Refleksi Obama Akan Kematian Dan Kebangkitan Kristus

Bagi Presiden Barack Obama, kebangkitan Yesus kristus membuat hal-hal tetap berada di dalam perspektif. Itulah refleksi Paskah Obama saat ia berbicara kepada para pemimpin Kristen pada hari Selasa pagi di Gedung Putih.

Obama melanjutan tradisi menjadi tuan rumah dalam Easter Prayer Breakfast – yang ingin dilakukannya menjadi event tahunan – selama Pekan Suci, salah satu saat paling sakral bagi orang kristen karena memperingati akan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

“Saya ingin menjadi tuan rumah sarapan doa ini untuk sebuah alasan sederhana – karena kesibukan kita, dengan banyaknya tugas yang menumpuk, selama masa ini, kita diingatkan bahwa ada sesuatu mengenai kebangkitan… dimana Juru Selamat kita, Yesus Kristus, menempatkan segala sesuatu di dalam perspektif,” ujar Obama dalam sambutannya.

Meskipun tidak dalam bentuk kebaktian, pertemuan singkat ini diadakan sehari setelah Obama mengunjungi komunitas Yahudi dalam rangka Paskah membuktikan resonansi yang ada di antara lebih dari 100 tamu.

Daftar tamu tahun ini termasuk beberapa pendeta gereja besar terkemuka seperti Uskup T.D. Jakes dari The Potter’s House, Tim Keller dari Redeemer Presbyterian Church, Andy Stanley dari North Point Community Church, Dave Gibbons dari NewSong Community Church, Mark Batterson dari National Community Church dan Joel Hunter dari Northland Church.

“Anda mungkin susah untuk percaya namun kami telah mengalami saat-saat kudus di Gedung Putih hari ini,” ujar Gibbons melalui tweeternya.

Di tengah kesibukan para pendeta dan pemimpin kelompok keagamaan yang hadir, Obama menawarkan prayer breakfast sebagai waktu untuk berkumpul dan saling dikuatkan saat mereka merefleksikan apa yang telah Yesus lakukan lebih dari 2.000 tahun yang lalu.

"Kemenangan dari Minggu Palem, kerendah-hatian Tuhan Yesus saat membasuh kaki murid-murid-Nya. Perjuangannya saat mengangkat salib menaiki bukit, rasa sakit, segala cemooh dan rasa malu yang harus ditanggungnya saat disalib. Dan kami diingatkan bahwa pada saat itu, Ia menanggung seluruh dosa dunia – di masa lalu, saat ini maupun di masa depan – dan Ia memberikan kepada kita hadiah kasih karunia dan keselamatan yang tak terduga melalui kematian dan kebangkitan-Nya,” ujar Obama.

Mengutip perjanjian Lama dari kitab Yesaya, Obama menambahkan, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Obama menyebutnya sebagai “magnificent grace”, “expansive grace”, “amazing grace”.

Kasih karunia itulah yang telah memanggil dia untuk merefleksikan, untuk berdoa dan meminta pengampunan serta memuji Tuhan untuk “karunia yang diberikannya kepada kita… Putra-Nya dan Juru Selamat kita,” ujar Obama.

“Dan itulah sebabnya mengapa kita mengadakan sarapan pagi bersama ini,” jelasnya. “Karena di tengah perdebatan kritis nasional, di tengah-tengah kesibukan kita, kita harus selalu memastikan untuk menempatkan segala sesuatu dalam perspektifnya.”

Sementara anak-anak dan istrinya membantu Obama untuk mempertahankan hal-hal dalam perspektif, sang Presiden mengingatkan bahwa “tidak ada yang mengalahkan Kitab Suci dan pengingat akan kekekalan.”

Uskup Vashti McKenzie, uskup wanita pertama di gereja Episkopal Metodis Afrika mengucapkan sebuah doa yang penuh kuasa setelah diperkenalkan oleh Obama sebagai “uskup dengan tekhnologi tinggi” karena kepemilikannya atas iPad.

“Saya harus membuat sebuah kesimpulan singkat: Anda perhatikan bahwa hari-hari ini doa ada di ipad,” ujar Obama yang disambut tawa.

Sambil membaca dari komputer tablet Apple-nya, McKenzie berdoa, “Kami mengingat di pagi ini bahwa di atas kayu salib Engkau telah mendemonstrasikan semua kasih-Mu yang luar biasa bagi kami. Kami bersyukur atas Paskah yang memutar-balikkan semua keadaan pada Jumat Agung… Kristus telah bangkit. Oleh karena itu, kami tahu bahkan di tengah kebingungan dan keterpurukan dunia kami, Engkau membawa kehidupan mengatasi kematian dan pengharapan mengatasi keputus-asaan.”

Keller dan uskup Jakes juga angkat bicara pada acara tersebut.

Rencana Obama selama akhir pekan Paskah ini belum dirilis. Pada Paskah lalu, Obama dan keluarganya menghadiri ibadah di Allen Chapel AME Church di Washington Tenggara.

Source : christianpost.com

@Exia : Tahnks for sharing. :slight_smile:
Kata-kata Mr Obama sangat tepat mengenai karya Kristus : “magnificent grace”, “expansive grace”, “amazing grace”. Walaupun dia seorang politikus saya percaya ini bukan sekedar ungkapan untuk mengambil hati atau mencari simpati dari orang Kristen. Seorang President saja terpesona dengan karya kematian dan kebangkitan Kristus…Masihkah ada ketakjuban dan kekaguman kita pada karya Kristus di salib dan dalam kebangkitan-Nya?