PROBLEM WITH OMNISCIENCE : CANTOR PARADOX

OMNISCIENCE

Orang Kristen percaya bahwa Allah bersifat Omniscience, yang mengindikasikan bahwa Allah mengetahui segala sesuatu.

Jika Omniscince didefinisikan sebagai suatu himpunan O, Omniscience O memiliki himpunan seluruh Event E

O = {E1,E2,E3,E4,E5,E6……………………E(n)}

POWER SET

Power Set P(S) dari sebuah Set S, didefinisikan sebagai himpunan yang berisikan semua subhimpunan dari S.

Contoh
S = {X,Y} maka diperoleh P(S) = {O,{X},{Y},{X,Y}}

Sekarang
Untuk S dengan anggota finite n, maka akan diperoleh anggota P(S) sebanyak 2^n, atau 2 pangkat n.

Contoh,
jika elemen suatu himpunan S1 berjumlah 4, maka Power Set dari S1, P(S1) berjumlah 2^4 = 16
dan kita mengetahui bahwa

n < 2^n (n selalu lebih kecil dari dua pangkat n)

PROBLEM WITH OMNISCIENCE

Kembali pada Omnisciece, Jika Omniscince didefinisikan sebagai suatu himpunan O, Omniscience O memiliki himpunan seluruh Event E

O = {E1,E2,E3,E4,E5,E6……………………E(n)}

Kita mengetahui bahwa O memiliki jumlah elemen sebanyak n.

Kemudian, kita akan membuat suatu Power Set dari Omniscience P(O), berdasarkan aturan Cantor,

n < 2^n (n selalu lebih kecil dari dua pangkat n)

maka

Terdapat suatu Set yang lebih besar dari O, atau dengan kata lain, terdapat suatu set yang lebih besar dari suatu set yang diketahui oleh Allah.

Bagaimana kita menyelesaikan Paradoks Cantor ini?

Matematika ya? ;D

@sword

Bagaimana kita menyelesaikan Paradoks Cantor ini?

Bro, apakah rumus matematik/fisika yang kita pergunakan di dunia ini juga berlaku dan bisa digunakan di kondisi timeless dan spaceless ? Koq saya rasa tidak bisa ya.

Syalom

@Bruce,

Saya tidak tahu jawabannya Bro, namun seandainya jawabannya adalah ya, berlaku, maka saya kesulitan menyelesaikan Cantor Paradoks ini…

Jika seorang atheis bertanya pada saya mengenai hal ini, mungkin saya akan speechless…oleh sebab itu saya post disini, siapa tahu ada yang membantu

ilmu tingkat tinggi nih…ga paham saya :stuck_out_tongue:

tp yg jelas si Cantor itu kan ciptaan ALLAH, jd bagaimana mungkin ALLAH harus bisa dijelaskan oleh rumus si Cantor ini?? :smiley:

saya melihat disini bukan masalah dengan ALLAH, tetapi masalah dengan cara bro SP merumuskan masalahnya :smiley: :smiley:

bro SP langsung MENGASUMSIKAN begitu saja bahwa ALLAH MENGETAHUI 2 KEJADIAN INDIVIDUAL E1 dan E2, tetapi ALLAH TIDAK DAPAT MENGETAHUI KOMBINASI KEDUANYA.

artinya dengan mengatakan bahwa KOMBINASI 2 KEJADIAN atau lebih merupakan “peristiwa baru” yang tidak diketahui ALLAH sebelumnya, karena ALLAH “hanya mengetahui peristiwa individualnya”.

hal ini tidak cocok dengan imani Kristen yang percaya bahwa ALLAH Omniscience itu mencakup ALLAH MENGETAHUI SEMUA KOMBINASI YANG MUNGKIN DAN YANG TIDAK MUNGKIN.

ketika jumlah P(S) > O, itu berarti ALLAH TAHU DETAIL DARI SELISIH TERSEBUT.

bahkan imani Kristen percaya bahwa justru ALLAH lah yang bisa MEMBUAT KOMBINASI TAK BERHINGGA ITU.

sama kayak ilustrasi seorang penulis apologet Kristen, Dr. Ravi Zacharias.

orang-orang skeptik/atheis yang menolak mujizat Yesus Kristus berjalan di atas air, dengan bangganya minum 2 teguk air, hal mana ia lupa, jika ia menyelidiki struktur subatomik air itu merupakan mujizat luar biasa.

jadi di saat yang sama ia menolak mujizat, di saat yang sama ia lupa bahwa Yesus yang sudah menciptakan molekul air yang luar biasa rumit itu, Yesus itu pula yang sanggup mengeraskan molekul air danau Galilea pada 2000-an tahun lalu agar kuat menopang tapak kaki beliau :smiley:

notes:

menurut kawan2 kantor saya, anak-anak MIPA UI emang “garing” hahahahaha :smiley:

Hmm, setelah membaca posting rekan rekan, dan melalui pemikiran, nampaknya saya (secara kurang pasti) telah menemukan resolusi dari paradoks ini

Beberapa kemungkinan jawaban adalah
a. Allah adalah timeless dan spaceless being, yang mana perumusan dan persamaan matematis serta fisika tidak dapat diaplikasikan. (Jawaban dari Sdr Bruce)

b. Menurut saya, suatu event tidak pernah berdiri secara solitair, atau mutually exclusive dengan event yang lain, dengan kata lain, suatu subset dari suatu event pasti merupakan irisan dari subeset yang lain, sehingga power set dari suatu subset kemungkinan besar adalah subset yang telah eksis, dan, yang ternyata kemudian menyebabkan redundansi perhitungan.

c. Dari seluruh event yang diketahui Allah, baik itu terjadi secara aktual maupun yang berupa kemungkinan dalam pikiran Allah (e.g. SworDPen adalah seorang bhiksuni Nepal) , selalu dapat dibuat power set, namun, power set itu ada secara imajiner, bukan eksis dalam pikiran Allah maupun dalam dunia aktual. Secara angka, numerik, power set itu eksis dan dapat dibuat tak terbatas, bahkan suatu himpunan tak terbatas dengan anggota anggota elemen yang juga tak terbatas, namun set set tersebut tidak harus eksis, dan tidak harus dihitung secara real.

Terima Kasih atas semua memberi yang telah memberi sumbangan pikiran

sangat menarik,

nanya bro,

E1, E2, …, En tersebut menjadi EKSIST karena apa ya ?

apakah karena ALLAH “menghendaki/mengijinkan” En coming into existence, atau karena sebab acak bahkan kawan2 kita yg lain menyebut FREEWILL (dalam case manusia) ? :smiley:

mohon pencerahannya

salam

Mungkin jawabannya adalah eksis karena di aktualisasikan oleh Allah, Bro Petra. Tentu saja aktualisasi tersebut dilakukan dengan perhitungan yang cermat