Puluhan Perempuan Terjaring Razia Syariah Islam di Aceh Barat

Puluhan Perempuan Terjaring Razia Syariah Islam di Aceh Barat Jumat, 24 Juni 2011 18:45 WIB

BANDA ACEH–MICOM: Puluhan perempuan yang tidak berbusana muslim di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, terjaring petugas Wilayatul Hisbah saat razia penegakan Qanun Nomor 11/2002 tentang Aqidah, Ibadah dan Syiar Islam di daerah itu

Razia dilakukan tim gabungan petugas Wilayathul Hisbah, aparat kepolisian dan Satpol PP," jelas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Aceh Barat Khairuzzadi di Meulaboh, Jumat (24/6).

Para perempuan yang terjaring tidak menggunakan penutup kepala (jilbab) dan memakai celana serta baju ketat di data dan diberikan rok secara gratis. Didampingi Komandan Operasi (Dan Ops) WH, T Abdurrazak, ia juga mengatakan meski razia dilakukan secara rutin namun masih banyak warga yang melakukan pelanggaran qanun syariat Islam itu. “Kami mengimbau agar warga menatuhi peraturan yang telah ditetapkan, agar syariat Islam dapat terlaksana secara kaffah di Provinsi Aceh,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sejak 27 Mei 2010 juga telah memberlakukan Peraturan Daerah Nomor 5/2011 Tentang Kewajiban Berbusana Muslim. Bupati Aceh Barat, Ramli MS, mengatakan, bagi warga yang tidak mematuhi peraturan tersebut akan mendapat sanksi kurungan penjara.

Untuk menyosialisasikan peraturan tersebut, Pemkab Aceh Barat telah menyediakan puluhan ribu rok yang akan diberikan secara gratis kepada warga yang terjaring razia. (Ant/OL-04)

bagaimana dengan yang kristen dan non-muslim lain nya ya…
apakah harus menggunakan baju muslim juga ?

KALAU kita perhatikan venomena tsb, maka dapat kita katakan bahwa masalah lahiriah atau tampilan jasmaniah yang jadi fokus masalah dalam ajarannya…bukan tampilana bathiniah yang menjadi fokusnya…Jadi sama saja dng Umat Perjanjian Lama. Namun jika sebagai Umat Kristen yang sekarang sudah manjadi Umat Perjanjian Baru, maka yang menjadi fokusnya adalah masalah Bathiniah ( hidup secara Roh ) supaya dapat hidup pantas dan berkenan di mata Allah. Karena pemerintahan kita Umat percaya adalah dari kerajaan Allah…bukan dari dunia ini. Sehingga mengenai pakaian tidak menjadi masalah yang penting asal keberadaan aurat tubuh ( wanita & pria ) dapat disembunyikan dalam pakaian yang sesuai / pantas…tapi bukan selalu dikhususkan…Itu malah melanggar hak azazi manusia namanya kan…??? ehhehhe

Apakah cara berpakaian tersebut “Khusus” bagi mereka aja atau semua penduduk ??

YA KURANG TAU JUGA BAGAIMAN MEKANISME HUKUM SYAREAT ISLAM DI "NAD’ itu diterapkan dalam hal berpakaian tsb…?? Nah jika yang tertangkap adalah masyarakat non muslim…yang memang tidak berjilbab…?? bagaimana mereka menandainya…?? dilihat ktp nya kah atau disuruh ngucapin dua kalimahhhsyahadat jika mau mengeceknya di lapangan saat razia tsb…??? Jadi tidak tau patokannyanya…hehehheh

klo “sistem” tsb berlaku juga di daerah laen, gimana ??

itu yang disebut farisi
tepat kata Yesus balok di mata tidak terlihat , selumbar di mata orang lain diperhatikan
Tuhan Yesus segeralah datang , MARANATHA

KALAU DI DAERAH LAIN …?? DILUAR NAD…maksudnya.kan…?? Ya tidak pake syareat / hukum islam…!! .yA KITA PROTESLAH…!!! Enak aja…!!

bisa ??

pakaian dan makanan di ributkan
yang penting kasih terhadap sesama justru di hilangkan, iblis benar2 sedang senang hari hari ini, anak2 Tuhan sendiri asyik berantemm, Tuhan hukum saja bangsa ini…

semoga damailah indonesia ku

:smiley: Siap 2 Deh… Cabut dari indonesia bagi yang jiwanya tertekan karena “Syariah Islam” masuk Daerahnya.

btw emang salah yah … klo kita sebagai umat kristiani di suruh pake pakaian muslim ? ngak dosa kan ?apalagi di kasih Gratis … :afro:

cocok tuh berita buat cewe yang mau rok geratisan