Rencana Tuhan dalam kekayaan , Bag I -7

Rencana Tuhan dalam kekayaan , Bag I

Money can buy house but not home
Money can buy bed but not sleep
Money can buy clock but not time
Money can buy book but not knowledge
Money can buy food but not appetite
Money can buy position but not respect
Money can buy medicine but not health
Money can buy sex but not love
Money can buy insurance but not safety . etc.

Pepatah ini menjelaskan kepada kita bahwa manusia membutuhkan uang karena bisa digunakan berbagai macam kebutuhan hidup tetapi uang tidak bisa mendapatkan segala-galanya, uang hanyalah sarana mencapai sesuatu yang diinginkan , tetapi kalau salah mengunakan uang justru akan merusak dan menghancurkan hidupnya . Itulah sebabnya penting kita belajar masalah keuangan dengan benar sehingga uang jadi bermanfaat bukan mencelakakan . Setelah selama 9 bulan kita belajar bagaimana hidup berkenan dihadapan Tuhan yaitu dengan “ Memisahkan hidup yang lama kepada hidup baru “ sehingga menghasilkan seorang yang punya kepribadian kerajaan Allah, dan mau melayani Raja segala raja ( imamat rajani ), sebab hanya seorang yang menyadari dan berfungsi sebagai bagian Tubuh Kristus yang akan mendapat kepercayaan untuk “ Mengelola kekayaan “ , untuk itu kita akan belajar bagaimana criteria Tuhan mengelola “ Kekayaan “ Kerajaan Allah !

Kekayaan bangsa-bangsa akan dibawa kepada Tuhan .

• Tuhan menyerahkan kekayaan bangsa-bangsa kepada Umat-Nya , melalui kisah perjalanan hidup Yusuf dari seorang budak diangkat menjadi penguasa Mesir , sehingga Yusuf menjadi penguasa yang sangat dihormati dan kaya raya . hikmat yang Yusuf miliki karena Yusuf seorang yang takut dan hormat akan Tuhan . Kejadian 41 : 33 - 41 . ini berbicara kondisi saat ini jangan buat patokan layak tidak kita bisa dipercaya Tuhan , sebab bagi Tuhan tidak ada perkara yang mustahil !

• Ketika Musa diutus membebaskan Bangsa Israel , Tuhan berkata bangsa Mesir akan digerakkan untuk menyerahkan kekayaannya kepada bangsa Israel, Kel 3 : 21-22 ( waktu itu bangsa Israel pasti tidak percaya karena kondisi mereka sebagai budak ) setelah Tuhan mendemontrasikan Kuasa-Nya, akhirnya bangsa Israel mengalami apa yang Tuhan katakan Bangsa Mesir menyerahkan kekayaan kepada mereka . saat mereka keluar dari Mesir . Keluaran 12 : 35-36 .

• Diakhir zaman ini Tuhan akan melakukan demontrasi kuasa-Nya lagi dengan menggerakkan bangsa-bangsa untuk menyerahkan kekayaan mereka kepada umat-Nya seperti yang tertulis dalam ;

Wahyu 5 : 12 , “ Anak domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa , dan kekayaan, dan hikmat , dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan dan puji-pujian “ Pada akhir zaman ini , kekayaan bangsa-bangsa akan dibawa kembali kepada Tuhan sebab ;

Pada mulanya semua yang diciptakan adalah bagi kemuliaan–Nya , ( Kol 1:16 )

Setelah manusia jatuh dalam dosa maka kekayaan itu dikuasai oleh iblis untuk membangun kerajaan iblis didunia ini , tetapi hal itu tidak akan dibiarkan terus oleh Tuhan , jadi kekayaan itu harus dikembalikan bagi kemuliaan-Nya melalui umat pilihan yang berkenan dihadapan-Nya ,

Rencana Tuhan ini pasti terlaksana tidak akan gagal ( 1 Raja2 8:56 / Ayub 42:2 )

Wahyu 21 : 24-26 , “ Dan bangsa-bangsa akan berjalan didalam cahaya-Nya dan raja-raja dibumi membawa kekayaan mereka kepadanya ; dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari sebab malam tidak ada lagi disana ; dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya . “Ayat ini dengan jelas mengatakan bangsa – bangsa akan membawa kekayaan dengan suka rela kepada kota Tuhan ( gereja ) karena pertama kehidupan umat Tuhan jadi teladan , kedua karena mereka kagum akan kemuliaan Tuhan yang ada dikota tersebut !

Kekayaan bangsa-bangsa akan dibawa kepada umat Tuhan .

 Ayub 27:16-17 , “ Jikalau ia menimbun uang seperti debu banyaknya , dan menumpuk pakaian seperti tanah liat, sekalipun ia yang menumpuknya, namun orang benar yang akan memakainya, dan orang yang tidak bersalah yang akan membagi-bagikan uang itu “

Ayat ini mengatakan tugas atau fungsi dari orang kaya didunia hanyalah untuk terus menumpuk uang , sedangkan yang memakai uang itu nantinya adalah umat Tuhan mari kita merenungkan hal ini kekayaan bangsa-bangsa akan diberikan kepada umat Tuhan yang tentunya hidup dalam kebenaran . Oleh sebab itu jangan kita fokuskan hidup hanya untuk hal-hal yang sesaat tetapi mari kita fokus untuk hari-hari terakhir yang segera terjadi bagaimana kita dipercaya menggunakan kekayaan bangsa-bangsa !

 Amsal 13:22 , “ Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar “

Amsal ini menjelaskan bahwa kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar, kata “ Disimpan “ berarti bahwa saat ini kekayaan tersebut memang masih ditangan orang bedosa , tetapi mereka hanya diberi peran untuk menyimpan saja , kalau sudah waktunya kekayaan itu akan diberikan kepada umat Tuhan yang berhak memakainya .

Berapa banyak kekayaan yang akan diberikan kepada Umat Tuhan ? .

 Yesaya 66:12 , “ Sebab beginilah Firman Tuhan ; Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir; kamu akan menyusu, akan digendong, akan dibelai-belai dipangkuan

Tuhan yang akan mengalirkan kekayaan bangsa-bangsa seperti air yang membanjir , kata membanjir menjelaskan kekayaan tersebut dikirimkan bukan hanya mengalir saja tetapi sangat deras sampai melebihi kapasitas penampungan , jadi kita bisa membayangkan betapa melimpahnya kekayaan bangsa-bangsa yang akan dikirimkan kepada kita sampai tidak mampu menampung lagi karena melimpah ruah .

 Yesaya 60:11 , “ Pintu-pintu gerbangmu akan terbuka senantiasa, baik siang maupun malam tidak akan tertutup, supaya orang dapat membawa kekayaan bangsa-bangsa kepadamu , sedang raja-raja mereka ikut digiring sebagai tawanan.”

Diayat ini menunjukkan betapa derasnya kekayaan bangsa-bangsa yang akan diberikan kepada umat Tuhan, sehingga tidak cukup hanya siang hari saja tetapi harus terus dibuka sampai malam sebab kekayaan bangsa-bangsa itu akan deras mengalir masuk kedalamnya . ( dimasa sekarang hal ini bukan hal yang aneh karena sistem perbankan secara online melalui internet banking bisa mengirim dan menerima kapan saja )

Kapan kekayaan itu akan dibawa kepada umat Tuhan ?

Yesaya 61 : 6 , “ Tetapi kamu akan disebut Imam Tuhan dan akan dinamai pelayan Allah kita kamu akan menikmati kekayaan bangsa-bangsa dan akan memegahkan diri dengan segala harta mereka “. Saat penggenapan rencana ini ditandai dengan penyebutan umat Tuhan sebagai IMAM dan sebagai PELAYAN yaitu ;

• Imam Tuhan berbicara seorang yang mengakui dirinya sesungguhnya hamba Tuhan punya sikap hormat kepada Tuhan sebagai tuannya , kalau dipercaya kekayaan pasti menyadari bahwa drinya bukan sebagai pemilik tetapi hanya sebagai pengelola saja ! ( Lukas 16:1-9 )

• Imam menyadari tujuan hidupnya hanya untuk menyenangkan hati Tuhan , melayani Raja diatas segala Raja , kalau dipercaya kekayaan bukan hanya untuk diri saja tetapi dimanfaatkan untuk pekerjaan yang sangat luas !

• Seorang Imam setia membawa korban bagi dirinya sendiri ( persembahan hidupnya Roma 12:1-2 ) maupun bagi umat Tuhan yang lain ( suka bersyafaat ) seorang Imam menghormati sabat, memiliki perhentian didalam Tuhan, menghormati waktu untuk ibadah kepada Tuhan secara internal maupun secara eksternal ! ( Ibrani 4:10 )

• Menjadi Imam dalam keluarganya, jadi teladan dan pembimbing rohani bagi istri maupun anak-anaknya sehingga keluarganya menjadi keluarga yang mengenal dan takut kepada Tuhan.

• Menjadi Pelayan memiliki sikap penundukan diri mau diatur lewat pimpinannya tidak liar melayani menurut kemauannya sendiri , dan sebagai pelayan yang baik berfungsi sebagai bagian tubuh Kristus sehingga orang yang melihatnya mengatakan dirinya sebagai pelayan Allah !

• Walau sebagai pelayan yang diatur tetapi harus memiliki jiwa kepemimpinan punya inisiatif , disiplin , teliti dan kreatifitas untuk mengembangkan pelayanan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya , bukan hanya menunggu komando terus ( seperti robot saja )

• Tuhan mencari Pemimpin yang berjiwa pelayan dan pelayan yang memiliki kepemimpinan itulah yang dipercaya untuk mengelola kekayaan Kerajaan Allah , kalau tidak punya kepemimpinan pasti akan dihapus dari catatan Tuhan untuk menjadi pengelola kekayaan Kerajaan Allah .

Melalui ayat ini kita tahu hanya mereka yang merespon fungsi diri sebagai Imam dan Pelayan yang akan dipercaya Tuhan menggunakan kekayaan bangsa-bangsa !

Kita tahu semua kekayaan yang dipercayakan Tuhan kepada Imam dan pelayan digunakan untuk Memuliakan nama Tuhan , tetapi diayat tersebut tertulis juga memegahkan diri maksudnya dengan kekayaan bangsa-bangsa tersebut boleh kita menikmatinya , sebab Tuhan memperhatikan juga kepentingan umat-Nya secara lahiriah agar mereka bisa juga menikmati janji Tuhan yaitu hidup dalam kelimpahan ! ( Yohanes 10:10b / 1 Tim 6 : 17b . )

Oleh sebab itu mari sebagai umat Tuhan mau menjadi umat yang menikmati janji Tuhan , mulai bersikap sebagai IMAM yang mau MELAYANI Raja diatas segala Raja , dimulai terlibat dalam pelayanan di Gereja dimana Tuhan taruh untuk tumbuh bersama sesuai dengan talenta kita masing – masing maka Tuhan akan mempercayakan kita kekayaan bangsa-bangsa untuk dikelola bagi kemuliaan nama-Nya ! Amin .


Rencana Tuhan dalam kekayaan Bag II .

Kita sudah mempelajari rencana Tuhan dalam kekayaan diakhir zaman ini, yaitu Tuhan akan menggerakan bangsa - bangsa agar menyerahkan kekayaan yang mereka simpan untuk kemudian diserahkan kepada umat-Nya , sekarang kita belajar bagaimana berbahayanya kekayaan tanpa pengertian yang benar , itulah sebabnya penting kita mengetahui sisi baik maupun sisi buruk tentang kekayaan !

W.C Fields, mengatakan “ Orang kaya hanyalah orang miskin yang mempunyai uang “ demikian juga Henry Ward Beecher , mengatakan “ Seorang menjadi kaya atau miskin berdasarkan bagaimana ia memandang kekayaan bukan berdasarkan kekayaan materi yang ia miliki “

Banyak orang menilai sukses tergantung dari apa yang dihasilkan dan apa yang dipunyainya . Karena definisi inilah maka banyak orang menganggap seseorang yang mempunyai prestasi atau kekayaan yang lebih banyak dikatagorikan lebih sukses dibandingkaan mereka yang tidak banyak mempunyai , padahal Tuhan tidak pernah menilai berdasarkan apa yang kita punyai dan prestasi yang telah kita capai, tetapi berdasarkan sikap hati dan konsep tentang kekayaan itu sendiri !

Mari kita melihat sisi baik maupun sisi buruk dari memiliki kekayaan, sehingga rencana Tuhan dalam kekayaan tidak merusak hidup kita, Alkitab mengatakan dalam Lukas 12 : 20-21 “ Maksud Firman Tuhan ini mengingatkan kepada seseorang , apa gunanya kekayaan kalau ;

• Jiwanya binasa tidak bisa menikmati kekayaannya !?
• Tidak untuk memuliakan nama Tuhan maka itu akan mencelakakan dirinya sendiri !

Kekayaan dari sisi yang baik ;

  1. Kekayaan diberikan Tuhan untuk umat-Nya sebagai tanda perjanjian , sebab Tuhan yang kita sembah tidak lalai akan perjanjian-Nya , tetapi sayang umat Tuhan meremehkan perjanjian Tuhan karena dikuasai pikiran dunia , menyamakan janji Tuhan dengan orang dunia yang mudah lupa ! ( Bil 23:19 ) akibatnya umat Tuhan hidup dalam kekuatiran dan kecemasan akan masa depannya , sehingga sukar mengucap syukur dalam perjalanan hidupnya , mari kita melihat Ulangan 8 : 17-18 Ayat ini jelas memberikan informasi , semua yang kita miliki adalah dari Tuhan bukan oleh usaha dan kemampuan kita , dan diayat ini juga mengajarkan bagaimana bisa memperoleh kekayaan , yaitu minta kekuatan / kemampuan dari Tuhan untuk memperoleh kekayaan !

  2. Kekayaan diberikan untuk membuat anak-anak –Nya yakin bahwa ia memiliki Bapa yang dahsyat ,Yesaya 45 : 3 Banyak anak Tuhan tidak bisa melihat kedahsyatan Bapa sorgawi , Karena salah menilai masalah pemberian dan membandingkan Tuhan dengan orang dunia , mereka berpikir orang dunia yang kaya dan baik kalau anaknya minta sesuatu biasanya langsung memberi , tetapi kenapa Tuhan tidak menjawab doanya ? anak Tuhan tersebut tidak tahu segala masalah yang terjadi dalam hidupnya adalah untuk memiliki konsep pikiran yang benar akan kehendak Tuhan dan membangun Iman percaya, pengharapannya semakin kuat dan teguh lebih dulu , kebingungannya disebabkan banyak yang salah mengerti Matius 7 : 7-11 seolah-oleh Tuhan yang baik, pengasih, pemurah selalu memberikan apa saja yang diminta , dicari oleh umat-Nya tidak pernah berpikir kalau yang diminta kepada Tuhan sebetulnya dimata Tuhan bukan roti tetapi batu, yang diminta bukan daging tetapi ular , sehingga Tuhan tidak memberikan apa yang dimintanya tersebut karena akan membahayakan dan mencelakakan hidupnya , seperti peristiwa dalam kehidupan Hizkia dalam 2 Raja-Raja 20 suatu hari Hizkia menderita sakit, ia berdoa minta kesembuhan , setelah sembuh ia melakukan kesalahan besar yang membuat keluarganya dan bangsa Israel mengalami penderitaan , ketika ia sombong pamer kekayaannya kepada utusan Raja babel !

  3. Tuhan memakai umat-Nya untuk menjadi bendahara bagi pekerjaan Tuhan dibumi , sebab pelayanan membutuhkan banyak harta, itulah sebabnya Bapa sorgawi membutuhkan orang-orang yang bisa dipercaya menjadi saluran berkat bagi pekerjaan Tuhan dimuka bumi ini , kita melihat dalam pelayanan-Nya Tuhan Yesus juga mempunyai tim keuangan untuk mensuport pelayanan-Nya , sehingga Tuhan bisa focus dalam pelayanan-Nya tanpa diganggu kebutuhan akan uang , Lukas 8:3 “ Yohana istri Khuza bendahara Herodes , Susana dan banyak perempuan lainnya. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka “ Dari ayat ini kita melihat tim yang melayani rombongan pelayanan Tuhan Yesus dipimpin oleh Yohana istri dari bendahara Herodes dan memiliki anggota perempuan-perempuan kaya lainnya , sehingga Tuhan Yesus tidak perlu memikirkan masalah logistic dalam pelayanan-Nya , Jadi untuk itulah Tuhan mencari orang-orang yang bisa dipercaya mensuport pelayanan dimuka bumi ini !

  4. Tuhan tahu melalui kekayaan bisa menjalin hubungan dengan sesamanya , sebab pelayanan tujuannya adalah untuk menyelamatkan banyak jiwa-jiwa bagi kerajaan Allah , kita tahu orang kaya sangat mudah menjalin hubungan dengan sesamanya , perhatikan Firman Tuhan ini , Amsal 19:4 “ Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya “ Amsal 14:20 “ Juga oleh temannya orang miskin itu dibenci, tetapi sahabat orang kaya itu banyak “ Kita tahu dalam dunia ini kebanyakan lebih senang berada disekitar orang kaya daripada disekitar orang miskin, salah satu alasannya adalah karena berharap ikut serta menikmati kekayaan atau popularitas yang dimiliki orang kaya tersebut . Itulah sebabnya Tuhan ingin memberkati hidup kita umat-Nya sehingga banyak orang akan datang kepada kita walau awalnya motifasi mereka hanya soal kekayaan tetapi akhirnya bisa jadi umat Tuhan juga !

  5. Dari sudut pandang manusia orang kaya mempunyai posisi yang lebih tinggi dari orang miskin, cara menilai kebanyakan orang seperti itu memang salah, tetapi kita juga tidak menyangkal bahwa memang kekayaan akan membuat seseorang bisa mempengaruhi orang lain yang lebih miskin , Amsal 22:7 “ Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi “ itulah sebabnya banyak orang bergaya sebagai orang kaya agar bisa didengar dan bisa mempengaruhi orang lain seperti yang dikatakan Amsal 13:7 “ Ada orang yang berlagak kaya , tetapi tidak mempunyai apa-apa, ada pula yang berpura-pura miskin , tetapi hartanya banyak “ Dari pemahaman ini orang mendapatkan kekayaan bisa digunakan sebagai alat memperluas kerajaan Allah , yang terpenting sebetulnya adalah motifasi mendapatkan kekayaan untuk apa !

Kekayaan dari sisi yang buruk .

  1. Menganggap dirinya lebih bijak dan lebih disayangi Tuhan dibandingkan orang miskin, karena kebanyakan orang miskin tidak berani menyanggah perkataannya , menyebabkan ia merasa lebih pinter dari orang miskin , akhirnya membuatnya jadi sombong dan merusak hidupnya , Amsal 28:11 mengatakan “ Orang kaya menganggap dirinya bijak, tetapi orang miskin yang berpengertian mengenal siapa dia “

  2. Membuat seseorang mudah menyangkal Tuhan , karena ia tidak mengandalkan Tuhan dalam perjalanan hidupnya , sebaliknya lebih berharap kepada kekayaannya dan akhirnya Tuhan tidak lagi menjadi focus hidupnya hanya menjadi pelengkap saja , kita bisa melihat hal ini banyak orang kaya bertindak sesuai dengan apa yang ia inginkan tanpa peduli kehendak dan apa yang berkenan dimata Tuhan, itulah sebabnya Salomo mengatakan dalam Amsal 30:8-9 “ Jauhkanlah daripadaku kecurangan dan kebohongan . Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkan aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya kalau aku kenyang aku tidak menyangkalMu dan berkata ; Siapa Tuhan itu ? atau kalau aku miskin, aku mencuri dan mencemarkan nama Allahku “

  3. Hal yang buruk dan salah dalam menilai kekayaan adalah tidak pernah puas dengan apa yang Tuhan berikan dalam hidupnya ( Tamak ), mereka mengira jika telah mempunyai uang dalam jumlah tertentu mereka akan puas ! apakah memang demikian manusia bisa puas ? jelas tidak ! Pengkotbah 5:9 mengatakan “ Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun kesia-siaan “ Oleh sebab itu sikap yang harus dimiliki seseorang adalah rasa cukup dengan memiliki perasaan ini , bisa merasakan keuntungan yang sangat besar dalam ibadah mereka . ( 1 Timotius 6:6 ) bahkan filosof Plato mengatakan “ kekayaan terbesar adalah hidup puas dengan hal-hal kecil “

  4. Hal buruk dalam kehidupan seorang yang kaya adalah tinggi hati , cenderung bermegah dengan apa yang mereka miliki , merasa lebih pandai, lebih bijaksana , dari orang lain yang lebih miskin , akibatnya kebanyakan orang kaya sulit tumbuh rohaninya itulah sebabnya ada banyak peringatan yang Tuhan sampaikan khusus bagi orang kaya, seperti dalam , Yermia 9 : 23 “ , janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya …” juga dalam 1Timotius 6 : 17 mengatakan “ Peringatkanlah kepada orang-orang kaya didunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, …. “

  5. Hal buruk dalam hidup orang kaya adalah Cenderung suka menindas dan meremehkan orang yang lebih miskin , dalam Yakobus 2 : 6 dikatakan “ Tetapi kamu telah menghinakan orang-orang miskin. Bukankah justru orang-orang kaya yang menindas kamu dan yang menyeret kamu kepengadilan ? “ Itulah sebabnya Rasul Paulus juga memperingatkan hal ini kepada Jemaat yang ada diKolose , “ Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah kamu juga punya tuan disorga “ Kolose 4:1 . disini Paulus mengingatkan majikan jangan menindas karyawan seperti memberi gaji yang tidak layak sehingga berita tentang kasih Allah kabur karena prilaku majikan orang Kristen yang tidak adil .

Dan banyak lagi keburukan orang kaya yang tidak memahami untuk apa sebetulnya kekayaan yang dipercayakan Tuhan kepadanya , bukan hanya untuk;

• Memuaskan segala keinginan hatinya saja , ( Pengkotbah 2: 10 )
• Untuk hidup berfoya-foya selama hidup didalam dunia ( Yakobus 5:5 )
• Memusatkan hati dan pikirannya kepada kekayaannya ( Matius 6:20-21 )

Itulah yang menyebabkan orang kaya sukar mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan ( Lukas 18:22-23 .) sampai Tuhan Yesus sendiri menegur dengan keras dengan kata “ Celakalah kamu hai orang kaya karena dalam kekayaanmu kamu memperoleh penghiburan “ Lukas 6:24 .

Inilah yang menjadi penyebab kenapa Tuhan menunda menyerahkan kekayaan bangsa-bangsa kepada kita umat-Nya karena Tuhan melihat hati dan konsep pikiran kita yang masih belum mengerti mengenai kekayaan ! konsep mengenai kekayaan hanya didapat melalui pertumbuhan kerohanian jadi betapa pentingnya kita mengalami pertumbuhan dalam kerohanian , sehingga kita mengerti konsep tentang kekayaan ! Amin .


Rencana Tuhan dalam kekayaan Bag III.

Sekarang kita belajar arti “ Berkat Tuhan “ kalau kita memahami arti berkat Tuhan dengan baik dan benar , maka kita selangkah lebih dekat hidup berkenan dihadapan Tuhan sehingga kekayaan bangsa-bangsa bisa dipercayakan untuk dikelola dalam hidup kita !

Bentuk-bentuk berkat Tuhan .

• Berkat secara umum Tuhan memberikan panas Matahari , hujan , pertumbuhan bagi benih dan pohon yang ditanam petani, semua itu berlaku bagi semua manusia .

• Berkat khusus secara lahiriah seperti kekayaan , kelengkapan fisik yang normal, kesehatan dan hal-hal lain yang bersifat materi .

• Berkat special secara rohani yaitu , Keselamatan , Kasih Tuhan dalam hati kita , Suka cita , Damai sejahtera , dan kepastian hidup kekal didalam KRISTUS .

Jika seseorang ditanyai apa Kriteria seorang yang diberkati Tuhan , maka kebanyakan orang akan berkata kalau ia memiliki property seperti memiliki rumah mewah dilingkungan elite , memiliki mobil mewah dan usaha yang sukses , sebaliknya bagaimanakah keadaan orang yang tidak diberkati Tuhan , maka banyak orang akan memiliki jawaban kalau hidup orang tersebut pas-pasan saja , walau kalau butuh sesuatu bisa terpenuhi tetapi harus melewati pergumulan dulu atau seseorang tidak diberkati Tuhan adalah tidak bisa hidup dalam standart yang layak , apakah Kriteria seperti itu sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan ?

Contoh 2 Kriteria tersebut dalam Alkitab yaitu ;

  1. Seorang pemuda kaya yang datang kepada Tuhan YESUS dan berkata ; “ Guru perbuatan baik manakah yang harus kuperbuat untuk dapat hidup yang kekal ?” ( Matius 19:16-26 ) dalam kisah ini kita bisa melihat ukuran hidup pemuda kaya ini sebetulnya menurut kriteria orang pada umumnya sudah baik yaitu ;

• Masih muda tetapi kaya raya , pandangan orang umumnya ia seorang yang sukses .
• Memiliki moral yang baik Tidak membunuh, tidak berzina, tidak mencuri , dllnya .
• Menghormati orang tua dan mengasihi sesamanya seperti dirinya sendiri .

Ketika Tuhan mengatakan juallah seluruh hartamu dan berikan kepada orang miskin , pemuda ini menjadi kecewa dan meninggalkan Tuhan YESUS . Secara lahiriah pemuda kaya ini sudah memenuhi criteria yang banyak orang inginkan tetapi secara rohaniah pemuda kaya ini tenyata tidak ada apa-apanya , seandainya ia mau menjual hartanya dan mengikut Tuhan YESUS seluruh harta yang dijual akan dikembalikan lipat kali sebab Tuhan sebetulnya hanya menguji hati pemuda tersebut apakah lebih mengasihi Tuhan dan hidup kekal seperti yang ia inginkan dan ternyata pemuda tersebut hanya mau dipuji Tuhan , ia lebih mengasihi hartanya dan tidak sungguh-sungguh mencari hidup yang kekal !

  1. Tokoh kedua adalah Musa kalau dibagi perjalanan hidupnya dibagi 3 periode yaitu ;

 40 tahun hidup dalam kemewahan karena hidup dalam lingkungan istana Firaun .
 40 tahun kemudian hidup menjadi gembala kambing domba ditanah Midian .
 40 tahun membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir sepanjang perjalanan
dipadang gurun Ia harus mengalami tekanan , umpatan , ancaman dari bangsa Israel .
 Ahirnya Musa tidak boleh masuk tanah perjanjian / kanaan ! Perjalanan hidupnya semakin hari semakin berat sampai akhirnya meninggal tidak menikmati tanah kanaan.

Dari kisah dua tokoh ini timbul pertanyaan sederhana menyangkut berkat ;

• Apakah pemuda kaya itu bisa dikatakan hidupnya diberkati Tuhan ? ,
• Musa tidak diberkati Tuhan karena perjalanan hidupnya semakin memburuk ?

Pertanyaan ini memang mempunyai jawaban yang berbeda tergantung kriteria / ukuran yang digunakan untuk menilai seseorang diberkati atau tidak , jika ukuran yang digunakan hanya secara jasmani - lahiriah maka pemuda kaya ini hidupnya diberkati , tetapi kalau ukuran yang digunakan secara komprehensif baik secara jasmaniah dan secara spiritual rohani maka Musa jelas lebih diberkati Tuhan secara luar biasa !

Sebab makna hidup diberkati Tuhan adalah ;

  1. Bukan hanya berdasarkan hal-hal yang lahiriah saja , tetapi secara jasmaniah juga secara rohaniah dan berdampak sampai didalam kekekalan , dengan pemahaman tersebut membuat kita tidak mengejar hal-hal yang lahiriah saja tetapi juga yang rohani sehingga dalam hidup kita ada keseimbangan !

  2. Tujuan hidup adalah Memuliakan nama Tuhan, dan berusaha hidup sesuai dengan kehendak Tuhan agar rencana Tuhan melalui hidupnya bisa tercapai dan tidak jadi batu sandungan saat dipercaya dengan kekayaan pasti menggunakan untuk memuliakan nama Tuhan , seperti yang 1 Kor 10:31 dan Kol 3:23 katakan maka orang tersebut bisa dikatakan hidupnya diberkati Tuhan walau belum menerima kekayaan karena memiliki tujuan hidup yang benar !

  3. Dalam segala keadaan bisa mengucap syukur , baik saat kaya, miskin , sehat atau sakit suka maupun duka , kelimpahan maupun kesesakan sebab berkat Tuhan tidak bisa diukur melalui kondisi sesaat saja ( selama dalam dunia ini ) , tetapi tergantung pengenalan kita akan rencana Tuhan sehingga walau sedang mengalami tekanan berat tetap percaya dibalik semua itu ada rencana Tuhan yang baik seperti yang dikatakan dalam Rom 8:28 . setelah proses itu selesai maka janji Tuhan pasti akan terjadi !

Kalau kita menilai berkat Tuhan , manakah yang paling penting ?

  1. Kalau hanya hal-hal yang bersifat lahiriah / materi yang terpenting dalam hidup kita , perhatikan ungkapan yang menggambarkan hal itu , yaitu “ Banyak orang mengabaikan kesehatannya untuk cari kekayaan, tetapi akhirnya ia mempertaruhkan semua kekayaannya untuk memperoleh kesehatan. !

  2. Memilih berkat secara rohani yang diutamakan dengan alasan ;

  3. Berdasarkan kebenaran yang mengatakan “ Carilah dulu kerajaan Allah serta kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu “ Matius 6:33 . kalau kita mencari hal-hal yang rohani yang jasmani dengan sendirinya akan kita terima , contoh Abraham dengan lot keponakannya , Abraham melihat hal-hal yang rohaniah ( percaya Tuhan bisa memberkati dimana saja tidak tergantung hal-hal yang kelihatan ) sedang Lot melihat dengan mata lahiriah, Kej 13 : 1-18

  4. Alasannya berdasarkan 2 Kor 4 : 18 hal-hal rohani bersifat kekal seperti keselamatan, kebenaran hidup sesuai dengan kehendak Tuhan , suka cita , damai sejahtera semuanya bersifat kekal dan itu semua tidak bisa dibeli dengan uang berapapun sedang berkat jasmani hanya sementara saja !

Sekarang kita belajar apa yang menjadi penghalang berkat Tuhan ?

  1. Belum memiliki dasar “ Kebenaran hidup didalam KRISTUS dengan kuat dan kokoh dan tidak memahami untuk apa berkat kekayaan diberikan dalam hidupnya “ sehingga ketika diberkati dengan kekayaan bisa rusak rohaninya , seperti yang dikatakan dalam Matius 7 :24-27 , ketika angin, badai , banjir datang semua yang dibangun selama ini hancur dan rusak karena tidak memiliki dasar kehidupan rohani yang kuat dan tidak memahami arti dan tujuan hidup diberkati dengan kekayaan !

  2. Memiliki jiwa Pemberontak , tidak mau hidup menurut konsep yang Tuhan berikan masih mengunakan konsep hidup lamanya , kalau belum memiliki konsep Tuhan akan mengalami peristiwa seperti yang tertulis dalam Alkitab mengenai anak yang minta berkat dari bapanya , ketika minta berkat pemuda ini pasti sudah punya rencana yang dipikir matang , setelah diberi kekayaan ia pergi menggunakan kekayaan yang Bapa berikan untuk melaksanakan progam berdasarkan konsepnya , ( Luk15 : 11-32 ) dan akhir kisah, pemuda ini mengalami kegagalan ini berbicara bagaimanapun persiapan yang dibuat dan berapapun bekal yang dibawa akan habis dengan cepat kalau ia tidak tahu untuk apa sebetulnya kekayaan itu digunakan , seandainya menurut konsep dari Tuhan maka aliran berkat tak ada hentinya mengalir masuk dalam bejana hidupnya !

  3. Perbuatan dosa yang belum ditinggalkan , Yer 5 : 25 mengatakan “ Kesalahanmu menghalangi semuanya itu, dan dosamu menghambat yang baik daripadamu ” Yesaya 59 : 1 - 2 dan Yoh 9:31 . juga mengungkapkan dosa merupakan penghalang Tuhan tidak memberkati hidupnya jadi kalau mau diberkati Tuhan baik jasmani maupun rohani dan dipercaya kekayaan bangsa –bangsa tinggalkan dosa lebih dulu , jangan manjakan daging dan hiduplah dalam pimpinan ROH KUDUS ! ( Gal 5 : 21-24 )

  4. Diberkati untuk menjadi berkat , sebab tanpa konsep itu maka berkat bisa ditarik Tuhan lagi, karena kita tidak tahu untuk apa diberkati dipikir hanya untuk memanjakan daging dan segala keinginannya saja, perumpamaan tentang talenta merupakan gambaran seorang yang menyia-nyiakan berkat Tuhan , seharusnya ia mau menggunakan dan mengembangkan talenta bukan hanya menyimpan saja !

Jadi seorang yang diberkati Tuhan adalah ;

  1. Seorang yang mengenal kehendak Tuhan dalam dirinya dan hidup dijalan yang Tuhan tetapkan mengetahui kehendak Tuhan dalam kekayaan , sehingga memanfaatkan dengan baik dan benar berkat-berkat dari Tuhan .

  2. Melangkah hidup dengan Iman dalam segala kondisi sehingga bisa mengucap syukur karena percaya janji-Nya untuk memberkati hidup umat-Nya ya dan Amin !

  3. Memiliki tujuan hidup hanya bagi kemuliaan nama-Nya yang bisa ditunjukkan dengan buah kehidupan dari Karakter yang berubah , karya hidup nyata dalam pelayanan , menghasilkan buah jiwa-jiwa yang dibawa kepada Tuhan .

Ketiga hal ini perlu menjadi koreksi bagi hidup kita sehingga berkat Tuhan diberikan karena kita sudah memiliki karakter sesuai dengan standart Tuhan ! Amin .


Rencana Tuhan dalam kekayaan Bag IV.

Berbicara tentang kekayaan maka banyak orang Kristen menganggap bahwa mereka adalah pemilik mutlak harta yang mereka miliki , dan Tuhan hanya menerima bagian persepuluhan dari seluruh penghasilan yang mereka dapatkan.Cara pandang tentang kekayaan seperti itu disebabkan karena mereka baru memahami kebenaran tentang kekayaan sebatas melakukan kewajiban saja ! Memang kalau melakukan kewajiban tersebut ia akan menerima janji Tuhan hidup dipelihara dipagari kekayaannya dan bisa menikmatinya ( Mal 3 : 10-11 ) tetapi kalau mau dipercaya kekayaan bangsa-bangsa ia harus memiliki konsep tentang kekayaan lebih mendalam lagi , untuk itu kita belajar konsep “ Pengelola bukan Pemilik “ kita melihat terlebih dulu beberapa cara pandang orang Kristen tentang kekayaan ;

  1. Cara pandang pertama mengatakan bahwa “ kekayaan adalah tanda diberkat Tuhan “ dengan pandangan seperti itu maka ia pasti memiliki pandangan bahwa kemiskinan adalah tanda tidak diberkati Tuhan, pandangan seperti itu sering disebut sebagai Teology kemakmuran, akibatnya saat bersaksi tentang Yesus sebagai juruselamat selalu mengatakan ikutlah Tuhan Yesus maka engkau akan mendapatkan kekayaan pandangan ini menyebabkan ;

 Motifasi ikut Tuhan Yesus hanya untuk kekayaan bukan mengenal anugrah keselamatan dan kehendak Tuhan bagi hidupnya, menyebabkan seseorang jadi malas , hanya menunggu datangnya berkat dari Tuhan ( Jatuh dari langit ) tanpa mau bekerja dengan giat !
 Membuat seseorang menjadi spekulan / berjudi , karena kotbah yang salah dalam memotifasi Jemaat kalau mau menabur akan menerima balasan 30 sampai 100 kali lipat !
 Pola pikir seperti itu biasanya tidak peduli dengan ajaran yang tidak sehat sebab yang dicari bukan “ Kebenaran ” tetapi metode mendapat kekayaan !

  1. Cara pandang kedua mengatakan bahwa “ Kekayaan hanyalah suatu alat tukar “ , pandangan ini merupakan pandangan sekuler / dunia mengenai uang pada umumnya , mereka berpendapat Tuhan memberikan otak dan tenaga untuk mendapatkan uang, sehingga mereka harus belajar terus mencari pengetahuan / Ilmu untuk dapatkan kekayaan , tetapi menggunakan uang sepenuhnya terserah dirinya sendiri tidak peduli akan rencana Tuhan . Dengan kata lain pandangan ini memberi garis batas yang jelas yaitu , Kehidupan rohani dan keuangan dipisahkan tidak ada kaitannya sama sekali .

Orang yang mempunyai pandangan seperti ini, biasanya mengandalkan pikirannya tanpa mengandalkan Tuhan dalam mencari kekayaan. Pandangan seperti ini dimata Tuhan jelas salah , uang memang alat tukar tetapi dalam mencari maupun mengunakannya harus sesuai dengan kehendak Tuhan , sebab sebagai anak Tuhan harus tahu yang mengatur seluruh kehidupannya termasuk kesuksesan usahanya adalah dari Tuhan !

  1. Cara pandang ketiga menyadari bahwa kekayaan dibutuhkan untuk kehidupannya dan untuk pengembangan pekerjaan Tuhan dibumi ini maka Untuk mendapatkannya harus bekerja giat dan pakai strategi dengan ilmu pengetahuan, menyadari juga segala usaha dan kemampuannya tanpa pertolongan Tuhan akan sia-sia .Kesadaran ini membuatnya berusaha hidup berkenan dihadapan Tuhan , agar Tuhan memberkatinya karena punya konsep tentang kekayaan tidak untuk kepentingan diri sendiri tetapi sesuai dengan rencana Tuhan !

Ketiga cara pandang diatas akan mempengaruhi tindakan orang tersebut sesuai dengan pengertiannya kalau cara pandangnya salah tindakannnya juga salah , jadi yang harus diubah lebih dulu adalah cara pandangnya , ilustrasi yang tepat akan hal ini adalah ;

Melihat dialog kapten kapal perang dengan penjaga mercu suar ditengah laut yang dipenuhi kabut sebagai Kapten kapal perang merasa lebih kuat sehingga memaksa sinar lampu yang ada didepannya untuk mengikuti kehendaknya tetapi setelah tahu sinar tersebut bukan sinar kapal biasa melainkan sinar lampu mercu suar kapten yang sadar cepat mengubah haluan kapalnya kalau tidak akan karam ! Kalau selama ini memiliki pandangan yang salah cepat berubah kalau tidak kehidupan kita akan karam , Perbedaan Pemilik dan pengelola .

Sebagai Pemilik

  1. Ia beranggapan bahwa semua kekayaan material yang telah mereka miliki sepenuhnya menjadi milik mereka, mengunakannya juga menurut kehendak hatinya !

  2. Ia merasa Tuhan tidak berhak mengatur kekayaannya hak atas kekayaan yang dimilikinya maupun dalam penggunaannya adalah menurut kehendak hatinya sendiri .

Sebagai Pengelola

  1. Ia menggunakan kekayaan dengan baik dan benar bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi peduli orang lain dan peduli akan pekerjaan Tuhan , sehingga ia bisa dipercaya Tuhan karena ia bisa mengembangkan harta yang dipercayakan kepadanya dengan baik agar terus meningkat, sehingga ketika Tuhan minta tanggung jawab atas kekayaan yang dipercayakan ia berani mempertanggung jawabkannya . ( Luk 16 : 1-9 )

  2. Seorang yang memposisikan hidupnya sebagai pengelola menyadari dirinya sebetulnya tidak punya apa-apa , seperti yang tertulis dalam Roma 11:36 , “ Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia ; bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya “ ayat ini ada tiga kebenaran yaitu ;

• Segala sesuatu adalah dari Dia , kebenaran ini menjelaskan bahwa bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita itu bukan datang secara kebetulan tetapi ada dalam perencanaan Tuhan, pemahaman ini akan membuatnya bisa mengucap syukur dalam segala hal , merasa aman dan tenang sebab tahu tak ada satupun yang terjadi dalam hidup ini tanpa sepengetahuan-Nya !

• Segala sesuatu oleh Dia , kebenaran ini menjelaskan bahwa Tuhan adalah sutradara agung yang mengatur apapun yang terjadi dialam semesta ini , jadi kalau Dia mengatur alam semesta ini dengan sempurna sebagai anak-anak-Nya pastilah Dia atur dengan sempurna dengan tujuan yang indah, dengan pengertian seperti ini mendorong kita untuk hidup berkenan kepada-Nya agar segala rencana-Nya yang baik itu tergenapi dalam hidup kita !

• Segala sesuatu hanya kepada Dia, kebenaran ini mengingatkan bahwa pada akhirnya segala sesuatu yang kita lakukan yang kita kerjakan berdampak kepada Dia , dengan kesadaran ini membuat kita hati-hati setiap melakukan sesuatu , hal itu termasuk dalam kekayaan juga , ketiga hal ini akan membangun hidup kita sebagai pengelola bukan pemilik !

Kebenaran ini bisa dipahami kalau memiliki cara pandang tentang kehidupan didalam Tuhan dengan baik ,untuk memahami hal ini mari kita melihat dalam 1 Kor 6 : 19-20 , Firman Tuhan ini menjelaskan kepada kita yaitu ;

  1. Sebelum diselamatkan hidup kita dikuasai oleh dosa , dan tidak bisa melepaskan diri dari kuasa itu . ( Roma 6 : 17 / 7 : 14-23 ) akibatnya kelak akan kena murka Allah karena keberadaan kita sebagai manusia berdosa , tetapi oleh anugrah-Nya kita dibebaskan dari murka Allah yang akan datang . ( Roma 5 : 9 )

  2. Setelah kita menjadi milik Tuhan , seharusnya tidak lagi menjadi hamba dosa tetapi menjadi hamba kebenaran , dan hidup bagi kemuliaan-Nya .( Roma 6 : 17-18 / 8 : 30 )

  3. Dengan kesadaran ini apapun yang kita miliki itu berasal dari Tuhan jadi sudah selayaknya digunakan bagi kemuliaan nama-Nya !

Bagaimana menjadi pengelola yang baik adalah :

Langkah pertama cobalah menghitung dan mengatur kebutuhan hidup selama satu bulan dengan wajar , baik untuk makan atau kewajiban tetap , persepuluhan yang adalah hak Tuhan , kemudian potongkan dengan hasil yang anda dapatkan , jika ternyata sisa penghitungan tersebut negatif ( artinya pemasukan lebih kecil dari pengeluaran ) berarti ada yang perlu dikoreksi dalam pengeluaran rutin setiap bulan ,mungkin pulsanya terlalu banyak , tidak perlu langganan koran dan setelah melakukan penghematan diberbagai sisi kehidupan masih ada kekurangan , anda harus berdoa minta hikmat Tuhan untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan ! ( Yak 1 : 5 ) sebagai seorang yang belum berkeluarga anda juga harus punya perencanaan untuk masa depan, jangan pendapatan dihabiskan saja !

Kalau ada sisanya setelah dipotong dengan kebutuhan rutin, kita bisa berdoa kepada Tuhan bagaimana memanfaatkan uang yang ada ! Jadi kalau menerima uang jangan hanya mendengar kesaksian Hamba Tuhan tertentu , kemudian ikut-ikutan memberikan semua pendapatannya katanya itu perintah Tuhan akibatnya tanggung jawab kepada keluarga terabaikan itu jelas salah , untuk itu kita harus belajar mendengar suara Tuhan dengan baik dan benar !?

Bagaimana bisa mendengar suara Tuhan .

  1. Sebagai umat pilihan kita didampingi oleh Roh Kudus, dengan seringnya berkomunuikasi dengan Roh Kudus melalui saat teduh maka kita jadi peka kehendak Tuhan dan jalan-jalan Tuhan bagi hidup kita ! ( Roma 8 : 16 ) supaya tidak melenceng maka perlu memahami barometer hidup yang benar yaitu baca Alkitab !

  2. Kalau selama ini kita menjadi pelaku Firman, maka kebenaran Firman itu mengubahkan cara pandang dan cara berpikir kita . ( Yoh 8:32 / 1 Kor 2 : 16 )

Akhirnya kita bisa mengambil keputusan dalam memanfaatkan sisa berkat yang kita miliki , kalau kita betul-betul yakin itu merupakan perintah Tuhan kita harus mengikutinya Keputusan memanfaat sisa penghasilan itu dengan dasar hikmat kebijaksanaan yaitu ;

 Kebutuhan jangka panjang tabungan untuk anak sekolah / premi asuransi pendidikan, bayar cicilan rumah .

 Kasih kepada Tuhan peduli akan kebutuhan pekerjaan Tuhan .
 Kasih kepada sesamanya , untuk panti , orang –orang yang membutuhkan support dana Amsal 11 : 24-25 / 19 : 17 / 21 : 13 / 28 : 27 .

Cara ini dilaksanakan dengan bijaksana karena ;

 Tahu Tuhan tidak pernah lalai , barang siap bisa dipercaya dalam hal-hal yang kecil maka ia akan dipercaya dengan hal-hal yang besar ( Mat 25:21 )
 Tahu ukuran yang kita pakai akan dipakai Tuhan untuk mengukur berkat yang diberikan kepada kita . ( Lukas 6 : 37-38 )

Mari kita melihat prinsip penggunaan uang dari John Wesley seorang tokoh Gereja yang dulunya sangat miskin setelah mengetahui prinsip mengelola kekayaan berubah dipercaya Tuhan kekayaan yang luar biasa , inilah prinsip hidupnya tentang keuangan ;

  1. Dapatkan uang sebanyak yang bisa anda dapatkan , tetapi dengan cara yang benar !
  2. Simpanlah sebanyak yang anda bisa simpan .
  3. Berilah sebanyak yang bisa anda beri .

Kita harus tahu sejak Tuhan memanggil Abraham sudah punya rencana memberkati dengan tujuan setelah diberkati bisa menjadi berkat bagi bangsa-bangsa ! Kita yang ada didalam Kristus juga direncanakan Tuhan agar melalui kehidupan kita bisa menjadia berkat bagi bangsa-bangsa . ( Kej 12:1-3 / Gal 3 : 29 ) oleh sebab itu untuk bisa dipercaya kekayaan oleh Tuhan miliki konsep sesungguhnya kita hanyalah “ Pengelola bukan Penguasa “ . Amin.


Rencana Tuhan dalam kekayaan Bag V .

Setelah kita membahas perbedaan sebagai pengelola dan pemilik , sekarang kita belajar memahami apa arti “ Kebebasan Finansial “ ( Kemerdekaan dalam keuangan ) Secara umum pengertian tentang kebebasan Finansial bisa diartikan sebagai ;

  1. Merdeka dari kekurangan uang yang menyebabkan hidup ini menjadi tidak lengkap sebab kebutuhan hidup yang wajar seperti kebutuhan makanan , pakaian , bayar pendidikan saja tidak bisa terpenuhi , demikian juga gereja membutuhkan dana untuk sound system , alat musik , penginjilan dllnya kalau tidak bisa terpenuhi ini menunjukkan hidup dan gereja belum mengalami kebebasan / kemerdekaan dari masalah menggunakan uang untuk kebutuhan yang wajar .

  2. Merdeka menggunakan uang untuk memenuhi hidup yang wajar harus kita alami sesuai dengan Firman Tuhan yang mengatakan “ Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan “ Yoh 10:10 Firman Tuhan ini jelas menunjukkan rencana Tuhan bagi umat pilihan-Nya dan bagi masa depan yang penuh harapan seperti yang Tuhan katakan dalam , Yer 29:11 .

  3. Merdeka dari ikatan uang artinya hidup tidak diperbudak uang atau uang tidak lagi menguasai hidupnya seperti pribahasa mengatakan kain kafan tidak perlu saku seseorang yang merdeka dari perbudakan uang , menjadikan uang hanya sebagai alat untuk mencapai sesuatu yang bermanfaat dan berguna .

Berbicara masalah uang banyak umat Tuhan yang segan membicarakannya karena salah menafsirkan masalah uang yaitu “ Uang adalah akar segala kejahatan “ yang betul akar segala kejahatan adalah CINTA UANG , sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari Iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka .” 1 Tim 6:10 .

Jadi uang bukan akar segala kejahatan tetapi “ Cinta Uang “ lah yang menjadi akar kejahatan sehingga menyebabkan seseorang menyimpang dari Iman dan menyiksa diri dengan berbagai duka , siang malam hanya memburu uang lupa Firman Tuhan yang mengatakan “ Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya, “ Amsal 10:22 .

Mari kita sekarang melihat Sisi baik dan sisi buruk masalah uang .

Sisi baiknya .
Pepatah mengatakan : “ Uang seperti indra ke enam tanpanya kita tidak dapat menggunakan secara lengkap kelima indra lainnya .” Ungkapan yang membandingkan Uang dengan pancaindra memang benar, karena tanpa uang seseorang masih dapat hidup, tetapi kehidupannya pasti tidak akan lengkap , karena ada banyak hal yang bisa membuat kehidupan jadi lebih lengkap melalui uang .

Sisi buruknya .
Karena uang memang bisa melengkapi kebutuhan hidup secara lahiriah , maka banyak orang rela melakukan apa saja, bahkan mereka mau melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hati nurani mereka sendiri , itulah sebabnya ada pepatah yang mengatakan “ Mamon adalah agama yang mempunyai paling banyak pengikutnya didunia “ sikap memberhalakan uang , menyebabkan ;

• Seseorang mau melakukan apa saja demi mendapatkan uang ,“ Jika anda menjadikan uang sebagai Tuhan , maka uang itu akan menghancurkan hidupmu seperti iblis “ ( Henry Fielding )

• Orang yang memberhalakan uang menemukan keputus asaan , “ Orang yang mencari kekayaan lebih dulu ketimbang mencari Tuhan akan menemukan jalan keputus asaan tak berujung . “ ( Santo Bernard )

• Akhirnya mereka tidak akan bisa melayani Tuhan dengan baik sepintas pernyataan ini memang aneh, tetapi hal ini memang fakta yang tidak bisa disangkal kebenarannya . Lukas 16:13 mengatakan ; “ Seseorang tidak bisa mengabdi kepada dua tuan karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain, tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon sekaligus .”

Meskipun kita tidak boleh hanya memikirkan uang bukan berarti kita tidak boleh berpikir tentang uang sama sekali , yang dilarang adalah menjadikan uang PUSAT pemikiran kita , lebih-lebih jika uang sudah berada pada hati seseorang , maka uang itu akan menjadi pusat kehidupannya ! Oleh sebab itu jangan uang dijadikan “ sebagai tuan karena uang adalah tuan yang buruk . Tetapi uang harus dijadikan sebagai pelayanan karena uang adalah pelayan yang baik !

Bagaimana kita bisa mengalami Kemerdekaan dalam keuangan ?

Lebih dulu kita melihat pandangan Tuhan mengenai uang / kekayaan dan pandangan dunia dari table dibawah ini ;

Urutan
Konsep Tuhan Konsep Dunia
1 Memberi Menerima
2 Menerima Mengelola
3 Mengelola Memberi ( tidak wajib )

Dari table ini kita bisa melihat konsep mana yang kita pegang selama ini ? sebab konsep yang anda pegang selama ini menentukan keuangan anda .

Konsep dari Tuhan berdasarkan 3 prinsip utama yaitu ;

  1. Tahap pertama : Memberi , dalam tahap ini seseorang harus bersedia memberikan dulu uang yang telah Tuhan percayakan kepada mereka . Tanpa mau memberi , Tuhan tidak akan bisa memberkati mereka dengan limpah , sebab berani memberi merupakan ujian Iman apakah mereka percaya akan janji Tuhan apabila kita berani memberi maka tuhan baru akan memberkati hidupnya . Oleh karena itu, langkah awal untuk mengalami terobosan dalam keuangan adalah pemulihan pandangan dalam hal memberi secara benar baik untuk Tuhan maupun kepada sesama , dalam konsep ini Tuhan tidak pernah memaksa hanya berdasarkan suka rela .( 2 Kor 9 : 6-7 )

  2. Tahap kedua : Menerima , segala yang ada didalam tangan kita sebetulnya semua itu pemberian atau Tuhan percayakan dalam hidup kita . ( Luk 16:1-9 ) langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah bagaimana mengusahakan apa yang mereka terima dari Tuhan dengan cara yang benar , kalau benar mengunakan apa yang diterima dari Tuhan , maka ia akan dipercaya Tuhan lebih besar lagi . ( Mat 25:21 )

  3. Tahap ketiga : Mengelola , Tahap ini menunjukkan seseorang harus memiliki keahlian strategi untuk mengelola kekayaan yang telah ia terima dengan baik , hal ini seringkali dilupakan oleh banyak orang Kristen mereka hanya menekankan pada dua tahap diatas sehingga ketika berkat datang dalam hidupnya mereka menghadapi banyak kendala karena salah mengelola keuangan yang mereka terima , bahkan tidak sedikit yang jatuh dalam dosa karena menerima uang yang banyak .

Konsep dari dunia .

Didasarkan pada dua prinsip utama saja yaitu menerima , mengelola sedang dalam hal memberi bagi mereka tidak wajib , ( setelah dunia mulai menekankan pentingnya pengusaha dengan wawasan ESQ maka mulailah mereka memberi bantuan dengana harapan Tuhan akan membalas ) dalam konsep menerima orang dunia bukan hanya mengelola dengan ketrampilan saja tetapi konsep mereka semakin pandai semakin banyak ia akan menerima !

Tuhan yang memberikan benih untuk ditabur .

Memberi adalah ide Tuhan , jadi Dia juga yang akan menyediakan segala sesuatu yang diperlukan umat-Nya agar bisa memberi dengan demikian yang diperlukan umat-Nya adalah kemauan untuk memberi seperti yang Tuhan perintahkan . ( 2 Kor 9 : 10 )

Bagaimana memberi persembahan yang benar .

Banyak pertanyaan seputar “ Jumlah yang harus diberikan “ dan “ Cara memberikan “ menjawab pertanyaan ini gampang saja , berikan sebanyak yang bisa hati kita berikan / menurut kerelaan hatinya itulah yang akan dinilai Tuhan dan yang berkenan dihadapan Tuhan , contoh ;

Seorang yang biasa memberikan uang persembahan hanya 1000 rupiah , tetapi ia salah memasukkan uang 50.000 rupiah ketika ia mau mengambilnya lagi , petugas persembahan mengatakan jangan mengambil persembahan yang sudah diberikan kepada Tuhan , orang tersebut mengatakan baik biarlah Tuhan melipat gandakan sesuai dengan jumlah uang tersebut , petugas kolektan mengatakan tidak Tuhan hanya membalas sesuai dengan apa yang sejak semula ada didalam hatimu yang ingin kau berikan kepada Tuhan ! demikian juga kalau seseorang tidak rela memberikan milik Tuhan ( Persepuluhan ) tetapi karena takut tidak diberkati orang itu memberikan dengan terpaksa, maka ia tidak mendapat berkat seperti yang yang Tuhan janjikan , karena ia memberikan dengan tidak rela !

Secara umum kita bisa melihat 3 alasan seseorang memberi ;

  1. Alasan pertama adalah Bisnis .
    Orang yang mempunyai bisnis pasti ingin mendapatkan keuntungan dari setiap tindakan yang mereka lakukan. mereka selalu ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari pengorbanan termasuk didalamnya uang yang diberikan kepada Tuhan , mereka memberikan kepada Tuhan untuk mendapatkan imbalan dari Tuhan sesuai janji-Nya ( Mat 13:8 / 19 : 27-29 ) seperti seorang investor yang menanam modalnya , hal itu sangat menyedihkan hati Tuhan , karena umat-Nya memanipulasi diri-Nya seperti orang memancing mengharapkan dapat ikannya yang lebih besar !

  2. Alasan kedua sedekah .
    Alasan kedua ketika memberikan sesuatu kepada Tuhan maupun kepada sesama sebagai sedekah saja , orang yang memberikan sedekah biasanya tidak mau terlibat lebih jauh dengan orang tersebut kuatir nanti menjadi parasit bagi hidupnya , ketika seseorang memberi maka ia memberikan jauh dari yang sebetulnya ia mampu berikan , bisa juga seseorang memberi agar tidak diganggu seperti memberikan kepada pengamen agar mobilnya tidak dicoret . kalau sikap memberi dengan cara seperti itu maka Tuhanpun akan memberi kepada kita dengan cara sedekah . ( Luk 6 : 38 )

  3. Alasan ketiga Kasih .
    Alasan yang ketiga ketika memberikan persembahan adalah karena mereka mengasihi Tuhan, maka mereka memberikan persembahan dengan suka cita dan sesuai kemampuan uang mereka , sama seperti kita memberikan sesuatu kepada orang yang kita kasihi , kita lakukan itu karena kepingin orang yang kita kasihi senang dan bahagia , sebab kita mau hubungan yang lebih baik lagi dengan-Nya . pepatah mengatakan “ Seseorang bisa memberikan sesuatu tanpa kasih , tetapi orang yang mengasihi pasti akan memberikan sesuatu yang terbaik “

Dalam memberikan persembahan, biasanya akan melewati dua tingkatan ;

 Jika kita mengasihi seseorang, pada awalnya hanya memberikan sesuatu yang tidak terlalu berharga pada orang yang kita kasihi , karena belum sepenuh hati .
 Tetapi seiring waktu dengan bertumbuhnya hubungan dengan orang yang kita kasihi maka kita akan rela memberikan yang terbaik kepadanya .

Demikian juga Persembahan yang diberikan kepada Tuhan kalau belum mengenal –Nya dengan sungguh-sungguh segan memberikan yang terbaik , biasanya sekedarnya tetapi kalau ia sudah mengenal Tuhan dengan baik maka ia akan rela memberikan yang terbaik !

Petunjuk memberi persembahan kepada Tuhan ;

Pertama Hati .
Kita harus tahu Yang dilihat Tuhan hati bukan jumlah “ Seperti air mencerminkan wajah, demikian hati manusia mencerminkan manusia itu “ Ams 27:19 . hati adalah bagian paling dalam dari diri manusia. Hati dapat menunjukkan diri seseorang dengan tepat karena hati tidak bisa berbohong, kata-kata dan tindakan seseorang mungkin bisa menipu dengan tujuan untuk membuat orang lain terkesan, itulah sebabnya Tuhan mengatakan “ Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan “ Ams 4 : 23 .

Kedua Hati .
Dalam perjanjian lama Tuhan dengan jelas memerintahkan kepada bangsa Israel untuk melakukan beberapa ritual yang cukup berat ketika memberikan persembahan , tetapi dalam perjanjian baru Tuhan tidak mengharuskan umat untuk mengikuti secara tepat ritual tersebut, tetapi sikap hati dengan pengertian dan pemahaman yang benar yaitu ;

  1. Segala sesuatu sebetulnya datang dari Tuhan.Ulangan 26:2-3. dengan pemikiran demikian kita tidak merasa sudah berjasa saat memberikan sesuatu kepada Tuhan .

  2. Memuliakan Tuhan yang telah memberikan berkat kepada kita , Ulangan 26: 10 menghargai Tuhan sebagai pribadi yang kita hormati, sangat wajar kalau ingin memuliakan Tuhan dengan berkat yang sudah Tuhan berikan dalam hidup kita .

  3. Merasakan bahwa saat memberi persembahan adalah saat kita menyatakan syukur Ulangan 26 :11 .kita menganggap bahwa saat memberi persembahan kepada Tuhan adalah saat paling menggairahkan sebagai ungkapan kasih kepada Tuhan, karena Tuhan sudah melakukan hal yang jauh lebih tinggi dari apa yang patut kita berikan kepada-Nya , maka kita bisa memberi dengan sukacita .

Petunjuk dari Tuhan untuk seseorang bisa mengalami “ kemedekaan “ dalam keuangan adalah memberi lebih dulu setelah itu akan menerima dan akhirnya dipercaya untuk mengelola dengan baik dan benar . dengan pemahaman ini mari kita renungkan hal ini ;

 Visi tanpa Misi akan gagal .
 keinginan tanpa tindakan sia-sia .
 Menerima konsep tanpa tindakan maka konsep sebaik apapun tidak berguna !

Oleh sebab itu ambil keputusan dan lakukan apa yang Tuhan kehendaki !

Amin .


Rencana Tuhan dalam kekayaan Bag VI .

Rencana Tuhan dalam kekayaan dalam hal “ Kerja keras dan Berkat Tuhan “ untuk mengetahui hal tersebut lebih dulu kita mengetahui prinsip-prinsip Umum ( universal ) yang harus diikuti oleh semua manusia untuk mendapatkan penghasilan , baik bagi anak Tuhan maupun bukan , yaitu apabila seseorang menerapkan prinsip ini ;

Prinsip ke 1. “ Rajin “
Kalau seseorang rajin melakukan apa yang ia kerjakan , dengan mengerahkan kemampuannya secara maksimal , maka orang itu akan memperoleh hasil yang maksimal yang pada akhirnya menghasilkan kekayaan . Firman Tuhan mengatakan dalam Amsal 10 : 4 “ Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya “ Amsal 12 : 24 “ Tangan orang rajin memegang kekuasaan , tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa “ Amsal 12 : 27 “ Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga “ Amsal 13 :4 “ Hati sipemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan “ Kebenaran Firman Tuhan ini berlaku secara universal bagi seseorang kalau rajin mengerjakan usahanya ia pasti akan mendapat hasil yang memuaskan !

Prinsip ke 2. “ Kerja keras “
Sama dengan kerajinan, kerja keras ada hubungannya dengan kekayaan yang akan didapatkannya , Tuhan menghargai seorang yang mau kerja keras sehingga orang tersebut akan menerima kompensasi atas usaha yang mereka lakukan , Amsal 12:27 “ Dengan bermalas-malas takkan tercapai yang diidamkan ; dengan kerja keras orang akan mendapat kekayaan “ Roma 4 : 4 “ Kalau ada orang yang bekerja upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya “. 2 Timotius 2 : 6 “ Seorang petani yang bekerja keras seharusnya yang pertama menikmati hasil usahanya “ prinsip ini juga berlaku secara universal !

Prinsip ke 3 . “ Profesional “
Rajin dan kerja keras saja tidak cukup tetapi harus Profesional sistem kerjanya kalau tidak dilakukan maka kerajinan dan kerja keras tidak akan menghasilkan penghasilan maksimal, maksudnya memiliki kerapian dan komitment atas segala pekerjaan yang sedang dilakukannya , hal ini juga penting untuk meletakkan dasar dimasa depan, tanpa cara yang Profesional seseorang sedang merencakan kekacauan untuk masa depannya maupun untuk anak keturunannya , Profesional dihadapan Tuhan bukan hanya memiliki integritas dalam kerohaniannya tetapi juga integritas dalam pekerjaan , kita bisa melihat dalam kehidupan raja Daud disampin sebagai Raja dia juga sebagai Nabi dan cara kerjanya menjadi barometer bagi raja-raja sesudahnya , beberapa tindakan Daud yang Profesional yaitu :

• Daud menghormati Tuhan yang sudah mengurapi Saul sehingga ada kesempatan dua kali membunuh Saul Daud tidak melakukannya ( 1 Sam 24 : 7 / 26 : 9 )

• Daud pandai melobby untuk mendapatkan simpati dari para tua-tua di Yehuda , dengan memberikan hasil jarahan kepada mereka . ( ( 1 Sam 30 : 26-31 )

• Saat dia merindukan mendapat air di sumur yang ada di dekat Yerusalem , dan berangkatlah anak buahnya mengambil air dengan mempertaruhkan nyawa, Daud tidak meminumnya melainkan dipersembahkan kepada Tuhan , mengutamakan Tuhan dengan memberi yang terbaik ( 1 Taw 11 : 17-19 )

• Daud seorang yang berhati baik dalam keadaan terjepit dikejar musuh tetapi mau juga menolong orang Kehila yang sedang diserang orang Filistin walau anak buahnya mencoba menghalangi tetapi Daud lebih percaya kepada Tuhan . ( 1 Sam 23 : 1-5 )Saat harus mengambil keputusan untuk mengejar orang Amalek yang menjarah anak , istri dan harta benda , tetap mengandalkan Tuhan dengan berdoa lebih dulu tidak mengambil keputusan yang tergesa-gesa . ( 1 Sam 30 : 6 ) Walau sudah menjadi Raja Daud tetap mengandalkan Tuhan saat mau berperang . ( 2 Sam 5 : 19-25 )

• Memiliki hati yang baik tidak dendam kepada keluarga saul . ( 2 sam 1 : 12-17-27 )

• Bisa kerja sama dengan bekas musuh demi meraih hasil yang lebih besar yaitu untuk menjadi Raja seluruh Israel ( 2 Sam 3 : 20-21 )

• Memilik orang-orang yang yang tahu kapan maju berperang . ( 1 Taw 12 : 32 )

• Daud menghormati Tuhan memberi yang terbaik diwujudkan mengatur tata cara Ibadah dengan cara yang begitu luar biasa agungnya ( 1 Tawarikh 25 : 1-7 )

Inilah hidup Daud yang memiliki integritas baik rohaninya maupun dalam kepemimpinannya demikian juga kalau kita mau dipercaya Tuhan kekayaan bangsa - bangsa maka kita harus memiliki integritas dalam kerohanian maupun dalam dalam pekerjaan yang saat ini kita lakukan !

Berkat Tuhan .

Berbicara tentang berkat Tuhan ada banyak anak Tuhan yang melihat dari sisi yang sempit , mereka berpikir untuk mendapatkan berkat dari Tuhan dengan cara ;

 Menunggu tanpa melakukan apa-apa , ada beberapa ayat yang mereka pegang antara lain, Maz 127 : 2 dan Ams 10 : 22 . berdasarkan ayat tersebut, banyak Umat Tuhan yang menantikan berkat Tuhan datang dari Sorga / Jatuh dari langit .

 Bersikap pasrah dan menyerahkan seluruh urusan kekayaan hanya kepada Tuhan , tanpa melakukan apa yang menjadi bagiannya , kalau kekayaan yang dinanti-nantikan tidak kunjung datang mereka menyalahkan Tuhan .

Kesalahan ini terjadi karena tidak melihat Firman Tuhan yang tertulis dalam , Ams 6 : 6 – 8 dan 2 Tes 3 : 10 b yang jelas menunjukkan prinsip universal yang harus dikerjakan dalam kehidupan Umat Tuhan juga yaitu “ Rajin mau Bekerja keras dan Profesional “

Hanya “ Keselamatan “ merupakan kasih karunia dari Tuhan sepenuhnya bukan usaha manusia, ( Efesus 2 : 8-9 ) tetapi kalau mau menerima berkat atau janji-janji Tuhan harus ada usaha dari umat Tuhan yaitu Rajin , Kerja keras dan Profesional !

Mengapa harus Rajin , kerja keras dan Profesional mendapatkan kekayaan ?

Pertanyaan ini sering ditanyakan, mereka mengatakan memang ketika manusia jatuh dalam dosa manusia harus bekerja keras untuk mendapatkan makanannya ( Kej 3 : 17-19 ) tetapi bukankah dalam Galatia dikatakan bahwa Tuhan Yesus telah mati terkutuk diatas kayu salib agar kutuk dosa tidak lagi kena dalam kehidupan Umat Tuhan ? ( Gal 3 : 13-14 ) dan bukankah Tuhan berjanji kepada umat-Nya “ Tuhan akan memerintahkan berkat keatasmu didalam lumbungmu dan didalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau dinegeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu “ Ulangan 28:8 .Mari kita melihat dengan jernih ayat-ayat tersebut , kalau melihat Gal 3 : 13-14 . ini kita melihat ada 2 hal yang harus digaris bawahi yaitu ;

  1. Yesus menjadi kutuk karena kita, supaya kita terbebas dari kutuk hukum Taurat , diayat ini jelas tidak mengatakan hukum Taurat tidak berlaku lagi , tetapi kutuk hukum Taurat sudah ditebus / dibayar oleh Yesus, dengan demikian kita yang ada didalam Yesus apabila tidak melakukan seluruh hukum Taurat tidak kena kutuk ! karena ketidak mampuan manusia melakukan hukum Taurat telah ditebus oleh kematian Tuhan Yesus dikayu salib . ( Ibrani 7 : 27 / 9 : 28 )

  2. Ayat ini memiliki arti Yesus yang tidak berdosa telah dibuat-Nya menanggung dosa karena kita supaya didalam DIA / oleh pengorbanan-Nya kita dibenarkan oleh Allah !

  3. Ayat ini tidak mengacu tentang Kutuk penghapusan susah payah mencari makan manusia , dan ini juga terbukti dizaman ini wanita kalau melahirkan masih mengalami kesakitan sesuai dengan kutukan Tuhan terhadap Hawa . ( Kejadian 3 : 16 )

  4. Sebelum Tuhan mengatakan ayat 8 dalam kitab Ulangan 28 , terlebih dulu Tuhan berkata dalam ayat 1 yang mengatakan “ Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan, Allahmu dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau diatas segala bangsa dibumi , Melalui ayat ini kita bisa melihat ada 2 kalimat yaitu :

  5. Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan, Allahmu …

  6. Dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya …

Kata-kata ini jelas menunjukkan bagian yang harus dikerjakan lebih dulu bagi bangsa Israel yaitu mau mendengarkan suara Tuhan dan dengan setia melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan bagi hidup mereka .

Sekarang kita melihat kebenaran lain didalam 1 Tes 2 : 9 disini kita melihat kebenaran yang ditulis Rasul Paulus menganjurkan Jemaat untuk kerja keras untuk kebutuhan hidupnya, Rasul Paulus tidak mengharapkan mendapatkan uang yang bersifat supra natural dari Tuhan , walau untuk menunjang pelayanan, Paulus mengajar untuk mendapat kekayaan harus juga menggunakan prinsip universal yaitu harus Rajin , Kerja keras dan Profesional !

Bekerja bukanlah sesuatu yang buruk, jadi tidak ada yang salah kalau bekerja keras dan rajin Ada 3 fakta yang menunjang bukti ini yaitu ;

  1. Tuhan kita adalah pekerja keras , Dia bekerja menciptakan segala sesuatu yang ada dialam semesta ini sampai semua selesai baru Dia istirahat . ( Kej 2 : 2 )/ Maz 8 : 4 ) kemudian Tuhan bekerja menciptakan manusia ( Kej 1 : 26-27 ) dan Tuhan juga bekerja membuat taman Eden ( Kej 2 : 8-9 ) dan sampai hari ini Tuhan tidak pernah lalai untuk membangunkan fajar setiap pagi dan menumbuhkan benih yang ditanam oleh para petani .demikian juga sampai hari ini Tuhan Yesus menjadi juru syafaat bagi kita . ( Ibr 7 : 25 )

  2. Tuhan menciptakan manusia sebagai pekerja , dalam Kej 1 : 28 Firman Tuhan ini Jelas memerintahkan manusia untuk menaklukkan dan menguasai bumi dan segala yang ada dilangit dan di laut, untuk menggenapi perintah-Nya manusia harus bekerja keras !

  3. Dalam Perjanjian Baru Tuhan berkata bahwa kita menjadi rekan sekerja-Nya .1 Kor 3 : 9 .

Dari 3 Fakta tesebut kita bisa menarik kesimpulan bahwa bekerja adalah baik, bekerja bukanlah akibat kutukan , dari pembacaan kejadian 1 : 28 ini membuktikan ;

 Manusia disuruh bekerja sebelum jatuh dalam dosa !
 Tuhan tidak memerintahkan manusia berhenti untuk bekerja setelah jatuh dalam dosa , hanya tempatnya yang berbeda dulunya ada ditaman Eden setelah jatuh dalam dosa bekerja diluar taman Eden ! ( Kej 3 : 23 )

 Dalam Mat 25 : 14 – 30 , Tuhan juga mengajarkan umat-Nya untuk giat bekerja !

Akibat dosa terhadap pekerjaan .

  1. Manusia bekerja lebih sukar, segala sesuatu yang dikerjakan melewati kesulitan , tidak mudah lagi ! ( Kej 3 : 23 ) , tetapi karena sudah berstatus umat yang dipulihkan maka walau harus tetap bekerja , tetapi mendapat pertolongan dan hikmat dari Tuhan untuk bisa mengatasi atau menanggulangi kesulitan dalam bekerja ! ( Ul 8 :18 )

  2. Tanpa persekutuan kembali dengan Tuhan , kehidupan manusia menjadi hampa ( kosong ) ( Rom 8 : 21-22 ) , akibatnya walau sudah sukses dalam pekerjaan manusia diluar Tuhan tetap mengalami perasaan hampa dalam hidupnya .

  3. Akibat dosa merusak sistem kerja yang wajar menjadi tidak wajar lagi , terjadilah K.K.N sehingga dewasa ini kejahatan sudah dianggap wajar atau menghalalkan segala cara untuk mendapat uang , dan akhirnya uang menjadi berhala , Mamon dalam hidup manusia !

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ;

  1. Umat Tuhan tidak akan bisa menikmati kekayaan tanpa kerajinan , bekerja secara Profesional, sebaliknya kalau ia rajin, kerja keras dan profesional maka ia pasti akan menikmati berkat Tuhan yang luar biasa !

  2. Berkat yang diterima pasti lebih besar dari manusia umumnya , karena Tuhan memberi kemampuan untuk mendapatkan penghasilan yang baik , tentunya pekerjaan yang tidak melanggar kebenaran Firman Tuhan . Ul 8 : 17-18.

Dari uraian diatas kita tahu konsep Rajin , Kerja keras dan Profesional berlaku secara universal baik bagi manusia secara umum maupun bagi umat Tuhan , keuntungan kita sebagai umat Tuhan mendapat pertolongan / kekuatan dari Tuhan untuk mendapatkan hasil yang luar biasa dari usahanya . Amin .


Rencana Tuhan dalam kekayaan Bag VII.

Banyak orang salah dalam usaha mencari kekayaan , yaitu dengan pemikiran kalau mereka bekerja seperti robot yang tidak kenal lelah, maka mereka akan mendapatkan hasil yang lebih banyak, memang mereka akan mendapatkan lebih banyak uang, akan tetapi tanpa disadarai mereka akan kehilangan banyak hal yang lebih berharga daripada uang, US News and World Report menemukan hasil survey 49 % orang Amerika menyadari mereka terlalu banyak memberi waktu dipekerjaan dan kurang meluangkan waktu untuk hal-hal lain seperti bersantai bersama keluarga , apalagi hal-hal yang rohani , namun mereka tidak melakukan apapun untuk mengubah keadaan tersebut , mereka berhenti hanya sebatas mengetahui saja ! sehingga banyak hal yang berharga telah mereka lewatkan, setelah menyadari semuanya sudah terlambat, Harorld Kushner mengatakan “ Tidak seorangpun menjelang kematiannya pernah berkata “ Saya harap bisa memiliki lebih banyak waktu lagi untuk bisnis saya “

Uang memang dibutuhkan dalam kehidupan ini tetapi kalau mengejar uang / kekayaan terus menerus bekerja siang dan malam hal tersebut akan merusak kehidupannya sendiri Salomo menjelaskan akan hal ini; “ Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya “ ( Pengk 5:10 )

John Maxwell dalam bukunya “ Perjalanan menuju sukses “ menulis Pada th 1923 sekelompok orang terkaya didunia bertemu di Hotel Edgerwater Beach di Chicago , Illionis . Mereka merupakan orang berkuasa dalam kekayaan , waktu itu mereka mengontrol uang lebih banyak daripada uang yang ada dibank Sentral United States. Mereka adalah ;

  1. Charles Schwabb Presiden perusahaan baja terbesar , meninggal dalam kebangkrutan.
  2. Arthur Cutten Spekulan gandum terbesar , Meninggal , dalam keadaan bangkrut .
  3. Richrad Whitney Presiden New York Stock Exchange , Meninggal sesaat setelah dibebaskan dari penjara sing-sing .
  4. Albert Fall Anggota cabinet kepresidenan Amerika , diampuni dari penjara supaya bisa meninggal dirumahnya sendiri .
  5. Jess Livermore Beruang Wall street yang paling hebat , Meninggal bunuh diri .
  6. Leon Fraser Presiden Bank of International Settlements , Meninggal bunuh diri .
  7. Ivan Kreuger Kepala monopoli dunia yang terbesar , Meninggal bunuh diri .

Orang-orang kaya diatas sudah mencapai keberhasilan financial menurut ukuran dunia, tetapi mereka tidak tahu untuk apa setelah mendapatkan uang banyak , mereka hanya terus mengejar kekayaan , ( Workaholic ) akhirnya hidup mereka semua berakhir tragis ! sekarang melihat beberapa mitos seseorang yang suka bekerja keras sehingga menjadi gila kerja ( Workaholic ) demi keberhasilan financial !

Mitos 1 . Merasa menemukan eksistensi diri ( jati diri ) melalui bekerja .
Dengan pemahaman tersebut maka orang itu akan memberikan semua waktu mereka hanya untuk bekerja , semua potensi yang mereka miliki dicurahkan agar bisa berarti dimata manusia !

Fakta yang sebenarnya .

Eksistensi diri tidak bisa ditemukan dengan kerja, memiliki banyak uang ataupun dengan cara lain, sebagai anak Tuhan eksistensi diri bisa ditemukan ketika tahu rencana Tuhan dalam diri kita, oleh karena itu untuk menemukan jati diri harus dimulai dengan mempunyai hubungan pribadi yang baik dengan Tuhan .

Mitos 2 . Tujuan orang bekerja hanyalah untuk kekayaan .

Seorang yang memegang teguh mitos ini akan mendirikan tembok yang tinggi antara kehidupan rohani dan pekerjaannya, ia mau melakukan apa saja ditempat pekerjaannya untuk mendapatkan uang, dan ia menganggap Tuhan tidak akan mencampuri apa yang sedang ia kerjakan .

Fakta yang sebenarnya .

Salah satu tujuan orang bekerja memang uang, namun sebagai anak Tuhan menjadi saksi Kristus ditempat bekerja itu jauh lebih penting dimata Tuhan .

Mitos 3 . Yang terpenting hidup ini adalah uang.

Seorang yang sudah berkeluarga pada umumnya yang terpenting adalah uang karena pikirnya keluarganya membutuhkan uang banyak untuk segala macam keperluan .

Fakta yang sebenarnya .

Keluarga memang membutuhkan uang tetapi yang terpenting dalam sebuah keluarga adalah keharmonisan, ada waktu bersama, ada waktu untuk berkomunikasi dengan tatap muka satu dengan yang lainnya, Ada ilustrasi “ Seorang anak yang mau membayar upah ayahnya satu jam agar ia bisa bersama dengan ayahnya yang terlalu sibuk cari uang sehingga tidak ada waktu untuk bermain dengannya “

Mitos 4 . Rencana Tuhan disesuaikan dengan aktivitas yang saya lakukan .

Saya akan menderita kalau harus menyesuaikan diri dengan kehendak Tuhan , seharusnya Tuhan menyesuaikan diri dengan aktivitas saya .

Fakta yang sebenarnya .

Kita tidak bisa menyusun agenda kerja kita lebih dulu, baru memasukkan kehendak Tuhan disisa waktu kita, seharusnya kita memperhatikan kehendak Tuhan lebih dulu, baru kita menyusun rencana kerja kita, sebab kalau dibalik maka sering kali Tuhan tidak mendapatkan apa-apa dalam perjalanan hidup kita dan bisa terjadi semua yang kita kerjakan tidak kita nikmati seperti yang Tuhan katakan dalam Lukas 12 : 20-21 .Dan banyak alat uji yang menunjukkan bahwa seseorang sebetulnya adalah kecanduan bekerja dengan berbagai alasan seperti ;

• Melalui pekerjaan yang sukses agar hidupnya bisa dihargai orang lain .
• Pekerjaan menjadi sarana untuk mendapatkan teman .
• Pekerjaan menjadi sarana menemukan bakat dan kemampuan tersembunyi .
• Pekerjaan dapat memberikan identitas diri ( Gengsi naik )
• Pekerjaan menjadi sumber pengharapan mendapat penghasilan .( Kekayaan )
• Pekerjaan menjadi tempat pelarian dari keruwetan rumah .
• Pekerjaan dibawa sampai kerumah .
• Gelisah dan depresi kalau tidak bekerja .
• Keluarga sering mengeluh karena tidak pernah bisa makan bersama .dllnya .

Setelah mengetahui kesalahan dalam bekerja, sekarang kita mau belajar hal-hal yang seharusnya menjadi prioritas dalam bekerja agar tidak menjadi seorang yang kecanduan dalam bekerja lagi, dan tahu menggunakan waktu dalam kehidupan ini dan kalau sudah tahu rahasia menggunakan waktu maka kita tidak lagi mengejar kekayaan sebaliknya kekayaan yang akan mengejar hidup kita , mari kita melihat prioritas dalam hidup ini yaitu ;

Yesus .

Kehidupan Yesus sesungguhnya merupakan kekayaan sejati yang sudah diberikan kepada kita , kalau kita mau membangun hubungan dengan Tuhan Yesus sampai mengerti akan kehendak dan rencana-Nya dalam kehidupan kita masing-masing maka “ Kekayaan “ yang dicari-cari banyak orang akan datang sendiri kepada kita ! ( Ams 10 : 6 a ) Jadi membangun hubungan dengan TuhanYesus seharusnya menjadi tujuan hidup kita yang terutama , kalau disuruh memilih apa yang kita sayangi dalam kehidupan ini seharusnya “ Yesus “ merupakan kekayaan yang paling berharga dalam hidup kita . ( Mat 6 : 33 ) , jadi yang seharusnya kita kejar sebagai prioritas hidup kita adalah Yesus dan segala jalan-jalan-Nya !

Hidup benar .

“ Lebih baik orang miskin yang bersih kelakuannya daripada orang yang berliku-liku jalannya, sekalipun ia kaya “ ( Ams 28:6 ) Hidup benar adalah hidup dengan prioritas melakukan Firman Tuhan dalam hidupnya , hal ini merupakan bukti kita mengasihi Tuhan Yesus mau melakukan apa yang menjadi perintah-Nya . Hidup benar jauh lebih penting daripada mendapatkan kekayaan, oleh karena itu sebagai anak Tuhan harus memberi prioritas hidup dalam kebenaran , bukan mengejar kekayaan , sebab kalau kita sudah memiliki konsep hidup yang benar barulah Tuhan mempercayakan kekayaan bangsa-bangsa dalam kehidupan kita .

Hikmat .

“ Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. Ia lebih berharga daripada permata, apa yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya . Umur panjang ada ditangan kanannya , ditangan kirinya kekayaan dan kehormatan. Jalannya adalah jalan penuh bahagian, segala jalannya sejahtera semata-mata . “ Ams 3 : 13-17 Hikmat sangat diperlukan agar seseorang mengenal Tuhan dan karena mengenal baru bisa memiliki rasa takut hormat akan Tuhan , sikap ini akan membawa hidup benar dihadapan Tuhan, oleh sebab itu betapa pentingnya seorang anak Tuhan mengejar hikmat dengan tekun membaca Alkitab dan membangun hubungan dengan Tuhan daripada mengejar kekayaan selama hidup ini, sebab bagi Tuhan tidak sulit memberi kita hikmat untuk mendapatkan kekayaan , bisnis apa yang tepat dan menguntungkan , kalau kita tidak menyadari akan hal ini, sering Tuhan mengambil kekayaan yang ada pada kita agar kita mencari wajah Tuhan mengerti tujuan panggilan Tuhan dalam hidup yang sesungguhnya ! ( Contoh kehidupan Ayub )

Rendah hati .

“ Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan “ ( Ams 22:4 ) Rendah hati adalah salah satu sifat yang harus kita kejar lebih dulu bukan kekayaan sebab memiliki hati sebagai hamba itulah yang Tuhan cari, kalau kita memiliki hati sebagai hamba maka kita akan menyadari apa yang Tuhan percayakan dalam hidup ini semua adalah dari Tuhan , kita hanya sebagai pengelola saja , dan kalau kerendahan hati digabungkan dengan takut akan Tuhan pasti akan mendatangkan kekayaan, bahkan tidak hanya kekayaan saja , tetapi juga kehormatan dan kehidupan !

Dapat dipercaya .

“ Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya , tidak akan luput dari hukuman “ ( Ams 28:20 ) Tuhan mengingatkan seorang yang dapat dipercaya adalah sikap penting yang harus dimiliki umat-Nya. Agar dapat dipercaya Tuhan untuk mengelola kekayaan, sebab seorang yang dapat dipercaya akan menggunakan Kekayaan dengan bertanggung jawab. Mereka tidak akan menggunakannya untuk kesenangan pribadinya saja , Sebab umumnya kecenderungan banyak orang memanfaatkan kekayaan hanya untuk kesenangan pribadi mereka, sedangkan Tuhan menciptakan manusia hanya sebagai pengelola bukan sebagai penguasa ! ( Luk 16:11-12 )

Jadi walau seorang berusaha dengan rajin , bekerja keras dan Profesional, tetapi jangan sampai gila kerja ( Workaholic ) , sebab yang Tuhan kehendaki dalam kehidupan kita sebagai umat pilihan-Nya adalah ;

Bagaimana hidup ini bisa memuliakan nama Tuhan,

Bagaimana bisa memuliakan nama Tuhan kalau tidak tahu kehendak Tuhan dalam hidupnya , Bagaimana bisa tahu kehendak Tuhan kalau tidak membangun hubungan dengan Tuhan , Bagaimana bisa membangun hubungan kalau tidak ada waktu karena gila kerja ! dengan pemahaman ini maka Prioritas hidup kita harus kita tata ulang lagi yaitu ;

  1. Menghargai kekayaan sejati yang sudah diberikan dalam kehidupan yaitu Tuhan Yesus dan mengenal rencana dan kehendak-Nya .

  2. Hiduplah sesuai dengan kebenaran yang Tuhan tetapkan lewat Firman Tuhan , sehingga mengubah kita menjadi manusia ciptaan baru yang tahu tujuan mencari kekayaan !

  3. Carilah Hikmat dari Tuhan yang akan mengajarkan segala hal kepada kita , termasuk didalamnya bagaimana mencari uang .

  4. Bangun sikap rendah hati, sebagai hamba Tuhan bukan tuan , dengan sikap itulah maka Tuhan mempercayakan kekayaan bangsa-bangsa dalam hidup kita .

  5. Dan jadilah seorang yang dapat dipercaya Tuhan , sehingga kekayaan bisa dipercayakan dalam hidup kita . Amin .


trims renungan yang luar biasa…lengkap sekali…

saya nitip lapak …
PENYEBAB ORANG KAYA MASUK NERAKA
http://depan.org/penyebab-orang-kaya-masuk-neraka/

Silahkan biar makin seru …