Proses menjadi putra-putra Allah

Empat Aspek Kebangkitan
Roma 6:22
…setelah kamu dimerdekakan dari dosa…kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan…
Roma 12:2a
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu.

Hari ini banyak dari antara kita mungkin tidak memiliki keyakinan untuk mengatakan bahwa kita adalah putra-putra Allah. Kita tidak memiliki penampilan, ekspresi, dari putra-putra Allah. Kita sama seperti tanaman anyelir yang belum menghasilkan bunga. Meskipun demikian, kita sedang berada di bawah proses penyataan oleh kebangkitan dan akhirnya, setelah kita sepenuhnya diproses, kita semua akan tahu bahwa kita adalah putra-putra Allah.
Di dalam proses kebangkitan ini ada empat aspek: pengudusan, transformasi, penyerupaan, dan pemuliaan (Rm. 6:22; 12:2; 8:29-30). Aspek yang pertama adalah pengudusan. Bila kita membicarakan tentang pengudusan, kita tidak mengartikan pengudusan itu sebagai kesempurnaan yang tidak berdosa, atau hanya perubahan posisi saja. Pengudusan ini bukan hanya meliputi perubahan posisi saja, melainkan juga perubahan watak. Pengudusan yang dibicarakan di dalam Roma adalah pengudusan watak. Kita perlu dikuduskan di dalam posisi dan watak kita.
Menyeduh teh adalah satu ilustrasi yang baik dari pengudusan watak. Bila sebungkus teh dimasukkan ke dalam secangkir air, maka teh itu “mentehkan” air itu. Ini membuat air itu berubah dalam warna, penampilan dan rasa. Kita dapat mengatakan bahwa air itu menjalani perubahan watak. Semakin banyak teh dimasukkan ke dalam air itu, air itu akan semakin “ditehkan.” “Pentehan” ini adalah gambaran dari pengalaman kita yang subyektif terhadap pengudusan ini. Kristus adalah “teh” surgawi, dan kita adalah “air.” Semakin banyak Kristus ditambahkan ke dalam kita, kita akan semakin dikuduskan secara watak.
Setelah mengalami pengudusan, kita mengalami aspek transformasi.Pe-ngudusan melibatkan substansi, sedangkan transformasi melibatkan bentuk, satu perubahan dari bentuk yang satu ke dalam bentuk lainnya. Dikuduskan adalah memiliki lebih banyak Kristus ditambahkan kepada kita. Ditransformasi adalah dibentuk menjadi satu bentuk tertentu melalui penambahan substansi ilahi. Transformasi adalah aspek kedua dari kebangkitan. Semakin kita ditransformasi, semakin kita akan dibangkitkan.

Karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. (2 Kor. 3:18b)

Roma 8:29-30
Sebab semua orang yang dipilih-Nya…juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, …Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Ayat Bacaan: Rm. 8:23, 29-30; Kol. 1:27

Aspek yang ketiga dari proses kebangkitan ini adalah penyerupaan, yang sangat berhubungan dengan transformasi. Di dalam proses ini kita diserupakan kepada gambar Kristus (Rm. 8:29). Dan aspek yang terakhir adalah pemuliaan, transfigurasi tubuh kita. Roma 8:30 tidak mengatakan bahwa kita akan diletakkan dalam kemuliaan; sebaliknya, ayat ini menunjukkan bahwa kita akan dimuliakan. Kemuliaan adalah ekspresi Allah. Kristus, pengharapan kemuliaan (Kol. 1:27), telah ditabur ke dalam kita sebagai benih kemuliaan, dan benih ini akan bertumbuh sampai mencapai tahap berbunga, yang pada saat itu kemuliaan akan datang. Bagi Allah memuliakan kita berarti kemuliaan yang telah ditabur ke dalam kita menjenuhi seluruh diri kita dan terekspresikan melalui kita. Ketika seluruh diri kita telah diresapi dan dijenuhi dengan elemen kemuliaan, kemuliaan itu akan keluar dari kita. Inilah yang dimaksud dengan kaum beriman dimuliakan. Ketika kita mengalami pemuliaan ini, kita akan berada dalam ekspresi Allah Tritunggal yang telah melalui proses.
Hayat ilahi di dalam kita pada akhirnya akan diekspresikan melalui tubuh fisik kita secara penuh dan tertrasfigurasi menjadi tubuh yang mulia. Dengan cara ini, maka yang fana itu akan ditelan oleh hayat ilahi di dalam kita. Pada waktu itu, kita akan sepenuhnya dikuduskan, ditransformasi, diserupakan, dan dimuliakan. Ini berarti bahwa kita akan benar-benar berada di dalam kebangkitan, dengan hayat dan sifat ilahi yang meresapi seluruh diri kita. Hal itu akan menjadi keputraan yang penuh (Rm. 8:23).
Kita semua memiliki perasaan di dalam kita bahwa hari ini keputraan kita itu belumlah penuh. Namun, keputraan ini akan menjadi semakin lebih penuh sampai puncaknya pada waktu pemuliaan kita, ketika kita sepenuhnya dibangkitkan dan dinyatakan menjadi putra-putra Allah dalam sifat dan penampilan. Sekarang kita berada di dalam proses kebangkitan supaya kita dapat dikuduskan, ditransformasi, diserupakan, dan dimuliakan. Proses ini akan berlangsung sampai kita menjadi putra-putra Allah yang utuh. Inilah sasaran inti dari Injil ini.

Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu … Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! (Kol. 1:27)

Tidak mungkin orang-orang percaya ber-ekspresi sebagai anak-anak Allah apabila mereka tidak mau melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh Anak-Nya. Orang-orang percaya akan mengekspresikan diri sebagai anak-anak Allah apabila mereka mau melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sama dengan Yesus Kristus kerjakan.

Yoh. 15:24 Sekiranya Aku tidak melakukan pekerjaan di tengah-tengah mereka seperti yang tidak pernah dilakukan orang lain, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang walaupun mereka telah melihat semuanya itu, namun mereka membenci baik Aku maupun Bapa-Ku.

Orang yang tidak mau melakukan pekerjaan yang sama dengan Yesus Kristus, tidak mungkin ia akan (disebut) menjadi anak-anak Allah.
Yoh. 4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Yesus Kristus disebut Anak Allah oleh karena Ia setia melakukan kehendak Allah dan menyelesaikan pekerjaan itu.

Yoh. 19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Amen bro, hari ini kita semua sedang melakukan pekerjaan Allah melalui Kristus. Karena bukan aku lg yg hidup tapi Kristus hidup dalamku. Kalau kita masih terjebak dalam konsepsi melakukan sesuatu untuk Allah, maka kita akan seperti di roma 7. Selamanya daging kita, alamiah kita, bahkan kepintaran kitapun tidak bisa melakukannya. Hanya melalui Kristus kita bisa melakukan pekerjaan Allah. Gbu

Yup, betul…
Tetapi, apakah pekerjaan Allah yang dilakukan oleh Yesus Kristus itu???

Apa menurut bro…

Postingan anda kenapa seakan2 menyiratkan bahwa anda menganggap YESUS KRISTUS bukan TUHAN ALLAH?

Setiap orang yang menganggap Yesus adalah Tuhan, Allah tetapi tidak melakukan Kehendak-Nya; ia tidak layak bagi Dia.

Luk. 8:18 Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."

Masih kumat ternyata :slight_smile: