Rebutan Gedung Gereja

lebih dari 10 tahun yg lalu, ketika kompleks perumahan tempat saya tinggal baru dibuka, pihak developer membangun tempat ibadah secara berdekatan, yaitu masjid dan gereja…

pembangunan masjid dan gereja tidak ada halangan apa-apa dan tidak ada tentangan dari pihak manapun, karena dibangun di tanah kosong yg baru dibuka…

tetapi pasca pembangunan gereja, mulailah masalah muncul, yaitu siapa yg akan mengelola gedung gereja ini…

dan mulailah banyak gereja yg mengajukan diri, dari berbagai aliran entah itu Pentakosta, Calvinist, hingga Advent… tetapi kemudian pihak developer menyerahkan pengelolaan gereja kepada PGI, yg kemudian menjadi gereja POUK (Persekutuan Oikumene Umat Kristen) dimana saya masih menjadi anggotanya hingga kini…

POUK kemudian mempersilakan stasi gereja Katolik untuk memakai gereja… bangunan gereja dipakai untuk perayaan ekaristi setiap Sabtu malam, dan mereka juga punya sekretariat yg hanya disekat tripleks dgn sekretariat POUK… kita juga sering mengadakan perayaan Natal bersama, Paskah bersama, dan acara2 lainnya… tapi saat ini stasi Katolik sudah punya bangunan gereja sendiri, yg dulu sempat masuk berita nasional karena ditolak oleh Forum Umat Islam (FUI) setempat…

walaupun begitu, setelah itu masih ada upaya dari gereja2 lain untuk bisa memakai gedung gereja ini… contohnya GKPS, yg tidak berhasil dan akhirnya sementara memakai lantai atas sebuah rumah makan khas Batak di kompleks perumahan kami… kemudian GBI juga berupaya agar bisa memakai gedung gereja, tapi juga tidak berhasil dan sekarang beribadah di ruko, juga di kompleks yg sama…

saat ini, di kompleks yg sama, karena luasnya, maka POUK tengah mendirikan gereja baru… panitia pembangunannya terdiri dari jemaat POUK dan Katolik… saat ini tinggal mengurus perizinan saja, dan mudah2an tidak ada lagi cerita rebutan gedung gereja seperti yg dulu pernah terjadi…

kira2 di tempat lain, apakah ada cerita ini??? biasanya sebagai bagian dari CSR, developer perumahan membangun tempat ibadah seperti masjid dan gereja… tetapi karena terlalu banyaknya denominasi Kristen saat ini, semua ingin memakai gedung gereja… kami saja sempat khawatir, kalau saja gereja kami dulu tidak ada yg mengelola, bisa saja dicaplok oleh masjid di sebelahnya…

rebutannya gimana tuh ?
berantem gitu pake teriak teriak ?

atau pada ngajuin permohonan penggunaan ??

dari ceritanya saya tidak menangkap adanya perebutan tuh, hanya permohonan pemakaian yg kalo gak disetujui yah sudah, buktinya yg ngajuin pada ibadah di tempat lain akhirnya.

seharusnya jika csr utk rumah ibadah, minimal bangun utk 5 agama, kalo 2 agama itu namanya gak adil.
jadi lebih baik csr yg non religi saja lebih menjangkau seluruh warga.

ada salah satu denominasi yg sekarang beribadah di ruko, ternyata telah mengajukan lebih dari 3x permohonan penggunaan gedung gereja…

waktu ada forum warga terkait pembangunan gedung gereja yg baru, denominasi ini menyampaikan keluhannya di depan forum warga, kenapa mereka sampai sekarang gak boleh memakai gedung gereja… bahkan salah satu anggota denominasi itu, seorang pensiunan tentara, sempat memprovokasi warga sekitar (non-Kristen) supaya tidak memberikan izin pembangunan gedung gereja baru, jika denominasi ini tidak diberi tempat untuk ibadah…

padahal POUK adalah lembaga lintas denominasi, silakan jika mau bergabung… kenapa harus memaksakan ego denominasi untuk memakai gedung gereja???

ngga usah dipusingkan

kalau anda percaya rencana Tuhan adalah gereja anda tetap beribadah disitu, maka ngga ada seorangpun manusia bisa membatalkannya

kalau memang terpaksa digusur namun gereja anda ada di hati Tuhan, pasti ketemu tempat baru yang lebih bagus

anda dan gereja anda seharusnya bersyukur loh, ngga semua orang dapat kesempatan kayak ini, ini waktunya untuk melakukan Firman :

Matius 5
10. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

:slight_smile:

Ditempat lain ada banyak pengembang yang menyediakan lahan untuk tempat ibadah sesuai peraturan yang ada. Terkadang meeka tidak punya hubungan dengan gereja tertentu dan diserahkan ke PGI, dan ada yang kenal gereja tertentu dan diserahkan untuk dikelolah gereja tersebut. Hal ini lumrah dan tidak melihat ada potensi keributan yang anda sebutkan.

Coba anda dalami persoalannya tentang ijin pendirian tempat ibadah atau tentang perebutan tempat? Saya pernah kotbah di sebuah gereja di komplek non kristen dimana dalam satu deret jalan berdekatan ada tiga gereja berdiri, salah satunya ijinnya tidak keluar-keluar dan ijin di tempat lain lebih cepat. Mengapa ada yang mudah dan sulit? Silahkan dibuka topik baru soal ijin mendirikan gereja.