Praktik Bahasa roh = pendustaan & menipu diri sendiri+orang lain

Saya hadir ikut satu acara sharing di salah satu gereja yg punya anggota sekitar 200-an orang.
Sharing diawali oleh satu pembawa acara yg mereka katakan sbg WL (worship leader), gereja eks kolonial menyebutkannya=liturgos/pemimpin kebaktian/ibadah.
Pada waktu menyanyikan satu pujian, diulangi 3x sudah terdengar suara dari WL itu “syalala la la la la” kata & suara + nada melengking ini tidak punya makna. Menurut mereka inilah penyembahan kepada Tuhan Yesus Kristus Sang Juruselamat.
Pemusiknya: pemain keyboard, drum, dan gitar listrik. Suara keyboard & gitar listrik bagus karena tidak keras. Pemain drum luar biasa membuat telinga saya sakit karena sangat keras, saya duduk tidak terlalu jauh dari pemain drum tsb.
yang bertugas sharing maju ke depan untuk menyampaikan sharingnya, orang inipun menyanyikan satu lagu tidak lama kemudian mengeluarkan suara “syalala la la la la” yang diulangi terus-menerus.
Yg sangat tidak masuk di akal sehat:

  1. sementara orang tsb meyakini berbahasa roh, pemain musik TETAP memainkan alat musiknya.
  2. suara “syalala la la la la” merembet ke yang lainnya lagi.

Inilah yg dilakukan di dalam gereja yg mengklaim “punya ROH KUDUS” namun mengucapkan kata-kata kosong untuk menipu diri sendiri dan orang lain.

Sekarang pendapat Anda?

Pendapat saya: bahasa roh ada yang palsu dan ada yang asli. Mengatakan bahwa semua bahasa roh itu palsu juga termasuk menipu diri sendiri dan orang lain.

Salam

maaf om GlobalMod…
anda bisa kse pendapat seperti itu acuannya darimana???
atau setidaknya ada ayat alkitab / FT yg mendukungnya???
…maaf bngt ni om…nanti kena protes2 yg mengatakan “harus pake ayat” klo mw kse pendapat / masukan…

Acuannya adalah fakta bahwa ada bahasa roh yang asli dan yang palsu.

Tentang bahasa roh yang asli, ada banyak ayatnya di Alkitab, bisa dicari sendiri. Kalau bahasa roh yang palsu memang harus dari pengalaman ketemu sendiri atau kesaksian dari orang lain (misalnya di topik ini).

Oh tidak perlu minta maaf. Ini kan forum diskusi, masa bertanya saja ndak boleh. Jika ada yang mengharuskan ayat, ya jawab saja “Ini board kesaksian, jadi tidak wajib pakai ayat. Malahan lebih bagus kalau jawaban berasal dari pengalaman nyata”.

Salam

simple…jelas…tepat dan mudah di mengerti…

lanjooooooooootttttttt… :afro:

Tidak juga, bahwa praktek ini sama dengan menipu diri sendiri. Saya kasi gambaran begini ibarat Tuhan Yesus tour lead yang sedang memimpin anggota tournya nenuju ketempat tujuan. Bila anggota mis ada 100 san orang. Setiap anggota punya pikiran dan ketertarikan masing-masing, ada yang mengalami indahnya naik bus saat tour, ada yang merasa pusing dan takut pada saat dengan perjalanan dengan pesawat terbang. Ada yang anggota tour jalannya lelet banget, ada yang hampir mencapai tujuan, ada yang bilang indah sekali pemandangannya. Dan lain sebagainya.
Begitu gambaran soal bahasa roh, …bersambung…

setau gw…
bahasa Roh itu ga bisa di praktekin [niat mraktekin]…
tp mengalir saja seperti sungai…
kapanpun di manapun itu bisa terjadi…

contoh : baru td sore pas kebaktian…temen gw pas habis penyembahan…dia berdoa sambil ngoceh2 ga jelas…
gw yakin itulah yg namanya Bhasa Roh…pas pulang gw tnya dia… “Ren…lu td pake bahasa Roh ea??? coba lu skarang pake bhsa Roh lu yg td…” eh dia malah ketawa…jawabannya “…wkwkwkwk kaga bisa lah…itu mengalir saja kok…waktu gw mrasa ada di hadiratNya…ea begitulah…mengalir saja”…

sebenernya gw kurang puas dgn jawabannya…tp gw prcaya…itu jawaban dia yg sebenernya…

klo menurut Paulus sih solusinya musti ada orang yg punya karunia menerjemahkan bahasa roh(biar ga dikira orang gila oleh orang2 yg tidak beriman).yg jd masalah gimana klo penerjemahnya juga palsu(ngarang2 sendiri terjemahannya)??nanti yg asli pun akhirnya malah jd palsu.

ok…taro lah ada yg mempunyai karunia menterjemahkan bahasa Roh tsb,
trus fungsinya dia - si penterjemah tsb apaan selanjutnya???
apa lewat dia para rekan2…orang2…jemaat atau sapapun akan mengetahui bahwa yg memakai bhsa Roh itu beneran asli apa bukan???

Memang susah membedakannya mana yang asli mana yang trend/ngetrend, karena klaim masing² “asli”, coba aja bahasa roh ada “Made in” nya hehehehehehe…Roh Kudus tetap kudus tapi klo bahasa roh hhmmm…ga tau ya hehehehehehe…

Bahasa roh tu kan bahasanya roh kudus, salah satu karunia dari roh kudus…
Dalam pujian dan penyembahan sendiri ketika dia betul2 fokus memuji n menyembah otomatis berbahasa roh…
Karna dia sudah dipenuhi roh kudus…
Klo bahasa roh orang lain, kita sendiri susah membedakannya…karna cuma dia n Tuhan yang tau… Setiap orang punya bahasa roh yg berbeda…kecuali mereka baru mula2 lagi… Baru mengenal bahasa roh hampir sama smua… Sama seperti anda baru mengenal pertama kali berbicara… Kata yang kita ucapkan klo gak mama papa nyak babe ya sprti tu… Ketika makin fasih berbicara yg kita ucapkan lain2 sesuai kemauan/keperluan kan??
Zaman skrang ni emang banyak yang asli n palsu, seperti kata Tuhan kita bedakan la dari buahnya :wink: gak da pohon baik yang menghasilkan buah buruk n sebaliknya…bisa berbahasa roh adalah suatu karunia :slight_smile:

segala sesuatu yang dilebih lebihkan , dengan niat melebihi dari tujuan yang sebenarnya adalah tidak benar…

Yesus sendiri, mengajarkan kita dengan MELAKUKAN SEGALA SESUATU DENGAN KADAR YANG PAS jangan dilebih lebihkan, sebab bila berlebihan pasti itu datang nya dari motivasi yang lain…

Mat 5:37
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Praktik bahasa Roh; adalah bentuk applikasi yang nyata yang diwakilkan sesorang dalam perbuatannya berkata kata…

bahasa Roh memang ada: sebab Firman berkata begitu:

1 kor 14:1 Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.

14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
14:3 Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.

justru anjuran : USAHAKANLAH DIRIMU MEMPEROLEH KARUNIA KARUNIA ROH…

namun adakalanya bahasa ROh itu digunakan untuk membangun diri sendiri…

1Kor 14:4
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

apa sih maksudnya membangun diri sendiri?

ada kala nya orang membangun diri nya sendiri, karena inputan inputan atau masukan masukan dari orang lain, tentu YANG TAK BISA DIPUNGKIRI, ADALAH DENGAN BAHASA YANG DIMENGERTI…
dimana masukan masukan itu merupakan bahasa yang dimengerti oleh orang lain.

umpamakan satu orang (kita namakan : “andy) yang kurang percaya diri, dalam bergaul cenderung suka mengurung diri dan cara berpikirnya, karena mungkin kehidupan masa kecilnya dia selalu dimarahi, dan selalu di beri suggesti: sugesti negatif, BAHWA ANDY TIDAK PANTAS DAN TIDAK CAKAP DALAM MELAKUKAN APAPUN,”

hingga kita umpamakan (sandy shabat andy yang cukup mengenal Andy); memberi masukan kepada andy:

bahwa andy tidak pantas untuk mengurung diri dan tidak percaya diri, sebab tidak ada yang salah, bagi dirinya, sandy menganjurkan, buat andy, agar melihat segala yang andy perbuat, apakah memang andy tidak mampu menyelesaikan segala hal hal yang ada dalam hidupnya, justru sandy bersaksi: “kalau andy justru sangat sangat cakap dalam melakukan setiap tanggung jawab yang dilimpahkan kepada andy”

dan berkata: tidak benar, kalau rasa tidak percaya diri andy itu adalah adalah suatu hal yang pantas untuk dipertahankan, melainkan dibuang…

===============================================================================

dalam kasus diatas… SANDY MEMBANGUN DIRI ANDY, membangun apa apa yang tidak ada pada andy, dibangun oleh sandy melalui perkataanya…

dan proses rasa percaya diri Andy yang telah terwujud, (menjadi percya diri) itu karena andy telah dibangun…

yang saya garis bawahi:

  1. PADA SAAT ANDY TIDAK PERCAYA DIRI, ADA RASA (SENSE) yang realita yang terjadi didlam dirinya.
  2. PADA SAAT ANDY TELAH PERCAYA DIRI ADA RASA (SENSE) YANG REALITA TELAH TERJADI DAN TELAH TERBANGUN DALAM DIRINYA…

demikian lah pabila salah satu hamba Tuhan berbahasa ROh, (lebih kompleks dari cerita andy dan sandy diatas) yaitu membangun dirinya sendiri.

tentu dalam perspektif Tuhan…

itu sebabnya:

1Kor 14:2
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

jadi betul sekali…

ada APPLIKASI (PRAKTIK) bahasa roh yang asli dan ada juga yang tidak …

motivasi awal: bahasa roh itu tidak dimengerti, sebab bahasa roh tersebut, bukan sperti bahasa sehari hari yang dapat dimengerti orang lain…

namun dalam bahasa roh itu, terdapat sense, sama sperti sense pabila kita melihat yang indah indah, yang menakjubkan, yang membuat kagum, yang membuat bersyukur, yang membuat ingin lebih kudus, dan lain sebgainya…

salam…

yup 1 hal ini gw setuju secara hurufiah…

tp kan ada yg pnya karunia menterjemahkan bhsa Roh…
berarti ttp bisa di mengerti donk…tp trbatas kpda si pribadi tsb…pnya ga karunia spt itu… :happy0025:

Topik ini akan saya perpanjang dan membahasnya lebih lanjut memakai beberapa sumber yang perlu pembuktiannya, niat hati sudah lama mau membahasnya sejak saya agak aktif mengikuti gerakan Toronto Blessing di salah satu gereja di Perumahan Karawachi Tangerang, salah satu ruang di Tower Gajah Mada Plaza, salah satu blok eks perkantoran Unilever Tubagus Angke, beberapa tempat di sekitar Tanjung Duren. Ditambah beberapa reply saya untuk beberapa sub forum di FK ini.

Pembuktiannya dari kitab Kisah Rasul Pasal 2, dan beberapa pasal lainnya, 1 Kor pasal 12, pasal 14 dengan memanfaatkan buku cetak yang sudah beredar luas dari Reformed Injili, Konkondansi Alkitab Strong+Young+Karya Hasan Sutanto. Terakhir saya akan merekam praktik yg menganggap berbahasa roh dari beberapa komunitas Kristen??? memakai HP.
Akhir semuanya akan dirampungkan dan dimasukkan ke dalam halaman web memakai fasilitas gratis di wordpress.com atau blogspot/blogger.