preman vs preman (gabungan kesaksian dan konseling)

mohon masukan. usaha saya ditutupi oleh parkiran sepeda motor ke toko2 sebelah saya, tukang parkirnya adalah preman2 sekitar, jadi saya tidak berani apa2, saya cuma bisa berdoa. saya sempat ditawari sesama preman dari tempat lain untuk menakut-nakuti tukang parkir itu, tapi kok sepertinya tidak melawan kejahatan dengan kebaikan.hari ini saya bincang2 dengan seseorang yang menagih biaya bulanan keamanan dan kebersihan (resmi) komplek ruko. kemudian dia tanya apakah ada yang mengganggu saya dan usaha saya? saya bilang kalau parkir depan usaha saya mengganggu orang masuk ke tempat usaha saya. setelah omong2 lama, ternyata orang tersebut adalah tokoh masyarakat sekitar yang disegani (kepala preman yang menguasai beberapa wilayah di kota saya) dan orang itu bilang akan dialog dengan para tukang parkir yang menutupi usaha saya.
sekarang saya jadi merasa tidak enak, nanti saya dan usaha saya malah diincar oleh para tukang parkir (preman) tersebut karena saya mengadukan mereka, saya tidak menyangka orang yang saya ajak bicara itu orang berpengaruh, saya kira cuma petugas penagihan biasa, jadi saya “curhat”.
gimana ya?

ambil positifnya
apa ngga justru dengan mereka parkir di depan usaha sodara … orang yang tadinya kaga ngerti sodara buka usaha apa… sekarang jadi tahu… ttg apa yang sodara usahakan…

doakan saja … bukan spy preman2 tersebut mengerti sodara… ttp orang2 yang parkir di depan usaha sodara mau mampir dan membeli apa yang sodara usahakan … :smiley:
back up sodara bukan preman… ttp YESUS …
tenang aja … Tuhan sanggup membuat apa yang menyebalkan hati sodara … menjadi berkat sodara
hanya sikap hati sodara harus benar :slight_smile:

Tuhan dapat memberkati dng cara yg tdk pernah kita pikirkan.
Siapa tahu kepala preman tsb adalah orang yg diutusNYA sbg jawaban doa utk menjadi berkat bagi Gusgus.
Jangan berburuk sangka dulu, coba perhatikan impactnya beberapa hari ini.

terima kasih atas jawabannya. toko saya dan toko2 sekitar saya beda segmen pembeli, segmen usaha saya anak muda, yang parkir depan saya untuk ke toko2 sekitar saya orang2 umur 30 - 40an.
amin atas doa saudara. Gbu

saya cuma bingung, ini tukang parkirnya masih menutupi usaha saya, cuma beberapa saat setelah kepala preman itu datang, parkirannya dipindahkan. apakah saya bilang ke kepala preman itu lagi atau saya harus berdoa saja?

Kalo saya sih akan doa lagi , mengadu ke Tuhan.

no problem :smiley:
Krn baik yang muda maupun yang stw … yang stw bisa punya kenalan juga /kemenakan yang anak muda…
pas ultah dibeliin kado di tempat sodara … hanya gara2 pernah parkir di depan toko sodara :smiley:
Berkat Tuhan itu ndak hanya di batasi oleh lahan parkiran

Ga usah takut sama preman, toh niat anda benar dan tidak merugikan

Lebih baik anda memikirkan dan mementingkan usaha anda daripada mementingkan preman :slight_smile:

[email protected]

Kalau saya melihatnya dari masalah hak dan kewajiban.saja, dalam kita hidup bersosial masyarakat, Namun ha SEPERTI ITU akan beda tampilannya , jika di gunakan oleh orang yang percaya Tuhan Yesus dan yang tidak percaya Tuhan Yesus ( Non-Kristen).
Jadi benar apa yang dikatakan [email protected] Alice diatas, YAITU BAGAIMANA ANDA SEBAGAI Orang Kristen MENGUNAKAN SIKAB HATI anda dalam masalah seperti saya sebutkan diatas…

Sebagai contohnya seperti ini : ( ini dalam hal menyadari soal yang “Hak” dulu ya broo…!! )

!). Sampai dimana Hak yang anda punyai mengenai lahan Ruko anda…?? apakah sampai kedepan lahan parkir…di
jalan…??.
ataukah dari pintu ruko anda hanya sampai trotoar depan ruko anda…dan selebihnya didepan ( jalan ) adalah
milik umum…??

2). Kalau lahan HAK anda hanya sampai di bibir trotoar DEPAN RUKO ANDA , MAKA ANDA TIDAK BERHAK MELARANG
ORANG MELAKUKAN APAPUN ( PARKIR MISALNYA ) DILAHAN MILIK UMUM. …Nah jika disini anda menjadikan alasan
sehingga Ruko anda menjadi sepi karena didepan ruko banyak motor parkir…?? sehingga anggapan anda oarng
sulit masuk/ terhalang mampir ditoko anda…??? Hahaha…inilah yang artinya sikap hati ANDA YANG SALAH
BROO…!! Artinya …ruko anda sepi, tapi anda menyalahkan orang lain dikarenakan orang lain tidak berbuat sesuai
keinginan anda sebagaimana karena anda seorang pedagang yang note bene ingin laku dagangannya. Padahal
orang yang kepasar (mau belanja ) punya sikap hati yang masing masing juga kan…?? dan si tukang parkirpun
punya sikap hati ingin mendapat pendapatan dari usaha parkirnya yang di tempat umum tsb. ( bukan di trotoar
pas depan pintu ruku ).

3). Nah…jika anda dapat memahami poin “2” diatas, maka anda akan sadar, bahwa setiap orang berbuat / bekerja di
sesuaikan dng lahan yang menjadi haknya masing-masing bukan…?? Dengan demikian setiap orang mempunyai
motivasi sendiri-sendiri juga dong… dalam bertanggung jawab terhadap “Hak” nya masing masing juga… Namun
kesamannya adalah sipedang cari uang …ya tukang parkir juga cari uang dan semuanya itu dilahannya masing-
masing juga.

3). NAH…jika [email protected] sudah dapat memahami poin “3” diatas, maka itulah namanya kita hidup bersosial
masyarakat…dan disitu pasti ada tantangannya. Tetapi jika kita memang mengaku Kristen…?? Gimana caranya
menghadapi tantangan itu ( seperti yang dialami [email protected] )…?? Caranya adalah buka lebar :mata, pikiran
dan hati perasaan kita…Agar supaya Kita berlapang dada melihat situasi dan kondisi dihadapan kita setiap
harinya. Sehingga timbul pandangan jernih bahwa kita hidup harus selalul "BERBAGI dan bukan malah bersikap
“EGOIS”…karena dianggap setiap orang tidak tau akan keinginnan diri pribadinya. Padahal diluar sana orangpun
berpikiran sama dng anda kan…??? Itulah sebetulnya yang harus anda hindari [email protected]…hehheh

4). Jadi yang namanya mau "BERBAGI " itu adalah Karena anda Kristen…?? SIFAT "KASIH " ITULAH YANG HARUS ADA
DI DALAM DIRI ANDA DULU [email protected]…Akhirnya anda mau bersikap dan berbuat sesuai apa yang
dianjurkan / diajarkan dalam Alkitab seperti Firman Tuhan di ayat :

 Roma 13:5	Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh 
                    karena suara hati kita.

Roma 13:6	Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah 
                    pelayan-pelayan Allah.

Roma 13:7	Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak 
                    menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang 
                    berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.

Intinya : jika anda ingin diperlakukan orang sebagaimana yang anda inginkan, maka perlakukan juga lah orang lain seperti yang anda inginkan terhadap diri anda (seperti : bertoleransi, bekerjasama…dll nya ), Pasti oranglainpun akan menghargai anda seperti anda menghargai mereka. Jadi tidak ada saling bersentimen negativ( negative thingkin ) terhadap orang lain…Lebiih bijaksana menerapkan prinsip : cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati…

Saran saya kep anda : buat space untuk ukuran 2 motor yang dikosongkan dilahan parkir di depan toko anda ( yang fasilitas hak nya umum tsb ), sebagai jalan masuk ke toko anda dan kordinasi dng tukang parkirnya…dan bicarakan masalah anda tsb dng terbuka dng tukang parkir tsb ( jangan pernah takut dan sungkan ).
Jika ada sisi toleransi yang harus di bayar dng kompensasi, maka bisa dibicarakan tah…?? misalnya dng mengosongkan space yang untuk parikr tsb, maka si tukang parkir menjadi berkurang pendapatannya…tapi dapat anda tawarkan dng biaya kompensasi tsb kan…?? misalnya sehari ( mulai toko buka sampai tutup ) = rp. 5000,_atau berapalah…sesuai dng pertimbangan yang baik dan pantas ( proposional )…Jadi kedepannya tidak ada yang merasa dirugikan dan saling merugikan bukan…??? hehehheh

Smoga dapat berkenan…dan difahami…THX

Salam GBU

ruko saya berada disebelah jalan raya, sebelah kanan jalan 1 arah, depan saya adalah trotoar dan ada tanda larangan parkir sepanjang trotoar dari dishub. sewaktu saya buka usaha ini, saya mengurus perijinannya (SIUP dan TDP), saya diharuskan mempunyai ruang parkir sendiri dan tidak boleh sepeda motor yang mau ke tempat saya parkir di trotoar. tapi trotoar itu dipergunakan oleh para tukang parkir ini sampai menutupi tempat masuk parkir saya. jadi harusnya itu adalah milik umum dan saya sudah mentaati undang2, pengguna trotoar pun jadi berjalan di jalan raya. dulu saya sempat bicara dengan para tukang parkirnya dan akhirnya mereka mau memberi jalan masuk untuk 2 sepeda motor, tapi pada kenyataannya cuma 1 sepeda motor. beberapa pelanggan saya bilang pelayanan di tempat saya enak, tapi sayang mau keluar masuk sulit kalau bawa sepeda motor, akhirnya pelanggan saya cuma orang2 sekitar, yang tidak perlu sepeda motor untuk ke tempat saya.

saya sertakan 3 foto, 2 dari tahun kemarin dan 1 dari bulan lalu

dari tempat untuk 1 sepeda motor lewat itu orang yang bawa sepeda motor, sepeda angin dan jalan kaki keluar masuk tempat saya