Polisi Tangkap Perempuan dengan Perempuan Menikah di Porsea

Polisi Tangkap Perempuan dengan Perempuan Menikah di Porsea
Rabu, 16 November 2011 | 05:08:19

PORSEA(EKSPOSnews): Masyarakat Porsea, Toba Samosir (Tobasa) digegerkan dengan terbongkarnya pernikahan sesama perempuan, Selasa, 15 November 2011. Polisi menahan seorang mempelai dan mengejar pasangannya yang melarikan diri.

Kedua pelaku,yakni Rosdiana Sagala,35,dan Mardiana Hutahayan, 36,warga Tebingtinggi, yang mengakui sebagai seorang pria bermarga Sirait.Keduanya sempat dinikahkan di Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) Dolok Nauli,Parmaksian Porsea,Sabtu (12/11),serta mengikuti prosesi adat perjanjian prapernikahan,yaitu martuppol, Sabtu 5 November 2011.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Porsea Ajun Komisaris Polisi (AKP) M Nainggolan mengatakan, selain mengubah identitas diri,kedua tersangka juga menipu seorang warga setempat bernama R Sirait, 90, yang menjadi wali nikah mereka. Sebelumnya, tersangka mengaku sebagai pasangan kekasih yang hendak menikah.Lantas, dengan berbagai cara mereka meyakinkan R Sirait agar mau menjadi orangtua atau wali nikah mereka di gereja.

Setelah korban bersedia, tersangka meminta korban mandi air yang dicampur jeruk purut. “Inilah modus yang mereka lakukan sehingga keluarga R Sirait percaya.Paras perempuan itu (Mardiana Hutahayan) memang sangat mirip dengan lelaki,namun untuk sementara ini, kami menyimpulkan keduanya bukan pasangan lesbian. Rosdiana sudah berstatus tersangka dan ditahan,” katanya kemarin.

Setelah berhasil meyakinkan walinya,keluarga R Sirait pun menyepakati acara martuppol pada Sabtu 5 November 2011. Sebab, martuppol merupakan ketentuan dari wali mempelai agar dapat membawa mempelai ke pemberkatan kudus. Setelah acara martuppol, mempelai pun diumumkan akan menikah, Sabtu 12 November 2011. Keluarga R Sirait menyiapkan sejumlah materi pernikahan, termasuk resepsi kecil di lingkungan keluarga dalam bentuk acara adat singkat.

“Pemberkatan nikah sudah berlangsung. Namun, biaya pernikahan belum dibayarkan kedua mempelai.Wali nikahlah yang menanggung biaya itu dengan catatan sebagai pinjaman,” paparnya. Keluarga korban mempertanyakan kapan biaya pernikahan tersebut dilunasi karena uang sebanyak hampir Rp8 juta itu merupakan tabungan R Sirait. Rosdiana Sagala minta izin pulang ke rumah orangtuanya untuk mengambil uang pada Minggu 13 November 2011.

Sepeninggal Rosdiana, Mardiana mulai gelisah.Keluarga R Sirait kadung curiga melihat gerak-gerik perempuan berpenampilan pria ini yang seakan hendak melarikan diri. Kecurigaan mereka bertambah setelah mengetahui ternyata Mardiana memiliki payudara. Pada Senin 14 November 2011, Keluarga R Sirait pun memberitahu warga yang akhirnya menelanjangi Mardiana dan memastikan bahwa Mardiana adalah seorang perempuan.

Beruntung bagi tersangka karena warga yang tersulut emosi tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. “Mardiana mengaku sudah tidak memiliki orangtua sehingga memohon kepada R Sirait menjadi wali nikahnya. Warga sempat marah, namun kepala desa turun ke lokasi mengamankan tersangka dan menyerahkannya ke polisi.Berdasarkan pengakuan Mardiana, penipuan ini kerap mereka lakukan dengan sasaran duda ataupun janda yang sudah berusia lanjut.

Penikahan ini merupakan yang ketiga kalinya mereka lakukan,dua kali di Jakarta,” papar Nainggolan. Polisi masih mengejar Rosdiana Sagala ke kampungnya di Sidikalang, Dairi. Namun keluarga mengaku Rosdiana berada di Jakarta. “Menurut pengakuan Mardiana, otak di balik semua ini adalah Rosdiana.Namun,kami masih terus mendalami keterangan tersangka dan saksisaksi lainnya.

Keduanya dikenakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” katanya. Sementara itu,Kepala Desa Dolok Nauli P Sirait mengatakan, keluarga R Sirait sangat terpukul dengan aksi tersangka. Ketulusan yang diberikan R Sirait dibalas dengan penipuan. Lebih terpukul lagi begitu mengetahui bahwa Mardiana adalah seorang perempuan. Keluarga R Sirait sempat menyita perhiasan tersangka. Namun setelah diperiksa, ternyata perhiasan tersebut imitasi.

“Perbuatan tersangka telah mencoreng kehormatan marga Sirait. Karena itu kami sangat marah keduanya. Meski demikian, kami memercayakan kasus ini kepada kepolisian,” paparnya. Di tempat terpisah, Eporus HKI,Langsung Sitorus mengutuk aksi penipuan bermoduskan pernikahan.Apalagi yang ditipu bukanlah hanya manusia saja melainkan sakralitas pernikahan yang selama ini dikuduskan dalam gereja.

“Saya belum mengetahui pasti terkait dengan pemberkatan tersebut.Namun,sejumlah pihak sudah menghubungi saya.Jika ini benar terjadi,berarti pendeta saya sudah kebobolan dengan ulah kedua penipu ini,”katanya. Sampai kemarin, Gereja HKI belum ada menyetujui pemberkatan nikah dengan jenis kelamin yang sama sehingga perilaku yang dijalankan kedua tersangka ini sudah mencederai tatanan ibadah pernikahan.” Jadi, harus digaris bawahi bahwa kami belum pernah menikahkan pasangan sejenis karena itu dosa,”tegasnya. (sindo)

Sumber:
http://eksposnews.com/view/6/28587/Polisi-Tangkap-Perempuan-dengan-Perempuan-Menikah-di-Porsea.html