PUISI, Judul: Virus Corona, Karya: Leddy Naomi Rumansara

PUISI, Judul: Virus Corona, Karya: Leddy Naomi Rumansara

Banyak hal tak ku pahami
Apakah ada orang bodoh
Ataukah ada orang pintar dan berhikmat
Sesungguhnya orong bodoh tak membantu
Sumbangan pemikiran positifpun tak diberikan
Yang ada hanya suara Sumbang yang diberikan
Dimana letak kebenaran seorang yang bodoh
Kebodohannya membuat orang lain lelah

Lelah…
membagikan foto tulisan para medis
Yang sedang berjuang melawan virus corona
Jangan anggap remeh virus corona
Tertulis kami berjuang disini untuk kalian
Kalian berjuang dirumah untuk kami
Kita berjuang sama-sama
Lalu ada yang komentar
Kami tunggu kemampuan kalian
Seperti menganggap remeh tulisan ini

Memang para medis sedang berjuang
Berjuang melawan virus corona
Disebut perjuangan karena sudah ada pahlawan
Pahlawan yang tak dikenal oleh semua orang
Sudah ada empat atau lebih dokter yang meninggal
Meninggal karna tertular virus corona saat bekerja
Dan satu dokter meninggal adalah bencana
Apalagi empat dokter yang meninggal
Karna satu dokter bisa menolong 20 pasien perhari
dengan 20 kasus yang berbeda perhari
Bencana virus corona memberi suatu tanda
seperti seorang pilot bila pesawat jatuh
Saat ini kemampuan para medis dipertanyakan

Kemampuan para medis dipertanyakan oleh orang bodoh
Orang bodoh yang tak mau tinggal di dalam rumah
Sebenarnya apa untungnya untuk para medis
Kalian disuruh berjuang dirumah
adalah untuk keselamatan kesehatan kalian sendiri
Karna saat dirumah imunitas kalian bisa terbentuk
Sedangkan bila keluar rumah
Kalian bisa terpapar lagi dengan virus corona
Dengan terpaparnya virus corona yang banyak
Maka tubuh kalian bisa lelah dan meninggal dunia
Jadi ini bukan masalah kemampuan para medis
Ini adalah masalah imunitas kalian sendiri

Inilah kehidupan
Kita tak pernah melihat sisi baik dari suatu bencana
Kita hanya melihat siapa yang bisa dipersalahkan
Kita tak pernah mengoreksi diri sendiri
Kita tak pernah mau mendengar nasihat seorang ahli
Seorang ahli adalah seorang yang berpengetahuan tinggi
Sehingga nasihat seseorang yang ahli dibidangnya
Tolonglah didengarkan biar selamat
Karna tak mungkin Tuhan turun dari langit untuk bicara
Karna orang bodoh terlalu sok tahu
Terkadang nasehat itu seperti mutiara dibuang ke lumpur

Dari masalah bencana virus corona
Saya belajar banyak hal
Tapi hanya satu yang ingin saya bagikan
Bahwa menghadapi orang bodoh itu sangat melelahkan
Menghadapi orang pintar dan berhikmat sangat beruntung
Seperti mendapatkan mutiara yang telah dibuang dilumpur
Karna orang pintar tak selalu berhikmat
Tapi orang berhikmat selalu pintar
Dan orang yang menghargai
Dan menjalankan nasehat yang baik
Dia adalah orang baik yang berhikmat
Karna menghargai dan menjalankan nasehat yang baik
Sehingga orang berhikmat akan semakin baik

Masalah virus corona adalah bencana didunia
Jadi janganlah kita menyalahkan pemerintah
Ataupun menunggu siapa yang akan membantu
Tapi kita kerjakan bagian yang bisa kita kerjakan
Tak harus menunggu untuk diperintah
Ataupun melihat orang lain
Tapi bekerja sama sesuai nasehat yang diberikan
Dan jangan pernah cari untung dari bencana
Karna semua yang kita lakukan di dunia ini
Semuanya akan kita pertanggung jawabkan pada Tuhan
Atau masih adakah yang mengatakan ini bukan urusan Tuhan
Ini hanya urusan manusia di dunia ini
Apakah kita sok lupa siapakah yang menciptakan manusia
Sang Pencipta dunia serta isinya adalah Tuhan
Dan seorang pencipta tak merusak ciptaannya sendiri
Maka jangan pernah salahkan Tuhan dengan semua bencana ini
Karna bencana terjadi karna kesalahan manusia sendiri
Maka belajarlah untuk mengoreksi diri sendiri
Dan jangan terlalu bodoh untuk menyalahkan orang lain
Karna orang yang menyalahkan orang lain
Adalah sesungguhnya seorang pecundang
Maka jadilah Pahlawan untuk diri sendiri
Karna hanya orang yang bisa menyelamatkan diri sendiri
Akan dipercayai Tuhan untuk menyelamatkan orang lain
Belajarlah mengoreksi diri sendiri
Apakah hidup kita sudah benar dihadapan TUHAN
Ataukah kita hanya orang bodoh
Ataukah bodoh dan seorang pecundang
Karna sibuk mencari kesalahan tanpa mendengar nasehat
Mendengar nasehat tidak cukup
Harus mendengar dan menjalankan nasehat itu
Waspadalah Terima kasih


Kenapa PUISI-PUISI sebanyak ini tidak dikumpulkan dalam satu thread saja?
Flooding kan jadinya kalau satu puisi satu thread…

Hi NicMus, maaf kalo tidak nyaman, ia aku nggak tahu caranya, aku juga cuma ingin berbagi tulisan di media yang aku bisa bagi dan semua bisa baca pesan-pesan dari Puisi-puisi ini. Terima kasih untuk sarannya. Tuhan memberkati.