renungan harian

Gudeg Inovatif


Ia mencari Allah selama hidup Zakaria, yang mengajarkannya supaya takut akan Allah – Dan selama ia mencari Tuhan, Allah membuat segala usahanya berhasil. (2 Tawarikh 26:5)

Rasanya , tidak seorangpum dari Anda yang tidak menyukai makanan khas Jogja yang terbuat dari sayur nangka plus racikan sambel krecek ini ternyata juga digemari sampai masyrakat di luat Jogjam bahkan sekarang meluas sampai ke beberapa negara.

Penggemar gudeg di Eropa misalnya, saat ini tak perlu kuatir gudeg pesanannya akan basi karena menempuh perjalanan sampai belasan jam dari Jogja. Karena, saat ini telah tersedia gudeg dalam kemasan kaleng, tanpa bahan pengawet, dan mampu bertahan hingga 2 tahun!

Headline koran harian Kompas baru-baru ini memberitakan, bahwa inovasi gudeg ini pertama kali dilakukan oleh LIPI Gunung Kidul, Yogyakarta pada tahun 2008-2009. Dua tahun kemudian ‘gudeg inovatif’ ini diadopsi oleh Gudeg Bu Lies, Gudeg Citro, dan Gudeg Bu Joyo, yang membuat gudeg kini membus pasar Arab Saudi dan Belanda.

Raja Uzia, dalam ayat bacaan renungan kita hari ini, adalah seorang raja yg inovatif di masa kejayaaanya. Ia mengembangkan bisnis property, agrobisinis dan produksi senjata inovatif. Sayangnya, di akhir hidupnya Raja ini berubah sikap di hadapan Tuhan. Padahal seandainya ia terus mencari Tuhan, semua inovasi usahanya akan terus dibuat Tuhan berhasil.

Pro & Biz, teruslah mencari Tuhan, dan teruslah melakukan inovasi. Kebanyakan org, masa kejayaannya berakhir, karena terlambat melakukan inovasi. Entahkah Anda seorang entrepreneur, ataupun seorang karyawan atau seorang professional teruslah mengembangkan inovasi tanpa henti. AYO, jangan kalah sama gudeg! (JSW)


MENCARI TUHAN DAN BERINOVASI TANPA HENTI ADALAH KUNCI KEJAYAAN ABADI

edisi BOM 074 hari ke 1

Ketika Merasa Bersalah

Jangan lagi kamu saling mendustai karena kamu telah meninggalkan manusia lama serta kelakuannya. (Kolose 3:9)

Para pemilik binatang piaraan di Amerik sering kali menitipkan binatang piaraan mereka di hotel khusus yang merah sebagai kompensasi dari “rasa bersalah” karena meninggalkan binatang piaraan itu di kandang. Untuk mendapatkan layanan istimewa bagi binatang piaraab itu, mereka harus mengeluarkan biaya extra. DI hotel khusus, seperti Best Friends Pet Care di Willow Grove, Pennsylvania, binatang piarrn menjalani acara yang padat: seperti fitness, jalan-jalan, bermain, makan es krim dengan perlakuan sangat istimewa. Dan, acara penting lainnya adalah pembacaan buku. Sonia Defazio, salah satu staf di hotel semacam itu, mendapat tugas wajib membaca buku cerita bagi setiap binatang piaraan yang datang ke tempat itu. Menurut Asosiasi Produsen Binatang Piaraan Amerika, dalam lima tahun terakhir belanaj untuk layanan binatang piaraan yang harus di keluarkan para pemiliknya meningkat menjadi USD 2.5 miliar. Sekitar 23 triliun rupiah.

Karena dihinggapi rasa bersalah karena meninggalkan binatang piaraannya, para pemilik anjing rela mengeluarkan uang yang tidka sedikit. Ketika kita melakukan kesalahan memang seringkali timbul perasaan bersalah. Lalu kita akan melakukan apa saja sebagai kompensasinya. Namnun cara terbaik agar kita tidak mengecewakan orang lain sebagai akibat kesalahan atau kelalaian yang kita buat adalah denagn tidak melakukan kesalahan itu lagi. Percuma saja kita meminta maaf, atau membelikannya hadiah, namun kelakuakn kita tidak berubah.

Pro & Biz, saat kita lupa, lalai, ceroboh, kurang teliti atau hati-hati. Segeralah mengakui dan memperbaiki. Tak perlu berkata manis atau mengiming-iming seseorang dengan hadiah, karena orang lain hanya membutuhkan butki perubahan sikap kita. (IS)

SESEORANG YANG MELAKUKAN KESALAHAN DAN TIDAK MEMBETULKANNYA TELAH MELAKUKAN SATU KESALAHAN LAGI

edisi BOM 074 hari ke 2

Penemuan Baru

Di bibir org berpengertian terdapat hikmat, tetapi pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi. (Amsal 10:13)

Jika Anda bertanya kepada seseorang, “Berapakah setengah dari delapan?” Dan bila ia menjawab. “Nol.” tanggapan Anda yang pertama adalah, “itu salah besar.” Tapi berhentilah sejenak. Pikirkanlah angka 8. Angka itu terdiri dari dua angka ) yang diletakkan satu di atas yang lain. Pikirkanlah lebih jauh, jika ditarik garis ke bawah di tengah angka 8, maka Anda akan melihat dua angka 3 yang saling berhadapan. Dari sudut pandang itu, stengah dari angka 8 adalah 3. Dengan mengambil sudut pandang baru dna melihat secara berbeda kita bisa mendapatkan berbagai penemuan baru. Kita bisa menggantikan pandangan lama dengan yang baru. Kita baru menggabungkan ide lama sedemikian rupa dan menciptakan sesuatu yang tak pernah ada sebelumnya.

Jika kita jeli bukankah banyak produk saat ini seperti laptop, iPad, MP4, TV layar datar, BB, dan produk2 elektronik lainnya berasal dari produk yang sudah lama ada, namun dimodifikasi dengan kecanggihan terbaru, diinovasi desainnya, dan ditambah keunggulannya saja. Sebenernya tidak ada produk yang benar-benar baru, mereka hanya mengalami perubahan bentuk, kecepatan, fitur dan teknologi saja. Karena itu, bila kita ingin sekali membuat trobosan dalam usaha atau perusahaan kita, mungkin kita tidak perlu berpikir jauh-jauh, atau sampai memeras otak, kita hanya perlu melakukan sedikit perubahan kecil. Seperti mengubah warna, brand, kemasan, menambah isinya, atau mempercantik pembungkusnya.

Pro& Biz, ingatlah seringkali perubahan dapat terjadi, bukan karena kita telah melakukan hal yang besar namun justru hanya hal kecil saja. Tidak percaya, coba saja! (IS)

KREATIVITAS ADALAH MENGUNGKAPKAN KEBENARAN LAMA DENGAN CARA YANG BARU

edisi BOM 074 hari ke- 3

More Than Conquerors

Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. (Roma 8:37)

Seorang laki-laki yang tinggal di kota New York, suatu pagi sebelum meninggalkan rumah hari itu menerima empat telepon jarak jauh dari klien-klien yang memiliki masalah. Setiap orang ingin ia meninggalkan kota New York untuk menemui mereka dan berusaha menyelesaikan semua masalah mereka. Ia akhirnya selesai berpakaian dan pergi ke dapur di mana ia menerima dua telepon dua lagi, kali ini dari klien-klien lokal. Ia memberitahukan istrinya bahwa ia tidak akan makan pagi, lalu keluar memanggil taksi. “Baiklah, ayo jalan ,” ia berteriak, saat ia masuk. “Anda mau di antar ke mana?”tanya supir taksi. “Saya tidak peduli,” jawab orang itu. “Saya punya masalah dimana-mana.”

Itulah contoh orang yang punya banyak masalah. Dan memang setiap orang punya masalahnya sendiri. Semua kita punya masalah. Dan memang yang perlu kita tahu adalah bahwa masalah apapun yang kita hadapi, sebanyak apa pun masalah yang kita hadapi, kita akan selalu dimampukan untuk menghadapinya. Sebab di dalam Tuhan kita adalah para pemenang, bahkan lebih dari pada pemenang. Kita bisa menang atas setiap masalah yang menimpa hidup kita.

Itu semua terjadi karena karya terbesar Tuhan Yesus di kayu salib yang telah mengalahkan setiap pergumulan terbesar hidup kita. Dia telah mengalahkan fosa, iblis dan kuasa maut kematian. Itulah masalah terbesar manusia. Jadi jika pergumulan terbesar manusia saja Ia kalahkan, apalagi pergumulan-pergumulan ‘kecil’, Ia tentu dapat melakukannya.

Pro&Biz, apa pun masalah yang sedang kita hadapi saat ini, percayalah bersama Tuhan kita dapat menjadi orang-orang yang menang atasnya. Kita bisa menjadi pemenang, bahkan lebih dari pemenang More than conquerors. Allah telah memberikan kita kemenangan atas setiap persoalan hidup. Kita hanya perlu percaya dan mengandalkan Dia selalu agar kita dapat merebut kemenangan tersebut. (HJO)

DALAM SETIAP PERMASALAHAN KEHIDUPAN KITA DITENTUKAN UNTUK MENIKMATI KEMENANGAN BUKAN MERATAP DALAM KEKALAHAN.

edisi BOM 074 hari ke 4

Cerdik tetapi Tulus

Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. (Matius 10:16)

Beberapa waktu yang lalu beberapa media televisi ramai memberitakan kasus penipuan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai koperasi simpan-pinjam, terhadap para nasabahnya. Mereka menjanjikan keuntungan yang muluk-muluk dalam waktu sekejap, dengan hanya bermodalkan uang yang relatif kecil. Orang-orang yang tertarik oleh bujukan mereka menyetor sejumlah uang dengan harapan akan mendapat untung berlipat kali ganda dalam beberapa waktu ke depan. Namun apa yang terjadi? Mereka yang menjanjikan keuntungan tsb kabur dan melarikan uang para nasabahnya. Korban penipuan yang kebanyakan ibu rumah tangga, sangat terpukul akan hal tersebut.

Apa yang kita pelajari dari kisah tersebut di atas adalah adanya dua pihak yang saling bertolak belakang : pihak yang satu cerdik. Pihak yang satu lagi tulus. Namun orang-orang yang cerdik tersebut tidak tulus tetapi licik. Sementara orang-orang tulus tersebut tidak cerdik, tetapi bodoh. Orang cerdik namun tidak tulus akan menjadi licik, mereka akan menipu orang lain. Orang tulus namun tidak cerdik akan menjadi bodoh, mereka akan ditipu orang lain. Orang yang tidak cerdik dan tidak tulus akan menipu orang lain dan juga akan ditipu orang lain.

Kepada para muridNya Tuhan Yesus berkata agar mereka cerdik, namun tetap tulus. Jika hanya cerdik tetapi tidak tulus mereka akan memperdaya orang lain. Dan jika mereka hanya tulus namun tidak cerdik mereka akan diperdaya orang lain. Karena itulah Ia pesankan agar mereka cerdik tetapi tulus.

Pro&Biz, dalam kehidupan kita sehari-hari kita harus memegang teguh prinsip ini, baik di pekerjaan, bisnis, pelayanan gereja maupun lingkungan masyrakat. Hendaklah kita cerdik namun tulus, jika tidak, kita akan menipu dan dtipu orang lain. Sebaliknya, jika kita cerdik dan tulus kita tidak akan menipu orang lain dan juga tidak akan ditipu orang lain. (HJO)

KETULUSAN TANPA KECERDIKAN ADALAH KEBODOHAN
KECERDIKAN TANPA KETULUSAN ADALAH TIPU MUSLIHAT

edisi BOM 074 hari ke 5

Tindakan Iman dan Obyek Iman

Apa maksudnya oleh “iman”?
Kita harus memisahkan tindakan iman manusia dari obyek iman ilahi, iman kita dari iman itu sendiri, tindakan untuk percaya dari kebenaran yang dipercaya.
Tindakan iman adalah kita. Adalah pilihan kita sendiri untuk percaya atau tidak percaya.

Untuk percaya apa? atas apa yang telah Allah nyatakan, wahyu ilahi. Inilah obyek iman.

Tindakan iman saling berhubungan pada obyeknya. Kita tidak “begitu saja percaya,” kita percaya Allah. Dan kita tidak begitu saja percaya kepada allah yang mana saja, kita percaya Allah yang sejati, Bapa dari Yesus Kristus, seperti yang telah dinyatakan kepada kita oleh Gereja, lewat Syahadat, dan Injil-nya.

Katekismus menjelaskan tindakan iman seperti berikut: “Iman adalah satu perbuatan pribadi: jawaban bebas manusia atas undangan Allah yang mewahyukan Diri” (KGK 166). Iman adalah tanggapan terhadap data, terhadap apa yang telah diberikan (data artinya “sesuatu yang diberikan”) kepada kita oleh Allah – inilah, sebuah jawaban terhadap wahyu ilahi. Iman bukanlah seperti perasaan yang kita lakukan didalam diri kita sendiri. Iman mempunyai banyak data seperti ilmu pengetahuan lakukan. Tetapi data iman tidak bisa ditemukan, atau dibuktikan, atau dimengerti oleh metode ilmu pengetahuan. Allah tidak pas didalam tabung tes. Ia tidak tampak pada mata, hanya pada pikiran (yang bijaksana) dan pada hati (yang kudus).

sumber terjemahan dikutip dari booklet The Luke E Hart Series; Basic Element of the Catholic Faith; Part One: Faith; by Peter Kreeft.

Anti Kemapanan

Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. (Kisah Para Rasul 8:1b)

Dick Eastman, seorang hamba Tuhan, pernah menceritakan tentang semangat juang yang dimiliki oleh seorang pelukis terkenal yang bernama Raphael. Pada suatu hari seseorang bertanya kepada Raphael, “Yang manakah lukisan terbesarmu?” Ia tersenyum dan berkata,”Lukisanku yang berikutnya”. Dan orang tahu bahwa Raphael selalu berusaha untuk melukis lebih baik lagi. Pelajarannya di sini menurut Eastman adalah kita tidak boleh langsung merasa puas dengan apa yang telah kita kerjakan, kita harus tetap berjuang untuk mencapai yang terbaik.

Ketika murid-murid Tuhan YESUS mulai merasa mapan di Yerusalem, dengan jumlah orang percaya yang mencapai ribuan jiwa, mereka Tuhan ‘goncangkan’ melalui penganiayaan. Dengan demikian secara tidak sengaja, mereka justru menggenapi nubuat Tuhan YESUS yang telah memerintahkan mereka untuk membawa Injil di wilayah Yudea dan Samaria, bukan hanya di Yerusalem.

Tuhan tidak ingin kita cepat merasa mapan, merasa puas diri dengan apa yang telah kita capai. Tuhan ingin kita terus maju, bukan stagnan. Ketika kita telah berhasil mencapai sebuah keberhasilan, itu tidak boleh membuat kita terlena sehingga merasa sudah cukup dan berhenti mengejar visi yang lebih besar yang Tuhan telah sediakan bagi kita. Ia mau kita tetap bergerak maju dari satu keberhasilan menuju keberhasilan yang lain. Kita selalu percaya bahwa hal terbaik yang dapat kita capai masih ada di depan kita. Seperti halnya pelukis Raphael, yang merasa bahwa lukisan terbaiknya adalah lukisan yang berikutnya, demikianlah seharusnya kita.

Pro&Biz, yakinilah dalam diri Anda bahwa karya terbaik Anda belum selesai, karya terbaikmu masih di depan. Karena itu raihlah, jangan dulu berpuas diri. Jangan merasa mapan. Biarlah kita menjadi orang-orang yang ‘anti kemapanan’. (HJO)

KENYAMANAN DAN KEMAPANAN ADALAH AWAL KEMUNDURAN

edisi BOM 074 hari ke 5

Sampai titik darah penghabisan

Tetapi ia bangkit dan membunuh demikian banyak orang Filistin sampai tangannya lesu dan tinggal melekat pada pedangnya. (2 Samuel 23:10a)

Ketika sebuah pesawat baru saja tinggal landas, seorang pilot pergi ke bagian belakang pesawatnya untuk memeriksa mengapa lampu bahaya menyala. Ternyata ada sebuah pintu yang sedikit terbuka. Ketika pilot itu sampai di dekat pintu tersebut, sekonyong-konyong pintu itu terbuka dan pilot itu terhisap keluar dari pesawat.

Ketika kopilot pesawat melihat panel pintu terbuka, maka ia cepat-cepat memutar arah pesawatnya untuk kembali ke bandara dan menghubungi helikopter dengan radio untuk melacak tempat jatuh rekannya. Ia berkata,”Saya yakin ada pilot yang terhisap keluar dari pesawat.” Setelah mendaratkan pesawatnya, setiap orang terperanjat ketika mendapati pilot yang dikira tewas itu ternyata memegangi anak tangga, yang secara ajaib berhasil diraihnya. Ia telah bergelantung pada anak tangga itu selama 15 menit; dan yang lebih mengagumkan, ia berhasil melindungi kepalanya sehingga tidak membentur landasan pacu pesawat, walaupun jaraknya hanya 15 cm saja. Ketika pilot itu dtemukan, mereka harus berusaha keras membuka genggaman tangannya yang melekat kuat pada anak tangga itu!

Kisah di atas hampir sama dengan yang dialami oleh Elaeazer, salah seorang pahlawan Daud. Dalam perjuangannya melawan orang Filistin, ia berperang sekuat tenaga, hingga titik darah penghabisan, hingga tangannya lesu dan tinggal melekat pada pedangnya. Sebuah perjuangan yang luar biasa.

Pro&Biz, bagaimanakah kita dalam berjuang dalam hidup ini? Apakah tangan kita sudah cukup lesu dalam bekerja? Atau apakah tangan kita sudah cukup kuat melekat dalam menggenggam visi dan cita-cita kita? Tetaplah berjuang hingga titik darah penghabisan seperti Eleazer dan sang pilot (HJO)

JANGAN MENYERAH!
SIAPA TAHU SUKSES TINGGAL SELANGKAH

edisi BOM 074 hari ke 6

Diproses oleh Penderitaan

yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.(Ibrani 2:10B)

Dalam salah satu bukunya, seorang hamba Tuhan yang bernama Dutch Sheets, mengutip Leonard Ravenhill yang menceritakan tentang sekelompok turis yang mengunjungi suatu desa yang amat menawan. Dalam perjalanannya, turis-turis itu melewati seorang laki-laki tua yang sedang duduk di sebelah pagar. Dengan nada sedikit merendahkan, seorang turis bertanya kepada laki-laki tua itu,”Apakah ada orang-orang besar yang dilahirkan di desa ini?” Laki-laki tua tersebut menjawab,”Tidak ada, hanya bayi-bayi.”

Ketika Tuhan Yesus hadir di dunia ini dua ribu tahun lalu, Ia bukanlah dihadirkan dari surga dengan ‘sempurna’. Sekalipun Ia adalah Anak Allah, namun Ia telah mengambil rupa seorang manusia. Dan dalam keadaanNya sebagai manusia tersebut, Ia dilahirkan sebagai bayi biasa seperti halnya kita. Dia juga mengalami banyak penderitaan hidup layaknya seorang manusia biasa. Namun justru penderitaan itulah yang “menyempurnakan” Tuhan Yesus, sehingga Ia menjadi manusia yang berkenan kepada Allah.

Semua manusia hebat yang pernah hidup di dunia ini tidak ada yang dilahirkan sebagai manusia hebat. Mereka semua dilahirkan sebagai bayi-bayi yang lemah dan tidak berdaya. Namun lewat proses penderitaan hidup mereka semuanya ‘disempurnakan’ menjadi manusia-manusia yang hebat. Semua manusia dilahirkan sebagai bayi-bayi. Namun hanya mereka yang mau ‘disempurnakan’ oleh penderitaanlah yang akan menjadi manusia-manusia hebat, sukses, terkenal, berprestasi dan bahagia, orang besar.

Pro&Biz, biarkanlah penderitaan-penderitaan yang kita alami semakin memproses dan menyempurnakan hidup kita sehingga kita pun menjadi manusia yang berhasil, bahagia dan menjadi berkat bagi banyak orang (HJO)

KEBESARAN BUKAN DILAHIRKAN TAPI DIBENTUK DAN DISEMPURNAKAN OLEH PROSES KEHIDUPAN

edisi BOM 074 hari ke 7

Fokus pada kekuatan

Dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman." (Kisah Para Rasul 6:4)

China adalah negara yang terkenal dengan olahraga tenis meja, di mana para pemain mereka sering menjadi juara di berbagai pertandingan olahraga internasional. Ketika diteliti letak kekuatan mereka, ternyata bahwa kuncinya adalah dengan selalu memfokuskan diri pada bagian yang menjadi kekuatan mereka, dan mengabaikan kelemahan mereka. Jika mereka misalnya punya kekuatan di tangan sebelah kanan, maka mereka akan fokus pada tangan kanan dengan mengabaikan tangan kiri mereka. Sebaliknya, jika mereka punya kekuatan di tangan kiri maka mereka akan mengerahkan segenap kekuatan mereka pada tangan kiri dan mengabaikan tangan kanan. Dengan demikian mereka tidak perduli dengan kelemahan mereka melainkan tetap berkonsentrasi pada kekuatan mereka. Dan ternyata inilah yang menjadi kunci kemenangan mereka.

Demikianlah kita menyikapi hidup ini. Kita harus fokus pada kekuatan kita, bukan pada kelemahan kita. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun hendaklah kita tidak terlalu fokus pada kekurangan kita tetapi pada kelebihan kita, biarlah segenap tenaga, energi, waktu dan sumber-sumber lainnya kita arahkan pada bagian terkuat dalam diri kita. Dengan demikian kita akan mencapai keberhasilan dalam hidup ini. Sebab jika kita hanya mengarahkan diri kita pada kelemahan kita maka kita akan merasa tidak berdaya, lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Pro& Biz, selidikilah mana yang menjadi kekuatan Anda. Lalu arahkanlah segenap tenaga, pikiran dan waktu Anda untuk lebih fokus mengembangkan hal tersebut dan maksimalkanlah itu. Sebaliknya abaikanlah kelemahan dan kekurangan Anda. Maka Anda akan melihat sebuah hasil yang luar biasa. (HJO)

PUSATKAN PERHATIAN PADA APA YANG DAPAT ANDA CAPAI BUKAN PADA APA YANG TIDAK DAPAT ANDA CAPAI

edisi BOM 074 hari ke 8

HOPE

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh ROH KUDUS yang telah dikaruniakan kepada kita (Roma 5:5)

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan terhadap para pasien di salah satu rumah sakit ternama di Amerika Serikat, ditemukan sebuah fakta bahwa orang-orang yang paling ‘survive’ adalah mereka yang selalu penuh harapan dan optimisme. Artinya mereka yang selalu optimis dan yang punya harapan cenderung lebih bahagia, lebih cepat sembuh dan dapat bertahan hidup lebih lama. Sebaliknya mereka yang hidup pesimis, tanpa harapan dan putus asa akan cenderung tidak bahagia, lama untuk pulih, bahkan akan cepat meninggal.

Itulah pentingnya sebuah harapan. Harapan akan mampu membuat orang bahagia. Harapan mampu membuat orang tetap bertahan. Harapan membuat orang cepat sembuh dari penyakitnya, bahkan lebih panjang umur. Dan harapan membuat orang sabar dalam menanggung segala pergumulan hidupnya.

Namun yang menjadi pertanyaannya adalah apa yang menjadi sumber pengharapan kita? Sebab jika kita berharap pada sesuatu yang tidak pasti, semu dan tidak tetap. Seperti halnya harta kita, kepintaran kita, bahkan orang-orang yang bisa kita andalkan dalam hidup kita, maka kita akan kecewa. Tetapi jika kita berharap pada Allah dan firmanNya maka kita akan berbahagia. Sebab pengharapan kita tidak akan pernah mengecewakan. Manusia bisa saja mengecewakan kita, namun Tuhan tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepadaNya. Manusia bisa saja berjanji tetapi tidak menepatinya, namun Allah kita selalu menepati janjiNya.

Pro & Biz, milikilah selalu pengharapan dalam hidup ini, yakni harapan di dalam Allah dan firmanNya. Itulah yang akan membuat kita dapat bertahan dalam menghadapi persoalan hidup apa pun juga. (HJO)

JADIKANLAH ALLAH SEBAGAI SUMBER PENGHARAPAN YANG TIDAK MENGECEWAKAN

edisi BOM 074 hari ke 9

Hikmat

Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. (Amsal 2 : 6)

Ada seorang raja yang memiliki cacat di mata dan kakinya. Mata kanannya buta dan kaki kirinya timpang. Suatu hari ia berminat untuk dilukis. Ia pun memanggil tiga orang pelukis yang paling mahir dari segala penjuru kerajaan. Pelukis pertama melukiskan sang raja sebagai seorang pejuang yang perkasa. Sinar matanya tajam dan menantang musuh-musuhnya, kaki-kakinya kuat berpijak dengan otot kekar seorang atlet. Namun sayang, raja tidak senang dengan lukisan itu. “kamu pembohong, ini jelas bukan saya!” Dengan murkanya ia memerintahkan pengawal untuk menangkap dan memenjarakan pelukis itu.

Pelukis kedua yang mendengar berita itu, gemetar dan segera melukiskan raja apa adanya dengan mata kanan yang buta dan kaki kiri yang timpang. Setelah melihat lukisan itu raja berteriak: “Lukisan macam apa ini?” Amarahnya meledak dan pelukis kedua dimasukkan ke penjara. Raja akhirnya meminta pelukis ketiga datang. Dengan tenang pelukis ketiga mengamati secara seksama seluruh tubuh sang raja, kemudian ia pun mulai melukis. Di dalam lukisannya, ia menggambar raja sedang dalam posisi berlutut menembak. Mengenakan pakaian berburu kaki kanannya bertekuk dan kaki kirinya yang timpang menopang senapan, sementara mata kirinya saja yang terbuka karena sedang membidik seorang rusa dari kejauhan. Ketika melihat lukisan itu raja sangat puas dan ia memberikan penghargaan kyang besar dalam sejumlah uang kepada pelukis ketiga, ia memujinya sebagai pelukis terbaik di seluruh kerajaannya.

Pro & Biz dalam menjalankan tugas hari ini, dan dalam merespon setiap situasi, jangan lupkan hikmat. Hanya dengan hikmat kita mampu menangani pekerjaan yang sulit. Seringkali hikmat datang dalam cara yang sederhana. Yang terpenting mintalah hikmat bagi Anda hari ini dari Tuhan dan jangan ragu bahwa Tuhan akan memberikannya. Maka setiap tugas kita akan senantiasa berhasil secara gemilang. (BM)

KEBERUNTUNGAN MELEKAT PADA SETIAP ORANG YANG MEMILIKI HIKMAT

edisi BOM 074 hari ke 10

Menyambut ide

Dan aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kata-kata nasihat ini kamu sambut dengan rela hati, sekalipun pendek saja suratku ini kepada kamu. (Ibrani 13:22)

Sebagian besar dari kita tidak asing lagi dengan sebuah benda kecil lonjong yang terletak di samping komputer. Benda itu bernama Computer Mouse. Sebuah alat yang fungsinya mempermudah pengoperasian komputer. Mouse dalam arti bahasa Indonesia yang sebenarnya adalah tikus, mungkin karena bentuknya mirip tikus. Tapi tahukah Anda bahwa sebenarnya mouse bukan di temukan pada tahun 90-an, tapi pada era tahun 70-an. Perusahaan yang menemukan pun adalah Xerox. Peneliti di Xerox yang dikenal sebagai pembuat mesin cetak dan foto kopi sudah menemukan teknologi mouse sejak tahun 70-an. Namun sayang, para petinggi di Xerox tidak menyambut penemuan dari para penelitinya yang melihat peluang inovasi dan proyeksi masa depan, akhirnya penemuan yang merupakan kebutuhan pelanggan di masa depan terabaikan.

Bukan hanya Mouse, tapi juga tampilan windows yang ada pada hampir setiap komputer, di temukan pertama kali oleh para peneliti dari Xerox. Kenyataan yang tragis ini harus ditelan karena para pengambil keputusan di perusahaan membuang ide-ide inovatif para peneliti yang peka terhadap kebutuhan masa depan dari para pelanggannya, hingga akhirnya pihak lain mengambil dan mengadakan penelitian lebih lanjut hingga penemuan tersebut makin sempurna hingga saat ini.

Pro & Biz, tidak semua ide dan gagasan mengalami sambutan yang baik dari orang lain. Apabila Anda seorang pemimpin kelompok, pemimpin perusahaan, engineer atau pengambil keputusan, pekalah terhadap inovasi. Sambut semua ide yang datang, bahkan ide yang kita anggap konyol pun terkadang bisa merupakan proyeksi dari kebutuhan di masa depan. Bersikaplah terbuka dan coba hal-hal baru dalam hidup maka kita akan penuh dengan ide cemerlang. Tuhan sendiri yang menaruh berbagai ide di pikiran dan hati kita. Melalui kita berkat surgawi mengalir ke dalam kehidupan orang lain yang memerlukannya. (BM)

SEBUAH MAHA KARYA SELALU BERAWAL DARI SEBUAH IDE

edisi BOM 074 hari ke 11

Nikmatnya Kebetulan

Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (1 Korintus 2:9)

Ban mobil atau ban motor yang kita pakai adalah ban jenis karet yang ditemukan pertama kali oelh seorang bernama Charles Goodyear. Penemuannya itu telah membantu banyak orang di seluruh dunia. Awalnya roda sepeda jaman dahulu terbuat dari besi atau kayu, sehingga untuk menggerakannya butuh tenaga yang besar. Dengan ditemukannya bahan karet untuk roda kendaraan, terjadi perubahan besar di dunia transportasi. Transportasi jadi lebih murah dan cepat. Charles Goodyear telah berjasa memajukan kemudahan tranportasi. Tapi sedikit yang tahu kalau penemuannya itu adalah penemuan tidak sengaja. Hal ini terjadi ketika Goodyear secara tidak sengaja menjatuhkan campuran karet ke dalam belerang pada sebuah kompor panas. Sudah cukup lama Goodyear mencari cara agar karet dapat menjadi suatu bahan yang berguna. Dari waktu ke waktu ia tidak pernah menemukan caranya. Sampai tiba ketidaksengajaan itu. Goodyear akhirnya menemukan bahan pelapis roda pada kendaraan yang ada sampai saat ini.

Ketidaksengajaan sering terjadi dalam hidup kita, ketidaksengajaan atau yang biasa juga disebut kebetulan, kerap kali membawa keberuntungan. Namun yang terjadi dengan Charles Goodyear bukanlah sekedar kebetulan biasa. Ia telah cukup lama mencari bagaimana caranya agar karet dapat berguna.

Pro & Biz terkasih, seperti Charles Goodyear yang memikirkan bagaimana agar karet bisa berguna, demikian akan terjadi pada kita yang pertama berpikir atau menggunakan akal budi lebih dulu untuk berhasil. Bukan seperti orang malas yang tidak mau berpikir, hanya maunya mengharapkan keberuntungan dalam sebuah kebetulan. Saat dalam doa dan proses mencoba pekerjaan baru atau usaha baru, mintalah Tuhan mencerahkan pikiran Anda. Saat nanti Anda mencoba hal-hal baru, pasti kebetulan akan menjadi sebuah keberuntungan. (BM)

KEBERUNTUNGAN ADLAAH RESULTAN KETIKA KETEKUNAN BERTEMU DENGAN KEBETULAN

edisi BOM 074 hari ke 12

Dihambat makin hebat


Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. II Korintus 12:10

Syam, seorang pengusaha muda yang memiliki ide brilian mengubah kotoran sapi menjadi batu bata dengan kekuatan 20 persen lebih besar dari batu bata biasa. Syammahfuz Chazali, nama lengkapnya. Tidak ada yang menyangka bila bisnisnya 4 tahun lalu dipandang sebelah mata oleh banyak pihak. Ketika mengajukan proposal untuk modal kerja, ia di tolak bank. Tidak putus asa, ia mengajukan hasil penelitiannya ke berbagai instansi yang mengadakan lomba sampai akhirnya ia memperoleh sedikit demi sedikit modal kerja dai hasil menang lomba. Seperti layaknya seorang bayi, ia merangkak dari bawah. Batu bata itu bernama Faerumnesia 7G. Terbuat dari 75% kotoran sapi dengan pemanfaatan bio gas utk pemanasannya. Berbeda dengan bata tanah liat biasa yang prosesnya menggunakan tungku dan menghasilkan CO2 yang tidak ramah lingkungan. Produk bata dari Syam ini lebih ringan, lebih kuat, juga ramah lingkungan. Hal itu yang membawanya memenangkan penghargaan dari berbagai kompetisi, salah satunya adalah Global Social Venture Competition, Kompetisi ini adalah kompetisi rencana bisnis pemanfaatan limbah, di Universitas Berkeley, Amerika Serikat.

Produk batu bata ramah lingkungan ini sudah dipatenkan Syam, saat ini dia kualahan meladeni permintaan dari Negara Kenya, India, Meksiko, Venezuela, Italia, Belanda dan Amerika Serikat. Tak ketinggalan bank-bank pun berlomba menawarkan bantuan, namun ia dengan tegas menolak. Ia bertutur, “Sejak semula saya memulai dari nol , saya sudah bertarung sejak awal.”

Pro & Biz, bila kita memiliki keyakinan, akan selalu ada jalan untuk berhasil. Mintalah Tuhan memimpin ide bisnis yang ada di hati Anda menjadi kenyataan, bersamaNya tidak ada yang mustahil dan sukar. Ia menyediakan semua yang kita perlukan. Mari andalkan Tuhan dalam tiap rencana bisnis dan kerja kita. (BM)

MILIKILAH KEMAUAN UNTUK MENCOBA
DAN BIARKAN TUHAN MENENTUKAN HASILNYA

edisi BOM 074 hari ke 13

Jadi buta dan ompong

Sebab kita mengenal Dia yang berkata: “Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.” Dan lagi: “Tuhan akan menghakimi umat-Nya.” Ibrani 10:30

Abe Chehebar, CEO Accessory Network Group & Ghurka, pernah berkata, “Hasil akhir dari teori mata ganti mata, gigi ganti gigi adalah dua orang ompong dan buta. Balas dendam adalah hal yang tidak masuk akal, apalagi jika terjadi dalam dunia bisnis!”

Dalam dunia kerja memang kadangkali kita harus berhadapan dengan pihak lain yang sangat menjengkelkan. Entah itu atasan, rekan kerja, pelanggan, atau pesaing kadang membuat sesuatu yang merugikan kita, membuat kesal, marah, dan sebagainya. Misal, kita bekerja dengan seseorang pemimpin yang otoriter dan ingin menang sendiri, tak jarang perkataan dan sikapnya membuat kita diremehkan, dihina, atau dipandang sebelah mata. Atau ada kalanya kita berhadapan dengan rekan kerja yang penuh tipu daya dan intrik demi menjatuhkan kita. Mereka bersikap manis di depan umum berusaha menusuk dari belakang. Lalu bagaimana reaksi kita menghadapi semua itu? Akankah kita membalas setimpal dengan apa yang dilakukannya kepada kita? Jika kita melakukan hal iti, berarti kita telah melakukan teori mata ganti mata, gigi ganti gigi. Hasilnya, musuh kita memang jadi “buta dan ompong”. Namun jangan lupa bahwa kita sendiri pun jadi “buta dan ompong”!

Pro & Biz, mendapat perlakuan buruk dari orang lain memang menyakitkan. Rasanya spontan ingin kita membalas perbuatan buruk itu. Namun ayat di atas mengingkatkan bahwa pembalasan adalah haknya Tuhan. Bila itu yang kita alami saat ini tidak ada cara lain selain tetap menjaga sikap kita. Tetaplah berbuat baik, tetaplah lakukan bagian kita yaitu mengampuni, membiarkan Tuhan yang membela. Yakinlah bila Tuhan berkenan dengan sikap kita, maka Ia pun akan mendamaikan kita dengan musuh kita. Bahkan membela kita dihadapan para lawan kita. (IS)

REAKSI TERHADAP SEBUAH SITUASI MENENTUKAN SEORANG PEMENANG SEJATI

edisi BOM 074 hari ke 14

Cengli, Cincai, Coan

Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, (Amsal 2:7)

Konon, orang-orang Tionghoa memiliki falsalah kesuksesan yang disebut 3C

Cengli. Dengan kata lain kita harus jujur, tidak curang dan bisa dipercaya dalam berbisnis. Ini akan membuat banyak orang suka bekerja sama dengan kita. Semakin orang lain mempercayai kita, maka pintu keberhasilan pun akan semakin terbuka lebar bagi kita. Mari di saat dunia ini banyak menerapkan cara-cara yang licik, akal-akalan, menipu, curang, kita sebagai anak-Nya tampillah beda.

Cincai. Artinya mudah memberi, tidak terlalu banyak perhitungan, lapang hati, tidak berbelit-belit dan bukan tipe orang yang sulit. Bila kita melakukan hal tersebut, bukan hanya pelanggan atau atasan kita yang akan disenangkan, namun itu berarti kita telah menabur atau menginvestasikan sesuatu yang baik, yang berharga bagi kemajuan masa depan kita kelak. Ibarat hukum tabur tuai, jika kita sudah menabur yang positif, maka hasil ke depannya pun tidak akan jauh berbeda dari taburan kita. Pimpinan dan costumer akan menghargai dan membalas kebaikan kita tersebut.

Coan. Setiap orang yang bekerja tentu saja mengharapkan keuntungan. Namun, fokus utamanya bukan apa yg tidak dapatkan, tapi apa yang kita berikan. Bukan hanya mengharapkan keuntungan namun tidak memperbaiki kualitas pelayanan. Bukan sekedar menginginkan kenaikan pendapatan, namun juga memperhatikan kinerja kerja. Sayangnya, kebanyakan orang berfokus pada keuntungan, fasilitas dan jabatan, tetapi lupa memperbaiki diri. Hanya mau yang enak, nyaman, puas, tetapi tidak mau memberi kontribusi lebih, dalam dunia perdagangan, boss dan karyawan harus sama-sama coan (IS)

KEJUJURAN PANGKAL KEMUJURAN

edisi BOM 074 hari ke 15

mantaffff…:afro: :afro:

Amsal 2:7 " Ia menyediakan pertolongan bagi org yg jujur,menjadi perisai bagi org yg tdk bercela lakunya."

Amsal 2:21 “Karena org jujurlah akan mendiami tanah, dan org yg tdk bercelalah yg akan tetap tinggal disitu”

Belajar dari hidup burung

Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. Amsal 10:4

Tahukah Anda burung Murai, bangun pukul 02.30 pagi kemudian mencari makanan hingga pukul 21.30, bolak-balik ke sarang sekitar 200 kali sehari memberi makan kepada anak-anaknya. Burung tikus, bangun pukul 03.00 pagi dan bekerja hingga pukul 21.00. Mereka bisa mengumpulkan 400 ekor ulat sehari. Burung hitam, bangun puku; 04.00 pagi dan bekerja hingga pukul 21.00. Bolak-balik ke sarang 100 kali sehari untuk memberi makan anak-anaknya.

Luar biasa, jika burung saja mampu bekerja dengan rajin dan giat, sebagai ciptaan-Nya yang paling sempurna sudah seharusnya kita pun dapat melakukan hal yang lebih lagi. Mari kita renungkan sejenak, sebagai seorang pekerja, apakah selama ini kita sudah rajin dalam bekerja? Sudahkah kita mengatur waktu sedemikian rupa sehingga kita tidak terlambat dating ke tempat kerja? Sudahkah kita memaksimalkan waktu yang ada untuk menghasilkan karya yang optimal? Jika inging jujur, sebenarnya kita masih kalah jauh dengan burung-burung di atas. Jika mereka rela bangun pagi-pagi buta untuk memberi makan anaknya, bekerja keras, tidak mengeluh, sebagian dari kita malah bersikap sebaliknya.

Pro & Biz, Tuhan rindu agar anak-anakNya dapat menghasilkan buah-buah dalam kehidupannya. Namun bila kita tidak mampu mengatur waktu, bersikap malas-malasan, memiliki daya juang rendah, akankah kita mampu berbuat lebih bagi-Nya? Tentu tidak. Karena itu, mari perbaiki kelakuan kita. Ubahlah setiap kemalasan, kelambanan dan sikap-sikap yang dapat menjauhkan kita dari kemenangan. Percayalah bila kita melakukannya, itu tidak hanya akan menguntungkan hidup kita, tapi membuat Bapa di surga bangga dengan kita (IS).

CEPAT KAKI RINGAN TANGAN PANGKAL HOKI DAN KEBERUNTUNGAN

edisi BOM 074 hari ke 16

Titik balik George Muller

Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! (Yesaya 55:6)

Suatu hari George ketahuan mencuri uang oleh ayahnya. Karena tak mau mengaku, maka sang ayah menggeledah pakaiannya. Ayahnya tidak menemukan uang sepeser pun di seluruh saku George, maka ia menyuruhnya membuka sepatunya. Benar saja, uang hasil curian George ada disana. “maaf kan aku ayah, aku menyesal melakukannya.” Walaupun ia telah berjanji tidak mengulangi perbuatan itu lagi, namun kehidupan George tidak pernah dari kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya. Setelah dewasa, Gerogr mengikuti saran gurunya menjadi seorang pengkotbah. Meskipun demikian kebiasaan mabuk-mabukkan dan hidup berfoya-foya masih saja menjadi gaya hidupnya. Tak hanya itu ia pun menikah dengan seorang perempuan yang hidupnya tidak jauh berbeda dengannya. Sampai suatu ketika, ia dan istrinya mengikuti sebuah acara persekutuan doa. Mujizat terjadi, pasangan itu djamah Tuhan. Itulah moment dimana Tuhan mengubahkan kehidupan George Muller. Dari seorang pencuri menjadi seorang hamba Tuhan besar.

Pro & Biz, George Muller mengalami tiik balik saat ia mengikuti sebuah acara persekutuan doa. Kita pun sering mendengar kesaksian banyak orang, bagaimana mereka dijamah Tuhan saat menghadiri komsel, persekutuan doa, atau ibadah di hari Minggu. Bila saat ini kita sedang merasakan kehidupan yang jauh dari damai dan sukacita, atau kita mungkin sedang mencari-cari apa itu kebenaran, siapa itu juru selamat, ambilah keputusan seperti George. Datanglah ke sebuah ibadah atau persekutuan doa, percayalah di sana kita akan menemukan jawaban yang selama ini kita cari. Di sana ada Yesus yang siap menjamah, menguatkan, bahkan mengubah seluruh hidup kita. Jangan anggap remeh persekutuan doa yang ada di sekitar Anda. Berkomitmenlah menghadiri persekutuan doa atau Mezbah Doa di kantor Anda. Motivasi yang baru, inspirasi dan ‘titik balik’ ke arah yang lebih baik pasti Anda dapatkan. (IS)

TITIK BAILIK SELALU TERJADI BILA BERTEMU DENGAN TUHAN TANPTA TITIK BALIK YANG ADA ADALAH SEBUAH KEMANDEGAN

edisi BOM 074 hari ke 17