PUISI, Judul: Hari Tuhan, Karya : Leddy Naomi Rumansara

PUISI, Judul: Hari Tuhan, Karya : Leddy Naomi Rumansara

Hari Tuhan
Seperti percakapan perempuan Samaria
Perjalanan hidup Tuhan Yesus tak kebetulan
Tuhan Yesus melintasi daerah Samaria
sebuah kota bernama Sikhar
dekat tanah yang diberi Yakub pada anaknya Yusuf
Disitu terdapat sumur Yakub
Yesus sangat letih oleh perjalan
karena itulah Ia duduk di sumur itu
kira-kira pukul dua belas

Hari Tuhan itu tiba-tiba menghampiri
Adakah engkau menyadarinya
datanglah seorang perempuan Samaria
Hendak menimba air
Kata Yesus kepadanya:
“Berilah Aku minum”
sebab muridku pergi membeli makanan
Namun perempuan itu berkata:
Masakan Engkau seorang Yahudi
minta minum kepadaku seorang Samaria?

Hari Tuhan itu seperti air hidup
Air hidup yang memberi hidup kekal
Sebab orang Yahudi tak bergaul dengan Samaria
Yesus berkata kepadanya
Jikalau engkau tahu tentang karunia Elohim
Dan siapakah yang berkata denganmu
Berilah Aku minum!
Niscaya engkau telah meminta kepada-Nya
Dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup
perempuan itu masih bertanya
Tuhan Engkau tak punya timba
Sumur ini sangat dalam
Apakah Engkau Lebih besar dari Yakub
Tetapi jawab Yesus kepadanya
Barang siapa minum air ini akan haus lagi
Tapi barangsiapa minum air yang Kuberikan kepadanya
ia tidak akan haus untuk selama-lamanya
Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya
Akan menjadi mata air di dalam dirinya
yang terus menerus memancar
sampai kepada hidup yang kekal

Hari Tuhan adalah hari kita bertemu Tuhan
Hari dimana kita bercakap cakap dengan Tuhan
Hari dimana kita menemukan Tuhan
Sama seperti perempuan Samaria yang menemukan Tuhan
Kata perempuan itu kepada-Nya
Tuhan berikanlah aku air hidup itu
supaya aku tidak haus
dan tidak menimba air lagi
Lalu kata Yesus pergilah
panggillah suamimu dan datang kesini
Kata perempuan itu
Aku tak punya suamu
Lalu kata Yesus kepadanya
Tepat katamu, bahwa engkau tak punya suami
sebab engkau sudah mempunyai lima suami
yang ada sekarang padamu adalah bukan suamimu
kata perempuan ini kepada Yesus
Tuhan nyatasekarang padaku
bahwa Engkau seorang nabi

Hari Tuhan adalah hari kita menyembah Tuhan
Kata Perempuan Samaria
Nenek moyang kami menyembah diatas gunung ini
tetapi kamu katakan
bahwa Yerusalem tempat orang menyembah
Kata Yesus kepadanya
Percayalah kepada-Ku hai perempuan
saatnya akan tiba
bahwa kamu akan menyembah Bapa
bukan diguning ini
dan bukan di Yerusalem
Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal
kami menyembah apa yang kami kenal
Sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi

Hari Tuhan adalah menyambah Tuhan
dalam Roh Kebenaran
Seperti kata Tuhan Yesus
Tetapi saatnya akan datang
Dan sudah tiba sekarang
bahwa penyembahan-penyembahan benar
akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran
sebab Bapa menghendaki penyembah demikian
Elohim itu Roh
dan barangsiapa menyembah Dia
harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran
Kata perempuan Samaria itu kepada Yesus
aku tahu bahwa Mesias akan datang
Mesias disebut juga Kristus
apabila Ia datang
ia akan memberitahukan
segala sesuatu kepada kami
Kata Yesus kepadanya:
Akulah Dia
yang sedang berkata-kata dengan engkau

Hari Tuhan adalah hari makan dan minum
Hari dimana kita makan bersama dengan Tuhan
Sementara murid-Nya mengajaknya makan
Kata murid-Nya “Rabi makanlah”
Akan tetapi Ia berkata kepada mereka
“Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal”
“Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia
yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya”
Bukankah kamu mengatakan
Empat bulan lagi tibalah musim menuai?
Tetapi Aku berkata kepadamu
Lihatlah sekelilingmu
dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning
dan matang untuk dituai
sekarang juga penuai telah menerima upahnya
dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal
sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita
sebab dalam hal ini benarlah peribahasa
Yang seorang menabur dan yang lain menuai

Hari Tuhan seperti kata pengutusan Tuhan Yesus
Aku mengutus kamu untuk menuai
apa yang tidak kamu usahakan
orang-orang lain berusaha
dan kamu datang memetik hasil usaha mereka
Kerjakanlah apa yang bisa kamu kerjakan
Jangan bersungut-sungut dan tawar hati
Setialah sampai Hari Tuhan tiba pada waktunya
Sebab barangsiapa menang
ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian
Aku tak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan
melainkan Aku akan mengaku namanya dihadapan Bapa-Ku
dan dihadapan para Malaikat-Nya
Haleluya puji Tuhan
amin


Penulis membuat puisi Hari Tuhan Sesuai dengan Percakapan dengan Perempuan Samaria adalah karna di percakapan ini terdapat pembahasantentang “Hidup Kekal” sedangkan Hidup Kekal adalah Surga yang kita semua menunggunya yaitu Hari TUHAN yang seperti pencuri yang kita semua menunggunya. Lebih jelas nya bacalah Yohanes 4:1-42 dan bandingkan dengan Matius 25:31-46. Terima kasih, semoga memberkati banyak orang. Tuhan Yesus Kristus yang adalah Mesias itu sendiri, memberkati kita semua, amin.