Protestan, Khatolik, kharismatik, Advent dll bagaimn cara memahami definisi dosa

Memahami definisi dari dosa adalah hal yang sangat penting! tanpa itu setiap agama tidak akan bisa melihat bahwa dirinya adalah orang berdosa dihadapn TUHAN.

Ayat dibawa ini menceriterakan bahwa: Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. (Lukas 18:11-12)

Perhatikan bahwa sama sekali tidak nampak kesan sedikitpun pada orang Farisi ini bahwa dia menganggap dirinya orang berdosa. Dalam Alkitab dapat mengajarkan kita dan kita juga dapat mengetahui bahwa kita sebenar orang berdosa, cilakanya ada orang yang tidak merasakan bahwa mereka orang sangat berdosa. Untuk itu untuk memahami definisi dosa suatu hal yang sangat penting, dan banyak aliran agama yang salah memahami sefinisi dari dosa. kebanyakan orang menganggap bahwa sebuah tindakan/perbuatan baru merupakan dosa?
silakan…

Keluar dari rancangan Allah = dosa

Jika Allah ingin kita menjadi A , namun kita membangkang dan berkata B maka kita sudah berdosa . Jika diperhatikan yang membuat adam dan hawa jatuh ke dalam dosa bukanlah 'perbuatan2 kriminal yang berbahaya ’ , tetapi hanya karena ‘makan sebuah buah’

Kalau menurut tolak ukur manusia , maka ‘memakan sebuah buah’ bukanlah perbuatan kriminal tingkat tinggi , bahkan tidak ada unsur2 merugikan orang lain . Jadi sudah jelas adam dan hawa berdosa karena ‘keluar dari rancangan Allah , ingin terpisah dari Allah , ingin mengetahui mana yang baik dan jahat tanpa bantuan Allah’

Jadi menurut saya definisi dosa adalah ‘saat dimana kita keluar dari rancangan Allah , membangkang terhadap Allah’

Banyak orang sekarang yang berpikiran seperti orang Farisi misalnya ceritera diatas bahwa apabila kebanyakan orang / pada umumnya masyarakat menganggap bahwa hal yang tidak disukai oleh masyarakat dan tindakannya baru itu dianggap dosa.

Misalnya orang hamil diluar nikah yang pada saat itu kelihatannya masyarakat kita bisa "mengampuninya"dan bahkan menganggapnya bukanlah sebuah masalah. Jadi disini yang menjadi standar dosa atau tidak, adalah pandangan umum atau suara terbanyak.

Demikian juga dengan ajaran yang masih mengajarkan keterikatan mereka dengan ajaran berhala-berhala, seperti perintah Allah. "Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, (Kel. 20:3-5).

Jadi walaupun dalam alkitab mengatakan itu dosa, namun disini yang menjadi standar dosa atau tidak, bukan menjadi masalah kalau pandangan umum / suara terbanyak mengatakan tidak masalah, nampaknya mereka suka menyembah patung-patung, maka itu bukanlah suatu dosa.

Perhatikan yang terjadi dengan orang Farisi diatas dalam Luk. 18:11-12 hampir sama dengan mereka menganggap dirinya tidak berdosa.

Jadi disini pandangan umum semacam ini belum tentu benar. Ingat seluruh dunia adalah orang berdosa dan sering terjadi sebaliknya dosa dianggap benar oleh masyarakat, dan sesuatu yang benar justru dicela/dikecam.

Orang Kristen yang Alkitabiah dianggap sebagai orang ektrim dan fanatik, dicela diejek dsbnya. Selain itu padangan umum atau suara terbanyak biasanya berfariasi dan bertentangan.

Oleh karena itu, jangan melakukan sesuatu hanya karena semua orang menyetujuinya atau juga melakukannya, dan sebagai orang Kristen yang alkitabiah seharusnya berani untk menolak dan tidak mengikuti yang dilakukan suara terbanyak. Firman Tuhanlah standarnya.

Halo,

Kalau saya yg masih pemahamannya belum dalam ini, berpikirnya secara sederhana aja kok.

Pertama, kita harus kembali ke… laptop.
Yaitu: bahwa Semua agama / ajaran / aturan / regulasi pasti ada sistem “Reward & Punishment”.
Kalau di beberapa agama namanya: Surga (reward) & Neraka (punishment).

Kriteria / Parameter penilaian menuju ke sana juga biasanya pasti ada.
Kalau dianalogi di forum: Cendol Ijo = Pahala & Bata merah = Dosa.
Ya kan? hehe…

Yang menariknya:
Kita tidak pernah BENAR-BENAR PASTI YAKIN TAHU BETUL apakah seseorang stl mati masuk Surga atau Neraka, kecuali mengalaminya sendiri.

Kriteria penilaian suatu jiwa entitled untuk dapat cendol ijo atau bata merah oleh Tuhan yg Maha Kuasa adalah PASTI JAUH LEBIH KOMPLEKS dari kemampuan siapapun / Manusia paling jenius & paling saleh sekalipun yg ada di bumi.

Jadi amatlah sia-sia & sangatlah Arogan & sok tahu banget, kalau ada manusia yg berani meng-Klaim bahwa dia bisa menghitung secara kuantitatif & kualitatif bahwa suatu perbuatan pasti dikategorikan pahala atau dosa, dan dia juga bisa punya rumus yang menghitung koefisien pahala & koefisien dosa, sehingga bisa keluar hasil hitungannya: ooo. kalau kamu ya masuk surga, kalau si anu ya neraka…
hehe… berarti kemampuan pemahamannya sudah menyamai Tuhan.

Lha ini kalau saya bilang yg menyejajarkan diri dengan Tuhan nih yang model gini nih… walaupun hampir pasti ngomongnya: … ini atas wahyu atau berdasar dari firman Tuhan lho… gombal…deh… hehe…

Lho kok gombal?
Ya jelas dong… Firman Tuhan yang ada di kitab suci itu, Kita sebagai manusia TIDAK AKAN PERNAH MAMPU memahami secara KOMPREHENSIF Makna SEUTUHNYA seperti yang DIMAKSUD oleh TUHAN sendiri.

Paling banter berapa persen sih kita mampunya memahami?
Itu masih belum lagi di-distorsi oleh faktor subjektifitas dan latar belakang sosiologis & -gis -gis yg lain, yang pasti membuat pemahamannya berbeda-beda satu dgn yg lain.

Kalau sampai ada yang merasa mampu, berarti kepandaian & kebijaksanaannya sudah setara Tuhan dong? Lah kok kurang ajar banget berani ngaku-aku… Masuk neraka nih yang ginian kali, hehe…

Karena saya beraninya & pahamnya cuman segitu, maka yang saya tempuh adalah:
Do your best according to what you are capable of understanding & believing.

Perkara itu ternyata dosa atau kagak, percuma dipikirin sekarang, apalagi ditanyain ke orang-orang, wong gak ada yang tahu jawabannya pasti kok… cuman kira-kira aja…
Yg tahu Pasti & bisa menilai kan Tuhan yang Maha Menilai, bukan manusia…

Gitu aja deh…
jadi stay humble & always realise that you are a finite human, as opposed to The Infinite Almighty God.

Salam,

hmmm… sebenarnya definisi dosa tuh gampang2 susah… tapi kira2 segala sesuatu yang kita lakukan lihatlah orang lain… lihatlah sekeliling kita… lihatlah masyarakat… pengaruh apa yang kita akibatkan dari diri kita… bila yang kita lakukan itu merugikan/menyakiti hati mereka… sudah pasti dosa…

Definisi dosa kadang dianggap benar-benar dosa kalau kita merugikan orang lain, misalnya mencuri, membunuh memperkosa, berdusta dll.

Namun kalau hal-hal yang tidak merugikan orang lain dianggap tidak berdosa misalnya, kita berpikir cabul, berprasangka buruk pada orang lain. dll. Itu semua hanya terjadi dalam pikiran kita namun sama sekali tidak merugikan orang yang kita pikirkan itu. Jadi itu dianggap bukan dosa. Begitukah?

Tetapi apa kata alkitab bahwa hal semacam itu tetap dosa walaupun tidak merugi orang lain. Contoh:

Mat.5:28 "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Bandingkan ayat ini dengan bunyi dalam Alkitab Terjemahan lama.

TL - Tetapi Aku ini berkata kepadamu, bahwa tiap-tiap orang yang memandang seorang perempuan serta bergerak syahwatnya, sudahlah ia berzinah dengan dia di dalam hatinya.

BIS - Tetapi sekarang Aku berkata kepadamu: barangsiapa memandang seorang wanita dengan nafsu berahi, orang itu sudah berzinah dengan wanita itu di dalam hatinya.

Bukankah ini tidak merugikan apa-apa bagi si perempuan?

Tetapi ini tetap adalah dosa dihadapan TUHAN. Dan kemudian orang mulai berpikir utk mengatasi dosa-dosa ini adalah dengan berbuat baik terhadap orang lain, sehingga dengan berbuat baik dengan sendirinya dosa-dosa diampuni dari segala perbuatan dimasa lalu.

Ada 3 definisi dosa yang berbeda ttg dosa.

1. pelanggaran hukum Allah secara langsung (dosa perbuatan).

1 Yoh. 3:4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.
Misalnya dosa perbuatan ini adalah membunuh, berzinah, menyembah berhala, berdusta, dll.

2. Kegagalan utk melakukan hal yang benar/baik (dosa kelalaian).

Yak. 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Dengan definisi semacam ini maka orang bisa saja tidak berbuat yang jahat tetapi tetap berdosa karena dia tidak berbuat baik. Misalnya ayat ini tidak menolong korban bencana, tidak memberi kepada pengemis yang meminta-minta tidak memperhatikan kebutuhan orang tua tidak menyumbang utk pelayanan rohani.dll. Bahkan orang bisa berdosa dalam tidur karena tidur, ada banyak perbuatan baik yang tidak ia lakukan.

3. Melakukan segala sesuatu tanpa IMAN.

Rom. 14:23 Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.

Dengan definisi ini maka semua orang yang tidak beriman kepada KRISTUS entah beragama apa saja termasuk Kristen pasti berdosa termasuk saat mereka berbuat baik sekalipun.

Jikalau seseorang tidak berbuat baik maka ia berdosa, tapi saat ia berbuat baik tetapi tanpa IMAN maka ia juga berdosa.

Definisi ini membuat semua manusia terjebak ke dalam lingkaran setan.

Rom. 3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

Dosa adalah sesuatu yang sangat serius yang menyangkut Allah dan kehndak-Nya utk kita.

Bahwa upah dosa adalah maut

Rom. 6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Maut ini menyertakan sebuah penyiksaan yang kekal

Wahyu 21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua." …Amin…

Dosa adalah melawan perintah Tuhan

GBU