“RAHASIA 5+2 = 5.012”

Karena saya menilai anda di atas rata2, pendapat saya pasti anda mampu mencerna yg dipostingkan.
Kalau anda kurang jelas, dapat saya boldkan mana yg ditekankan. Bagian mana yg anda tidak jelas boleh ditanyakan, tetapi satu persatu; jangan sekaligus.

Shalom,

Apa yg harus saya tanyakan kpd anda?
sdh jelas anda cuma bisa menggelontorkan ayat2, membenarkan diri dgn ayat2
typical anda sangat kontras dgn typical saya,
jadi gak ada gunanya anda teruskan memaksakan diskusi ini
btw, Thx n GBU

[b]Kalau tidak membenarkan diri dengan ayat2 FT, jadi menurut anda harus membenarkan diri dengan apa lagi?
Kalau ada yg lebih benar dari FT, saya mohon anda beritahu saya, maka saya tidak akan membenarkan diri lagi dengan ayat2 FT.

Saya tidak memaksakan diskusi dengan anda, anda tanggapi maka kita diskusi, ya kan?
Namun, reply trid itu kan hak semua members, jadi saya juga diperbolehkan reply di trid anda, walaupun anda tidak setuju. Kan masih banyak members lain yg baca.
Shalom,[/b]

Kebenaran FT itu tdk berlaku hanya subyektif, bukan utk sekedar membela diri
gak bisa seenaknya comot2 ayat utk membela diri, tapi harus berlaku universal, obyektif
kalau memaksakan utk pembenaran diri maka terlihat sangat mentah, prematur
itu yg terlihat pd anda, masih sangat dasar, hrs belajar ngolah lagi
GBU

Asal comot atau tidak, anda harus renungkan dulu ayat2 itu benar atau tidak?
Hal yang sama akan berlaku untuk anda, apabila anda sedang menasihati seseorang yang tidak mau tahu. Maka dia akan berkata kepada anda, ah…kamu, asal comot ayat dan dipakai sesuka hati kamu aja. Padahal dia tidak merenungkan dengan sungguh FT yang anda nasihatkan.

Asal2an atau tidak, masing2 renungkan saja sendiri; tanpa memandang muka.
Kalau diskusi menjadi saling mencelah tanpa perenungan, lebih baik tidak diteruskan. Tetapi terus terang pada dasarnya saya tidak bermaksud mencela anda, karena to the point/kesannya jadi agak keras. Saya anggap anda mampu mencerna makanan keras.

Peace…

Kalo udh tahu asal comot & asal2an,
ngapain lagi direnungkan? emang kurang bahan renungan gitu?

makanya aku gak asal comot ayat2 spy bisa berguna buat yg baca

Itu mah bukan makanan keras, sama sekali gak ada isi & manfaatntya,
jadi dibiarin menggelinding saja, tak berbekas tak berdampak :slight_smile:
Sori, Hehe, GBU

Syalooom Saudara2 ada sesuatu yang menarik ttg Roti

LESSON FROM THE BREAD

[b]7 Roti => 4000 Orang => 7 Bakul

5 Roti => 5000 Orang => 12 Bakul[/b]

3 Roti => 6000 Orang => 17 Bakul

1 Roti => Bisa Membri Makan seisi Dunia

Markus 8 : 14 - 21

GBU

Yohanes 6:35 Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

yg bagian ini apa maksudnya ya?
GBU

Ngomongin BIBIT atau BENIH jadi ingat Pengajaran Tuhan Yesus deh …
Kerajaan Sorga itu bagaikan sebuah Bibit … Bibit itu harus mati sebagai Bibit agar ia bisa berubah menjadi Tunas lalu bertumbuh menjadi Pohon dan berbuah sehingga banyak bibit dihasilkannya.
Bukankah itu yg dilakukan Bibit Sorgawi yg ditanam kedalam Rahim Seorang Perawan Maria melalui Penyerahan Diri Total sampai MATI di Kayu Salib maka IA menghasilkan banyak Bibit2 lain yg bisa dibawa kembali ke Sorga !
Dari PELAJARAN itu diajarkan secara TERSIRAT bila kita ingin berbuah banyak kita harus me MATI kan diri kita dengan CARA Menyangkal Diri kita lalu memikul Salib kita sehingga sang Ulat ber METAMORFOSA menjadi KEPOMPONG dan achirnya menjadi KUPU2 … sesuatu yg LEBIH INDAH dan BERHARGA bisa memindahkan Serbuk Sari Bunga membuahi Putik Bunga sehingga Sang Bunga juga ber METAMORFOSA menjadi Buah yg mengandung BIJI/BIBIT … sehingga makin banyaklah bibit2 terbentuk …

Pesan Natal dan Tahun Baru untuk kita renungkan dalam menapak di Tahun 2013 yg penuh Ketidak Pastian ini bagi kita Para Domba-Nya …:
Alam mengajarkan agar kita dalam menjalani Hidup ini , jangan hanya mau ENAKNYA SAJA “Udara yg CERAH/HIDUP yg TANPA MASALAH”
SAAT Hujan dan Udara Mendung Gelap sekalipun kita tetap dapat menjalaninya dengan Positip, Jangan Takut, Jangan Bimbang , Jangan Chawatir sehingga TIDAK TENGGELAM didalam Masalah !
Melalui air hujan Tuhan memakai fenomena alam untuk menyapa dan mengingatkan kita semua.

Betapa TIDAK :

  • Dari AIR kita belajar KETENANGAN … air yg TENANG menghanyutkan !
  • Dari BATU kita belajar KETEGARAN
  • Dari TANAH kita belajar KEHIDUPAN … seperti Tanaman yg membutuhkan TANAH agar ia bisa HIDUP
  • Dari KUPU KUPU kita belajar agar mampu MENGUBAH DIRI menjadi sesuatu yg LEBIH INDAH
  • Dari PADI kita belajar untuk RENDAH HATI
  • Terachir dari Allah, Tuhan kita , kita belajar tentang CINTA KASIH yg SEMPURNA !

Mari dalam memasuki Tahun yg BARU ;

  1. Kita terus melihat ke ATAS, hanya memandang DIA , maka kita mempunyai Semangat untuk MAJU’
  2. Kita melihat ke BAWAH, bersyukur untuk SEMUA YG ADA ,yg KITA MILIKI
  3. Kita melihat ke SAMPING, semangat KEBERSAMAAN dan KEPEDULIAN diantara sesama Domba
  4. Kita melihat ke BELAKANG, belajarlah dari Pengalaman2 yg Berharga yg kita pernah lalui.
  5. Kita melihat ke DALAM, untuk INTROSPEKSI DIRI
  6. Kita melihat ke DEPAN, untuk menjadi LEBIH BAIK, LEBIH BERHARGA bagi sesama

Sesungguhnya sebagian perkataan itu
ada yang lebih keras dari batu,
lebih tajam dari tusukan jarum,
lebih pahit daripada jadam/empedu dan
lebih panas daripada bara

Seorang teman sejati akan membuat Anda hangat
dengan kehadirannya, mempercayai akan rahasianya
dan mengingat Anda dalam doa-doanya.

Jika kita berbuat baik,
kebaikan pula yang akan kita terima kelak.

Yang penting bukan berapa lama kita hidup,
tetapi bagaimana kita hidup.
Nasihat yang baik tidak pernah datang terlambat.

Anda cuma bisa hidup sekali saja di dunia ini, tetapi
jika anda hidup dengan benar, sekali saja sudah cukup :coolsmiley:

Orang bijaksana selalu melengkapi kehidupannya
dengan banyak persahabatan.
Lidah anda yang menentukan siapa anda.

Mari kita TETAP OPTIMIS , bahwa apapun yg terjadi, Pasang dan Surut, PERTOLONGAN TUHAN itu TETAP NYATA, seperti kata Pemazmur : " Pertolonganku ialah dari TUHAN, yg menjadikan Langit dan Bumi!" (Mazmur 121:2)
SEMOGA … !