Ribuan Warga Atambua Berdoa untuk Wilfrida

  • Ribuan warga Atambua, ibu kota Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, mendoakan Wilfrida Soik, TKW asal daerah perbatasan Timor Leste ini untuk keringanan atas tuntutan hukuman mati oleh pengadilan Kelantan, Malaysia, Minggu (29/9/2013).

Wilfrida Soik terancam hukuman mati dalam persidangan di Pengadilan Kelantan, Malaysia, karena dituduh menikam majikannya di wilayah setempat saat dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Kegiatan doa yang dilakukan oleh ribuan warga di lapangan umum Kota Atambua itu diwarnai aksi menyalakan 1.000 lilin dan tanda tangan dukungan untuk keringanan hukuman bagi Walfrida.

“Satu batang lilin sebagai lambang doa bagi keringanan hukuman untuk Wilfrida Soik,” kata salah seorang inisiator Solidaritas Wilfrida Soik, Deni Nahak di Lapangan Umum Kota Atambua Kabupaten Belu, Minggu.

Menurut dia, kegiatan doa dengan menyalakan 1.000 lilin ini, merupakan bentuk rasa solidaritas warga Kabupaten Belu, terhadap nasib Wilfrida yang bekerja sebagai TKW di Malaysia.

Aksi solidaritas ini, lanjut Deni, diharapkan memberi dampak bagi keringanan atas hukuman mati yang sedang mendera Wilfrida.

“Hanya kekuatan doa sajalah yang bisa membawa mukjizat bagi Wilfrida. Hal inilah yang kita lakukan malam ini,” kata Deni.

Aktivis Forum Peduli Perjuangan Hak-hak Perempuan Kabupaten Belu Magdalena Tiwu, mengatakan, aksi ini, sebagai bentuk solidaritas, baik sebagai warga Kabupaten Belu, juga sebagai sesama wanita.

Aksi solidaritas yang dilakukan dengan doa serta penyalaan 1.000 lilin, diharapkan bisa menjadi jalan penerang untuk pemenuhan harapan seluruh masyarakat, atas keringanan hukuman yang diahadapi Walfrida. “Hanya doa yang bisa menolong Wilfrida,” katanya.

Dia mengatakan, kasus Wilfrida, harus menjadi pelajaran bagi Pemerintah Kabupaten Belu, serta seluruh elemen masyarakat, termasuk orangtua, untuk mewaspadai kemungkinan pengiriman TKW ke luar negeri secara ilegal.

Aparat berwajib, lanjut dia, juga diminta untuk memberantas sejumlah oknum pengerah dan perusahaan tenaga kerja ilegal, demi meminimalisir pengiriman TKW ke luar negeri secara ilegal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Belu Petrus Bere mengatakan, pemerintah dan DPRD Belu secara institusi, telah mengeluarkan peraturan daerah terkait aktivitas tenaga kerja, terutama ke luar negeri.

Perda tersebut diharapkan bisa meminimalisasi pengiriman TKW ke luar negeri secara ilegal. Dia juga mengimbau masyarakat dan terutama orangtua, untuk lebih berhati-hati dalam melindungi anak-anak agar tidak terjebak menjadi TKW.

Petrus mengatakan, menjadi TKW harus dengan keterampilan, sehingga bisa membawa dampak baik.

“Kalau jadi TKW atau TKI juga hanya sebagai petani, sebaiknya bertani saja di kampung. Kita cenderung melepaskan lahan di kampung dan menjadi petani di negara lain, ini repot,” katanya.

Dia berharap, orangtua untuk mengawasi anak-anak, agar tidak tergiur dengan janji-janji palsu menjadi TKI dan atau TKW ke luar negeri.

“Wilfrida harus menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Belu,” kata Petrus.

Editor: Kistyarini
Sumber: Antara

.͡▹​‎​​​ Well, we hope so the best.
Saya tdk mengikuti kisah sebelumnya TKW Wilfrida tapi ini pembelajaran bagi yang lain untuk bekerja secara legal dan tdk tergiur iming2. Segala sesuatu yang legal, bentuk perlindungannya kuat baik secara hukum maupun kepada Tuhan aman karna ada di jalur yg benar.


Yang terkait bisa lolos. Bagaimana? Masuk saja ke Islam. Beres. Tidak percaya? Coba dilakuin.

Perkembangannya, Prabowo mengirim pengacara kesana bahkan beliau berinisiatif menemui Wilfrida. Ternyata usia TKW Wilfrida dipalsukan KTP nya. Itulah akibat pengiriman TKW secara ilegal.

http://id.berita.yahoo.com/hari-ini-tkw-wilfrida-hadapi-putusan-sela-di-223100821.html

Tdk perlu melakukan itu, karna ini bukan masalah agama tapi masalah kemanusiaan antar 2 kewarganegaraan antara Wilfrida dan majikannya :slight_smile:

Yaa…ga usah jauh-jauh cari keHidupan…DI NEGERI ORANG lah Cari nafkah dinegeri sendiri saja??..tapi kalau dari awalnya sudah berbohong dan menipu untuk bisa meloloskan diri dari aturan yang ada dan yang berlaku…ya sudah berbuat dosalah orang itu, Lhaa…bagaimana mau diberkati dalam mencari nafkah kehidupanya…heeemmm.

Jadi bukannya solider dan tidak solider jika melihat fenomena tkw dan tki ini…? TAPI sepertinya sudah tidak ada lagii
kelihatan kejujuran dalam budaya kita sebagai bangsa jika diperhadapkan dng bagaimana seharusnya kita mencari nakah kehidupan bagi keluaraga kita, sepertna semua cara diagap halal…dan tidak berpikir lagi bahwa tindakan yang dilakukannya sudah melanggar aturan Pemerintah dan aturan Tuhannya…Padahal disitulah awal prahara yang sudah di tanam dan akhirnya menjadi potensi selalu membayangi si TKW DAN TKI…didalam perjalanan hidupnya di negeri orang…
Jadi poteni medapat masalah sudah ditanam sejak masih di tanah air nya…dan di negeri orang malah menuai deritanya…sehingaga akhirnya masuk penjara karena berbua kriminal…
Seharusnya si TKW ATAU TKI harus berobat terlebih dahlu akan segala tindakanya selama ini…kalau tidak.??? ya percuma juga mau di doakanang oleh orseluruh negeri pun…ya tidak sinifikan dng aturannya Tuhan…
Bertobatlah.dan bettobat terlebih dahulu…nahh…baru setelah itu didukung dng doa dari tanah air tercinta…

Salam