Resensi Buku-20: APAKAH OTAK YG DIPERSALAHKAN? (Edward T. Welch, Ph.D.)

…Resensi Buku-20…

Buku
Resources for Changing Lives:
APAKAH OTAK YANG DIPERSALAHKAN? (BLAIM IT ON THE BRAIN?)
Membedakan Antara Ketidakseimbangan Kimiawi, Gangguan Pada Otak, dan Ketidaktaatan

oleh: Prof. Edward T. Welch, Ph.D.

Penerbit: Momentum Christian Literature (Fine Book Selection), 2006

Penerjemah: Lana Asali.

Menurut hasil riset, kini terdapat semakin banyak penyimpangan perilaku yang disebabkan oleh disfungsi otak. Tetapi benarkah ini karena otak kita? Bagaimana kita bisa tahu kalau otak kitalah yang menyebabkan penyimpangan-penyimpangan perilaku itu?

Mengkaji masalah-masalah otak melalui kacamata Alkitab, Edward T. Welch membedakan antara gangguan otak yang sebenarnya dan permasalahan-permasalahan yang berakar di dalam hati. Memahami perbedaan ini akan memampukan para hamba Tuhan, konselor, keluarga, dan sahabat untuk menolong orang lain atau diri mereka sendiri dalam menghadapi berbagai pergumulan dan tanggung jawab pribadi. Sementara berfokus pada beberapa gangguan yang umum, Welch memaparkan serangkaian langkah praktis yang bisa diterapkan pada berbagai kondisi, kebiasaan, atau kecanduan yang lebih luas.

Buku ini mendapatkan pujian dari seorang dokter, yaitu Franklin E. Payne, Jr., M.D.

Profil Dr. Edward T. Welch:
Prof. Edward T. Welch, Ph.D. meraih gelar Master of Divinity (M.Div.) dari Biblical Theological Seminary dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam bidang psikologi konseling (neuropsikologi) dari University of Utah pada tahun 1981. Beliau adalah seorang konselor di Christian Counseling and Educational Foundation di Glensidem, Pennsylvania, dan seorang dosen dalam bidang Theologi Praktika di Westminster Theological Seminary di Philadelphia. Dia adalah penulis bersama dari buku Addictive Behavior dan seorang kontributor di Journal of Biblical Counseling. Karyanya yang lain dalam seri Resources for Changing Lives yang juga telah diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Momentum adalah Ketika Manusia Dianggap Bear dan Allah Dianggap Kecil (2003).