REKONSILIASI/TOBAT

Untuk Apa Bertobat?
Manusia bertobat, supaya karya keselamatan Allah dapat berlangsung terus didalam seluruh hidup kita didunia. Tobat bukan untuk meredakan amarah Allah, bukan pula hanya sekedar persembahan diri manusia. Melainkan suatu kesadaran manusia, bahwa Allah sedang berkarya bagi keselamatan semua manusia tanpa pandang bulu. Allah merindukan agar manusia datang kepadaNya. Ia tidak ingin menghukum kita, tetapi menggembirakan kita dalam pesta yang diadakan oleh Sang Pemberi Hidup bagi kita manusia. Apakah hati kita rindu akan undangan pesta Allah?

Dosa
Manusia dipanggil untuk bekerjasama dengan Allah. Dosa berarti bahwa orang tidak sanggup dan tidak mampu lagi diajak kerjasama. Manusia mengadakan aksi mogok kerja kepada Allah. Manusia memutuskan hubungan kerja secara sepihak. Padahal, manusia tahu bahwa Allah ingin terus-menerus melimpahkan hidupNya yang penuh rahmat kepada semua manusia. Mengapa kita tidak puas menjadi rekan kerja Allah?

Tobat
Tobat berarti manusia menerima dan menanggapi undangan Allah untuk berkarya bersamanya. Tobat bukan berarti bahwa manusia harus jera, dan tidak melanggar perintah Allah lagi. Akan tetapi berarti manusia menanggapi undangan Allah yg mengandung kegembiraan pesta, usaha/jerih payah untuk memulihkan hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia.

Sesal
Menyesal yang dimaksud adalah bahwa manusia lebih mengandalkan hidup Allah dari pada kekerasan dan keangkuhan hati manusia. sebab dengan salib kristus, Allah telah menunjukan pada manusia, bahwa Dia menang atas segala-galanya. Maka sesal bukan hanya menekan perasaan bersalah yg menghinggapi manusia, tetapi mata manusia yg terbuka terhadap kenyataan bahwa cinta Allah mengalahkan segala rasa sesal manusia.

Niat
Niat adalah inisiatif manusia untuk mencari peluang dan meneruskan hidup Allah dalam lingkungan kita. Niat juga mengandaikan kemampuan manusia yang menggunakan fantasinya untuk mencari pintu Allah yang terbuka. Dengan demikian, manusia bisa masuk melalui pintu tersebut, dan selanjutnya berpartisipasi dalam karya keselamatan Allah bagi hidup manusia.

Pengakuan
Bukan pertama-tama menitikberatkan pada pengakuan dosa manusia belaka, melainkan pengakuan iman sebagai orang yang berdosa. Kristus wafat bagi dosa manusia, kemudian Ia dibangkitkan Allah, supaya manusia dapat bergandengan tangan dengan Allah.

dikutip dari MB HAL 233

salam…

ond32lumut :afro:


Hi bro onde2, mari kita diskusi ya, walau berbeda, biarlah mejadi perbandingan saja.

Pandangan Kristen Reform :

Untuk apa Bertobat ? dan Tobat.

Bagi orang yang bertobat, dia menyadari dirinya yang berdosa dan najis, sehingga dia harus bertobat, artinya, berpaling dari dosa, berbalik pada Allah.

Manusia tidak mampu bertobat, kalau Allah tidak merubah dirinya dari dalam, memberi roh baru, hati baru, hati yang taat, Roh Allah diam bersama, Iman, pembenaran dengan tidak mengingat2 dosa kita.

Manusia tidak mungkin tidak bertobat, setelah Tuhan membuka selubungnya yang tertutup, membuat dia menyadari akan dirinya yang berdosa dan najis.

Jadi pertanyaannya bukan untuk apa bertobat ? Layakkah kita bertobat ?
Tuhan melayakkan kita, sehingga kita dapat bertobat.

Manusia yang berdosa, yang tidak membutuhkan Tuhan, yang buta, tuli, terselubung, tidak membutuhkan keselamatan, tidak mengetahui jalan keselamatan.

Karya keselamatan Allah tetap berjalan, walau kita tidak bertobat, karena memang Allah memilih Umat pilihanNya, bagi diri Nya.

Manusia tidak dapat bertobat, kalau tidak mendapat anugerah dari Tuhan.

Allah yang kasih, memanggil Umat pilihan Nya, Allah yang maha Adil menghukum dosa.

[b]DOSA :

Kelakuan yang tidak mencapai standard Allah, tidak memenuhi tujuan Allah menciptakan manusia.

SESAL[/b]

Penyesalan , hanya ada pada manusia, setelah dia di lahir barukan oleh Roh Kudus.
Penyesalan akan dirinya yang berdosa dan najis, yang lebih mementingkan diri dari pada Penciptanya.

Penyesalan , menyadari betapa Tuhan Yesus rela mati bagi dirinya yang tidak layak.

NIAT:

Sekarang orang yang telah lahir baru, telah mempunyai tujuan.
Tujuan hidupnya, hanya lah untuk memuliakan Tuhan dan bersekutu dengan Tuhan, dan bergaul dengan Tuhan.

PENGAKUAN :

Dengan hatinya , dia percaya dan menyerahkan seluruh hidupnya,
dengan mulutnya, dia mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru selamat pribadinya.

Saya percaya pada Allah yang Esa, yang 3 pribadi, Allah Bapa , Allah Anak , Allah Roh Kudus, yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Keselamatan hanya ada di dalam Kristus, keselamatan hanya lah ANUGERAH ALLAH.

Manusia tidak mampu mendapat keselamatan, kalau Allah tidak menganugerahkan kepada nya.

Kasihan orang2 yang TIDAK DIPILIH untuk BERTOBAT, mereka DICIPTAKAN KHUSUS untuk menjadi PENGHUNI NERAKA, tuhan ataukah siapa itu?

;D ;D ;D

hai juga sis Rita…, wah hampir kelewat posting sista ini… hehehe… kabar baik kan?

ok mari kita diskusi, dengan senang hati sista, benar sekali kita perlu membandingkan… dan saling mengenal… :slight_smile:

hehe… saya ga tau harus mulai dari mana… :slight_smile:

sista rita, saya kira kedua pandangan diatas: (pandanan katolik dan pandangan reform) perbedaannya dimulai dari konsep dasarnya. tentang hakikat manusia, hakikat hubungan manusia dengan Tuhannya.

simplenya… predestinasi atau tidak.
namun saya ingin supaya kita tidak masuk dalam ranah diskusi doktrinasi, atau alkitabiyah dulu… kita mulai dari tataran filosopis dulu, baru setelah itu kita bisa masuk dalam tataran kitab.

namun saya rasa kita akan OOT :slight_smile: bagaimana kalau kita diskusi di treat yg sesuai saja sista?

btw, saya akan sedikit menanggapi dulu…

pemikiran katolik diatas didasarkan pada konsep bahwa manusia bekerjasama dengan Allah dalam karya keselamatan.

iman adalah respon dari manusia.

Allah berkata: YESUS adalah Tuhan dan juru selamat. maka respon bahwa, iya kami percaya! itu adalah keimanan kita. respon itu adalah kehendak bebas manusia. karena tanpa kehendak bebas manusia tidak mempunyai nilai, dan tidak perlu bertanggung jawab. benar tidak bisa dibenarkan salah pun tidak bisa disalahkan, karena sudah dittentukan. semua ada ditangan Tuhan, jadi segala sesuatu, jahat atau tidaknya manusia, dosa atau kudusnya manusia adalah tanggung jawab dari Tuhan.

maka jika bertolak dari pemikiran Allah yg maha kasih atau maha sempurna… maka selanjutnya kita akan bertanya: kenapa Allah membuat manusia berdosa, kenapa Tuhan membuat manusia lemah? bukankah Ia maha sempurna? tidak bisakah dia membuat manusia itu sempurna?

jika Allah maha kasih… : maka kita juga akan bertanya: kenapa Allah menciptakan manusia hanya untuk “berperan” sebagai antagonis didunia ini… dan akhirnya simanusia ini tidak selamat dan binasa…

jika Allah adil… :kenapa Allah menghukum sesuatu yg sudah Ia tetapkan sendiri. artinya jika saya sudah ditetapkan sebagai yg tidak terpilih, maka apapun yg saya usahakan saya tetap idak terpilih… bukankah itu bukan kesalahan saya…? karena saya tidak berdaya atas diri saya… maka saya seharusnya tidak harus bertanggung jawab atas kesalahan saya. justru saya akan bertanya pada Tuhan, kenapa saya tidak dianugrahi oleh Tuhan? apa salah saya?

segala hal, khususnya perbuatan bagi saya akan bernilai jika itu adalah kehendak bebas. saya sering tulis bahwa

kasih yg ada karna dipaksa, terpaksa, atau ditentukan is nothing.
maka saya tidak akan bisa disebut mengasihi Tuhan kalau saya dipaksa, terpaksa, atau ditentukan.

salam sista… :slight_smile:

Bro, memang benar sekali, mulai dari dasar saja.

Manusia yang telah kehilangan kemuliaan Tuhan, akibat kejatuhan Adam, tidak lagi memiliki free will untuk mencari Tuhan, hanya memiliki free will melakukan keinginan sendiri dan keinginan iblis, selubung yang menutupinya, membuat di atidak mempunyai kemampuan merespon Allah, karena ilah jaman ini telah membutakannya, itu yang di sebut MATI ROHANI.

Sehingga , pada saat orang itu tidak mendapat anugerah dari Tuhan, keadaannya yang tetap terselubung, Tuhan Yesus mengatakan, dia mati dalam dosanya, Tuhan membiarkannya di dalam keadaan berdosanya, dia di hukum karena dosa dia sendiri.

Allah tidak pernah memaksa manusia untuk mengasihi Nya dan datang pada Nya.

Dengan membuka selubung yang tertutup pikiran, mata dan telinga, manusia sendiri yang melihat bagaimana keadaannya yang begitu berdosa dan najis, menyadari diri nya yang membutuhkan Tuhan, dengan free willnya, datang ke hadapan Tuhan, setelah dia mendengar Firman Tuhan yang mengajak dia bertobat.

Ingatkah kamu pertama kali kita bertobat, malu dan menyesal, tidak ada yang memaksa kita, tetapi kitalah yang telah di buka pikirannya oleh Tuhan, sehingga dapat menyadari keberadaan kita yang berdosa, dan membutuhkan juru selamat.

Allah adalah Allah yang berdaulat, kasih. Allah pencipta manusia, apakah Allah menghendaki paksaan , supaya kita mengasihi Nya.

Saya percaya , Allah kita juga tidak mengingini kasih paksaan.

Allah adalah pencipta kita, tentu Dia mengetahui segala sesuatu yang ada di dalam diri kita, hati kita pikiran kita.

Dalam keadaan mati rohani, manusia tidak dapat bekerja sama dengan Tuhan, tangan Tuhan yang menarik kita keluar dari lobang dosa, barulah kita dapat merespon Tuhan.

Ini memerlukan pegumulan untuk dapat mengerti mistery keselamatn Allah.

Pada saat di taman eden, Tuhan mengatakan, engkau akan mati, tetapi mereka tidak mati, saya bingung membacanya, achirnya baru mengerti mati rohani.

Kehilangan kemuliaan Tuhan, terpisah dengan Allah, menjadi hamba keinginan sendiri dan hamba setan, selubung menutupi pikiran, sehingga tidak mempunyai kemampuan mencari Allah.

Dari sinilah saya baru mengerti, kita tidak mempunyai free will mencari Allah, karena keadaan kita yang mati rohani.

Tetapi kita tetap mempunyai free will melakukan apa yang kita kehendaki, tetepi untuk ke Tuhan, ada jurang yang dalam yang tidak dapat di seberangi oleh kita.

@Sis Rita:

saya coba rangkum maksud sista…
benar`sekali apa kata sista itu… :slight_smile:

menurut keyakinan saya, bahwa ketika seseorang itu dibabtis, orang tersebut telah lahir baru… dosa asalnya telah dihapus. sehingga memungkinkan manusia untuk berdamai dengan Allah dan kembali bergandengan tangan denganNya.

Adam adalah manusia yg membawa manusia pada kejatuhan dosa.
dosa satu orang mengakibatkann semua manusia terpisah dari Allah… begitu pula karena ketaatan 1 orang manusia yakni YESUS seluruh dosa manusia ditebus, sehingga kembali mendamaikan manusia dengan Allah.

YESUS adalah adam yg baru.

Allah tidak pernah memaksa manusia untuk mengasihi Nya dan datang pada Nya.
Allah adalah Allah yang berdaulat, kasih. Allah pencipta manusia, apakah Allah menghendaki paksaan , supaya kita mengasihi Nya.

Saya percaya , Allah kita juga tidak mengingini kasih paksaan.

saya sepakat dengan ini sista, seperti saya katakan bahwa hal yg dipaksa, terpaksa, adalah jelas bukan kasih
maka tentu Allah mengendaki kita mengnahasihiNya. sebuah penentuan(predestinasi) jelas adalah sebuah paksaan. seperti sista berkata bahwa Allah tidak memaksa kita. kalau memaksa saja tidak, apalagi menentukan. itu menurut logika saya…

Kasih yg sejati adalah kasih yg muncul dari kehendak bebas. YESUS juga menguunakan kehendak bebasnya untuk mengorbankan diriNya bagi umat manusia.

Dan sekarang manusia dipanggil kembali dalam karya keselamatan Allah…

Dosa berarti tidak sanggup lagi bekerja sama dengan Allah dalam karya keselamatan.
Tobat berarti manusia menerima dan menanggapi undangan Allah untuk berkarya bersamanya

salam… :slight_smile:

sebuah penentuan(predestinasi) jelas adalah sebuah paksaan. seperti sista berkata bahwa Allah tidak memaksa kita. kalau memaksa saja tidak, apalagi menentukan. itu menurut logika saya...

Kasih yg sejati adalah kasih yg muncul dari kehendak bebas. YESUS juga menguunakan kehendak bebasnya untuk mengorbankan diriNya bagi umat manusia.

Disini kita menjadi dilema, kalau kita mengatakan Allah tidak menetukan, kita menjadi bertentangan dengan Firman Nya.

Ef 1 : 4
[b]Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,[/b]

Dengan KASIH ALLAH , menentukan kita dari semula.

Kamu kan selalu mengatakan dengan kasih Allah ingin kita semua selamat, jadi bertentangan ddengan 2 ayat diatas.

Maukah kamu mencoba renungkan, atau masuk ke bahasa Inggris, membandingkan maksud dari 2 ayat ini.

Jadi dengan KASIH ALLAH, Allah memilih dan menentukan dari sebelum dunia di ciptakan.

Dilema dengan , kalau kita mengatakan Allah ingin semua supaya selamat, tetapi ternyata Allah telah memilih Umat Pilihan Nya, sebelum dunia di ciptakan. :cheesy:

Saya dari kecil di baptis, tetapi lahir baru nya setelah dewasa, jadi memang baptisa air tidak mempertobatkan kita.

Ada yang dari Budha, setelah dewasa di injili, bertobat, lalu dia di baptis sebagai tanda pertobatan.

Baptisan air, sering tidak seiring dengan pertobatan lahir baru, karena banyak dari kita sudah di batis dari bayi.

Di gereja saya, membaptis air anak, dianggap seperti sewaktu Tuhan Yesus di sunat pada hari ke 8, menyerahkan anak ke Tuhan.

Setelah dia dewasa, baru dia belajar Firman Tuhan, mengerti dan di sidi, itupun banyak sekali yang belum lahir baru, memang seperti Yesaya mengatakan, waktunya kita bukan waktunya Tuhan.

lahir baru adalah pribadi kita dengan Tuhan, dimana Tuhan melahir barukan kita, menyadarkan kita akan keberdosaan kita, pada saat mendengar Firman Tuhan, barulah kita dapat datang pada Tuhan dengan free will, karena kita telah sadar bahwa kita berdosa.

@rita

menurut saudara rita manakah yang mendahului kedua hal dibawah ini

  1. KETETAPAN TUHAN
  2. KEMAHATAHUAN TUHAN

Tuhan tidak terikat pada waktu dan ruangan seperti kita manusia.

Allah yang berdaulat, maha tahu, menetapkan segala sesuatu dengan tanpa terikat waktu, kita tidak dapat membayangi seperti cara kita, mana lebih dulu.

:cheesy:

@rita

loh ga dijawab yah. klo gtu bisa berabe donk dibandingkan dengan tulisan anda dibawah ini :

Disini kita menjadi dilema, kalau kita mengatakan Allah tidak menetukan, kita menjadi bertentangan dengan Firman Nya. Jadi dengan KASIH ALLAH, Allah memilih dan menentukan dari sebelum dunia di ciptakan.

Dilema dengan , kalau kita mengatakan Allah ingin semua supaya selamat, tetapi ternyata Allah telah memilih Umat Pilihan Nya, sebelum dunia di ciptakan. cheesy

Jd bisa menimbulkan keraguan dalam beriman loh klo ga bisa menyelaraskan hal tersebut diatas karena
kedua hal diatas tidak bertentangan sama sekali.
tp apalah saia masih sama sama belajar. amin :angel:

Mau Tobat Aja Ribet Ya Banyak Istilahnya :cheesy:

Oh Iya Bro nanya tentang maksud Tobat yg Td Di jelaskan Di Atas
Jadi Orang Tobat Bisa melakukan Dosa Yg sama lg Donk?

Tapi Klo Saya Baca Ayat Ini :
Yohanes 8:11 :lalu kata Yesus:’’ Aku pun tidak menghukum engkau.Pergilah,dan jangan berbuat dosa lagi dari sekarang.

maksud Yesus Di atas berarti bukan tobat donk?

Mau Tobat saja kok bingung :smiley:

Tobat itu yang terpenting adalah dengan Tulus Hati.

Baik Katolik maupun Prostestan, kalau mau tobat tetapi ga tulus hati ya ga bisa ;D

sista Rita, … Ternyata susah diskusi tanpa kitab suci dulu ya… :slight_smile:
kenapa saya ajak tanpa kitab suci dulu, karena saya tau bahwa perdebatan predestinasi ini akan panjaaaaang… dan rumit… hehehee… saya ingin kita menggunakan akal sehat dahulu, supaya lebih “bebas” dulu pola pikirnya… :slight_smile:

kalau bicara ayat2 kitab suci ttg predestinasi maka kitab suci sekilas akan tampak kontradiktif, Misal;

Kejadian
[i]2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."[/i]

manusia diciptakan dengan kehendak bebas, dan Allah memberikan manusia pilihan.

Yehezkiel 18:23 Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?

Allah dengan kasihNya tidak menginginkan kematian umat manusia sama sekali bahkan orang fasik sekalipun, Allah merindukan pertobatan Manusia.

Mazmur 14:2 TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.

Allah memilih bukan berari mempredestinasi. manusia punya bagian/Tugas untuk mencari Allahnya…

Yesaya 55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Amos 5:4 Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!

“Cailah Allah”, menjadi Syarat kehidupan…

Roma
[i]2:5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.

2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,

2:7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,

[/i]
syarat dan ketentuan berlaku… :slight_smile:

[i]2:8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.

2:9 Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani,

2:10 tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani.

2:11 Sebab Allah tidak memandang bulu. [/i]

dan rasanya semua ayat kitab suci ditujukan kepada kita manusia agar kita mampu menuruti perintahnya bekerja sama dengan Allah dalam karya keselamatan Nya kepada kita. kalau terpredestinasi, maka selesailah sudah arti hidup kita… so, kenapa kita harus ada didunia?

Allah memang mengetahui apa yg akan terjadi pada kita… apakah kita akan selamat atau tidak (karena Dia Maha Tahu) bahkan Allah telah mengetahui apa saja yg kita pilih, Allah mengetahui semua nya hingga akhir dunia. tidak ada dimensi ruang dan waktu bagi Allah. namun dengan mengetahui semuanya bukan berarti Allah Menginterfensi, mengatur manusia sebagai wayang/robot…


Ilustrasi:

seorang guru yg melihat muridnya yg suka bolos… mungkin bisa menduga kalau kelak anak ini sangat besar kemungkinan tidak lulus. (jika Allah sudah bisa memastikan, karena Allah maha tahu).

Guru yang baik akan memperingatkan simurid, supaya simurid mau kembali belajar… mendrong simurid untuk mau belajar, tak henti2nya sang guru mendekati simurid dengan kasih sayang… merayunya, melakukan segala upaya supaya simurid mau rajin sekolah dan belajar…

Guru sangat ingin simurid mau bekerjasama dengan sang guru demi supaya simurid menguasai materi pelajaran dan nantinya dia akan lulus dengan nilai yg baik.

Sang Guru memang berkuasa memberkan nilainya, Sang guru juga berkuasa untuk meluluskan muridnya itu, namun sang guru itu menyayangi muridnya, sehingga sang guru tidak serta merta memberikan nilainya kepada murid itu, sang Guru ingin muridnya bener2 tahu dan menjadi murid yang berprestasi, supaya masa depan si murid menjadi gemilang… so, dalam hal ini sang Guru telah bertindak menyayangi muridnya dengan bijaksana dan Adil.

pembabtisan dalam Gereja katolik bukalah berarti pertobatan.
7 sakramen:
Baptis, Ekaristi, Krisma, Tobat, Imamat, Pernikahan, Minyak suci (orang sakit)

jadi babptis adalah langkah pertama dalam kehidupan kristiani.

Permandian bayi berkaitan erat dengan doktrin Dosa Asal. Gereja Katolik mengajarkan setiap manusia lahir ke dunia dalam keadaan berdosa oleh akibat dosa asal yang diturunkan oleh Adam manusia pertama, maka dengan demikian, Gereja juga memberikan jalan bagi pembaptisan bayi, yang dimaksudkan untuk membersihkan sang bayi tersebut dari dosa asal, dan mempercayakan pertumbuhan imannya ke tangan para orang tua dan orang tua baptis anak tersebut; karena Gereja mengenal pembaptisan sebagai jalan untuk membawa anak tersebut kepada Keselamatan.

Rasul Paulus mengajarkan, karena kita lahir dengan dosa Adam, maka kita semua perlu dibaptis (Rom 5:18-19).
Yesus sendiri mengajarkan agar anak-anak jangan dihalangi untuk datang kepada-Nya (lih. Mrk 10:14).

simple nya: Sakramen Baptis perlu demi keselamatan orang-orang yang belum dibaptis. Sedangkan sakramen tobat perlu demi keselamatan orang-orang yang sudah dibaptis tetapi jatuh dalam dosa berat.

saya sebenarnya senang untuk berdiskusi dengan sista, tapi kalau kita teruskan disini pasti akan terkategori OOT… :slight_smile: so, kalau bersedia bolehlah kita lanjutkan di board yg sesuai… ttg predestinasi… kalau ttg tobat dan keselamatan, dll… pastilah tidak nyambung karena dasarnya sudah bertentangan… :slight_smile:

Tuhan Sertamu…

Salam… :slight_smile:

ribet ya?
hehehe memperdalam makna pertobatan saja bro… :slight_smile: bicara hakikat…

disini tobat tidak dimaknai sebagai Kejeraan, Kapok, Takut, dll… kenapa jadi kapok/Jera? karena kena batunya? karena merasa terhukum? Allah tidak menghukum. bukanlah pertobatan dengan spirit takut atau jera, namun karena kesadaran manusia akan panggilannya untuk bekerjasama dengan Allah dalam karya penyelamataNya kepada manusia itu sendiri. dengan demikian genaplah Allah yg maha Kasih dan lembut…

Hakikat pertobatan adalah kesadaran, bukan kejeraan… :slight_smile:

ayat:
Yohanes 8:11 :lalu kata YESUS:’’ Aku pun tidak menghukum engkau.Pergilah,dan jangan berbuat dosa lagi dari sekarang.

dengan demikian YESUS mengajak kita untuk terus bekerja sama dengan Allah dalam karya keselamatanNya.

masalah pertobatan… mudah2an ga OOT

Menurut saya
Pembabtisan memang bukan bukan berarti pertobatan, tetapi pertobatan itu berasal dari hati

Sewaktu saya babtis Katolik, saya merasakan “ketenangan/ ketentraman batin” yang mungkin tidak dapat dikatakan…
“Plogg rasanya…” dan ada sukacita :smiley:

Jadi pertobatan hati, datang dari kesadaran diri akan dosa dan kemauan untuk berusaha/belajar menjadi lebih baik.

Salam :slight_smile:

nice! :afro: tambahan: sehingga kembali menjadi mitra Allah dalam karyaNya untuk keselamatan kita.

Tobat berarti manusia menerima dan menanggapi undangan Allah untuk berkarya bersamanya.

supaya karya keselamatan Allah dapat berlangsung terus didalam seluruh hidup kita didunia.

Sorry bro, baru masuk.
Saya kan sudah jawab, Allah tidak terikat waktu, apa yang merupakan rancangan Allah, selesai pada saat itu, kita manusia yang harus menjalani waktu untuk tiba di rancangan Allah.

Jadi bagi Allah tidak ada yang mana dulu.

Bro onde2, menganut, Allah kasih, jadi semua manusia ingin di selamatkan.
Sedangkan Ef 1 : 4 , mengatakan di dalam kekekalan Allah telah memilih Umat Pilihan Nya.

Kedua hal tersebut bertentangan, sepihak ingin seluruh manusia selamat, sepihak Allah memilih Umat Pilihan Nya.

Betul sekali bro, saya telah membaca tulisan kamu.

Bro Onde2, terima kasih , tentang ajaran nya, memang saya sudah melihat, dasar kita sangat berbeda.

Bagi saya selalu, kalau Allah tidak bekerja di dalam diri kita, kita tidak mungkin dengan free will kita dapat datang pada Tuhan.

Ini perbedaan yang sangat mendasar, kalau berbeda, kita kesulitan meneruskan diskusinya.

Its ok, bro, saya senang , paling tidak kita berdua dengan jujur masing2 mengeluarkan pandangan kita, sehingga, sekarang kita menyadari perbedaan kita.

Ok , terima kasih bro, GBU.

@rita

mantap pendapat anda yang ini saia senang :slight_smile:

Allah tidak terikat waktu, apa yang merupakan rancangan Allah, selesai pada saat itu, kita manusia yang harus menjalani waktu untuk tiba di rancangan Allah.

Amin.saudaraku :angel:

Tq juga bro, segala puji hanya untuk Allah Tuhan kita.