Puncak Banjir di Jakarta Januari 2010, Lebih Parah Dibanding Tahun Lalu

Musim hujan telah tiba. Banjir rutin di Ibukota telah mengintip. Diperkirakan puncak banjir di Jakarta terjadi Januari 2010 dan lebih parah dibandingkan tahun lalu.

“DKI Jakarta dalam pergantian tahun 2009 ke tahun 2010 akan diiringi dengan bencana banjir yang selalu melanda setiap tahunnya. WALHI Jakarta memperkirakan puncak banjir terjadi di bulan Januari 2010 dengan perluasan, ketinggian maupun besaran dampaknya melebihi banjir tahun sebelumnya,” demikian siaran pers WALHI Jakarta pada detikcom, Rabu (18/11/2009).

Banjir lebih parah dibandingkan tahun lalu mengingat banjir tidak hanya bersumber dari curah hujan yang tinggi dan kiriman dari selatan Jakarta, tetapi juga berasal dari pasangnya air laut (rob). “Banjir di Jakarta akan terus terjadi karena negara salah urus dalam mengelola sumber daya dan ruang (penataan kota),” ujar Walhi.

Walhi mengkritik Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo – yang 30 tahun berkarya di Pemprov Jakarta dan bergelar perencana tata kota – tak juga mampu mengatasi banjir tahunan tersebut.

“Di tangan seorang gubernur yang memiliki kompetensi dan pengalaman selama puluhan tahun di tempat yang sama, ternyata tidak bisa menjamin Jakarta menjadi lebih baik terutama persoalan bencana banjir yang menghantui masyarakat setiap tahun,” ujar Walhi.

Pada Selasa kemarin, Gubernur Fauzi Bowo mengingatkan warga Jakarta yang tinggal di kawasan Kali Pesanggrahan untuk waspada. Sebab Situ Gintung yang dulunya menampung arus kali tersebut, telah jebol pada Maret lalu dan kini masih diperbaiki. Jadi, ketidakmampuan Situ Gintung menampung curah air, akan menyebabkan kawasan di sekitar Kali Pesanggrahan kebanjiran.