PUISI, Judul: Kebencian, Karya : Leddy Naomi Rumansara

PUISI, Judul: Kebencian, Karya : Leddy Naomi Rumansara

Kebencian…
itulah kata dakwaan orang sombong
Apa saja kebenaran yang diberitahukan
Orang sombong akan menilai itu kebencian
Makanya orang sombong tak bisa berkembang
Orang sombong akan hidup dengan prinsip kebencian
Siapa mengatakan orang ini penuh kebencian
Dia sebenarnya sedang menunjuk diri sendiri
Karna siapa menilai orang lain
Dia sedang menilai dirinya sendiri

hidup ini hanya melihat Tuhan
Karna bila melihat manusia
kita akan kecewa
karna siapa menilai manusia
dia sedang menilai dirinya sendiri
karna hidup ini seperti cermin
ukuran yang kau pakai menilai
akan dipakai juga untuk menilaimu
jadi bila kau melihat orang lain
jangan hanya lihat dari berita Watsap group
karna berita jelek lebih sedab didengar
sedangkan kebaikan seseorang jarang diberitahu
Kebencian yang selalu terlihat
karna kita sesungguhnya pembenci
atau seorang iri hati
atau seorang yang sombong

Kebencian…
Terjadi karna orang hidup saling bersaing
contohnya berita kebencian yang muncul
tak ada kabar baik yang muncul
begitulah manusia
lebih senang menghakimi
daripada bertobat
identik dengan piala yang patah
sering diberikan penghargaan
tapi sebenarnya penghargaan palsu
itulah udang dibalik batu
mencari kesalahan dibalik batu sandungan
terkadang kita melihat hal kecil jadi besar
tapi tak pernah lihat hal besar jadi kecil

Kebencian…
Tak pernah melihat kebaikan orang lain
Memaafkan orang itu bukan hal gampang
Contoh saja ada orang yang membunuh karna harta
Membunuh agar bisa merampok harta yang ada ditoko
sedangkan nyawa seseorang yang tak ada di toko dilenyapkan
jadi sebenarnya siapakah yang membenci
yang memberi kebebasan kehidupan kepada orang lain
atau yang menilai orang lain adalah pembenci
sungguh sangat malu bila kita picik menilai orang
Orang menyatakan kebenaran dikatakan kebencian
Sedangkan kesalahan disanjung tinggi diangkasa raya
itulah kehidupan sekarang
tak pernah mau bertobat
tapi senang sekali menilai hidup orang lain
waktu kita akan habis dengan menilai orang
sebaiknya pakai waktu untuk memuji TUHAN

Hidup ini karna percaya dan bukan melihat
Kalau hidup karna percaya
Kenapa kita harus melihat orang lain
Kenapa kita tidak percaya Tuhan saja
Hidup yang percaya Tuhan akan bahagia
Hidup yang melihat manusia akan kecewa
Karna manusia tidak ada yang sempurna
Karna sempurna hanya milik Tuhan
Maka lihatlah kepada yang sempurna
Haleluya puji Tuhan amin