Reli Doa Akhir Pekan Ini Membawa Pengharapan Baru Bagi Amerika

Gubernur Texas Rick Perry mengatakan reli doa yang akan diadakan Sabtu ini memiliki dua tujuan – meninggikan nama Yesus dan meminta agar Tuhan memberikan pengharapan dan arahan bagi Amerika.

Gubernur Perry mengatakan kepada Family Research Council mengenai apa yang ia bersama dengan sekelompok koleganya membahas tentang bagaimana memecahkan masalah yang ada di Amerika.

“Mari kita bertindak secara alkitabiah. Mari kita mengikuti perintah Tuhan,” ujar Perry mengenai keputusan kelompok tersebut. Gubernur Perry mengatakan reli doa ini tidak akan dijadikan muatan politik.

Event di hari Sabtu ini, “The Response: A Call to Prayer for a Nation in Crisis”, akan diadakan di Reliant Stadium Houston. Ribuan orang Texas diharapkan untuk hadir.

Pekan lalu seorang hakim federal mengajukan gugatan dari Freedom From Religion Foundation memprotes seruan doa Perry.

“Sang hakim tidak memenangkan kasus ini dan acara doa nasional akan berjalan sebagaimana yang direncanakan. Ini adalah serangan kepada hak Amandemen Pertama dari setiap orang Amerika, dan serangan itu mengalami kegagalan total,” ujar Kelly Shackelford selaku CEO dan presiden dari Liberty Institute.

Gubernur Texas yang sedang mempertimbangkan untuk mencalonkan diri menjadi presiden, menempati posisi kedua dari jajak pendapat di KTT Konservatif Barat pada akhir pekan lalu. Perry akan menyampaikan pidatonya kepada kelompok ini di hari Jumat malam.

Kebebasan beragama menjadi sebuah hal yang dipersepsikan secara berbeda pada masing-masing orang. Sementara sebuah kelompok menganggapnya sebagai sebuah kebebasan untuk berhubungan dengan Tuhan yang mereka percayai, kelompok lainnya menganggap sebagai sebuah hak dan kewajiban untuk mengatur bagaimana seharusnya seseorang menjalankan kepercayaannya agar tidak mengganggu kepentingan kelompoknya. Betapa dunia saat ini sudah jungkir balik ketika sebuah kebenaran dianggap sebagai sebuah kesalahan dan sebuah kesalahan dapat dibenarkan sepanjang menyangkut kepentingan kelompok.

Source : cbn.com