Resensi Buku-39: KRISTUS YANG TIADA TARA (Rev. DR. JOHN R. W. STOTT)

…Resensi Buku-39…

Buku
INCOMPARABLE CHRIST (KRISTUS YANG TIADA TARA)

oleh: Rev. DR. JOHN R. W. STOTT

Penerbit: Momentum Christian Literature, 2007

Penerjemah: Ina Elia

Dunia postmodern adalah dunia yang dipenuhi dengan ide pluralisme dan universalisme yang menganggap segala sesuatu adalah sama. Selain itu, ide filsafat pragmatisme melahirkan banyak manusia mengeluarkan sesuatu/ide dengan tidak bertanggungjawab. Tidak heran, di zaman postmodern ini, buku The Da Vinci Code, “Injil” Yudas, “Injil” Thomas, dll bermunculan untuk menipu dunia tentang “kebusukan” Kristus. Mereka “boleh” saja menuduh dan memfitnah Kristus dengan keji, tetapi sebagai umat pilihan-Nya, sudah seharusnya kita lebih mengenal Kristus yang sebenarnya, yaitu Kristus yang tak dapat dibandingkan (atau Kristus yang tiada taranya) itu. Bagaimana caranya? Caranya adalah melalui Alkitab dan belajar melalui sejarah bagaimana pandangan orang tentang Kristus (baik benar maupun salah) dan bagaimana Kristus mempengaruhi dunia. Hal inilah yang diuraikan oleh seorang pendeta, penginjil, theolog, pengkhotbah, apologet dan penafsir Alkitab terkenal di seluruh dunia, Rev. DR. JOHN R. W. STOTT. Dr. Stott menjelaskan finalitas Kristus dalam dua hal, yaitu: Kristus menurut Alkitab dan Kristus menurut dunia. Kristus menurut Alkitab adalah penguraian Dr. Stott tentang Pribadi Kristus di dalam Perjanjian Baru dari Injil Matius s/d Wahyu (dibahas pada Bab 1 dan 4), sedangkan Kristus menurut dunia adalah penguraian Dr. Stott tentang pribadi Kristus disoroti dari orang-orang dunia/Kristen sejak zaman bapa gereja, konsili gereja sampai formulasi iman di dalam Kongres Penginjilan, seperti Lausanne (dibahas pada Bab 2: Yesus menurut Gereja/Yesus yang Lain) dan pribadi dan ajaran Kristus yang mempengaruhi orang-orang dunia, seperti Mahatma Gandhi, Ronald Allen, Joni Eareckson Tada, dll (dibahas pada Bab 4: Yesus yang Berpengaruh/Kisah tentang Yesus). Banyak hal menarik dan memberikan pengertian dari buku Dr. Stott ini yang mungkin jarang dibahas oleh pengkhotbah siapapun. Biarlah buku ini menjadi bahan inspirasi dan peneguhan iman kita di tengah zaman postmodern yang menyuarakan pluralisme.

Profil Rev. DR. JOHN R. W. STOTT:
Rev. DR. JOHN ROBERT WALMSLEY STOTT, CBE adalah seorang pemimpin Kristen dari Inggris dan pendeta gereja Anglikan yang tercatat sebagai seorang pemimpin dari gerakan Injili di seluruh dunia. Beliau terkenal sebagai salah seorang penulis terpenting dari the Lausanne Covenant pada tahun 1974. Beliau lahir di London pada tahun 1921 dari Sir Arnold dan Lady Stott. Stott belajar modern languages di Trinity College, Cambridge di mana beliau lulus dengan dua gelar dalam bidang bahasa Prancis dan Theologi. Di universitas, beliau aktif di the Cambridge inter-collegiate Christian Union (CICCU).
Setelah ini, beliau berpindah ke Ridley Hall Theological College (juga the University of Cambridge) sehingga beliau dapat ditahbiskan menjadi pendeta Anglikan pada tahun 1945 dan menjadi pembantu pendeta di the Church of All Souls, Langham Place (1945-1950) (website: www.allsouls.org) kemudian Pendeta (1950-1975). Beliau dipilih menjadi Pendeta bagi Ratu Inggris Elizabeth II (1959-1991) dan Pendeta luar biasa pada tahun 1991. Beliau menerima CBE pada tahun 2006 dan menerima sejumlah gelar doktor kehormatan dari sekolah-sekolah di Amerika, Inggris dan Kanada. Salah satunya adalah Lambeth Doctorate of Divinity pada tahun 1983.