Positive Thinking vs. Iman Dengan Perbuatan

Syalom,

Sangat disayangkan bahwa orang Kristen tidak mengenal Positive Thinking dan Jalan Kesuksesan. Tidak sedikit orang Kristen mengatakan bahwa Positive Thinking adalah jalan kesuksesan. Apakah seperti itu? Hal ini ada yang tidak setuju juga tetapi dengan jawaban lain yaitu kita harus waspada terhadap yang negatifnya. Hal waspada juga menarik tentang orang yang mengatakan seperti itu, tetapi tentunya hanya dengan itu saja kita juga harus tau bahwa Yesuslah jalan dan kebenaran dan hidup.(Yohanes 14:6)

Saya kutip ayat berikut.

Terjemahan Baru “Kata Yesus kepadanya : Aku adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

yang telah saya kutip : “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” itu bermakna bahwa jika kita melalui Tuhan Yesus(Allah Putra), kita juga melalui Bapa.

Sebagai orang Kristen kita harus tau bahwa Yesus adalah keselamatan, serta Positive Thinking versi ALKITABIAH adalah iman, pengharapan dan kasih. Kita belajar sukses dari kegagalan, demikian juga jika kita belajar kebenaran dari ketidakbenaran kita melalui Positive Thinking yang tidak melalui Alkitabiah. Sukses itu kita harus berusaha semampu-mampunya kita dan kita berdoa serta kita memiliki Iman kita! Jangan juga kita memiliki iman tanpa perbuatan, pengharapan, dan kasih ketiga itu penting pada kesuksesan apalagi kata “pengharapan” kata itu menginspirasikan orang yang AKAN sukses atau yang BELUM sukses atau yang MASIH GAGAL.

Yakobus 2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

So jelaslah di sini bahwa Positive Thinking tidaklah selalu sukses. Hal yang mendorong kita untuk sukses adalah Alkitab! Dengan membaca Firman serta mempraktekan isinya sangatlah penting bagi orang Kristen. Iman dengan perbuatan lebih baik dari Positive Thinking! itulah makna mempraktekan isi Alkitab. Seperti optimisme melakukan sesuatu, Alkitab menginspirasikan kita, tokoh Alkitab seperti para Israel saat Pesimis mereka mendapat masalah. Jika kita Optimis akan Allah yang menyelamatkan kita dari kesusahan maka itulah jalan kesuksesan kita!

Amin,

Shalom Aleichem Beshem Yeshua Ha’Mashiach,

Markov Cornelius Kelvin Sembel

So, kesimpulannya apakah positive thinking bertentangan dengan iman Kristen?

Keduanya adalah dua hal yang berbeda. Bukanlah perbandingan ‘apple to apple’ sehingga tidak bisa dipertentangkan. Positive thinking tidak selalu sejalan dengan iman, dan tidak selalu juga harus tidak sejalan dengan iman.

sebelum membandingkan bolehkah saya tahu apa itu positive thinking…?

Firman Tuhan berkata: " Jadi saudara2, apa yang baik, apa yang manis dan apa yang sedap didengar, pikirkanlah semuanya itu." Lalu ada lagi: “Jadilah seperti apa yang kamu pikirkan.”
Sampai di point ini ajaran positif thinking sudah Alkitabiah… Lalu tidak Alkitabiahnya dimana? Apa saudara bilang: Tidak Alkitabiah karena positif thinking cenderung mengedepankan Pola Pemikiran Sendiri/Self Thinking bukan God’s Thinking, gitu? Darimana kita tahu bahwa rencana2 kita itu nggak sesuai dengan yang Tuhan harapkan kalau pekerjaan itu tidak dicoba dijalani dulu? Mau bertanya pada Hamba Tuhan? Apa Hamba Tuhan tidak bisa salah dalam memberi Pilihan2 Hidup yg sulit seperti memilih pekerjaan? Banyak sekali Hamba2 Tuhan yg salah memberi advis pada jemaatnya yg berakibat menjadi batu sandungan bagi jemaatnya.

Salah satu contoh “positive thinking” yang tidak alkitabiah : Pasang nomer buntut, apa salahnya pasang nomer toh rejeki ada di tangan Tuhan? … Atau contoh lain “merokok”…Merokok itu baik karena dengan mengisap sebatang rokok kita sudah mensejahterakan para karyawan pabrik rokok, petani cengkih dan tembakau dll. Bahkan pengguna ganja dapat berfikir positif mengenai ganja…“Toh saya beli ganja dari hasil keringat sendiri, tidak menipu dan saya menghisap ganjapun tidak merugikan orang lain…!!”

Dari sedikit contoh diatas maka saya setuju dengan renungan yang dibuat Markov, bahwa positive thinking dasarnya harus alkitabiah (Iman, Pengharapan dan Kasih) dan sayapun setuju bukan hanya yang difikiran saja yang perlu, melainkan juga apa yang kita lakukan, karena sia-sia sebagus apapun fikiran kita tampa diujudkan dengan perbuatan nyata (iman tampa perbuatan adalah mati).

Salam

Bro budiman, jadi menurut anda Positive Thinking yg bersifat untung2an itu tidak Alkitabiah. Berarti main saham jangka panjang boleh dong? Kalo main saham jangka pendek katanya itu judi?
Saya sependapat dengan anda tentang merokok/ganja. Dari sisi manfaat terhadap sesama memang bagus, bahkan terhadap negara juga bagus, krn rokok penyumbaang Cukai terbesar buat pemasukan negara. Tapi bagaimana ditinjau dari sudut kesehatan? Ini dia! Rokok ternyata penyebab kanker paru2. Karena merugikan buat tubuh kita yg adalah Rumah Tuhan/Bait Allah, maka rokok tidak diperbolehkan.
Tapi tahukah anda, Kediri awalnya kota kecil. Gara2 ada Gudang Garam, kini PAD (Pendapatan Asli Daerah)nya jadi yg terbesar di antara seluruh kota2 di Jawa Timur! Sumbangan GG thd kesejahteraan masyarakat Kediri luar biasa.
Saya kok akhirnya mengambil kesimpulan: Positive Thinking sebenarnya adalah ajaran yg mengadopsi dari Alkitab juga. Jadi, sikap kita orang Kristen mestinya semakin yakin pada kekuatan Berpikir Positif dalam kehidupan kita sehari2.

Kesimpulan Lion sangat baik. Pernyataan nya Markov juga baik, malahan hemat saya pernyataan Markov lebih gamblang bukan sekedar mengadopsi dari alkitab melainkan keseluruhan pola pikir kita harus berdasarkan alkitab (Iman Pengharapan dan Kasih) kelihatannya sulit untuk diterapkan dalam kehidupan keseharian kita, namun apabila dari usia muda dibiasakan dan dilatih dengan tekun untuk selalu berpikir positif alkitabiah, maka tentu hasilnya kemudian adalah berkat yang luar biasa dari Tuhan.

Salam

iman membungkus segala sesuatu yang ada, yang kita miliki dan yang akan kita lakukan…

seep…

Perlu dilihat sebagai suatu paket proses ‘Iman yang hidup/mawujud’ dan lakukan semua itu untuk kemuliaan Tuhan…