'Reform Injili' , Egosentri Protestantisme Baru? atau Bias Protestantisme..?

Salam Sejahtera didalam KRISTUS TUHAN,

ijinkan saya mengajak Kita semua untuk bergumul didalam topik yang cukup subliminal ini.
Akar topik adalah bersumber pada prinsipal yang sama, yaitu ‘Kalvinisme’ . Kita semua pasti telah mengenal, bagi kita yang Protestan, atau paling tidak tahu, bagi kita yang non-Protestan, apa yang dimaksud dengan Kalvinisme oleh Yohanes Calvin. Doktrin prinsipal dan asal-usul Protestantisme lahir dari gerakan yang dibangun Bapak Gereja satu ini hingga akhirnya menyebar dan diterima di Indonesia.
Di Indonesia, Gereja-Gereja Kalvinis ini sendiri telah berdiri sejak 1600an atau jika dihitung sejak Kemerdekaan adalah di tahun 1947an. Gereja-Gereja Kalvin ini kemudian berkembang seiring perkembangan bangsa ini dan beberapa diantaranya menjadi ‘Super Church’ yang terus berbenah dan menjala jiwa-jiwa baru. Gereja-Gereja Kalvin ini atau generalisasinya Protestan ini, terlepas dari aliran-alirannya yang menyimpang dan/atau sesat, sampai detik ini didalam badannya dan pergumulannya yang tetap dan murni adalah berlandaskan doktrin Kalvin yang Alkitabiah.
Namun kemudian di tahun 1980an muncul suatu gereja baru yang mengklaim dirinya sebagai gereja Kalvin murni tanpa kompromi, bahkan tanpa ‘kompromi’ dalam artian komunikasi terlebih dahulu terhadap gereja Kalvin yang telah ada diatas.
Dengan ‘tagline’ ‘Reform Injili’ , gereja ini mendefinisikan suatu reformasi dari apa yang telah direformasikan sebelumnya melalui reformasi prinsipal sebelumnya lagi. Atau dengan kata lain, gereja ini mereformasi gereja-gereja Kalvin Indonesia sebelumnya yang murni dengan mengambil pola yang sama yaitu Doktrin Kalvin yang Sejati pada penerapan gereja ini namun membentuk ‘tagline’ baru untuk memastikan bahwa apa yang diterapkan di gereja ini adalah kemurnian sebenarnya dari apa yang disebut kalvinisme dan/atau protestantisme yang alkitabiah.

Dari kacamata awam saja, dapat kita lihat dari sini suatu Ego atau Egosentri seseorang dan/atau sekelompok orang yang menginginkan eksistensi terhadap sejarah gereja di Indonesia yang dalam bagian Protestantisme-nya sebenarnya telah murni dan sejati dalam arti Alkitabiah, namun demi kepentingan tertentu sepertinya dibiaskan (karena memang tidak ada komunikasi antar insan gereja sebelumnya) dengan ‘tagline’-nya yaitu ‘Reform Injili’ .
Bagaimana menurut Kita sekalian?

Mengambil sari kutipan dari Mahatma Gandhi, “Saya Cinta dengan KRISTUS Kalian, namun saya tidak suka dengan Orang Kristen sekalian. Orang Kristen sekalian tidaklah seperti KRISTUS.”

KRISTUS TUHAN BERKATI.

Mengambil sari kutipan dari Mahatma Gandhi, "Saya Cinta dengan KRISTUS Kalian, namun saya heran melihat Para Kristen."

Mungkin maksudnya siggy saya yah: “I like your CHRIST, I do not like your Christians. Your Christians are so unlike your CHRIST.” Mahatma Gandhi

hehehe :smiley:

Lebih baik TS nya mengupas satu per satu doktrin dari gerakan Reformed Injili yang anda anggap salah atau kurang tepat, jadi bisa kita bahas secara alkitabiah.

Mahatma Gandhi memang sangat bersimpati terhadap kekristenan, dia rajin membaca Alkitab dan sangat menyukai bagian “Kothbah di bukit”
Sayangnya suatu hari dia pernah diusir dari kereta api hanya karena bukan kulit putih sehingga sangat kecewa dengan orang kristen.
Mahatma Gandhi sangat mungkin adalah seorang Kristen dalam hati, namun karena tuntutan sosial sebagai pemimpin negara Hindu, ia tak bisa mengakui secara terang2an bahwa dia percaya Yesus.

Salam.
GBU.

Betul Bung AsLan…coba TS perjelas reformasi injil yg gimana yah menurut gereja baru itu ??

Trus apa yg salah dengan tag itu ?? Apa TS gak tau motto gerakan reformasi Marthen Luther ?? ga ada beda nya dengan tagline itu menurut saya :slight_smile:

Mauliatte Amang. Makase Bung atas ralatnya. TYB.

Benar sekali tidak ada yang salah dengan reformasi Kekristenan dalam Protestantisme baik Martin Luther, Yohanes Kalvin, dsb. Namun kemudian menjadi membingungkan ketika istilah reformasi Kristen yang = Protestantisme dan/atau reformasi Kristen yang adalah sari yang terkandung dalam Protestantisme, direformasi kembali dengan istilah ‘Reform Injili’ dan/atau ‘Reformed Injili’ tanpa terlebih dahulu dikomunikasikan dengan Gereja Protestan yang sudah ada dan eksis terlebih dahulu. Lalu dengan ‘kecuekan’nya meng’copy-paste’ Protestantisme Kalvinis itu sendiri dan menerapkannya pada Konstitusi gerejanya, setelah itu mengatakan bahwasanya gereja-gereja Kalvin yang sudah eksis terlebih dahulu (khususnya Indonesia) telah tercemar dengan dunia menurut tahapan era zaman yang terus mengevolusi dirinya secara dinamis. Lebih lagi dengan menolak posmodernisme dan/atau mengklaim bahwasanya posmodernisme adalah suatu kesesatan tanpa menelaah terlebih dahulu prinsipal dan esensi dari posmodernisme itu sendiri beserta insan-insan yang ada didalamnya.
Bukankah hal ini begitu mengherankan? Apa motivasi dibalik gereja baru ini sebenarnya (Jika kita menunjuk pada gerejanya) ?? Luther saja menjalin komunikasi dengan Kepausan (Katolik Roma) terus-menerus, intens selama proses reformasi yang dilakukannya sebelum akhirnya reformasi tersebut berbuah pada Protestantisme.
Mari Kita gumuli bersama. TYB.

Memangnya Stephen Tong pernah bilang apa sih tentang gereja Protestan ?
Bisa lebih kongkrit lagi gak Pak TS ?
Adakah contoh kalimatnya? satu atau dua kasus saja…

Kalau cuma dari nama “Reformed” bisa saja kan artinya gereja ini sepaham dengan konsep Reformasinya Martin Luther dan Calvin, jadi mencomot istilah tersebut sebagai nama gereja. :slight_smile:

Setahu saya konsep Reformasi nya Martin Luther adalah “Back to the Bible”, nah konsep inilah yang dianut oleh gereja Reformed Injili Indonesia.

Gak ada yang salah kan dengan hal tersebut ?

Saudara AsLan,
sebelumnya TS itu apa ya? Ga’ ngerti, bisa jelasin kepanjangannya.

Oke, saya setuju dengan Bung AsLan, Konsep Martin Luther intisari kesimpulan doktrinnya adalah “Back to The Bible” dan sebenarnya pada dasarnya saya tidak mau menunjuk langsung pada gereja tertentu yang “Reform Reformed Injili” begitu. Namun karena Bung AsLan sudah menunjuk, tidak ada salahnya saya merespon.
Konsep Lutheran dan Kalvinis tersebut memang benar terlihat ‘di-copy-paste’ dengan GRII. Dan tidak ada salahnya jika tokoh gereja tersebut ingin menduplikasi hal tersebut. Namun kemudian menjadi salah ketika disalah-satu khotbahnya (dan mungkin di berbagai khotbahnya) ia menyatakan protestantisme telah mengalami kesimpang-siuran apalagi menunjuk Gereja Tradisi di Indonesia (Kalvinis, Lutheran) yang telah eksis sebelumnya dimana ia jelas-jelas meng-‘copy-paste’ konstitusinya.
Lain hal juga, gereja tersebut mengklaim bahwasanya era Kita saat ini posmodernisme sebagai era sesat, dari a-z mengenai posmo (posmodernisme) adalah sesat. Pernyataan posmo tersebut saya dapatkan ketika mengikuti salah satu ibadah mereka yang dipimpin langsung salah satu murid tokoh pendiri gereja tersebut.
Wow, langsung mengklaim tanpa menelaah. Padahal saya sendiri adalah seorang seniman intelektual posmo. Bagi saya pribadi, hal tersebut begitu ‘menghakimi’

Berikut ini sedikit salinan berkas deskripsi pandangan gereja tersebut:
Kuantitas yang diperoleh melalui gerakan-gerakan yang berlangsung di kalangan rakyat jelata tidak cukup untuk menjawab tantangan zaman ini. Karena ketidakpuasan terhadap kesimpang-siuran pengajaran Kristen masa kini dan ketidak-sanggupan pihak Liberalisme maupun gerakan Kristen yang bersayap emosional untuk mewakili Kekristenan sejati, maka kami memikirkan perlu adanya Gerakan Reformed Injili.

Bagaimana menurut Anda?

TS itu si penulis topik :slight_smile:

Karena ketidakpuasan terhadap kesimpang-siuran pengajaran Kristen masa kini dan ketidak-sanggupan pihak Liberalisme maupun gerakan Kristen yang bersayap emosional untuk mewakili Kekristenan sejati


Kalimat diatas kelihatannya menunjuk kepada aliran Karismatik dan Liberal.
Memang pak Tong banyak sekali mengkritik kedua aliran ini.

Kritik kepada aliran Kharismatik banyak terpusat pada pemahaman akan Roh Kudus dan Firman2 baru (yang muncul dari para pendeta / pengikut Karismatik).

Kritik kepada aliran Liberal ada pada ketidak percayaan mereka kepada kuasa Ilahi dan menurunkan derajad Ke Kristenan kepada hanya gerakan Moral saja.

Kalau kepada gereja tradisional seperti GKI sih rasanya hampir tidak pernah ada kritikan dari beliau.

Anda tidak menyimak kalimat sebelumnya dari salinan berkas tersebut, Karena ketidakpuasan terhadap kesimpang-siuran pengajaran Kristen masa kini…
Bagaimana? merujuk kemana hal tersebut? Bukankah kalimat tersebut terlalu general dan cenderung subyektif.

Saya ga paham… Mending ditunjukan per poin apa saja yang dianggap tidak benar oleh kaum Reformed. Misal tentang Roh Kudus, menurut Reformed dimana kesalahan Karismatik? Ato topik2 lainnya. Gbu.

Oh kalau mengenai kesimpang siuran ajaran Kristen masa kini, saya rasa kalau kita mau rendah hati dan melihat sungguh2, memang terjadi banyak kesimpang siuran dalam ajaran Kristen masa kini.

Terutama karena banyak gereja yang tidak lagi berpedoman “Sola Scriptula”, hanya berdasarkan pada Kitab Suci saja.

Misalnya, banyak pendeta yang mengaku mendapatkan Wahyu atau Firman langsung dari Allah dan mengajar jemaatnya atas dasar “wahyu” tersebut.

Dasar dari hal ini adalah perbedaan pandangan bahwa Tuhan masih menurunkan Wahyu dan masih terus menunjuk nabi dan rasul baru.

Pandangan Reformed adalah, Kitab Suci sudah Final, setelah buku Wahyu tidak ada lagi firman baru.

Selain masalah wahyu baru, kesimpang siuran ajaran juga terjadi karena Kitab Suci tidak menjadi doktrin utama melainkan hanya sebagai penunjang dari pikiran seseorang.

Misalnya ada orang yang berpikir “Tuhan itu Kasih” maka dia kemudian membuat doktrin yang menyangkal keberadaan neraka (seperti Saksi Yehova).

Atau ada orang yang berpikir bahwa Tuhan pasti mengabulkan apapun yang kita minta, maka ia menciptakan Theologi kemakmuran.

Atau ada orang yang berpikir kalau manusia dibebaskan dari ancaman neraka, maka dia pasti akan bertindak seenaknya, atas dasar pemikiran ini dia menciptakan penolakan akan Doktrin Pre Destinasi.

Maka timbullah berbagai kesimpang siuran Ajaran gereja.

Inti dari kesimpang siuran tersebut, adalah ketidak setiaan seorang pimpinan gereja pada pemahaman yang menyeluruh akan Kitab Suci.

Ajaran yang benar pasti setia pada Kitab Suci, ajaran yang benar tidak takut di kritik sebagaimana emas murni tidak takut api.

Ketidaksetiaan atas pehamaman yang menyeluruh? Maksudnya tidak melihat Alkitab sebagai 1 kesatuan? Klo saksi Jehova dan T. Kemakmuran emang ga bener. Saya sendiri dari Karismatik juga tau itu ga bener. Klo tentang masalah Takdir,saya tidak tau sikap gereja Karismatik tentang itu. Tapi saya pribadi percaya Tuhan menetapkan langkah orang benar dan TIDAK MENTAKDIRKAN MANUSIA JATUH DALAM DOSA. klo mungkin dari rekan2 FK bisa posting prinsip2 Reformed,saya ucapkan trima kasih.

Saya pikir kemurnian suatu Ajaran bisa dilihat dari ada tidaknya ayat yang mengcounternya. S.Jehova bisa dicounter bahwa Tuhan Adil sehingga orang2 yang tidak percaya HARUS MENANGGUNG KETIDAKPERCAYAANNYA. Maka sudah kliatan prinsip S.Jehova ini kolaps. Tentang T.Kemakmuran bisa dicounter bahwa apapun yang diminta akan dikabulkan JIKA SESUAI KEHENDAK ALLAH. Jadi bukan makmurnya yang dikejar, tapi kehendakNYA. Saya tidak tau apakah prinsip Reformed mendasari keberatannya atas 2 ajaran tersebut berdasarkan teori saya.

cmiiw, setahu saya aslan adalah reformed injili.

jadi silakan TS dan aslan gali lebih jauh soal perbedaan pandanagn ini dalam konteks edukasi, bukan konteks abuse satu sama lain

salam

Buat Bung AsLan, Saya ingin memastikan apa benar pernyataan Saudara Moe bahwasanya Anda dari GRII?

yup.
sudah sekitar 17 tahun ikut kebaktian GRII :slight_smile:
Tapi jangan tanya yang susah-susah ya, soalnya pengetahuan saya cetek, gak pernah ikut kuliah atau pendalaman Alkitab, cuma ke gereja doang tiap minggu kekeke…

Saudara Charity,

Jika boleh saya berikan sedikit masukan, mungkin Jemaat Gereja-Gereja Karismatik sendiri memiliki pemahaman Iman Protestan yang lebih ketimbang konstitusi gereja tersebut, namun yang perlu diperhatikan adalah, Gereja-Gereja Karismatik yang Pentakostis dan menganut paham Armenia adalah badan-badan gereja yang menolak konsili Kalsedonia (451 M) mengenai Pribadi KRISTUS TUHAN Yang Sejati. Dan dalam menjalankan liturgi (tata ibadah)nya, khususnya gereja-gereja karismatik di Indonesia telah menjadi gereja yang duniawi (referensi buku yang menjelaskan beberapa bagian hal ini dapat dibaca didalam buku “Purpose Driven Life” dan “Purpose Driven Church” karya Rick Warren).
Dan untuk prinsip-prinsip Reform, yang mau dipost Reform yang mana? karena di topik ini sendiri Reform lama, jika boleh dikatakan begitu; sedang mempertanyakan Reform yang menyatakan dirinya sebagai Reformed Injili yang mereform reform injili sebelumnya…
Terima Kasih.

KRISTUS TUHAN BERKATI.

Wow, Jemaat GRII atau Pelayan didalamnya Bung AsLan?

Saya cuma orang awam yang ikut kebaktian saja…