sepertinya diangkat/dimusnahkan,
dan kemudian digantikan dgn Yesus yg turun ke dunia “KEMANAKAH POHON KEHIDUPAN ITU?” - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com

Pohon kehidupan agar manusia dpt hidup kekal bersama Allah.
Mahluk Tuhan yg lain (malaikat) tdk perlu pohon kehidupan, mereka sdh diciptakan Allah kekal.
Allah sendiri tdk perlu pohon kehidupan, krn Dia penciptanya, dan Dia sendiri pohon kehidupan itu.
Iblis semula adalah malaikat, yg kemudian memberontak kpd Allah, dari semula mereka sdh kekal tanpa perlu pohon kehidupan.
Semoga dpt sedikit membantu, GBU