Pokok Anggur Yang Benar

“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api.
Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” (John 15:1-6)

Dgn menerima Yesus sbg juru selamat, maka kita membuka diri agar roh kebenaran mengalir dan tinggal dlm diri kita, sehingga kita menjadi seperti ranting2 dari pokok tanaman anggur yg subur dan sehat. Zat-zat yg di perlukan agar ranting dpt berbuah di suplai dari pokok anggur tersebut. Demikian juga kita akan di suplai karunia roh kebenaran yg memungkinkan kita untuk hidup dan berbuah kebenaran pula, karena kita adalah ranting dari pokok yg benar.

Kedatangan Yesus sbg juru selamat adalah suatu cara yg ampuh untuk menyelamatkan manusia dari kesesatan. Sebelum Yesus, Allah masih menggunakan cara [i]“konvensional”[/i] untuk menunjukkan jalan keselamatan kpd manusia, yaitu melalui firman/hukum2Nya yg di sampaikan oleh para nabi.  Mereka ini golongan manusia yg bertindak tanduk dgn patokan pengetahuan dari luar, bukan dari dalam. Seperti tanaman dlm pot kecil yg tergantung dari siraman dan pupuk dari luar, karena ia tdk terkoneksi langsung dgn sumber kehidupan yg bisa men-suplai zat-zat yg di butuhkannya secara kontinyu untuk tumbuh dan berbuah. Sebaliknya, ketika Yesus tinggal dlm diri kita, maka kebenaran bekerja dari dalam diri kita, kita menjadi berisi oleh roh kebenaran, Allah bekerja melalui firmanNya yg hidup dlm diri yg percaya, seperti zat hidup yg men-suplai ranting2 pohon, agar setiap mereka yg membuka diri kpd Yesus beroleh hidup, sehingga kita tdk seperti orang berjalan di kota yg asing, yg harus selalu melihat dan mengartikan rambu2, dan masih berkemungkinan besar untuk tersesat. Mereka meraba-raba dalam kegelapan yang tidak ada terangnya, dan membuat mereka berjalan terhuyung-huyung seperti orang mabuk. Tapi bagi yg percaya, tidak ada kota yg asing bagi kita, tdk ada lagi jalan yg gelap di hadapan kita, semua jalan2 di pelosok menjadi terang benderang dan akrab dgn kita, karena pengetahuan ttg “jalan yg benar” sudah ada dlm hati kita, karena firmanNya hidup dlm diri kita, bukan di luar kita, sehingga kita menjadi anak2 Allah/ anak2 kebenaran, dan bukan lagi hamba2 yg di berikan seperangkat hukum2/ aturan dari tuannya.

“Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”(John 8:12)

Menjadi bisa di mengerti kenapa bangsa2/manusia2 yg tdk menerima Yesus sbg juru selamat berjalan jauh dari kebenaran dan kasih, mereka memuliakan Allah dgn cara yg salah, karena mereka tdk mengenal Allah yg sesungguhnya. Mereka hanya rajin berteriak Tuhan! Tuhan! Allah! Allah!, tapi mereka lupa bahwa sesungguhnya Allah ada di antara kita (bait Allah), bahwa mengasihi sesama berarti mengasihi Allah juga. Adalah tidak mungkin manusia mengasihi Allah jika dia tidak mengasihi sesama, tdk mungkin seorang pemimpin mencintai bangsanya, apabila dia tdk mencintai rakyatnya. Firman Tuhan yg hidup tidak mendapat tempat di hati mereka, sehingga roh kebenaranpun tdk mengalir dan bekerja dlm diri mereka. Ibarat pohon yg kering, kering jugalah rantingnya. Jgn mengharap buah yg baik dari pohon yg kering, jangankan buah, tunas pun tidak. Bagaimana mungkin ranting anggur dpt berbuah jika dia patah dan jatuh ke tanah?

Yesus adalah firman Allah yg hidup, barang siapa telah mendengar dan percaya kemudian melakukannya (syarat/bersih karena firman) maka  dia telah membuka pintu kepada roh kebenaran untuk mengalir dan bersemayam dm hatinya (proses), sehingga ia akan berbuah kebenaran dan menuju keselamatan (hasil). Sebaliknya barang siapa tdk percaya kpdNya, maka ia tdk memenuhi syarat bersih, sehingga bukannya roh kebenaran yg mengalir dlm dirinya, tapi roh kegelapan yg membawanya kpd kebinasaan.

Yesus kristus bagaikan seorang ibu yg mengandung anaknya dgn penuh kasih, kita adalah anak2 yg di kandungnya, yg selalu di suplai dgn zat2 hidup dlm rahim sang ibu, Seorang ibu yg merindukan saat persalinan tiba, walaupun ia sadar akan penderitaan2 yg harus di laluinya, demi sang anak, demi sang bapa dari anak yg di kandungnya.

Yesus kristus itu bagaikan darah, yg mengalir di dalam tubuh manusia yg hidup, yg membawa zat2 hidup ke seluruh tubuh, sehingga setiap organ tubuh kita hidup tumbuh dan beraktivitas.

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan
daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman”( John 6:53-54)

[i]
“Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” (Mattew 26:28)

“Barang siapa memiliki Anak, ia memiliki hidup, barangsiapa tidak memiliki Anak ia tidak memiliki hidup” (1 John 5:12)[/i]

“Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya akan hidup” (John 5:25)

Ranting yg tdk menerima zat dr pokok tanaman akan mati…

Setelah tahu bahwa sesungguhnya Allah Bapa, Allah Putra, dan Roh Kudus ada dalam diri kita, bagaimana kita menjaga sikap dan berbuat? Apakah kita masih akan membawa Bait Allah ini kepada hal2 yg tdk pantas? kebencian? keserakahan? pencabulan?  keangkuhan? kemunafikan? kekejaman?

Tuhan memberkati…

Berjaga-jagalah supaya kita tidak kehilangan mahkota kita

Markus 16:15-16
(15) Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
(16) Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Israel tersandung, bangsa-bangsa lain selamat.
Roma 11:11-24.

Roma 11:19 Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan diantaranya sebagai tunas.

Ranting yang melekat pada pokok anggur akan berbuah
Buah Roh adalah kasih, suka cita perdamaian…

Inilah yang membedakan doctrine katolik dan protestan.

Keselamatan karena iman dan iman pada Kristus membuahkan perbuatan kasih.

Katolik percaya sebaliknya

Perbuatan kasih dan iman membuahkan keselamatan.

Serupa tapi kebalikan.

Kelihatannya sepele tapi perbedaan ini serius sekali.

Paulus berkata

1Kor. 13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

Dari ayat ini sudah jelas bro jack…

bahwa tafsiran protestan mengenai Iman menghasilkan Keselamatan + perbuatan kasih … adalah salah…

Lha wong dikatakan “iman yang sempurna” masa masih ada yang kurang??

jadi “Iman yang sempurna” tidak bisa di “tambah2in” dengan kasih.

Iman dan Kasih tidak sama :smiley: