Reformed gak percaya Freewil manusia bisa bantu Allah utk menyelamatkan orang ?

Terbukti Allah memberikan Freewil manusia untuk bisa membantu Allah untuk menyelamatkan manusia !

1.
Yakobus 5:
19. Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang ( Lho kok bukan Roh Kudus ? ) yang membuat dia berbalik,

  1. ketahuilah, bahwa barangsiapa ( Lho kok manusia ? yang bisa ), membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat

ia ( kok bukan Roh Kudus ? yang ) akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.

2.
Yudas :
23. Selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api ( Api ? identik neraka ? ) . Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.

Pertanyaan : Kok bisa ? dan apa maksudnya ?

GBU !

Rencana Allah terlaksana, juga melalui free-will manusia. :slight_smile:

GBU

Tolong keluaran minimal 3 ayat Firman Tuhan sesuai komentar anda ?

Rencananya Allah apa dan apa hubungan rencana Allah dengan Free-will manusia ?

Ingat yang saya minta bukan komentar anda, melainkan ayat Firman Tuhan yang sesuai tema kami !

Terimakasih.

GBU !

4:10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.
4:12 Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?
4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”
4:16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.
4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

IMHO:

  • Jika sy punya an ability to choose yg diberi Allah dapat membuat orang berdosa berbalik dan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut… itu semua bisa terjadi karena kuasa Allah… sy nda pernah menganggap hal itu sebagai telah MEMBANTU Allah.
  • Jangankan membantu atau menolong Allah, menolong diri sy sendiripun sy nda sanggup tanpa Kasih dari Allah.
4:10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu. 4:12 Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu [u][b]Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan.[/b][/u] Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?

Benar bahwa Allah berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi perhatikan bahwa ayat itu menyebut Allah sebagai Hakim. Seorang hakim memang berkuasa memutuskan seseorang bersalah atau tidak. Tetapi keputusan hakim juga berdasarkan perbuatan orang itu (perbuatan orang itu menentukan keputusan hakim, bersalah atau tidak).

Jadi freewill berperan dalam keselamatan atau kebinasaan. Perbuatan seseorang (berdasarkan freewill) menentukan apakah ia selamat atau binasa.

Sy akan mengamini jika judul trit tertulis:
** ga percaya freewill manusia bisa menyerahkan diri mereka dan bersiap menjadi alat-Nya untuk menyelamatkan orang lain.

maknanya sangat beda dgn “membantu Allah”

Maaf sis, saya salah. Setelah saya baca kembali, komentar saya adalah mengenai ayat itu dan hubungannya dengan judul thread. Sudah saya koreksi.

Sekali lagi maaf ya. Thanks.

no problem bro isaac… :slight_smile:
btw, sy percaya freewill + predestined bekerja bersamaan dalam konteks masing2 lho…
kalo bro cuma percaya freewill saja ya ?

Dari statement anda sepertinya ada benar, namun kalau diteliti banyak yang tidak benar karena anda menghilangkan peran Roh Kudus dalam diri umat percaya, seolah-olah peran kebebasan dari manusia lebih diutamakan dan lebih menonjol, berarti peran Roh Kudus tidak bekerja di dalam diri orang percaya?

Kalau kita menolong dan menyelamatkan jiwa orang itu dari dosa, berarti peran Roh Kudus yang ada dalam orang percaya juga berperan dan menunjukkan kasih-Nya melalui orang itu sehingga orang itu dimampukan utk dapat menolong orang yang murtad/berdosa itu kembali kepada Kristus.

Kalau kita menghilangkan peran Roh Kudus dalam diri orang percaya berarti kita diajarkan diri kita mampu/ Freewil manusia yang menonjol dankehebatan, tanpa bantuan peran Roh Kudus.

Mohon Anda teliti dulu ayat Firman Tuhan kepada Yakobus :

Pertanyaan : Yakobus 5:19 itu siapa yang suruh Yakub nulis ?

Jawaban :

  • Kalau Allah Bapa ya betul !
  • Kalau Allah Roh Kudus ya betul !
  • Kalau Allah Anak ya betul !

Jadi jawaban yang benar :

  1. Adalah Allah TriTunggal suruh Yakubus menulis Yak5:19 !

2, [b]Ayat itu adalah Allah menghendaki ( Menginginkan ) umatnya siapa aja = Barang siapa yang bisa melakukan untuk membawa orang orang sesat kembali ke Pangkuan-Nya,

Jadi jelas ayat tersebut adalah Allah inginkan umatnya bisa membantu Allah Tritunggal membawa orang orang sesat ke Pangkuan-Allah Tritunggal.[/b]

Jadi ayat Yak5:19 bukanlah Roh Kudus yang berperan sebagai pelaku ! melainkan Peran Allah Tritunggal menginginkan umat-Nya supaya bertindak berperan sebagai pelaku ber-PI.

Semoga semua pembaca jelas.

Terima kasih.

GBU !

Thanks sis.

Saya tidak percaya seluruh jalan hidup seseorang (setiap tindakannya) sudah dipredestinasikan sebelum dunia dijadikan.

Bisakah sis menjelaskan maksud dari “freewill + predestined bekerja bersamaan dalam konteks masing-masing?”

Pro_16:9 Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya. → Manusia melaksanakan free-willnya, dan di saat yang sama kehendak Tuhan terlaksana melalui freewillnya itu.

Contoh nyata :

1Sa 9:16 “Besok kira-kira waktu ini Aku akan menyuruh kepadamu seorang laki-laki dari tanah Benyamin; engkau akan mengurapi dia menjadi raja atas umat-Ku Israel dan ia akan menyelamatkan umat-Ku dari tangan orang Filistin. Sebab Aku telah memperhatikan sengsara umat-Ku itu, karena teriakannya telah sampai kepada-Ku.” → Menurut Tuhan, Tuhanlah yang menyuruh Saul.

1Sa 9:10 Kemudian berkatalah Saul kepada bujangnya itu: “Pikiranmu itu baik. Mari kita pergi.” Maka pergilah mereka ke kota, ke tempat abdi Allah itu. → Menurut Saul, dia bertindak berdasarkan free-will=nya dan bujangnya.

Contoh lain :

Act 16:14 Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. → Lidya percaya dengan freewill-nya karena hatinya dibuka oleh Tuhan.

Act_13:48 Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan Firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya. → yang menjadi percaya (berdasarkan freewill-nya) adalah semua orang yang sudah ditentukan Allah untuk hidup yang kekal.

Mas udah dapet bonus banyak, saya kasih ayat-ayatnya lebih dari tiga.
Semoga berkenan … :smiley:

GBU

Apa dapat bonus ? bonus / komentar anda selalu bikin pusing orang !

Apa hubungan komentar anda dengan tema ditrit ini yakni Freewil manusia dengan ketetapan Allah " Barang siapa " = " Setiap orang " ?

  1. Jadi Keinginan Allah : " Menghendak / menginginkan " Semua manusia mau menerima keselamatanNya. ( 2 pet3:9, Titus2:11 )

  2. Siapa pelakunya : ya Umat-Nya disuruh melaksanakan keinginan Allah ! ( Mat 28:19-20, Mark16:15, Yak 5:19, Yus23 )

  3. Allah dengan keadilan-Nya memberi Freewill manusia untuk menerima atau menolak anugraNya dengan seruanNya :

" Barang siapa " = " Setiap orang " = " Asal saja " yang mau percaya / tidak percaya = Murtad ! ( Yoh 3:16,18,36, Mark16:16, Wah3:5, Ibrani 3:14, Rom 19:13 )

Jadi apa hubungan komentar anda diatas ! hanya penjelasan ngalor ngidul ! ngak nyambung !

Belajar teliti dulu apa maksud tema ditrit FT ini ! OK ?

GBU !

Koq tanggapannya dari trit lain dibawa ke sini :cheesy: OOT ahh…

Jadi jelas yah, bahwa kehendak Allah , juga bekerja melalui free-will manusia. Keduanya berjalan bersamaan. Saya sudah kasih ayatnya lebih dari tiga. :happy0025:

GBU

agree with this :slight_smile:

Rahasia dari kehendak manusia yang taat kepada ALLAH adalah ketika relasi si manusia itu dengan TUHAN terbangun dan “hidup kembali”. disana ada pengertian, yang pertama terjadi ketika TUHAN menjadikan diriNYA dikenal oleh si manusia.

rahasia hubungan itu adalah roh manusia. Roh manusia yang telah menjadi HIDUP adalah dalam pengertian rohnya DIUBAHKAN, DILAHIRKAN KEMBALI.

TUHAN mengerjakan hal ini sesuai kehendakNYA.

ketika roh manusia telah diubahkan, dilahirkan, dihidupkan kembali, maka roh itu DAPAT/SANGGUP/ABLE TO mengenali/recognize ROH ALLAH yaitu TUHAN YANg ROH ADANYA.

selebihnya saya tidak dapat menerangkan lagi selain mengingatkan hubungan sederhana antara seorang ayah dan anak kekasihnya.

anak saya mengerti kehendak saya tanpa kata-kata. ia mengerti gerakan dan isyarat dari saya. dan ini terjadi pada kita semua. ini hanya terjadi ketika relasi itu ada.

kita seriang melihat anak kecil yang berkata kata-kata dan isyarat yang tidak jelas tetapi bagi ibunya itu sejelas sebuah kata-kata yang wajar.

roh manusia yang telah dihidupkan/dibaharui/dilahirkan kembali memiliki pengertian, memiliki selidik, memiliki kontak, memiliki koneksi real time dengan ROH ALLAH, sehingga roh manusia itu bisa mengerti manakala ROH TUHAN berkehendak.

roh manusialah yang menggerakan kehendak manusia dan menggerakkan perasaannya, menggerakkan pikirannya. karena pikiran adalah proses dari otak kiri, dan perasaan adalah proses dari otak kanan, tetapi proses itu bukan sebuah keacakkan/random yang terjadi begitusaja, tetapi dikontrol oleh suatu yang tak pernah dapat dideteksi fisikalnya oleh para ahli paling pandai sekalipun. orang Kristen menyebutnya roh/jiwa manusia.

seorang disebut mati jika roh/jiwanya telah tiada. para ahli belum dapat menentukan “APA dan DIMANA” roh manusia itu.

orang Ibrani masa lalu memikirkan bahwa “roh/jiwa” manusia ada dalam darah karena jika darah abis keluar, maka roh/jiwa akan hilang alias mati.

Tuhan kita Yesus juga menyerahkan ROHNYA ketika Ia akan mati kehabisan darah.

jadi hubungan kontak relasi keterikatan manusia dengan TUHAN adalah roh manusia yang hidup.

HIDUP dalam pengertian ini adalah TERHUBUNG RELASI ROH KEMBALI ANTARA ROH TUHAN DAN ROH MANUSIA.

jadi dalam pengertian ini seorang boleh saja sehat roh/jiwanya tetapi di hadapan ALLAH ia mati dalam dosanya karena roh manusianya tidak pernah memiliki relasi dengan ALLAH. dengan demikian roh manusianya tidak mengenali akan ALLAH.

ini bukan berarti pikiran dan perasaannya tidak “tahu” dan tidak “merasa” ADA TUHAN. rohnya tetap bisa “memikirkan” dan “merasakan” ADA ALLAH tetapi ia tidak dapat MELAHIRKAN BARUKAN/MENCIPTAKAN/MENGAITKAN/MENGKONEKSIKAN rohnya dengan TUHAN YANg ADALAh ROH.

itulah sebabnya ia meski hidup (lengkap roh/jiwa dan tubuh, jadi juga pikiran dan perasaan) tetapi ia adal;ah seorang yang MATI.

jika kita ngotot dengan freewill, maka baiklah kita batasi arti dari kata ini sebagai :

“aktivitas pikiran (otak kiri) dan perasaan (otak kanan) yang dikendalikan oleh roh manusia”.

jika ini pengertiannya, maka semua manusia baik yang rohnya sudah dibaharui maupun yang belum keduanya jatuh dalam pengerrtian yang sama.

tetapi ketika kita mengubah definisi freewill menjadi :

“aktivitas pikiran (otak kiri) dan perasaan (otak kanan) yang dikendalikan oleh roh manusia YANG TELAH MEMILIKI RELASI KEMBALI DENGAN TUHAN (YANG ADALAH ROH)”.

maka konteks inilah yang HANYA TERJADI PADA ORANG PILIHAN.

kesimpulan:
maka menjadi sangat jelas bahwa faktor yang menetukan keselamatan adalah ADANYA RELASI DENGAN ROH TUHAN (MELALUI ROH KUDUS).

sehingga perdebatan tentang “apakah freewill perlu dirtambahkan” tidak menjadi persoalan yang penting karena pada pokoknya bahwa freewill (pengertian pertama) adalah suatu yang memang sebuah paket utuh dari ciptaan bernama si manusia itu.

sederhanannya ketika membicarakan apakah sebuah mobeil dengan segala kelistrikannya dapat berjalan.

pembicaraan itu sebenarnya bukan intinya, karena intinya apakah ADA BENSIN yang diisi. karena baik ada bensin maupun nggak ada bensin, mobil itu secara utuh adalah keduanya memiliki sistem kelistrikkan.

dan adalah sebuah kebodohan memperdebatkan apakah sistem kelistrikkan sanggup membeli dan mengisi bensin bagi mobil itu.

sehingga percakapan yang penting dan berarti adalah satu-satunya menanyakan SIAPA YANG MENGISI BENSIN?

robot sia-sia berdebat mengenai intelegansi buatan, karena intelegensi buatan tidak pernah menghasilkan listrik agar ia dapat berpikir, justru listriklah yang menghasilkan intelegensi buatan si robot.

salam

Anda belajar robotika tidak? Setidaknya mikrokontroller? IC microcontroler itu bekerja memang karena ada listrik, semua barang elektronik juga begitu, tetapi IC microcontroler bisa berfungsi itu karena ada bahasa pemrograman yang ditulis di dalam IC tersebut, bisa menggunakan assembler atau bahasa C, tergantung user.

Jadi kalau dibilang karena ada listrik ya kurang tepat bro. Kecuali anda mau membuat rangkain digital tanpa mengisi IC, lalu anda colok catu dayanya lalu anda berharap AI dari robot itu berfungsi?

Bisa diketawain sekelas bro…

Salam… :slight_smile:

anak paling bodoh di kelas itu pastinya sanggup ngetawain anak lain yg berpikir bahwa robot itu akan ngecharge battery nya sendiri atas the robot own freewill :slight_smile: (kecuali itu bukan kelas tapi pilem-2 sci-fi) :afro:

argumen “creatio ex nihilo” hanya berlaku untuk TUHAN, tidak untuk manusia, apalagi robot. hehehehehe :smiley:

predestinasi , mirip dengan ini :

Ada Budi, anak yang pandai, dan dia membuat 10 robot yang telah diprogram masing masing secara berbeda.

robot 1: di beri kemampuan mengenal sang pembuat robot itu,
robot 2: di beri kemampuan mengenal sang pembuat robot itu,

robot 3: TIDAK di beri kemampuan mengenal sang pembuat robot itu, programnya hanya merusak segala yg ada
robot 4: TIDAK di beri kemampuan mengenal sang pembuat robot itu, programnya hanya merusak segala yg ada
robot 5: TIDAK di beri kemampuan mengenal sang pembuat robot itu, programnya hanya merusak segala yg ada
robot 6: TIDAK di beri kemampuan mengenal sang pembuat robot itu, programnya hanya merusak segala yg ada
robot 7: TIDAK di beri kemampuan mengenal sang pembuat robot itu, programnya hanya merusak segala yg ada
robot 8: TIDAK di beri kemampuan mengenal sang pembuat robot itu, programnya hanya merusak segala yg ada
robot 9: TIDAK di beri kemampuan mengenal sang pembuat robot itu, programnya hanya merusak segala yg ada
robot 10: TIDAK di beri kemampuan mengenal sang pembuat robot itu, programnya hanya merusak segala yg ada

setelah seharian penuh bermain dengan robot itu, robot 1 dan 2 diletakkan dalam kamar tidur Budi, sebagai teman kesayangannya

tetapi robot 3 - 10, dihakimi dengan kejam, atas perbuatan jahat si robot, dan robot2 itu diinjak ijak , dihancurkan dan diakar di api pembakaran …

inilah gambaran predestinasi

(gw jamin, petra akan mencak mencak, dan membuat ilustrasi kacau dan bikin tertawa, wkkwkwkkwk)

ah betapa seramnya si BUDI … PENCIPTA ROBOT itu yang Maha Kasih dan MAHA ADIL

hmmmm hehehehe

wkwkwk

MOV AX, 10H
MOV BX, 2FH
AND AX, BX
MOV [3000H],AX

BUKAN listrik yang menghasilkan intelegensi …

wkwkwkwk