Rahasia Besar di Balik Tsunami Aceh

Cerita ini adalah kisah nyata dan rahasia di balik terjadinya tsunami Aceh dengan kesaksian 400 orang umat Kristen bahwa kisah ini sungguh terjadi…

Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas.

Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang kristen itu untuk tidak merayakan Natal. Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata:

“Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami. Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”
Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata:

Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?”

Tetapi orang-orang kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota. Kalau kalian merayakannya disini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”

Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatal disana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua. Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan. Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar. Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal.

Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali. Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya. Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu.

Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur. Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu Yesus datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata:

Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala. Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal disana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!”

Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”. Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu. Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatal ke hutan.

Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi.

Sekarang, pendeta gereja yang selamat itu telah pergi kemana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru.

Biarlah seluruh dunia tahu bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Ia sungguh-sungguh HIDUP! Haleluyah!!

Cerita ini adalah kisah nyata dan rahasia di balik terjadinya tsunami Aceh dengan kesaksian 400 orang umat Kristen bahwa kisah ini sungguh terjadi…

Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas.

Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang kristen itu untuk tidak merayakan Natal. Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata:

“Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami. Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”
Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata:

“Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?”

Tetapi orang-orang kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota. Kalau kalian merayakannya disini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”

Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatal disana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua. Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan. Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar. Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal.

Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali. Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya. Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu.

Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur. Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu Yesus datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata:

“Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala. Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal disana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!”

Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”. Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu. Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatal ke hutan.

Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi.

Sekarang, pendeta gereja yang selamat itu telah pergi kemana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru.

Biarlah seluruh dunia tahu bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Ia sungguh-sungguh HIDUP! Haleluyah!!

merinding seeh dengernya ?
benar gak ? ?
info dari mana ? ?

Priase The Lord

Ya, saya pernah mendengar kesaksian ini dari sukarelawan Kristen yang pergi ke Aceh dan bersaksi di gereja kami.

Yup !!
Pernah dengar kesaksian…
Tuhan Yesus dasyat…

Berdoa aja … agar bangsa ini jangan disapu … dr muka bumi ini… krn biji mata Tuhan koq mau diculek :smiley:
hehe… pasti yang punya biji mata …ngga terima dunk :mad0261:

hahahaha… aminnn…

Tahun 2009 juga kan katanya Jakarta uda mau disapu bersih sama Tuhan…
malaikat2 penjaga uda pagarin…

Tapi berkat doa2 umat Kristen akhirnya ga jdi…

God Bless Us

Ro 12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

ada yang kurang dari kisah ini, sebenarnya setelah ancaman tersebut…
intelijen dari pihak TNI mengirimkan Yonif XXXX
untuk melindungi umat kristen yang merayakan natal, untuk menghindari terjadinya konflik sara
dan Yonif tersebut juga selamat dari bencana tsunami

Tuhan memberkati

wah kok saya ndak tau ya? ketinggalan info dah

ajib… jadi jangan ambil bagian Tuhan seperti para2 jagoan agama lain… klo begitu, kita ga jauh beda dengan mereka :wink:

keren pisan atuh papi teh.terpujilah namaMU…

papi anu mana nya? papi tah loba di dieu atuh… meunih kabalek oge
http://www.trangtriblog.com/emotion/rabbit-3/rabbit-3-smiley-099.gif

Apakah kebenaran cerita ini sudah dikonfirmasi? Atau memang benar tapi ditutup-tutupi?
Kalau memang benar, semoga lebih banyak orang mengetahuinya.
Salam

Benar bro, disemua gereja diceritakan :slight_smile:

FYI, ketika tanyangan perdana Metro TV, rekamannya dari video amatir istri pejabat masih menyebut, “Ampun… Ampun… TUHAN orang Kristen… Ampun… Ampun…”

Dan itu disaksikan oleh jutaan pemirsa, setelah lewat sehari, video amatir tersebut di edit dan dihilangkan bagian tersebut, kami semua menontonnya bro :afro:

Kalau bisa juga disebut gereja apa dan siapa pendetanya karena lebih lengkap lebih bisa dipercaya.
Orang biasanya lebih percaya kalau bisa di ferifikasi, karena mungkin saja ada sobat dari aceh yang ingin ferifikasi dengan menanyai beberapa anggota tentang kejadian ini.

Kalau bro Yopi punya link videonya, boleh tuh dibagi di sini. Saya juga ingin melihatnya.

Tentang nama pendeta dan gereja, saya kira tidak akan disebarluaskan demi menjaga keselamatan jiwa pendeta tersebut.
Salam

Masih ada link video amatir-nya gak bro Yopi ? :smiley:

wah perlu gw liat nie , klo ada info videonya ksh tau dong bro yopi , atau upload di youtube aj.

gw udah nyari2 di google sama youtube, gak ada…

ngubek2 gugel malah dapet ini:

  1. Ada sebuah video pribadi yang mengambil gambar dahsyatnya tsunami di sebuah daerah di Banda Aceh. Video itu milik Cut Putri, anak seorang Jenderal Bintang III. Pada waktu gelombang yang dahsyat itu memporakporandakan daerah sekitar tempat tinggal mereka, Cut Putri beserta seluruh keluarga ibu bapa kakak beradik ada di lantai II rumah mereka yang kokoh. Mereka adalah saksi hidup yang secara langsung menyaksikan kejadian dahsyat itu, merekamnya dalam video.Film dokumenter tersebut cepat sekali menjadi milik dari Metro TV. Pada saat pertama kali itu dipertunjukkan di TV, banyak orang melihatnya dengan antusias, berkali-kali penonton menelepon Metro TV supaya diulang lagi. Lalu teman-teman Kristen saling ber sms … kecewa dengan “kalimat pendek” yang diucapkan oleh Cut Putri yang tidak diedit Metro TV … kira-kira begini: “Ya Allah, mengapa kami yang Kau buat begini, mengapa bukan orang Kristen (Kafir) itu?”. Besoknya “kalimat pendek” itu telah dihapus dari tayangan Metro TV.

sumber: http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg00147.html

ada yang dapetnya laen ngga?