PROBLEM WITH RAPTURE: DIVINE MOTIVATION

I Korintus 13:10 itu bicara tt ayat 8-9, bahwa pd saat yg sempurna itu tiba ( Yesus dtg utk kedua kalinya ) > nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap (ayat 8), Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna( ayat 9).
GBU

  1. Tdk demikian, krn diangkat justru krn menunjukan prestasi iman dan ketaatan yg teruji tanpa harus dipaksa dan tanpa tekanan, dlm keadaan running sehari2. Jadi iman dan ketaatannya itu sdh melekat dlm keseharian.
  2. Apresiasi itu kan hanya istilah saya, spt halnya kalau kita kerja di dunia ini. boss dunia juga senang kalau kita berprestasi dan menunjukkan attitude yg baik & loyal :). Mereka yg diangkat gak perlu diberikan punishment kan?mereka kan sdh sesuai std Allah.
    GBU

Kesatuan ayat di dalam 1 Korintus 13 tidak bisa diambi sepotong sepotong, bro, pengertiannya akan berbeda dengan yang dimaksudkan oleh Paulus.

Syalom

Bisa saja, lihat saja misalnya Yoh.1, itu dibagi beberapa bagian.
I Kor 13 itu memang ada 2 bagian, initinya memang kasih tdk berkedudahan.
GBU

googling aja deh
GBU

PROBLEM WITH RAPTURE PROBLEM WITH DIVINE MOTIVATION

Seorang pernah menjawab, bahwa syarat untuk “diangkat” dan mengalami dispensasi dari masa tribulasi adalah sebagai berikut:
Tidak hidup dlm kegelapan, Hidup sbg anak2 terang, hidup kudus dan benar.

Pertanyaan:
Apa yang menjadi motivasi Allah melakukan pengangkatan pada orang orang ini?

Allah memelihara Umat PilihanNya, sehingga mereka tetap di dalam pemeliharaan Allah.

JIka mereka yang suci dan benar didispensasi dari tribulasi, bagaimana dengan mereka yang tertinggal?

Injil telah di beritakan sampai ke ujung dunia, waktu penggenapan telah selesai, sehingga manusia hendak mencari Alkitab juga sudah tidak ada, Amos.

Rencana kekal Allah selalu rapi dan teratur, sehingga bagi yang tidak dipilih menjadi Umat Pilihan Allah, mereka di biarkan di dalam dosa mereka.

Ini merupakan keadilan Allah yang harus menghukum dosa, sehingga kita tidak dapat mengatakan bahwa Allah tidak adil.

Justru karena keadilan Allah, Allah dengan sabar membiarkan manusia berdosa, berbuat seenaknya, sehingga pada waktu yang telah tiba, keadilan Allah di tegakkan.

Karena belas kasih Allah, Allah memilih bagi diriNya suatu Umat pilihan , bukan karena kemaha Tahuan Nya, bahwa orang yang dipilih bakal PERCAYA, tetapi karena belas kasih dan kerelaan kehendakNya.

Bukankah peluang mereka untuk tetap setia dalam tribulasi jauh lebih kecil dari orang orang suci?

Sudah habis waktunya, sekarang waktu rencana Allah yang akan terlaksana.

Jika mereka yang (yang akan tertinggal), saat ini, tidak mengalami tribulasi saja tidak setia, bagaimana jadinya saat menjalani masa tribulasi nanti?

Memang orang hidup di luar KRISTUS tidak mungkin dapat setia, jadi pada masa tribulasi nanti, hanya karena anugerah Allah lah mereka dapat tetap setia pada KRISTUS.

Mungkinkah seorang yang tidak bisa menjumlahkan dapat mengoperasikan integral?

Tidak mungkin, karena yang mampu mengoperasikan integral hanya Allah.

Kalau yang anda maksud adalah tentang keselamatan.

RAPTURE : PENAMATAN GEREJA TUHAN

Kalau melihat di 2 Tim 3 : 1-5, tanda2 masa kesukaran, wah mengerikan, yang di pikirkan hanya diri sendiri.

Bagaimana dapat mempunyai IMAN yang merupakan pemberian Allah ?

Apa yang Tuhan Yesus katakan tentang penganiayaan yang akan segera terjadi. juga relevan bagi Umat Allah di sepanjang masa.

Memang klimaksnya di menjelang kedatangan Kristus.

Iman merupakan pemberian Allah, apakah masa itu masih ada anugerah Allah ?

Bro, Roh Kudus sudah di angkat , dimana ayatnya, ini baru saya tahu.
Karena Roh Kudus menyertai orang percaya selama lamanya.

Alkitab tidak di temukan pada suatu saat ada di Amos.
Amos 8
8:12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.

Dalam Matius 25 Tuhan Yesus sendiri melukiskan ada dua macam sikap manusia yang menyambut kedatangan-Nya…

Kelompok pertama dilukiskan-Nya sebagai 5 gadis yang bijaksana yang menunggu mempelai laki-laki. Mereka menyediakan pelita, dan juga hal yang paling penting dalam menyambut mempelai laki-laki, yaitu minyak cadangan yang diisi dalam buli-buli.

Kelompok kedua, mereka juga menyediakan pelita, tetapi mereka tidak meyediakan minyak cadangan sama sekali, sehingga kedatangan mempelai laki-laki justru membawa kepanikan yang luar biasa, pelita mereka menyala dengan nyala yang hampir padam. Mereka bukan sibuk menyambut pengantin dengan riang gembira, tetapi mereka justru sibuk mencari minyak. Pelita mereka mejadi redup dan perlahan-lahan menjadi kecil cahayanya. Akhirnya pelita mereka padam sama sekali karena kehabisan minyak.

Mereka merengek-rengek meminta minyak kepada lima gadis yang bijaksana. Mereka sangat depresi sekali tidak mendapatkan minyak. Sementara di ruangan pesta kelima gadis, bijaksana sedang berbahagia bersama pengantin laki-laki yang telah menutup pintu.

Terlambat… pintu sudah ditutupi. Ketika mereka mengetuk pintu, apa yang dijawab sang mempelai?

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu… (Matius 25:12,13).

Sungguh menyedihkan gadis yang bodoh. Kebodohan mereka membawa malapetaka.

Pertanyaan Siapakah yang dikelompok ke dalam gadis yang bodoh?
Mungkinkah mereka berasal dari kaum akademisi, tokoh meliter, tokoh masyarakat, orang terkemuka, pejabat pemerintah,konglomerat, rohaniawan dan sebagainya.

Mereka dikatakan bodoh karena tidak mau taat kepada kehendak Allah, untuk menyiapkan hati memperoleh minyak Roh Kudus dalam kehidupan mereka.

Disini kita tidak berbicara latar belakang pendidikan ,namun disini berbicara soal hati yang mau mendengar Allah. Allah tidak memandang intelektual sesorang. Ia memandang hati. Ia memandang bahwa orang bijaksana adalah orang yang mengasihi Dia. Yang tidak menduakan Tuhan.

Contoh, marilah kita lihat kehidupan Paulus sebelum bertobat. Dia adalah seorang tokoh agama Yahudi yang pandai. Dia dididik dengan teliti oleh Guru Besar Yahudi yang bernama GAMALIEL. Ia dididik tidak sembarang dalam hal theologinya, sehingga ia menganggap dirinya adalah orang yang giat bekerja bagi Allah. Ia sungguh orang yang bijaksana dalam pandangan dirinya …sehingga ia menganiaya orang-orang Kristen yang dianggap “bodoh”. Tetapi setelah Paulus mengenal hubungan pribadi dengan Kristus, apakah yang dikatakannya tentang segala ilmu yang diperolehnya?
Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Paulus menganggap pengetahuan dan kadar intelektualnya ternyata tidak lebih dari sampah adanya. Paulus kemudian sadar bahwa sebelum bertobat ternyata dirinya adalah bodoh dihadapan Allah…Kini hatinya telah di ubah. Ia melihat bahwa Tuhan lebih mulia dari pada semuanya.

Disini saya bukan berarti orang Kristen tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, ada banyak orang Kristen lahir baru yang juga terpandang dan terdidik. Jadi mereka bijaksana secara intelektual dan juga hati mereka benar-benar rindu kepada Tuhan dan takut akan Tuhan.

Tetapi ada juga orang Kristen yang dalam pandangan manusia “biasa-biasa” saja, tidak pintar, dianggap bodoh, tetapi dalam pandangan Allah mereka adalah bijaksanan karena mereka mau hidup untuk menyenangkan hati Allah.

Mungkin saja 5 gadis yang pandai justru adalah orang yang dianggap bodoh menurut pandangan dunia. Mereka tidak pernah belajar tentang teologia ataupun filsafat. Mereka mungkin bukan kaum akademisi atau bankir atau konglomerat, atau seorang jenderal, atau seorang ahli tehnikus. Mereka dapat digolongkan orang bodoh menurut pandangan manusia.

Namun mereka menerima kebenaran Firman Allah dengan iman dan mereka dipenuhi ROH Kudus. Mereka justru dikatakan oleh Tuhan Yesus sebagai 5 gadis yang pintar. Ciri-ciri utama mereka, adalah mereka mengasihi Tuhan Yesus sehingga mereka selalu setia dan bersiap menunggu kedatangan-Nya.
Sekalipun orang orang itu memiliki buah pikiran yang cemerlang.

Orang yang taat justru dikasihi Allah oleh karena hati mereka diberikan kepada-Nya. Itulah sebabnya Paulus mengatakan bahwa Allah memilih orang yang bodoh menurut dunia untuk mempermalukan yang pandai…Disurga nanti kita akan melihat begitu banyak orang yang bodoh menurut pandangan manusia, tetapi justru berada diSorga. Amin…

Sebaliknya di neraka kita akan melihat mereka mungkin para teologi yang benar, dengan kupasan ilmiah mereka yang brilian tentang Tuhan Yesus…justru membawa kehancuran karena hati mereka jauh dari Allah.

Yang bodoh menurut pandangan dunia terangkat bersama-sama Kristus dan berada disorga selam-lamanya, mereka yang membawa pelita dan minyak, mereka adalah yang selalu dipenuhi dan diurapi oleh Roh Kudus.

@snoper

Bro, kotbah anda sangat indah, tetapi tidak sesuai judul thread. Mengapa ngga di post di board renungan saja?

;D

pada saat Rapture, maka PEKERJAAN ALLAH BAPA, ALLAH PUTRA DAN ALLAH ROH KUDUS selesai di dunia dan ke tiga OKNUM ALLAH MENINGGALKAN DUNIA sehingga dunia dikuasai oleh IBLIS dan pengikut pengikutnya.

yang masih ada hanya 2 utusan ALLAH, tetapi akhirnya mereka juga mati ditangan antikrkis

Jadi menurut anda, setelah rapture, Tuhan tidak berkuasa lagi di dunia?
Boleh tanya apa sebab atau alasannya, mengapa Tuhan memberikan dunia kepada Iblis untuk dikuasai? Ataukah ada anggapan bahwa Allah kalah perang dan harus mundur dari medan pertempuran?

Thanks jika anda bersedia menjelaskannya.

Syalom

yang berkuasa adalah iblis melalui antikris.
yang tidak rapture akan berhadapan dengan mereka dgn segala kekejaman
akhirnya
mat i- mereka yang tidak terangkat - karena mempertahankan kesaksian Yesus atau menerima tanda antikris 666

Anda ngga ikutan diskusi di thread yang membicarakan masalah rapture?

:slight_smile:

Justru anda yang tidak teliti perumpamaan sepuluh gadis sesuai dengan (thread) …MASALAH DENGAN PENGANGKATAN, ketika Tuhan datang yang kedua dengan tidak diduga-duga akan hari maupun akan saatnya (Mat.25:13)…Melalui perumpamaan sepuluh gadis ini sebagian besar gereja tidak akan siaga pada saat Dia datang kembali (ayat 8-13) dengan demikian demikian Kristus menyatakan dengan jelas bahwa Ia tidak akan menunggu sampai semua gereja siap untuk kedatangan-Nya (Rapture)…

Bruce…anda seperti Paulus yang belum bertobat…baca kembali gambaran saya ttg Paulus.

Bro, saya pernah mendengar itu, tetapi sedikit agak riskan, karena tidak ada ayatnya, kalau tentang Alkitab ada.

Memang apa yang anda katakan benar adanya.Pekerjaan Allah Tritunggal telah selesai di dunia ini, hanya saja apakah Allah meninggal dunia ini dan di bairkan saja ?

Bro Snoper, Alkitab mengatakan pusat dari manusia adalah hatinya.

hati yang najis dan rusak, sehingga kalau tidak dirubah oleh Allah, manusia tetap berada di dalam kondisi berdosa.

Kembali lagi pada anugerah Allah.

sesudah diperbaiki, hatinya dipake lagi, krn masih didunia, lalu kotor lagi, kena panas-hujan lagi, jamuran lagi oleh dosa, lalu rusak lagi… manusia datang kepada Allah, kembali kasih Allah “memperbaikinya” lagi…

Bro, saya ngga ngerti bagaimana KEDATANGAN NYA ke dunia DIARTIKAN sebagai RAPTURE (justru meninggalkan dunia) ?

Gimana penjelasannya sih?

Silahkan