Resensi Buku-34: MERUPA HIDUP DLM RUPA-NYA (Pdt. Yohan Candawasa, S.Th.)

…Resensi Buku-34…

Buku
MERUPA HIDUP DALAM RUPA-NYA:
Mengalami Pembentukan Allah Atas Iman dan Karakter Orang Percaya

oleh: Pdt. Yohan Candawasa, S.Th.

Penerbit: Unveilin GLORY, Bandung bekerja sama dengan Pionir Jaya, Bandung, 2005

Menjadi manusia di dalam Kristus sama artinya berada di dalam studio Allah untuk dirupa menjadi serupa dengan gambar Anak-Nya, Yesus Kristus. Supaya Ia “menjadi yang sulung di antara banyak saudara”; sama pula artinya dengan berada di dalam bengkel Allah utnuk direparasi dari kerusakan-kerusakan yang menghambat kita berjalan maju dalam rencana-Nya.

Buku ini merupakan kumpulan khotbah yang memberi wawasan tentang apa yang Allah lakukan dalam merupa dan mereparasi kita menuju hidup Kristiani yang lebih tinggi.

Komentar dari Pdt. Buby Ticoalu, D.Min.:
Setiap orang percaya mengalami pergumulan baik di dalam mengenal dirinya maupun di dalam berseikap terhadap Allah. Buku ini mengungkapkan banyak hal akan kebenaran firman Tuhan yang menolong ita untuk mengintrospeksi diri di hadapan Alalh.

“Merupa Hidup Dalam Rupa-Nya” dan “Mendapatkan-Mu dalam Kehilanganku” yang keduanya ditulis oleh Yohan Candawasa, bagi saya adalah dua buku terbaik dalam bahasa Indonesia, yang pernah saya baca untuk menjawab secara Alkitabiah dan realistis apa arti sesungguhnya percaya kepada Tuhan.

Gaya penulisan yang jelas, aplikatif dan komunikatif membuat orang yang membacanya akan dikuatkan dan didorong terus untuk berjalan bersama Tuhan.

Profil Pdt. Yohan Candawasa:
Pdt. Yohan Candawasa, S.Th. dilahirkan pada tanggal 11 Maret 1960. Selulus SMA, beliau melanjutkan studi di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang, sebagai jawaban atas panggilan Tuhan baginya.
Beliau mendalami studi Biblika dan Eklesiologi yang kemudian dituangkan dalam skripsinya.
Kerinduannya untuk membina jemaat Tuhan dinyatakan selama pelayanan di Gereja Kristen Abdiel Elyon, Surabaya (1985-1987) dan juga Gereja Kristen Immanuel Bandung (1988-1996). Selama pelayanan tersebut, beliau berkesempatan mengunjungi RRC dalam rangka perjalanan misi. Dalam kunjungan tersebut, beliau memperoleh beban pelayanan dari Tuhan untuk menggumuli penginjilan di RRC.
Beliau menikah dengan Stephanie, dan telah dikaruniai seorang putra bernama Yeiel Candawasa.
Tahun 1996-1997 beliau melayani sebagai Gembala Sidang di Mimbar Reformed Injili di Taipei. Kemudia tahun 1998-1999 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII)-Granada Jakarta.
Mulai tahun 2000 beliau melayani di CCM (Care for China Ministry). Selain itu, beliau juga mengajar di Sekolah Tinggi Theologi Reformed Injili Indonesia (STTRII) Jakarta.